Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin

Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin
Episode 71. Ica tinggal bersama Daren


__ADS_3

Sementara ditempat lain, di sebuah kamar mewah dan elegan Nia yang baru masuk kedalam kamar yang disusul oleh Gael setelah menikmati makan malam mereka bersama dengan mama Mita.


Gael mendekati Nia yang terlihat sedang berdiri disamping tempat tidur sibuk dengan ponselnya. "Kau sedang apa? " Tanya Gael melingkarkan kedua tangannya dipinggang Nia memeluk tubuh itu dan mencium bau wangi dari tubuh yang sudah menjadi candu baginya.


Nia kemudian meletakkan ponselnya diatas nakas yang tak jauh dari tempatnya berdiri. " Tidak ada. " Sahutnya tetap berada didalam pelukan suaminya itu.


"Apa kau menyukai semua yang aku berikan? " Gael mengecup tengkuk leher Nia dengan lembut. "Umm" Nia merasa kegelian dengan sentuhan yang diberikan Gael kepadanya.


"Tunggu! " Gael yang tersadar akan sesuatu membalikkan tubuh Nia menghadap kepadanya. "Dimana kalung yang aku berikan? " Selidiknya karena menyadari jika Nia belum memakai kalung berlian pemberiannya.


"Kalung? " Nia seperti sedang berpikir dan kemudian segera tersadar maksud pertanyaan dari Gael.


Nia berjalan membukakan laci nakas dan mengambil sebuah kotak berwarna merah. "Ini. " Tunjuk Nia kepada Gael. "Kau ini! kenapa tidak memakainya? " Protes Gael yang menginginkan Nia memakai kalung berlian pemberiannya tersebut.


"Untuk apa aku memakainya sekarang? nanti saja jika ada acara baru akan memakainya. " Jelas Nia yang memang tidak pernah memakai barang mewah seperti itu.


"Kau ini. " Tunjuk Gael dengan jari telunjuknya tepat mengenai kening Nia kemudian mengambil kotak tersebut dari tangan Nia dan mengeluarkan benda tersebut kemudian memasangkannya dileher wanita yang ia cintai itu.


"Bagaimana, kau menyukainya? " Gael menatap wajah Nia yang sedang tersenyum bahagian mendapat perlakuan manis dari Gael.


"Aku suka. " Jawab Nia singkat sambil memeluk tubuh Gael. Entah dari mana asal keberaniannya untuk memeluk Gael tanpa merasa sungkan dan malu.


"Terima kasih. " Ucapan Nia tanpa melepaskan pelukannya itu. "Kau mau menggoda ku? "Ucap Gael yang memang sudah tidak tahan berlama-lama dengan situasi keduanya yang saling bersentuhan.


Nia segera mengurai pelukannya dan memundurkan langkahnya menjauh dari Gael. "Tidak, aku tidak bermaksud seperti itu. " Terang Nia terbata-bata karena ia tau betul Gael sedang menginginkannya dan sudah bisa dipastikan Gael tidak akan berhenti menggempur nya sampai Nia tak berdaya melayani suaminya tersebut diatas ranjang yang tak pernah merasa lelah.


Gael menarik tangan Nia sampai di pelukannya, tanpa basa basi langsung mengangkat tubuh Nia keatas ranjang dan menidurkan tubuh yang sudah menjadi candu baginya.


Dan sudah bisa ditebak apa yang akan terjadi selanjutnya diantara pasangan itu, erangan dan ******* memenuhi seluruh ruangan yang menjadi saksi bisu percintaan keduanya.


Setelah mendapat pelepasan diantara keduanya, Gael menjatuhkan tubuhnya disamping Nia yang masih dalam keadaan polos. Sementara Nia yang sudah merasa lelah dan remuk diseluruh tubuhnya, perlahan memejamkan matanya.


Gael memiringkan tubuhnya menghadap Nia yang sudah terlelap dalam keadaan polosnya, Gael mengecup lembut kening Nia penuh dengan perasaan cinta kepada wanitanya itu. "Aku mencintai mu. " Ucap Gael kemudian mencium kedua mata Nia yang sedang tertutup itu.


Sungguh disayangkan Nia tak mendengar apa yang diucapkan oleh Gael, dimana Gael mengutarakan isi hatinya yang entah sejak kapan ia merasakan perasaan itu kepada Nia.


Gael menarik selimut dan menutup tubuh polos Nia kemudian ikut tidur dengan posisi memeluk tubuh Nia.


__ADS_1



Ica duduk disofa yang ada di ruang tamu di apartemen milik Daren, menunggu pria yang membawanya ketempat itu yang sedang mengambilkan minuman dingin dilemari pendingin untuk mereka berdua.



Daren meletakkan minuman yang ia bawa diatas meja yang ada didepan Ica kemudian ikut duduk tepat didepan wanita yang terlihat tidak nyaman dengan situasi seperti itu. Ica mengambil gelas minumannya dan meneguk nya hingga tak tersisa sedikit pun nampaknya ia memang sedang kehausan atau hanya sekedar mengatasi kegelisahan yang tengah ia rasakan.



"Kau istirahatlah lebih dulu! " suruh Daren kepada Ica. "Baiklah. " Ica berdiri dari duduknya hendak berjalan meninggalkan ruangan itu kemudian Nia tersadar bahwa ia tidak tau harus pergi kemana setelah itu.



Daren yang mengetahui kebingungan Ica segera ikut berdiri dan berjalan mendahului Ica. " Ikut aku! " ucap Daren. Ica pun hanya diam dan mengikuti langkah kaki Daren.



"Masuklah! " suruh Daren kepadanya sambil membukakan pintu kamar untuk Ica. "Untuk sementara kau tinggal disini bersama ku. " Terang Daren begitu Ica sudah berada didalam kamar tersebut.




"Aku akan tidur dikamar ku dan kau tidur di sini tapi jika kau mau kita tidur didalam kamar yang sama, aku tidak masalah. " Terang Daren santai sambil mengerlikan matanya kepada Ica.



"Tidak, tidak bukan begitu maksudku! " Ica terlihat gugup dan salah tingkah. Bagaimana tidak ia sudah berpikir yang tidak-tidak sebelumnya, mengira jika kamar itu adalah kamar tidur Daren namun ternyata ia salah.



"Kalau begitu kau pergilah aku akan beristirahat! " Ucap Ica sambil membalikkan badannya membelakangi Daren karena merasa malu.



"Baiklah aku akan keluar, jika kau membutuhkan sesuatu jangan segan-segan memanggil ku." Jelas Daren kemudian pergi meninggalkan kamar itu dan menutup pintu kamar itu. "Memangnya yang punya apartemen ini siapa? bisa-bisanya dia mengusir ku dari kamar yang juga sudah jelas milik ku. " Kesal Daren yang sebenarnya ingin berlama-lama di dekat Ica wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta. Kemudian Daren pun pergi menuju kamar yang biasa ia tempati.


__ADS_1


Ica meletakkan jas milik Daren diatas tempat tidur, kemudian ia membuka lemari yang berada didalam kamar itu dan melihat pakaian yang bisa ia kenakan mengingat pakaian yang ia gunakan saat ini sangat tidak nyaman untuk dipakai saat tidur.



Setelah menemukan pakaian yang dirasa pas untuknya dan tak lupa ia mengambil handuk dari dalam lemari kemudian meletakkan pakaian yang sudah ia pilih tadi diatas tempat tidur dan bergegas untuk membersihkan tubuhnya yang dirasa lengket olehnya.



Tak lama kemudian Ica keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit ditubuhnya. Namun tanpa disangka-sangka Daren membuka pintu kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.



"Kau mau..."



Glek



Daren menelan salivanya dengan susah melihat tubuh Ica yang memperlihatkan tubuh bagian atas dan paha mulus milik Ica terlihat jelas oleh kedua matanya.



Aaa...



Teriak Ica begitu menyadari kehadiran Daren dari balik pintu. "Kau sedang apa disitu? " Selidik Ica membalikkan badannya membelakangi Daren.



"Maaf aku tak sengaja! " setelah mengatakan maaf Daren pun meninggalkan tempat itu dengan terburu-buru dan tak jadi menanyakan tujuannya kepada Ica yang ingin memesan makanan apa karena Daren berniat ingin memesan makan malam untuk mereka berdua.



Pada akhirnya Daren memesan makanan yang sama dengannya setelah itu mengusap wajahnya dengan kasar menghilangkan bayangan tubuh Ica yang terus berputar di kepalanya.


__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2