
Hari yang sudah hampir malam namun belum juga ada kabar tentang keberadaan Nia membuat Gael semakin khawatir dengan nasib istrinya itu. Gael sedari tadi mondar-mandir sambil terus menunggu kabar dari keberadaan Nia kini tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak berbuat apa-apa dan hanya menunggu kabar dari orang suruhannya saja.
Sedari tadi ia hanya terus menunggu dan menunggu sambil terus melihat kearah jam tangannya sambil menunggu berita baik dari situasi yang menegangkan tersebut.
Daren masuk kedalam ruang kerja tuannya itu dengan langkah terburu-buru. "Bagaimana? apa sudah ada kabar?" cecar Gael tak sabar begitu Daren berada di ruangan itu.
"Tuan, orang kita sudah berhasil menemukan keberadaan nyonya Nia, sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju lokasi dimana mereka membawa nyonya." Terang Daren menjelaskan infomasi yang baru saja diberikan orang suruhannya.
"Kalau begitu tunggu apa lagi? kita harus kesana sekarang juga! " perintah Gael segera berjalan keluar ruang itu yang di ikuti oleh Daren dari belakang.
Ketika hendak memasuki mobil miliknya menuju tempat dimana keberadaan Nia. Tiba-tiba datang sebuah mobil dan berhenti tepat didepan mobil yang hendak dinaiki Gael dan Daren.
Dari dalam mobil itu keluar seorang pria yang tak lain adalah Leo. Orang yang ditugaskan untuk mencari keberadaan Nia tadi. Leo membukakan pintu penumpang dan dari dalam mobil keluar Nia dengan tampang kelelahan.
"Nia! " Seru Gael menutup kembali pintu mobilnya dan segera berlari menghampiri Nia dengan perasaan bahagia melihat istri tercintanya itu telah ditemukan dan kembali lagi kemansion dengan keadaan selamat. Gael memeluk tubuh Nia dengan erat melepaskan perasaan takutnya yang sebelumnya menyelimuti pikirannya.
Cukup lama ia memeluk tubuh itu kemudian ia mengurai pelukannya menangkup wajah Nia dengan kedua tangannya. "Kau baik-baik saja? " Tanya Gael sambil memeriksa seluruh tubuh Nia dari atas sampai bawah.
Nia hanya menjawab dengan anggukan kepala saja karena merasa tubuhnya sangat lelah dimana satu harian ini ia sudah diculik orang yang tak dikenalnya tanpa tau apa otip dari si pelaku.
Gael segera membawa masuk Nia kedalam mansion sementara Daren masih berbicara dengan Leo dan anak buahnya meminta penjelasan bagaimana cara mereka menemukan Nia dan Leo pun menceritakan semuanya dimana dia dan anak buahnya hendak menuju lokasi keberadaan Nia dan sipenculik namun ditengah perjalanan mereka melihat sebuah mobil sedang berhenti ditempat yang sepi jauh dari keramaian sedang menurunkan Nia dari dalam mobil.
Leo yang mengenali istri dari tuannya itu pun segera berhenti dan menghampiri Nia setelah memastikan jika orang tersebut adalah benar-benar orang yang mereka cari. Segera Leo mengikuti mobil tersebut namun mereka kehilangan jejak diperempatan jalan.
__ADS_1
Dimana mobil yang ditumpangi oleh Leo harus terhenti karna lampu merah tapi Leo tidak melepaskan begitu saja orang yang sudah melakukan penculikan itu karna Leo sudah mengetahui nomor plat mobil tersebut.
Setelah mendengar semua penjelasan dari Leo, Daren pun memerintahkan Leo dan anak buahnya untuk kembali dan mengatakan urusan selanjutnya akan ditangani olehhya sendiri, yaitu mencari tau melalui nomor plat mobil yang sudah diberikan oleh Leo.
Mita yang baru turun dari kamarnya melihat kedatangan Nia yang sedang berjalan bersama Gael memasuki mansion, ikut menghampiri keduanya dengan perasaan bahagia.
"Sayang,, kau baik-baik saja kan? kau tidak terluka kan? siapa yang sudah membawa mu dan kenapa mereka melakukan ini kepada mu? " Mama Mita terus berbicara sambil memeriksa tubuh menantunya tersebut.
"Aku baik-baik saja mah. " Ucap Nia dengan suara lemahnya.
"Syukur lah jika kau baik-baik saja. " Mita tersenyum merasa lega sambil membawa menantunya itu kedalam pelukannya. "Kalau begitu ikut mama! " Ucap Mita membawa Nia menaiki tangga menuju kamar Nia.
Daren yang ikut masuk kedalam mansion menghentikan langkah kaki Gael yang hendak ikut menyusul Nia dan menatap Daren meminta penjelasan darinya.
Daren sudah mengerti maksud dari tuannya itu segera mengatakan semua seperti yang sudah di katakan oleh Leo kepadanya.
"Kau urus dan cari tau siapa pelakunya! " Ucap Gael penuh dengan penekanan disetiap katanya yang menandakan Gael tidak akan tinggal diam sebelum mengetahui siapa pelakunya dan memberikan peringatan kepada orang sudah berani berurusan dengannya.
"Baik tuan. " Sahut Daren kemudian pamit kepada tuannya itu.
Dan setelah kepergian Daren, Gael pun hendak menyusul Nia yang sedang bersama dengan mama Mita didalam kamar.
Clek
__ADS_1
Gael membuka pintu kamar dan melihat kedua wanita itu sedang berbicara sambil duduk di pinggiran tempat tidur entah apa yang sedang mereka bicarakan itu.
Perlahan Gael berjalan mendekati keduanya, mama Mita melayangkan tatapan mata tajamnya kepada Gael membuat yang ditatap semakin bingung.
"Apa ini semua ulah dari pesaing mu didalam dunia bisnis? " Tanya mama Mita tidak mengalihkan pandangan matanya.
"Aku belum tau. " Ucap Gael singkat.
"Mama harap kau menyelesaikan masalah ini secepatnya dan masalah seperti ini jangan sampai terulang kembali dan membahayakan nyawa istri mu yang tidak tau apa-apa dalam masalah pekerjaan mu! " Peringat mama Mita.
"Ini semua karna mama yang sudah mengijinkan Nia untuk keluar dari mansion pada hal sebelumnya aku sudah katakan dia tidak boleh keluar dari mansion tanpa seijin ku. " balas Gael tidak mau disalahkan begitu saja.
"Kau ini! " mama Mita tidak bisa berkata apa-apa lagi karna memang benar adanya jika Gael sudah memberikan perintah sebelumnya namun karena mama Mita berpikir tidak ada salahnya mengijinkan Nia keluar bersama Serli karna tujuan mereka ingin menemui Gael.
Namun ternyata diluar dugaannya justru hal itu yang membuat Nia dalam keadaan bahaya.
"Nia sayang, kau mandilah lebih dulu, mama akan suruh pelayan mengantarkan makanan untuk mu. Kau pasti laparkan? " tanya mama Mita sembari mengelus rambut Nia dengan lembut.
Nia hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kecil kepada mertuanya itu. Namun tetap tidak bergerak meninggalkan tempatnya duduk sampai mama Mita keluar dari kamar dan menutup pintu kamar barulah Nia bergerak dari duduknya.
Nia hendak membersihkan dirinya namun Gael menarik tangannya sehingga menghentikan langkah Nia. "Kau sungguh tidak apa-apa? " Gael memastikan kembali keadaan Nia.
"Aku baik. " Ucap Nia sambil melepaskan tangannya dari genggaman Gael kemudian pergi meninggalkan Gael menuju kamar mandi.
__ADS_1
Sungguh Nia masih terlihat syok dengan kejadian yang belum pernah ia alami sebelumnya ditambah lagi ucapan mama Mita barusan yang ia dengar membuat ia terus berpikir siapa sebenarnya yang ingin mencelakai nya.
Bersambung!