
"Ehemm! " Pak Agus yang sedari tadi mendengar ucapannya nyonya muda nya itu berdehem agar Nia berhenti dengan ucapannya yang berani mengatai suaminya sendiri.
Halima yang takut melihat pak Agus segera melanjutkan pekerjaannya kembali sementara Nia yang awalnya sedang tersenyum seketika berubah gugup.
"Pa gus, kau disini rupanya? " seru Nia sedikit kaku dengan ucapannya. "Nyonya sebaiknya kembali ke mansion karna tuan muda Gael sebentar lagi tiba! " suruh pak Agus.
"Apa hubungannya dengan ku kalau dia tiba di mansion? " selidik Nia tak mengerti maksud ucapan dari pak Agus.
"Apa nyonya lupa bahwa sekarang nyonya sudah menikah dengan tuanGael? " Pak Agus masih bersabar dengan otak lemot majikannya itu.
"Baiklah aku mengerti, pak gus tenang saja aku akan disana sebelum tuan Gael tiba. " Nia meyakinkan pak Agus.
Setelah itu pak Agus pun pergi dari tempat itu melanjutkan pekerjaannya meninggalkan Nia dan Halima disana. "Apa kau lelah? " tanya Nia yang melihat Halima mengibaskan tangannya.
"Lumayan. " Ucap Halima sambil tersenyum. "Kalau begitu biar aku bantu! " Nia beranjak dari duduknya menggantikan Halima untuk melanjutkan pekerjaannya. "Nia, jangan biar aku saja. " Tolak Halima menarik setrikaan yang sudah dipegang oleh Nia.
"Halima kau istirahat lah dulu! " Nia menarik kembali setrikaan itu dari tangan Halima. "Ya sudah terserah kau saja! " pasrah Halima dengan keras kepala temannya itu.
Asik dengan pekerjaan yang sudah biasa dilakukan oleh Nia sampai ia lupa apa yang dikatakan oleh pak Agus sebelumnya bahwa ia akan kembali sebelum tuan Gael tiba. Pada hal kenyataan nya ia belum juga kembali sementara tuan Gael baru saja tiba.
"Selamat sore tuan. " Pak Agus menyambut tuannya itu didepan pintu masuk mansion. Sementara yang disapa hanya diam berlalu melangkahkan kakinya memasuki mansion.
"Pak Agus apa nyonya Nia sudah pulang? " selidik Daren yang masih terdengar jelas oleh tuan Gael. "Sudah tuan Daren tapi nyonya masih... " Belum sempat pak Agus menyelesaikan perkataan nya Nia muncul entah dari mana hanya ia yang tau.
__ADS_1
"Nah itu nyonya muda tuan Daren! " tunjuk Pak Agus dengan sopan. Daren pun menghampiri nyonya itu. "Nyonya anda bersama siapa tadi siang? "tanya Daren kepada Nia sementara pak Agus menatap heran kepada Daren. "Sebenarnya yang menjadi suami nyonya muda disini siapa? " gumam pak Agus dalam hati karena melihat tuan Gael malah cuek sementara Daren yang sibuk menanyakan hal yang seharusnya ditanyakan oleh tuannya itu.
"Tadi siang? " Nia mengkerut kan keningnya sambil berpikir. "Oh itu teman yang aku maksud, aku kan sudah memberi tahu kan mu terlebih dulu sebelum aku pergi. Kau ini kenapa bertanya lagi? " gerutu Nia.
"Nia... " Panggil Mita mendekati Nia, Daren dan juga pak Agus disana. "Ia mah. " Sahut Nia. "Kalian sedang apa disini? " selidik Mita manatap mereka secara bergantian.
"Tidak ada mah, Nia hanya sekedar menyapa pak Agus dan Daren. " Terang Nia. "Oh begitu ayo ikut mama! " Mita menari tangan Nia ke lantai dua menuju kamarnya.
"Ini! " Mita memberikan beberapa barang belanjaannya yang baru dibelinya tadi. "Kau pakai nanti malam ya! " perintah Mita. "Ini apa mah? " selidik Nia hendak membuka papar bag yang diberikan oleh mama mertuanya itu.
"Sudah, sekarang kau pergilah kekamar mu! " Suruh Mita mengalihkan Nia agar tidak membuka paper bag itu, karna Mita tau Nia akan menolaknya jika mengetahui isi papar bag tersebut.
"Baik mah. " Nia pun mengurungkan niatnya untuk melihat isi papar bag tersebut dan Nia pun keluar dari kamar itu menuju kamarnya dan tuan Gael.
Clek
Nia hendak kekamar mandi dan ketika ia membuka pintu kamar mandi, pintu itu lebih dulu tebuka dari dalam. Gael keluar dari dalam hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya memperlihatkan dada bidang dan perut kotak-kotaknya.
Seketika tubuh Nia seperti tersengat aliran listrik, Otaknya kini bahkan sudah bertreveling ke mana-mana. Namun perasaan itu hilang seketika ketika sorot mata tajam Gael menatapnya dengan tidak suka.
Nia menundukkan kepalanya takut akan sorot mata yang seperti ingin membunuhnya itu, setelah Gael berlalu segera Nia masuk kedalam kamar mandi. Menarik nafasnya dalam menghilangkan rasa takutnya itu.
"Ya Tuhan kenapa aku terjebak dengan pria dingin seperti nya? " Nia mengelus dadanya.
__ADS_1
"Apa ini? " Nia membuka papar bag yang dibawa nya tadi. Mengeluarkan satu persatu isi papar bag itu yang isinya sama semua. "Apa mama tidak tau kalau pakaian yang ia belikan ini kurang bahan semua? " gerutu Nia bertanya pada dirinya sendiri sambil mengangkat linggari itu tepat didepan wajahnya.
"Kau sedang apa? "suara datar Gael begitu ia memasuki kamar itu melihat Nia yang sedang memegang pakaian transparan itu.
"Ti tidak ada tuan! "Nia memasukkan linggari yang ada di tangannya kedalam paper bag itu lagi dengan terburu-buru.
"Kau tidak sedang ingin menggoda ku kan?" selidik Gael. "Tidak tuan. " jawab Nia singgkat menundukkan kepalanya. "Lantas ini apa? " tunjuk Gael pada paper bag tersebut.
"Maaf tuan, ini semua pemberian mama maksud ku nyonya. " Larat Nia takut salah bicara didepan tuannya itu. "Benar kah? "Gael belum percaya dengan ucapan Nia kepadanya.
"Ia tuan tidak mungkin saya berani membohongi tuan." Jelas Nia lagi. "Bagus! dan jangan coba-coba memakai pakaian kurang bahan itu didalam kamar ku. " Peringat Gael.
"Baik tuan. " Nia pun hanya bisa menurut kepada sang empunya kamar.
Gael menyandarkan punggungnya di kepala ranjangnya sambil berkutat dengan laptop nya memeriksa beberapa laporan yang belum sempat ia periksa sebelumnya.
Sementara Nia yang tidak nyaman tidur diatas sofa itu membolak-balikkan tubuhnya mencari posisi yang pas lelah terus menerus membolak-balikkan tubuhnya akhirnya Nia tertidur juga disana.
Semua yang Nia lakukan tidak luput dari pandangan Gael dimana ia sesekali mencuri pandang pada Nia yang gelisah di atas sofa itu sampai Nia tertidur dengan pulas.
Gael turun dari atas tempat tidurnya mendekati Nia di sofa itu kemudian ia membetulkan selimuti Nia yang awalnya berada di kaki Nia dan kini ia menarik selimut itu hingga hanya memperlihatkan kepala Nia saja.
"Maaf tapi ini demi kebaikan kita berdua. " Lirih Gael sebelum ia kembali keatas ranjangnya.
__ADS_1
Bersambung!
Jangan lupa tingkalkan jejak kalian like, vote dan coment nya buat karya ini. love you ❤💜💜