
Di sebuah pusat perbelanjaan Nia yang menemani Serli sedari tadi mulai merasa lelah. Bagaimana tidak Serli berbelanja memasuki toko satu ke toko yang lain membeli barang apa saja menurutnya menarik. Sementara Nia hanya bisa pasrah mengikuti dari belakang Serli.
"Serli apa kau masih membutuhkan itu? " tanya Nia menunjuk sebuah tas brendit yang sedang di pegang oleh Serli.
"Ya, aku menyukai ini. " Serli. menatap Nia sejenak kemudian berpaling kembali memandangi tas berwarna merah maron digenggamannya.
Nia menarik nafas panjang sambil memandangi kantong belanjaan yang ada ditangannya. Mau tidak mau Nia mengikuti kemauan Serli.
"Nia, apa kau tidak ingin membeli sesuatu? " tanya Serli tanpa melihat kearah Nia yang sudah kelelahan sedari tadi. "Tidak. " Sahut Nia singkat.
"Kenapa? " Serli kini membalikkan badannya menghadap Nia. "Tidak apa-apa, hanya saja aku tidak terbiasa berbelanja seperti yang kau lakukan ini. " Terang Nia berkata jujur.
Serli tertawa mendengar perkataan dari Nia. "Yang benar saja. " Menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang didengarnya. Seorang istri dari tuan Gael yang terkenal dengan kekayaannya tak suka berbelanja selayaknya orang-orang kaya lainnya yang suka membeli sesuatu tanpa melihat dari harga barang tersebut.
"Sudahlah. Kau cepatlah aku sungguh sudah lelah menemanimu. " Keluh Nia. Baiklah kalau begitu aku bayar ini dulu. " Menunjuk tas yang tadi kemudian berjalan menuju meja kasir.
Setelah puas mengelilingi pusat perbelanjaan, kini mereka berdua berada di sebuah cafe yang ada didalam pusat perbelanjaan tersebut.
"Nia, aku ingin tau bagaimana kau bisa mengenal Gael? " tanya Serli setelah meneguk minuman yang baru saja diberikan salah satu pelayanan di cafe tersebut.
Nia yang sedang meneguk minumannya seketika mendongakkan wajahnya melihat kearah Serli yang duduk di depannya. "Kenapa kau tiba-tiba menanyakan itu? " Nia bertanya balik.
"Tidak, hanya saja aku penasaran karena Gael tidak menceritakan hubungan kalian kepada ku." Ucap Serli santai agar mengetahui kebenaran dan maksud ucapan Mita sebelumnya yang membuat Serli semakin penasaran dan berharap mendapat celah untuk mempermudah rencananya.
__ADS_1
"Aku sebelumnya bekerja di mansion keluarga Atmaja namun sesuatu terjadi yang membuat kami berdua berada didalam satu ikatan pernikahan seperti sekarang ini. " Terang Nia menceritakan singkat bagaimana ia bisa menikah dengan Gael.
"Maksudnya kamu bekerja disana sebagai pembantu?" Serli masih terus menggali informasi dari Nia. Sementara Nia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari perkataan Serli.
"Yang benar saja? " Kilah Serli kembali memancing Nia agar menceritakan semuanya.
"Mungkin kamu tidak percaya tapi ya itulah kebenarannya. " Ucap Nia sebelum meneguk minumannya kembali.
"Beruntung sekali kau bisa mendapatkan Gael pada hal diluar sana begitu banyak wanita yang mengaguminya. " Ucap Serli tersenyum, entah itu senyumannya mengejek atau apa hanya ia lah yang tau.
Nia tersenyum menanggapi ucapan Serli, entah ia memang beruntung menjadi istri tuan Gael atau malah sebaliknya karena sampai sekarang Nia masih ragu tentang statusnya dikeluarga Atmaja.
"*Andai saja aku bertemu dengannya diwaktu yang berb*eda, apakah aku bisa menjadi istrinya yang sangat ia cintai bukan seperti saat ini menjadi istri karna terpaksa dan entah sampai kapan pernikahan ini akan bertahan? "
Nia yang melamun tersentak mendengar Serli memanggilnya. "Kenapa? kau berbicara apa barusan? " tanya Nia kepada Serli.
"Ayolah Nia kau tak perlu segan untuk bercerita apa pun itu kepada ku. Aku dan Gael begitu dekat jadi mulai saat ini kau juga sudah menjadi teman ku. " Bujuk Serli.
"Aku hanya sedikit ragu dengan hubungan kami saat ini. Maksud ku, aku tidak yakin dengan perasaan Gael kepada ku dan jujur saja aku tidak tau bagaimana perasaannya terhadap ku dan satu hal lagi." Nia menghela nafasnya sejenak. "Mungkin pernikahan kami terlihat baik-naik saja namun aku tidak tau sampai kapan Gael akan mempertahankan hubungan ini." Cerita Nia panjang lebar.
"Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu? " Serli terus saja memancing Nia untuk lebih terbuka lagi kepadanya. Dan akhirnya Nia pun menceritakan semua dari awal sampai ia dan Gael terikat dalam satu hubungan pernikahan. Tanpa sadar Nia sudah memberikan informasi yang ingin diketahui oleh Serli dengan begitu Serli merasa senang bahwa sekarang ia tau jika Gael tidak mencintai Nia.
Dengan demikian ia akan terus berusaha mendekati Gael karna merasa masih ada kesempatan baginya untuk memiliki Gael. Didepan Nia ia bersikap seolah ia merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Nia namun didalam hatinya sangatlah bahagia dengan apa yang didengar olehnya barusan.
__ADS_1
Cukup lama mereka berdua berada didalam cafe tersebut dan ketika sudah menjelang sore barulah keduanya pergi meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut.
Setibanya di mansion Atmaja, Serli segera berpamitan namun sebelumnya ia memberikan beberapa barang belanjaannya kepada Nia. Walau pun Nia menolak tetap saja ia memaksa Nia untuk menerima barang tersebut.
Merasa tidak enak hati maka Nia pun menerima pemberian dari Serli tersebut. Tujuan Serli adalah mendapatkan kepercayaan dari Nia dan setelah itu Nia akan lebih dekat dengannya dan gampang mendekati Gael melalui Nia.
Nia meletakkan dua paperbag yang diberikan oleh Serli barusan diatas tempat tidurnya kemudian ia segera membersihkan dirinya yang terasa lengket dan gerah.
Nia keluar dari dalam kamar mandi kemudian memakai pakainya dan setelah itu barulah ia membuka paperbag tersebut. "Wah, dia memberikan aku ini." Memandangi sebuah tas yang berwarna maron yang diberikan oleh Serli. Kemudian beralih ke paperbag satu lagi sebuah gaun berwarna merah muda yang sebelumnya diberikan Serli dan gaun itu merupakan pilihan Nia. Namun ia tak menyangka jika Serli akan memberikannya kepada Nia.
Nia yang sebelumnya tidak memiliki barang mahal seperti itu, terlihat senang dan menyukainya. Setelah puas memandangi kedua benda tersebut Nia meletakkan kembali kedalam paperbag dan meninggalkannya diatas tempat tidur karena mendengar suara ketukan pintu dan ternyata salah satu pelayan mansion memintanya untuk menemui Mita ibu mertuanya itu dikamarnya.
Pukul tujuh malam Gael tiba di mansion dan segera menuju kamar yang mengira jika Nia sedang berada disana. Namun setelah mencari keberadaan Nia ia tak menemukan Nia didalam sana. Kini pandang matanya tertuju pada tempat tidur dan berjalan mendekat. "Apa ini? " bertanya sambil membuka paperbag tersebut.
Gael mengira jika Nia mendapatkan barang tersebut dari mama Mita. "Kau sudah kembali? " Suara Nia begitu membuka pintu kamar.
Tanpa menghiraukan pertanyaan dari Nia Gael malah balik bertanya. "Kau baru membeli ini? " tanya Gael menunjuk dengan kedua matanya.
"Mana mungkin aku membeli barang-barang semalam itu, kau tau betul jika aku tidak bisa membeli barang semacam itu. " Ucap Nia hendak mengambil paperbag tersebut.
Deg
Gael merasa tidak enak hati mendengar perkataan Nia. "Ini pemberian dari Serli karna aku sudah menemani dia berbelanja hari ini." Terang Nia berkata jujur.
__ADS_1
"Apa? "
Bersambung!