
"Tuan sudah pulang? " Sambut Nia kepada Gael yang baru saja tiba di mansion. Namun Gael mengacuhkan Nia. Gael tidak merespon ucapan Nia yang sedang berdiri disamping pak Agus yang sengaja berdiri di depan pintu masuk Mansion menyambut tuannya itu.
Nia menghela nafasnya kemudian mengikuti pak Agus yang sudah terlebih dahulu mengikuti tuannya itu memasuki mansion. Nia terus mengikuti Gael sampai ke kamar mereka. "Tuan, apa anda langsung mandi? " tanya Nia.
"Hmmm. " Sahut Gael acuh.
"Baiklah biar aku siapkan air hangat untuk tuan. " Terang Nia namun Gael sepertinya enggan untuk berbicara dengan Nia.
Tak lama kemudian, Nia keluar dari kamar mandi. "Air hangatnya sudah siap tuan. " Terang Nia kepada Gael yang sedang duduk disofa.
Gael kembali mengacuhkan Nia. Ia berdiri dari duduknya dan segera masuk kedalam kamar mandi. "Ada apa dengannya? perasaan aku tidak membuat kesalahan hari ini? apa dia marah kepada ku karena tadi pagi aku belum bangun ketika ia hendak ke kantor dan tidak menyiapkan pakaian untuknya? " Nia bertanya-tanya didalam hatinya sambil terus menatap punggung Gael sampai terhalang pintu kamar mandi tersebut.
Nia mencoba menepis semua apa yang sedang ia pikirkan itu, "Lebih baik aku menyiapkan pakaian untuk nya. " Gumam Nia.
Nia meletakkan pakaian untuk Gael diatas tempat tidur kemudian ia memilih untuk keluar dari kamar itu sebelum Gael keluar dari kamar mandi.
"Pak Gus, sedang apa? " tanya Nia yang menemui pak Agus yang sedang berada di dapur. "Saya sedang menyiapkan makan malam untuk tuan dan nyonya. " Terang pak Agus sambil sibuk menyiapkan makan malam untuk tuan dan nyonya nya itu.
Tak lama kemudian Gael turun dari kamarnya menuju meja makan. Nia mencoba menyiapkan makan malam di piring Gael dan meletakkan nya didepan Gael. Kemudian Nia duduk di depan Gael dan ikut makan malam bersama denganya.
Gael sedikit pun tak melihat kearah Nia, menikmati makanan nya tanpa bersuara membuat Nia merasa tidak nyaman. Selama makan malam itu berlangsung tak ada pembicaraan di antara keduanya. Selesai makan malam Gael meninggalkan Nia yang masih menikmati makan malamnya.
__ADS_1
Nia menghentikan makan malamnya. Kemudian ia membereskan meja makan tersebut yang dibantu oleh para pelayan lainnya.
"Ada apa dengannya kenapa tuan Gael terlihat berbeda sedari tadi begitu ia kembali dari kantor, apa aku mempunyai salah yang membuatnya marah? " Nia bertanya-tanya dengan perubahan sikap Gael.
Nia kembali ke dalam kamar, ternyata Gael tidak berada di dalam kamar, Nia mencoba mencari keberadaan Gael yang ternyata sedang didalam ruang kerja nya.
Nia mengintip Gael dari balik pintu yang tidak tertutup rapat. Memperhatikan apa yang dilakukan oleh Gael didalam sana. "Sedang apa dia? " tanya Nia pada dirinya sendiri.
Gael terus memandangi sebuah bingkai foto yang ada ditangannya, tanpa menyadari keberadaan Nia yang mengamati nya dari balik pintu. Tak lama kemudian Nia meninggalkan tempat itu karna merasa tak ada jawaban atas perubahan sikap Gael.
Nia membaringkan tubuhnya diatas ranjang king size milik Gael, mencoba melupakan sikap dingin Gael kepadanya dengan menutup matanya berharap ia tertidur namun setelah beberapa menit Nia tidak dapat memejamkan matanya.
Nia akhirnya memutuskan untuk menemui Gael di ruang kerja nya. Dan ternyata Gael sudah tertidur di kursinya dengan menyandarkan punggungnya sambil memeluk bingkai foto.
"Apa perubahan sikap mu kembali lagi seperti dulu ada hubungannya dengan foto ini? " tanya Nia menatap wajah Gael seolah-olah Gael mendengarkan ucapannya itu.
Nia menghela nafasnya dalam. "Kenapa hati ku sakit melihat mu seperti ini? kau memikirkan wanita lain disaat kau sudah menikah dengan ku." Lirih Nia merasa kecewa mendapati Gael ternyata mempunyai wanita lain dalam hidupnya.
Nia menepuk dadanya yang terasa sesak. "Aku tidak boleh seperti ini, pernikahan ini hanya karena sebuah kesalahan dan sampai kapan pun aku tidak akan bisa menggantikan wanita itu dihatinya. " Gumam Nia mengatasi rasa kecewanya.
Ketika meletakkan bingkai foto tersebut di meja kerja Gael, Nia tidak sengaja meletakkan nya terlalu kuat sehingga membangun kan Gael dari tidurnya. "Sedang apa kau disini? " selidik Gael menatap tajam kearah Nia.
__ADS_1
"A-aku tadi tidak sengaja melihat tuan yang sedang tertidur disini karena pintunya tidak tertutup rapat. " Terang Nia terbata-bata.
"Sekarang keluarlah! " suruh Gael ketus kepada Nia. Nia menundukkan kepalanya sebelum ia berjalan keluar dari ruang kerja Gael. Keluar dengan rasa kecewa sekaligus sakit di hatinya mengetahui kenyataan bahwa laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu memiliki wanita lain.
"Kau tidak bisa seperti Nia, tuan Gael adalah majikan mu dan pernikahan ini hanya sebuah kesepakatan dan bila waktunya telah tiba maka status pernikahan ini akan berakhir." Ucap Nia kepada dirinya sendiri agar hatinya tidak terluka terlalu dalam.
Sepanjang malam Gael tidak kembali ke kamarnya dan memilih untuk tidur diruang kerjanya. Ketika pagi hari sebelum berangkat ke kantor baru ia kembali kedalam kamar untuk membersihkan dirinya.
Sementara Nia yang baru saja bangun dari tidurnya, menyiapkan semua pakaian untuk Gael, dan berusaha untuk tidak berbicara dengan Gael. Nia tau keberadaan nya menyebabkan masalah untuk Gael.
Nia tak tau apa yang sebenarnya terjadi kepada Gael, berpikir bahwa Nia lah yang menyebabkan Gael seperti itu dan mencoba mengira-ngira penyebabnya adalah karna dirinya.
Kali ini Nia mencoba memahami sikap Gael terhadapnya, menerima sikap dingin Gael kepadanya.
Gael menepati janjinya untuk menemui Kiren dirumah sakit, meluangkan waktunya untuk menemani Kiren. Sementara Tian tidak mempermasalahkan hal itu. Justru ia sangat berterima kasih kepada Gael yang sudah membantunya merawat Kiren.
Setiap hari Gael akan menemani Kiren dirumah sakit sepulang dari kantornya tanpa kembali terlebih dahulu ke mansion. Gael akan pergi dari rumah sakit ketika Kiren sudah tertidur, dan kembali ke mansion ketika hampir larut malam.
Beberapa hari ini Gael bahkan tidak sempat berbicara dengan dengan Nia. Gael kembali ketika Nia sudah tertidur dan pagi harinya pun tak ada pembicaraan diantara keduanya.
Jika Gael sibuk dengan pekerjaan kantornya dan juga merawat Kiren maka berbeda dengan Nia. Ia memutuskan untuk sengaja tidak berbicara dengan tuannya itu agar tidak terluka begitu Gael mengakhiri sandiwara diantara mereka berdua.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari jarak diantara mereka berdua semakin menjauh satu sama lain.
Hai.. Hai... jangan lupa like, vote dan juga coment nya ya!! loveupull 💜💜💜