
"Lantas kemana dia" Selidik Gael menghentikan sarapannya.
"Pak Agus... Tolong cari keberadaan Nia bila perlu lihat rekaman cctv. Aku tak punya banyak waktu sekarang. " Perintah Gael kemudian berdiri dari duduknya setelah melihat Daren yang baru tiba di mansion untuk menjemputnya.
"Kita langsung berangkat! " Perintah Gael kepada Daren.
"Baik tuan. " Daren mengikuti tuannya tersebut dari belakang.
🍀🍀🍀
"Apa? " Gael terkejut mendapatkan kabar dari pak Agus melalui sambungan telepon yang mengatakan bahwa Nia pergi meninggalkan mansion tadi malam.
"Kau yakin jika itu Nia? " tanya Gael memastikan.
"Ia tuan, saya yakin! " ucapan pak Agus dari sebrang sana.
Gael memutuskan sambungan telpon nya dan meletakkan ponsel nya dengan kasar di meja kerjanya. "Ada apa tuan? " tanya Daren. "Nia pergi dari mansion. " Terang Gael sambil memijit keningnya.
"Mungkin nyonya keluar hanya untuk mengusir rasa bosannya seharian berada dimansion tuan. " Terang Daren yang belum tau permasalahannya.
"Masalah nya dia pergi tadi malam setelah kami berdebat. " Jelas Gael kepada Daren.
"Apa saya perlu mencari nyonya tuan? "
"Biarkan saja dulu, mungkin dia marah pada ku dan setelah rasa marahnya hilang dia pasti akan kembali ke mansion. "
"Tapi tuan. "
"Sudah lah, kau hendel pekerjaan ku. Aku mau kerumah sakit sekarang. " Ucap Gael meninggalkan Daren yang sedang bingung sendiri dengan tuannya itu.
"Nyonya tidak tau pergi kemana? bukannya mencari tau keberadaan istrinya sekarang malah pergi menemui mantan kekasih nya itu." Gerutu Daren. menatap punggung tuannya sampai tak terlihat dibalik pintu.
Daren mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang. "Aku ada tugas untuk mu! akan aku kirim fotonya dan carikan keberadaan nya. " Suruh Daren kepada orang kepercayaan nya. Tanpa memberi tahu tuan Gael, Daren memerintahkan seseorang untuk mencari keberadaan Nia.
🍀🍀🍀
__ADS_1
Dirumah sakit Gael sedang menemani Kiren, bahkan kini Gael sedang menyuapi Kiren. "Aku sudah kenyang. " Tolak Kiren begitu Gael ingin kembali menyuapkan makanan itu ke mulutnya.
"Ya sudah kalau begitu, minumlah! " Gael menyodorkan botol minuman kepada Kiren. Kiren pun menerima minuman tersebut dan meminumnya seperti yang di katakan Gael. "Terima kasih. " Kiren mengembalikan botol minuman tersebut kepada Gael begitu selesai meminumnya.
"Aku pulang dulu, masih ada yang harus aku selesaikan dikantor. " Pamit Gael kepada Kiren.
"Sekarang? "
"Ia." Ucap Gael melirik jam tangannya.
"Bisakah kau bersama ku disini sebentar lagi sampai Tian datang? " Kiren mencoba menahan Gael bersamanya.
"Tapi aku masih ada urusan lain Kiren. "
"Ayolah, tunggulah sebentar lagi. Aku kesepian sendirian disini. Begitu Tian tiba kau boleh pergi. " Ucap Kiren.
"Baiklah. " Gael terpaksa mengikuti apa yang diinginkan oleh Kiren. Padahal tadi Gael ingin pulang ke mansion untuk mengetahui kabar keberadaan Nia dari Pak Agus.
Namun karena lebih memilih untuk menemani Kiren hal itu pun ia urungkan sampai Tian tiba dan menggantikannya untuk menemani Kiren.
Gael akhir nya meninggalkan Kiren tanpa menunggu Tian terlebih dahulu. Ia melajukan mobilnya menuju mansion. Dari jarak beberapa meter dari gerbang mansion Gael melihat dua orang yang baru turun dari motor. Ternyata Nia dan Pirdo yang berada disana. Seketika senyuman Gael mengembang. Apa kata ku? pasti dia akan kembali karna tak ada tempat tujuannya selain kembali kesini. " Gumam Gael.
"Kau masuklah dan ingat jangan mengulangi nya lagi! " suruh Pirdo kepada Nia.
Mobil Gael melewati mereka berdua yang tengah berbicara. "Nah, suami mu pulang, kau masuk lah! " suruh Pirdo.
"Kau hati-hati dijalan! " peringat Nia. Kemudian Pirdo segera melajukan motornya.
Nia menghela nafasnya sebelum ia masuk kedalam bangunan megah itu. "Jika bukan karna ibunya Pirdo, aku tidak akan mau kembali ketempat ini." Gerutu Nia sambil terus berjalan memasuki mansion.
"Kenapa kembali? " suara Gael menggema diruang tengah mansion. Nia menoleh kearah sumber suara, Gael sedang duduk disofa yang ada di ruang tengah sambil bersedekap dada.
Nia mengacuhkan Gael yang terus menatapnya. Memilih untuk pergi dari hadapan Gael. Gael terus menatap Nia yang masih menggunakan pakaian yang sama dengan tadi malam ia kenakan sebelum pergi dari mansion.
"Dari mana saja dia? bahkan pakaiannya saja tidak ia ganti dari tadi malam. " Gumam Gael dalam hati.
__ADS_1
Nia yang sudah mengganti pakainya dan membersihkan tubuhnya dan kini ia sedang mengganti kan plester ditelapak kakinya yang luka karena berjalan kaki terlalu jauh ketempat Pirdo tinggal. Sampai mengakibatkan sandal jepit yang ia kenakan putus dan dengan terpaksa Nia berjalan kaki tanpa menggunakan sebelah alas kakinya.
Flash back
Nia berjalan kaki dengan dingin nya malam menyusuri jalanan, tangan nya menenteng sebelah sandal jepitnya yang putus. Nia menghentikan langkahnya ketika merasakan perih ditelapak kakinya. Nia memeriksa bagian telapak kakinya tersebut, ternyata kakinya luka karena tidak menggunakan alas kaki.
Dengan keadaan seperti itu Nia terus memaksakan langkahnya sampai ia tiba di rumah Pirdo.
"Syukurlah aku sudah sampai. " Lirih Nia kemudian mengetuk pintu rumah Pirdo dan tak menunggu lama pintu itu pun terbuka dan ternyata ibu Pirdo yang membukakan pintu.
"Nia? " pekik Ibu Pirdo memandangi Nia dari bawah sampai atas.
"Astaga, ada apa dengan mu? " ibu Pirdo menatap bingung kedatangan Nia.
"Masuk lah nak! " Ibu Pirdo menuntun Nia untuk masuk dan mendudukkkannya di kursi. "Siapa yang datang bu? " Pirdo keluar dari kamarnya.
"Nia? " Pirdo terkejut bagaimana bisa sahabatnya itu berada di rumahnya dimalam hari seperti ini.
"Ada apa? Apa kalian bertengkar? "cecar Pirdo dan Nia hanya diam.
"Ada apa nak? cerita lah! " ibu Nina mengelus punggung Nia yang sudah ia anggap seperti putrinya sendiri.
Dan akhirnya Nia pun menceritakan semuanya kepada Pirdo dan ibu Nina.
"Besok sebaiknya kau pulang kasihan suami mu pasti akan menghawatirkan mu. Apa pun masalah kalian sebaiknya selesaikan secepat nya jangan menghindarinya karna itu tidak akan menyelesaikan masalah. " Peringat ibu Nina kepada Nia.
"Baik bu. " Ucap Nia mengiyakan perintah ibu Nina. Untuk malam ini kau tidur bersama dengan ibu tapi sebelum nya ayo kita obati luka mu terlebih dulu." Terang ibu Nina membawa Nia kedalam kamarnya. Sementara Pirdo hanya bisa menatap iba kepada Nia.
Keesokan harinya pada jam istirahat kerja Pirdo pulang kerumah untuk mengantarkan Nia pulang ke mansion tuan Gael. Sesuai dengan perintah ibunya. Walaupun sebenarnya Nia tidak ingin kembali tapi ia masih menghormati ibu Nina dan mau tidak mau Nia tidak punya pilihan lain selain kembali ke mansion tuan Gael.
Flash on.
Nia termenung entah apa yang sedang ia pikirkan saat itu. Sampai-sampai Nia tak menyadari jika Gael sudah berada didalam kamar itu.
"Ehem.. "
__ADS_1