Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin

Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin
Serli membuat keributan.


__ADS_3

Serli yang baru tiba dikantor Gael membuat keributan karena resepsionis melarangnya untuk masuk menemui Gael dengan alasan bahwa Gael sedang tidak berada ditempat dan tentunya karena Gael sudah memerintahkan sebelumnya untuk tidak mengijinkan Serli menemuinya.


"Kau? beraninya menghalangi ku? " Serli meninggikan suaranya menarik perhatian semua orang yang berada diruangan itu.


"Maaf, tapi memang tuan Gael tidak berada ditempat saat ini." Terang resepsionis yang bernama Siska.


"Kau jangan berbohong, ini hanya alasan mu saja kan? " Serli belum juga terima dengan penjelasan yang diberikan oleh Siska.


"Ada apa ini? " Gael yang baru tiba. Semua orang membubarkan diri takut jika mendapat masalah hanya karena ulah wanita yang bernama Serli tersebut.


"Maaf tuan. Nona Serli bersikeras ingin menemui anda. " Terang Siska.


"Gael, aku ada perlu dengan mu. " Serli tak menghiraukan Siska mendekati Gael dan Daren yang baru tiba.


"Aku tidak punya banyak waktu. " Ketus Gael berjalan melewati Serli.


Serli tidak tinggal diam, ia mengejar Gael. "Hentikan nona. Tuan Gael sedang sibuk dan tidak ingin diganggu. " Daren menghadang Serli.


"Minggir kau sialan! " Bentak Serli namun Daren tidak bergeming.


"Gael.. Apa kau tidak ingin tau bagaimana kelakuan istri mu diluar sana? " Setengah berteriak. Gael pun menghentikan langkahnya dan kembali berbalik menghadap Serli.


"Apa yang kau bicarakan? " Gael akhirnya terpancing dengan kata-kata Serli.


"Minggir! "Serli menatap tajam akan Daren yang masih menghalangi jalanya.


Daren terpaksa menyingkir dari hadapan Serli dengan raut wajah datar namun didalam hatinya ia sedang mengumpat wanita itu.


"Apa kau yakin ingin mendengarkan apa yang ingin ku katakan tentang istri mu disini? " Seringai disudut bibir Serli.


Gael membalikkan badannya tanpa berkata apapun dan Serli pun yang sudah mengerti langsung mengikuti Gael masuk kedalam Lif yang kemudian disusul oleh Daren.


Daren menatap tidak suka akan Serli, namun yang ditatap seakan tidak bergeming. "Kau lihat saja nanti apa yang akan aku tunjukkan kepada tuan mu tentang istrinya dan pada saat itu aku membereskan mu. " Gumam Serli menarik sudut bibirnya.


Gael duduk dikursi kebesarannya Sementara Daren berdiri disamping tuannya. "Katakan apa ingin kau katakan? " Ucap Gael sambil menyandarkan punggungnya disandaran kursi. Menatap Serli yang tengah berdiri di depannya.

__ADS_1


"Apa kau begitu tidak sabar mengetahui kelakuan istri mu itu? " Serli semakin membuat Gael penasaran tentang apa yang ingin disampaikan oleh Serli kepadanya.


"Langsung ke intinya karna aku sungguh tidak punya waktu untuk bermain teka-teki denganmu. "


"Kau tenanglah, setelah kau melihat kelakuan wanita sebagai istri mu itu, aku pastikan kau akan membencinya dan akan meninggalkannya. Dan aku akan dengan senang hati berada disisi mu menggantikan wanita murahan sepertinya. "


"Kau jangan berbicara sembarangan tentang istri ku! " Gael sudah mulai kesal dengan kelakuan Serli.


"Tenangkan diri mu Gael. Kau akan berterima kasih kepada ku setelah mengetahui kebenarannya. " Serli mengambil ponselnya dari dalam tasnya. "Kau lihatlah ini. " Memberikan ponselnya kepda Gael. Daren dengan otomatis mendekat dan ikut melihat apa yang ditunjukkan Serli kepada tuannya itu.


Gael melihat satu persatu foto yang ada didalam ponsel Serli. Setelah selesai melihat semuanya Gael meletakkan ponsel itu di meja kerjanya.


"Kapan kau mendapatkan foto istri ku? " Tanya Gael menatap Serli yang masih berada di depannya.


"Belum lama, kira-kira dua jam yang lalu. " Jawab Serli mulai senang dengan ketertarikan Gael dengan apa yang didapat olehnya.


"Kau salah nona sudah mengira jika dengan ini bisa membuat tuan Gael marah kepada istrinya. " Daren menatap Serli dengan tatapan mengejek.


Sementara Serli yang melihat tatapan Daren mengangkat wajahnya sebagai tanda menantang.


"Tapi aku rasa kau tidak tau apa-apa tentang istri ku. " Terang Gael bersikap biasanya.


"Sial! kenapa dia belum juga marah. "


"Bukankah ini sudah membuktikan jika wanita itu tidak pantas berada disisi mu? "Serli terus saja memojokkan Nia tanpa tau kebenarannya.


Aku melihat dengan mata kepala ku, mereka berdua bertemu di sebuah kafe dan tentunya aku tidak melewatkan kejadian itu agar kau tau bagaimana kelakuan istri mu itu. Dan aku tidak habis pikir bagaimana bisa Tian melakukan itu kepada mu? " ucap Serli panjang lebar.


"Kau sudah selesai? " Suara datar Gael tanpa sedikit pun terpengaruh dengan semua perkataan Serli.


"Apa? " Serli tidak yakin Gael tidak terpengaruh sama sekali dengan semua ucapan dan foto-foto yang diperlihatkannya kepada Gael.


"Sudah aku katakan, Kau tak tau apa-apa tentang istri ku. Sekarang kau keluarlah! " Masih bersikap baik kepada Serli walaupun tidak terima wanita itu menjelek-jelekkan Nia.


"Ayolah Gael, buka mata mu dan tinggalkan wanita itu. Aku bahkan sudah menunggu mu begitu lama, bahkan aku rela menunggu mu sampai Kiren sudah tiada. Apa lagi yang kau ragukan dari ku? "

__ADS_1


"Daren.." Panggil Gael.


"Ia tuan. " Daren semakin mendekatkan dirinya kepada Gael.


"Kau bawa dia keluar! " Perintah Gael.


"Baik tuan. "


"Tunggu! " Serli meninggikan suaranya.


"Daren, tunggu apa lagi? " Ucap Gael.


"Silahkan nona. " Daren mengajak Serli untuk keluar dari ruangan tuan Gael.


"Aku bisa sendiri. " Tolak Serli.


"Gael, kenapa kau selalu menolak ku? " tanya Serli dengan suara yang bergetar menahan emosinya.


"Sudah jelaskan kau tidak pantas untuk ku. Kau melakukan cara apa pun untuk mendapatkan ku. Tapi sayangnya aku tidak bisa. Karena kau tak pantas bersanding dengan ku. " Terang Gael tanpa melihat kearah Serli.


"Apa yang harus ku lakukan agar aku bisa mendapatkan hati mu? " Membuang rasa malunya didepan Daren yang menatapnya seperti menjijikkan baginya.


"Tidak ada yang bisa kau lakukan untuk mendapatkan hati ku Serli. Bukankah aku sudah mengatakan kepada mu untuk berhenti mengganggu ku bahkan itu sudah aku katakan jauh sebelum saat ini. " Gael pikir dengan berkata lembut dan tenang bisa mengubah pemikiran Serli.


"Aku tetap tidak terima Gael, aku sudah begitu lama menunggu mu terlepas dari Kiren dan setelah aku mengetahui Kiren sudah tiada aku kembali dengan harapan kau akan menganggap ku kali dan tidak mengabaikan perasaan ku seperti dulu. " Lirih Kiren.


"Tapi kau salah telah berpikir seperti itu


Apa kau pikir dunia ku berhenti tanpa kehadiran Kiren dan kembali berjalan normal begitu dia sudah tiada? karna nyatanya hidupku terus berlanjut setelah Kiren meninggalkan ku. Dan sekarang aku sudah memilih wanita yang tepat untuk ku. Jadi aku harap kau mengerti itu. " Jelas Gael panjang lebar.


"Aku tetap tidak Terima. " Serli tersulut emosinya karna tidak berhasil dengan rencananya.


"Aku rasa sudah cukup. Bawa dia keluar sekarang juga! " Perintah Gael kepada Daren.


Daren menyeret Serli keluar dari ruangan tuan Gael. "Lepaskan! " Serli berontak namun usahanya itu hanya sia-sia karna Daren tidak memperdulikan nya terus membawa Serli keluar dan memastikan Serli keluar dari gedung itu.

__ADS_1


__ADS_2