Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin

Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin
Memberi sedikit peringatan


__ADS_3

"Ikut aku! " Gael mencengkram tangan Nia kemudian menarik Nia untuk ikut dengan nya. Dengan sedikit berlari kecil mengimbangi langkah kaki Gael. Nia meringis ketika tangan Gael terus mencengkram tangan nya sampai kekamar Gael.


Dengan kasar Gael menghempaskan tubuh Nia keatas sofa yang ada didalam kamar itu yang sebelumnya menjadi tempat tidur Nia.


"Aw.. " Nia tersentak atas perlakuan Gael terhadapnya. Nia berusaha mendudukkan badannya sambil memegangi pergelangan tangannya yang terasa sakit akibat cengkraman tangan Gael yang begitu kuat.


"Maaf tuan. " Nia tak lagi meneruskan kata-katanya ketika Gael berbalik membelakangnya.


Akhirnya Nia memilih untuk diam namun diamnya itu juga ternyata salah dimata Gael.


"Kenapa kau diam ha? " Gael berbalik menghadap Nia. " Salah lagi, salah lagi. Maunya sebenarnya apa? " gumam Nia dalam hati.


"Tuan, aku sudah mengatakan kepada tuan, jika aku menemui teman ku tidak ada yang kulakukan yang menurut ku salah. Jadi aku tidak mengerti dimana letak kesalahan ku. " Terang Nia dengan menundukkan kepalanya.


"Kau ini ingin membodohi ku rupanya? "


"Tidak tuan, mana mungkin aku berani melakukan hal itu kepada tuan. " Pekik Nia walau ia sendiri masih bingung dengan kemarahan Gael terhadapnya.


"Lalu apa nama nya? kau pergi menemui laki-laki itu tanpa sepengetahuan ku dan lebih parahnya lagi kau tidak mau mendengarkan perintah ku. " Ucap Gael tersulut emosi.


"Maaf tuan kalau boleh aku tau perintah tuan yang mana yang tidak aku turuti? " tanya Nia dengan polosnya.


"Kau ini! " Gael memijit ujung batang hidungnya merasa frustasi menghadapi Nia.


"Mulai saat ini kau jangan keluar dari kamar ini! " perintah Gael tak ingin dibantah.


"Baiklah! " jawab Nia asal dari pada harus berdebat dengan tuannya itu yang ada ia tak akan bisa menang menghadapi tuan sekaligus suaminya itu.


Namun setelah tersadar dengan ucapannya Nia langsung berdiri dari duduknya.


"Ada apa? " tanya Gael menatap heran padanya.


"A-aku.. "


"Tidak ada alasan apa pun dan aku tidak ingin mendengar nya. " Tegas Gael.

__ADS_1


"Tapi tuan.. "


"Tidak ada tapi, tapian! " tolak Gael.


Kemudian Gael pergi meninggalkan Nia sendiri didalam kamar itu. Gael turun dari tangga menuju lantai satu dan memanggil Pak Agus.


"Aku harap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi! " perintah Gael kepada Pak Agus.


"Baik tuan. " sahut pak Agus membungkuk kan badannya kepada tuannya itu. Dan mulai saat ini, tolong laporkan apa saja yang dilakukannya jika tidak ada aku. " Gael memberi tugas tambahan kepada pak Agus.


Setelah itu Gael pergi ke rang kerjanya yang ada dilantai dua mansion. Disana ia kembali sibuk dengan beberapa pekerjaannya melalui tablet, memastikan semua pekerjaannya sudah ditangani oleh Daren.


Sementara sibuk dengan pekerjaannya, ternyata Nia mengambil kesempatan itu untuk keluar dari kamar Gael. Nia keluar dari dalam kamar itu dengan mengendap-endap takut Gael mengetahui aksinya tersebut.


"Aman. " Nia mengelus dadanya ketika ia sudah berhasil turun ke lantai bawah dan kini ai ingin kembali kekamar nya bersama Halima.


"Nyonya? kenapa anda berada disini? bukan kah seharusnya nyonya ada di kamar tuan? " cecar pak Agus yang memergoki Nia.


"Aku hanya ingin mandi karena pakaian ku ada dikamar ku jadi aku hanya ingin mengambilnya dan setelah itu aku akan kembali ke kamar tuan Gael." Jelas Nia kepada pak Agus.


"Ia pak Gus. " Nia kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya dan begitu berada disana Nia segera bersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Selesai dengan ritual mandinya, Nia duduk ditepi ranjangnya namun karena merasa lelah akhirnya Nia merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


"Ah, badan ku terasa lelah. " Perlahan Nia mulai menutup matanya sampai ia tertidur diatas ranjangnya dan melupakan ucapan pak Agus yang menyuruh nya untuk segera kembali ke kamar Gael sebelum tuannya itu tau kalau Nia keluar dari dalam kamar.


Halima yang baru masuk kedalam kamar mereka melihat Nia tertidur di atas ranjang dengan kedua kakinya menjuntai di pinggiran ranjang. Kemudian Halima membetulkan posisi tidur Nia, menaikkan kedua kaki Nia dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Nia sampai melewati dadanya.


"Pasti Nia kelelahan sampai ia tertidur seperti ini." Gumam Halima setelah itu ia meninggalkan Nia yang sedang tertidur didalam kamar mereka.


Gael kembali masuk kedalam kamarnya setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sudah ia percayakan untuk ditangani oleh Daren.


Ia yang tak menemukan Nia disana mulai tersulut rasa emosi. Bagaimana mungkin Nia tidak berada disana pada hal baru beberapa waktu yang lalu ia memperingati nya.


Gael memanggil pak Agus kekamar nya. "Ada apa tuan? " pak Agus yang baru tiba dikamar tuannya itu. "Kemana Nia? " tanya Gael.


Sejenak pak Agus mengedarkan pandangannya keseluruhan ruangan itu. "Astaga nyonya kenapa kau menyusahkan ku? " gumam pak Agus dalam hatinya.

__ADS_1


"Maaf tuan, mungkin nyonya masih berada dikamar nya yang ada dibelakang. " Terang pak Agus.


"Kenapa kau membiarkannya? "


"Nyonya hanya ingin menggantikan pakainya tuan. " Jelas pak Agus lagi.


Tanpa tunggu lama, Gael melangkah keluar kamarnya yang di ikuti boleh pak Agus dari belakang menuju kamar Nia yang ada dibelakang mansion.


Semua pelayan merasa terkejut atas kemunculan tuan mereka di sana karna tidak biasa nya tuan Gael datang kesana.


Bruk


Gael membuka paksa pintu kamar Nia. Nia yang terkejut terbangun dari tidur nya dan segera mendudukkan tubuhnya diatas ranjang.


"Tuan? " lirih Nia.


"Kenapa kau begitu susah untuk diatur ha? " Pekik Gael dengan sedikit membentak Nia.


"A-aku hanya... "


"Hanya membangkang? " Gael menimpali ucapan Nia.


"Bukan begitu tuan. " Nia mencoba menjelaskan namun dengan gerakan cepat Gael menarik tangan Nia sampai Nia terpaksa turun dari ranjang nya dan sejurus kemudian Gael mengangkat tubuh Nia dan menaikkan tubuh Nia di pundaknya. Seperti sedang memanggul karung beras.


"Tuan... aku ingin turun! " Nia berusaha menurunkan badannya namun tentu saja Gael tidak memberikan kesempatan untuk Nia.


"Diam! " Gael tak memperdulikan teriakan Nia yang terus meminta diturunkan.


Pak Agus tak percaya dengan apa yang dilihatnya kini. Tuan Gael yang tak pernah bersikap seperti itu tentu mengundang banyak pertanyaan darinya. Pak Agus menggelengkan kepalanya melihat sikap konyol dari tuannya itu. Dengan tak tau malunya dia membawa Nia dari tempat itu bahkan kini semua mata para pelayan mansion menatap bingung dengan tuan nya itu.


Dimana Gael memperlihatkan sisi dirinya yang berbeda. Sementara Halima yang melihat hal itu tersenyum bahagia karena ia tau setidaknya ada sedikit kemajuan didalam hubungan tuan dan temannya itu.


Ehem..


Pak Agus berdehem dan para pelayan yang tengah memperhatikan kejadian itu segera kocar-kacir kembali ketempat mereka masing-masing.

__ADS_1


Hai gaes... Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya! loveupull💜💜💜💜💜


__ADS_2