The Indigo [ Breathing In Two Realms 2 ]

The Indigo [ Breathing In Two Realms 2 ]
Chapter.14 Salah tingkah


__ADS_3

“Pagi anak-anak!” Sapa wali kelas kepada kami.


Dia datang setelah beberapa menit setelah kami masuk ke dalam kelas.


“Pagi Bu,” jawab kami dengan kompak.


Kemudian Ibu wali kelas duduk di bangkunya. “Bagimana kabar kalian hari ini anak-anak?” tanya Ibu wali kelas kepada kami sambil mengeluarkan peralatan untuk mengajar dari dalam tasnya.


“Baik Bu!” kami kembali menjawab dengan kompak.


Ibu wali kelas itu benar-benar sibuk atau dia benar-benar sombong. Dia tidak sedikitpun melihat ke arah kami semenjak dia masuk ke dalam kelas.


“Nah! Pagi hari ini sangat istimewa karena kita kedatangan teman baru, dia adalah murid pindahan dari kota,” Ibu wali kelas itu menatapku dan dia juga tersenyum kepadaku.


Baru saja aku mengatakan sesuatu tentang Ibu itu yang terlihat sombong karena dia tidak melihat ke arahku sejak tadi. Aku malah merasa bersalah karena telah menduga-duga kalau Ibu itu adalah guru yang sombong.

__ADS_1


Senyuman yang diberikan Ibu wali kelas itu sangat tulus dan senyumannya mengeluarkan aura yang baik sehingga membuatku tersenyum kembali kepadanya.


Ibu wali kelas itu memperkenalkan diriku sebagai murid baru di kelas X A ini.


“Kepada Airin Kanyasara dipersilahkan untuk maju dan memperkenalkan diri di depan,” Ibu wali kelas menyuruh maju ke depan untuk memperkenalkan diriku kepada murid murid yang ada di kelas X A ini.


Aku merespon Ibu wali kelas dengan mengangukkan kepala, lalu aku pun maju ke depan untuk memperkenalkan diri kepada murid-murid yang ada di ruangan kelas X A ini.


“Boleh saya mulai Bu?” tanyaku terlebih dahulu kepada Ibu wali kelas setelah maju ke depan dan hendak memperkenalkan diriku kepada mereka.


Kemudian aku menghadapkan pandanganku ke arah mereka, para murid-murid di kelas X A. Aku mengambil napas dalam-dalam dan melepaskannya dengan perlahan. Itu kulakukan agar tidak gugup pada saat aku memperkenalkan diri nanti.


“Hallo selamat pagi teman-teman,” aku menyapa mereka untuk memulai perkenalan diri.


“Pagi!” jawab mereka dengan meriah seakan mereka menyambut kedatanganku.

__ADS_1


“Bagaimana kabar kalian hari ini? Sangat menyenangkan bagi saya bisa berada di sekolah ini. Nama saya adalah Airin Kanyasara. Kalian bisa memanggilku Airin,” aku melanjutkan untuk memperkenalkan diriku kepada mereka.


“Aku berasal dari Jakarta, dan aku tinggal di yayasan Rumah Batin untuk saat ini. Aku lahir pada tanggal 03 Maret 2003. Jadi sekarang aku berusia 16 tahun. Aku pindahan dari sekolah negeri di Jakarta dan aku di pindahkan ke sekolah ini karena aku penasaran dengan kehidupan mandiri, maka dari itu aku memutuskan untuk pindah ke yayasan Rumah Batin dan sekolah di sini. Menyukai kegiatan bermain piano dan hangout. Jadi jika siapapun di antara teman-teman ada yang memiliki hobi yang sama denganku, mungkin kita mungkin bisa berteman dengan sangat baik. Aku benar-benar ingin menjadi seorang pengacara yang hebat jadi aku bisa pulang ke tempat asalku dan memberi keadilan yang layak bagi orang-orang yang tertindas di sana,” mereka pun bertepuk tangan setelah mendengar cita-citaku.


“Baiklah Airin! Perkenalkan nama Ibu adalah Sindy Kurniawan, kamu bisa memanggil saya Ibu Sindy,” Ibu wali kelas itu memperkenalkan dirinya kepadaku. “Senang bisa bertemu denganmu Rin! Sekarang silahkan untuk duduk kembali ke bangkumu,” Ibu Sindy pun akhirnya mempersiapkan diriku untuk kembali duduk di bangku.


“Baik Bu,” jawabku dengan singkat lalu berjalan kembali menuju ke tempat dudukku.


“Beri tepuk tangan yang meriah untuk Airin!” seru Bu Sindy kepada teman teman.


Pok pok pok.


Mereka bertepuk tangan untukku sehingga membuatku salah tingkah dan juga membuat pipiku menjadi merah


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2