The Indigo [ Breathing In Two Realms 2 ]

The Indigo [ Breathing In Two Realms 2 ]
Chapter.71 Warisan ilmu hitam


__ADS_3

Dengan kedipan mata aku dapat langsung berada di tempat yang kupikirkan. Kini aku berada di desa Mbok Midah untuk membalaskan dendam Sri Wahyuni atas perbuatan keji para penduduk kepadanya.


“Ha… Ha… Ha…” aku tertawa dengan suara yang cukup keras bahkan hingga bergema di langit.


“Suara apa itu?” ujar penduduk yang penasaran dan kemudian para penduduk pun keluar rumah dengan berbondong-bondong.


“Astaga!! Makhluk apa itu!!” seru para warga dengan kaget dan berbisik satu sama lain.


Terlihat rasa takut dan penasaran dari wajah mereka. Mereka melihat wanita berpakaian putih dengan dilapisi kain putih juga di atas kepalanya, wanita itu melayang dan seperti yang kalian ketahui wanita itu adalah diriku yang berada di tubuh Sri Wahyuni.


“Hei! Siapa kau? Apa yang kau inginkan?” salah satu pria paruh baya yang penasaran menghampiriku dan bertanya kepadaku dengan suara yang lantang.


Amarahku kembali membara setelah mendengar pertanyaan dari pria paruh baya itu. Caranya bertanya kepadaku seperti sebuah ancaman bagiku. Dengan perlahan, aku pun turun ke tanah dan mendekati pria paruh baya itu dan kemudian aku pun membuka kain putih yang menutupi kepalaku.


“Kalian semua harus mati!” seruku sembari mencekik pria paruh baya itu dengan sangat kuat sehingga kepala dan badannya pun terpisah.


“Aaa!” teriak kaum wanita dengan histeris dan bahkan mereka menutupi mata anak-anak mereka agar tidak melihat insiden mengerikan ini.


“Itu adalah gadis yang kita buang ke jurang kemarin!!” seru salah satu pemuda yang mengenaliku. Aku melihat ke arahnya dan kemudian dia pun bersama dengan warga yang lainnya terlihat ingin menyerangku.

__ADS_1


“Bunuh gadis itu!!” seru mereka dan kemudian mereka pun menghampiriku dan kemudian mereka menyerangku dengan beramai-ramai.


Dengan refleks, aku kembali melayang di udara selagi mereka menghampiriku. Aku mengumpulkan energi untuk melupakan amarahku.


“La la la… Ha ha ha!” aku bernyanyi dengan suara lantang bahkan bergema sehingga akhirnya aku melihat seluruh penduduk kejang-kejang dan mengeluarkan darah dari kuping mereka.


“Ha ha ha!” aku tertawa sembari melayang, aku tertawa lepas karena aku merasa puas telah menghabisi penduduk penduduk yang keji di desa ini.


“Ibu,” ucapku yang tiba-tiba merasa sedih dan kemudian aku pun memejamkan mataku berpikir untuk pergi ke Desa Jagat Baru.


Dengan sekejap mataku pun sampai di desa ini dan kemudian aku tergerak untuk mencari sosok Ibuku di desa ini. Aku berkeliling dan aku tak kunjung menemukan Ibuku, hanya mayat-mayat terbengkalai yang ada di desa ini.


“Aaaa!” aku berteriak dengan level kemarahan yang sangat tinggi dan kemudian aku pun langsung berpindah tempat ke markas para kolonel yang telah membantai penduduk desaku. Aku mengamuk di markas itu dan membunuh semua orang yang ada di situ.


“Akhirnya dendamku terbalaskan!!” ucap ku sambil tertawa gila.


Kemudian waktu pun berjalan begitu cepat, aku menyesal karena aku sudah mau menjadi pengabdi iblis. Aku tidak bisa mati sebelum aku bisa mewariskan ilmu hitam ini kepada jiwa yang hancur atau aku harus membunuh tiga belas orang yang memiliki kemampuan khusus, yaitu kemampuan bernapas di dua alam.


Aku terus menunggu kehadiran jiwa yang hancur atau tiga belas orang yang memiliki kemampuan khusus di markas kolonel Belanda ini. Sehingga markas ini pun di ubah menjadi tempat wisata dan penginapan.

__ADS_1


Aku sudah sangat tua dan selalu menanti, sampai akhirnya aku pun kesal dan memutuskan untuk menghabisi para pengunjung wisata dan pengunjung penginapan yang sekarang penginapan itu di juluki sebagai Villa Merah. Aku menyembunyikan diriku dari pandangan manusia biasa.


“Ha Ha Ha..” Sri Wahyuni keluar dari dalam tubuhku dan tertawa lepas. Seketika itu juga aku pun kembali ke alam merah.


“Airin, aku memilihmu karena aku tahu kau kamu adalah jiwa yang hancur!” ucap Sri Wahyuni dengan paras yang menyeramkan.


“Benar! Aku adalah jiwa yang hancur, tetapi aku tidak mau menjadi orang yang keji,” jawabku kepadanya.


“Ayolah Airin, aku akan mewarisi ilmu hitamku agar kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan,” rayu Sri Wahyuni kepadaku.


“Tidak aku tidak mau membuat orang menderita sepertiku, lagi pula aku menderita bukan karena manusia, aku menderita karena kalangan iblis!” aku membentaknya, menolak tawaran menyeramkan itu.


“Oh kamu menderita karena kalangan iblis? Maka dari itu ketika aku wariskan ilmu hitam ini kepadamu maka kamu akan bisa menjadi ratu para iblis,” rayu Sri Wahyuni kembali dan kemudian aku pun kembali menolak tawarannya.


“Apa pun kebahagiaan yang berasal dari kegelapan tidak akan sempurna! Kamu adalah bukti dari penderitaan ilmu hitam itu! Jika kamu ingin merayu ku seperti ini, seharusnya kamu tidak menunjukkan penyesalan itu kepadaku!” aku membentaknya dengan sadis.


“Hah, gadis cerdas ternyata aku salah memilihmu. Kalau begitu aku terpaksa untuk membunuh tiga belas sahabatmu yang memiliki kemampuan khusus,” ucap Sri Wahyuni dengan licik dan kemudian dia pun masuk ke dalam kolam renang. Pergi ke dunia nyata untuk membunuh teman-temanku, aku panik dan kemudian aku pun menyusulnya ke dalam kolam renang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2