The Indigo [ Breathing In Two Realms 2 ]

The Indigo [ Breathing In Two Realms 2 ]
Chapter.56 Maaf


__ADS_3

berurutan dan kemudian kami pun bersama-sama pergi menuju kantor pribadi Bu Sofia.


“Maafin aku ya Rin, gara-gara aku kamu dan teman-temanmu jadi mendapatkan masalah,” ucap Keyla menyalahkan dirinya sendiri.


“Nggak Key, semua ini bukan salahmu aku juga salah kok,” aku merangkul pundaknya dan menyemangatinya agar dia tidak terlalu menyalahkan dirinya sendiri.


“Terima kasih Rin,” ucap Keyla sambil tersenyum kecil kepadaku.


“Bagiku tidak ada yang bersalah di sini, aku malah senang karena aku bisa mendapatkan pengalaman seluar bisa ini!” seru Friska yang juga ikut merangkul pundak Keyla.


“Aku juga bangga bisa mencoba permainan yang sangat menegangkan tadi, terima kasih Kak Keyla karena Kakak sudah mengisi hari libur kami,” sambung Dara sambil tersenyum dan merangkul tangan kanan Keyla.


“Terima kasih kembali Dara,” jawab Keyla sambil tersenyum, aku yakin dia sudah merasa agak tenang sekarang.


“Kami juga merasakan hal yang sama seperti yang Friska dan Dara rasakan,” sambung Varel mewakili teman-teman laki-lakinya.

__ADS_1


Keyla tersenyum dan keceriaan pun mulai tampak di wajahnya karena semua teman-teman tidak ada yang marah kepada Key, teman-teman malah senang karena Key telah mengisi waktu libur mereka sehingga waktu libur yang sekarang bisa menjadi waktu yang akan dikenang sepanjang masa dan takkan terlupakan. Aku juga merasakan hal yang sama seperti mereka.


Tok tok tok.


Bagas mengetuk pintu kantor pribadi Ibu Sofia setelah kami sampai di depan pintu kantor pribadi Ibu Sofia.


“Silahkan masuk,” jwab Bu Sofia dengan singkat dan kemudian kami pun masuk ke dalam kantornya, lalu duduk di sofa yang telah tersedia di dalam kantor tersebut.


“Bagaimana kabar kalian anak-anak?” tanya Bu Sofia setelah kami duduk di sofa.


“Sebelumnya Ibu mau minta maaf kepada Airin dan temannya karena Ibu sudah berprilaku kasar kepada kalian berdua,” Ibu Sofia meminta maaf kepada kami dengan sangat tulus, itu terlihat jelas dari raut wajahnya.


“Iya Bu tidak apa apa,” jawabku dengan singkat dan Keyla pun hanya merespon Ibu Sofia dengan mengangguk-anggukkan kepalanya dan sedikit tersenyum.


“Terima kasih ya Nak, selanjutnya Ibu mau minta maaf kepada semuanya karena tadi Ibu sempat memarahi kalian, percayalah Nak amarah Ibu tadi hanyalah sebatas rasa kekhawatiran Ibu terhadap kalian bukan karena Ibu kesal kepada kalian, Ibu hanya sangat khawatir Nak,” Ibu Sofia meminta maaf kepada yang lainnya dan dia juga menjelaskan bahwa amarahnya tadi hanyalah sebatas rasa kekhawatirannya terhadap kami.

__ADS_1


“Iya Bu kami maafkan dan kami juga percaya kalau kemarahan Ibu tadi hanyalah sebatas rasa kekhawatiran Ibu kepada kami,” ucap Bima yang kemudian dia pun menghampiri Bu Sofia dan memeluknya, aku yang melihatnya pun terharu dan kemudian kami pun ikut memeluk Bu Sofia beramai-ramai.


“Aku akan selalu mengerti Ibu dengan cara anak indigo seperti yang telah di ajarkan Kak Amara kepadaku, aku akan menganggap Ibu sebagai Ibu kandungku sendiri karena sekarang aku tidak memiliki Ibu lagi,” gumamku dalam ketika aku ikut memeluk Ibu Sofia bersama teman-temanku yang lainnya.


“Terima kasih anak-anak,” ucap Bu Sofia sambil menangis dan tersenyum bangga.


“Kami juga minta maaf ya Bu,” ucap Friska mewakili kami semua.


“Ibu sudah memaafkan kalian Nak,” jawab Bu Sofia dengan singkat.


“Hei Nak, mari sini kamu juga bagian dari yayasan ini sekarang,” ucap Bu Sofia ketika dia tak sengaja melihat ke arah Keyla yang menahan air matanya dan tetap duduk sendiri di sofa.


Keyla tersenyum menghampiri kami dan kemudian kami pun kembali berpelukan bersama sama melepaskan energi negatif yang menempel di hati.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2