![The Indigo [ Breathing In Two Realms 2 ]](https://asset.asean.biz.id/the-indigo---breathing-in-two-realms-2--.webp)
“Apa itu Daruma San?” tanyaku kepada Key sambil menatap wajahnya dengan tatapan serius.
“Daruma San itu adalah permainan mistis yang berasal dari negara Jepang. Permainan ini tercipta setelah sebuah tragedi menyeramkan yang menimpa anak yang bernama Daruma San. Dia berlari-lari di kamar mandi dan dia pun terpeleset, kepalanya terbentur ke bathup, matanya rusak terkena keran bathup,” jelas Key dengan detail.
“Terus apa keseruan dari permainan itu Kak?” tanya Dara dengan lugu.
“Keseruan dari permainan ini adalah ketika kita diteror oleh hantu itu,” jawab Keyla dengan ambisius.
“Gak! Gak! Kita udah sering diteror! Lagian kita juga anak indigo! Gak perlu main game itu kalau cuma buat ngelihat hantu dan diteror hantu! Kita kan indigo,” jawab Dara tidak setuju.
“Iya juga sih! Kok aku gak kepikiran ya!” kata Key sambil menggaruk kepalanya. Wajahnya terlihat malu dan merasa tidak enakkan.
“Dara, gak ada salahnya juga, kan! Dari pada kita bosan gak ada kegiatan,” kataku membela Keyla karena aku merasa iba melihatnya seperti merasa serba salah.
“Kalau di piker-pikir perkataan Dara tadi bener sih! Tapi gak ada salahnya juga kita coba, dari pada kita melongo gak ada kegiatan!” saut Friska yang setuju dengan pendapat Dara maupun Keyla.
__ADS_1
“Ya udah sih kalau kaya gitu aku ikut aja,” ucap Dara yang mulai setuju dengan permainan.
“Ya udah tunggu apa lagi?” tanyaku kepada mereka.
“Tunggu dulu! Kita harus menanyakan siapa aja yang mau ikut,” ucap Keyla.
“Baiklah kalau begitu aku saja yang menanyakannya kepada mereka,” tawar Friska dengan ramah dan kemudian dia pun bertanya kepada setiap anak-anak yayasan, siapa saja yang mau ikut bermain.
Friska pun selesai bertanya kepada setiap anak yayasan, siapa saja yang akan ikut bermain permainan mistis ini dan semua yang dari kalangan anak perempuan ikut bermain permainan ini kecuali Klara, dua sudah di jemput pihak keluarganya kerena dia tidak kunjung sadar dari kendali hantu yang senantiasa mendampinginya.
Dari kalangan laki-laki hanya anak SMA saja yang ikut dan satu anak SMP ya itu Dafi. Sedangkan sisanya akan tidur di satu kamar karena merasa takut katanya.
Sedangkan dari kalangan wanita semuanya mau ikutan bermain permainan Daruma San. Termasuk si kecil Gita.
Kami pun berkumpul di aula untuk mendengarkan tata cara bermain permainan Daruma San yang akan dijelaskan oleh Keyla.
__ADS_1
“Untuk mengundang Daruma San, permainan sebaiknya dilakukan ketika malam telah tiba dan hanya bagi kalian yang punya bathub. Setelah mengisi bathub, si pemain akan duduk di dalamnya dengan posisi tubuh menghadap keran air. Pemain harus mencuci rambut di keran tersebut dengan mata tertutup dan mengulang-ngulang mantra pemanggil. ‘Daruma-san jatuh, Daruma-san jatuh, Daruma-san jatuh.’ Konon nih, saat mencuci rambut, dibenak kita akan muncul visualisasi seorang gadis yang terpeleset hingga matanya membentur keran dan ia pun tewas seketika. Dalam kondisi ini, pemain sebaiknya tetap mengucapkan mantra dengan menutup mata hingga selesai mencuci rambut,” jelas Keyla sambil membaca artikel dari handphonenya.
“Nah berati kalian harus berendam di bathtub masing-masing ya! Semua kamar mandi kalian punya bathub, kan?” tanya Key kepada kami.
“Punya!” jawab kami dengan kompak.
“Ada yang mau di tanyakan?” tanya Keyla kembali. Kami pun menggeleng dengan kompak.
“Kalau begitu kita akan menunggu dua jam lagi! Kita akan memulai permainan ini tepat di jam dua belas malam,” kata Key dan kemudian dia duduk bersama kami untuk menunggu pukul dua belas malam tiba.
Bicara tentang izin dari pengasuh yayasan, itu semua sudah di atur dan kami pun bebas untuk bermain apa yang ingin kami mainkan asalkan tidak keluar dari yayasan.
Sumber artikel yang dibaca oleh Keyla : Boombastis.com
Bersambung
__ADS_1