The Indigo [ Breathing In Two Realms 2 ]

The Indigo [ Breathing In Two Realms 2 ]
Chapter.61 Dejavu


__ADS_3

aku tidur dengan nyenyak setelah seharian penuh aku menghabiskan waktu dengan bercerita tentang apa yang telah di ceritakan kak amara kepadaku tadi pagi. aku menceritakannya kembali kepada teman-temanku setelah gita, dara, dan riana selesai makan siang dan kak amara pun pergi untuk suatu urusannya.


kami bercerita sampai waktu makan malam tiba, karena tak hanya aku saja yang bercerita, mereka juga menceritakan pengalaman mereka selama mereka ada di alam gaib gara-gara permainan daruma san yang kemarin gagal. kemudian kami pun melanjutkan cerita di tempat yang sama, kami melanjutkan cerita kami di kamar riana dan kali ini anak laki-laki pun ikut berkumpul bersama, bahkan mereka juga ikut bercerita. itu semua kami lanjutkan setelah kami selesai makan malam dan kami baru selesai bercerita pada pukul sepuluh kosong malam.


setelah selesai bercerita kami pun kembali ke kamar kami masing-masing untuk beristirahat.


seperti biasanya, sebelum tidur pasti aku akan cuci muka terlebih dahulu dan kemudian aku pun menggosok gigi. setelah itu aku langsung pergi ke ranjang untuk beristirahat dan kemudian aku baru bisa tidur nyenyak pada pukul sebelas tiga puluh malam.


30 menit kemudian


currr.


tiba-tiba suara air keran yang terbuka terdengar dari dalam kamar mandiku, sepertinya air keran itu keluar dengan sangat deras karena suaranya sangat terdengar bising di telingaku.


“aduh, siapa yang membuka keran di tengah malam begini?” ujarku dengan keadaan setengah sadar dan kemudian aku menutup telinga agar suara bising itu tidak menganggu tidurku.


dor dor dor.


tiba-tiba suara gedoran pintu kamar mandi pun ikut mengganggu tidurku.


“ih ngeselin banget sih,” ucapku dengan kesal dan kemudian aku pun langsung duduk dan membanting bantalku, aku sangat kesal karena aku kehilangan rasa kantukku.


curr.


dor dor dor.


suara bising air keran dan gedoran pintu itu sangat mengganguku sehingga membuatku memutuskan untuk memeriksa kamar mandi.


krek.


“siapa sih yang main di kamar mandi di tengah malam seperti ini?” aku membuka pintu kamar mandiku dan kemudian aku pun mengoceh untuk memarahi siapa pun yang ada di dalam sana karena dia sudah menganggu tidur nyenyak ku.


“loh, kok gak ada orang?” uapku kebingungan setelah aku tidak mendapati siapapun di dalam kamar mandiku. karena rasa penasaran aku pun masuk untuk mengecek bathtub.


“loh kok bisa bathtubnya gak basah, lantainya juga gak basah, padahal tadi jelas sekali ada suara air keran yang keluar dengan deras dari sini,”


lagi-lagi aku dibuat bingung dengan keadaan kamar mandi dan lantai bahkan bathtubnya pun kering. padahal jelas terdengar ada suara bising air yang berasal dari kamar mandi ini tadi.


“mungkin aku terlalu capek sehingga membuatku berhalusinasi seperti ini,” ucapku dengan pikiran positif dan kemudian aku pun hendak berbalik badan untuk keluar dari kamar mandi.


“aaaaa…” aku kaget dan menjerit setelah berbalik badan karena aku melihat sosok anak kecil yang menyeramkan berdiri di depanku dengan mengenakan long dress putih dan salah satu dari matanya rusak sehingga membuatnya terlihat sangat menyeramkan.


“ha ha ha…” anak itu melompat dengan lincah mengincar leherku dan kemudian dia pun mencekikku sehingga aku terjatuh ke belakang dan masuk ke dalam bathtub yang tiba-tiba saja terisi penuh dengan air.


“aaa…” aku teriak di atas kasurku dan ternyata aku baru saja bangun dari mimpi buruk. “huh, syukurlah ternyata itu hanya mimpi,” ucapku dengan lega dan kemudian aku pun langsung merebahkan badanku untuk kembali tidur.


curr.


tiba-tiba suara keran yang terbuka kembali terdengar namun kali ini suara air yang keluar tidak terlalu deras.


“siapa itu?” aku yang baru saja berbaring untuk kembali tidur pun harus kembali duduk. dengan perasaan takut aku bertanya kepada siapapun yang menghidupkan keran di kamar mandi ku.


“gita kak, aku pinjam kamar mandi kakak ya soalnya air di kamar mandiku tiba-tiba mati,” aku pun akhirnya lega karena ternyata gita lah yang menghidupkan keran di kamar mandiku.


“iya gita, gak papa kamu pakai aja kamar mandinya, tapi tolong buka kerannya jangan besar-besar ya soalnya kakak mau tidur,” ucapku kepadanya dengan tenang dan kemudian aku pun kembali merebahkan diri untuk kembali tidur, aku pun mulai kembali mengantuk.


gubrak!


tiba-tiba terdengar suara seseorang yang terpeleset dan terbanting dari dalam kamar mandiku.


“gita!” seruku dengan khawatir dan kemudian aku pun langsung bangun dan dengan sigap aku pun langsung pergi untuk melihat gita di kamar mandi.


krek.


aku membuka pintu kamar mandiku dan kemudian aku pun langsung menghampiri gita yang bersandar di bathup, dia menundukkan kepalanya.

__ADS_1


“kamu kenapa gita,” ucapku dengan khawatir sambil memegang kedua pundaknya.


“kak, tadi aku kepeleset dan kepalaku terantuk bathub,” jawab gita sambil menangis, tampak dari suaranya terdengar dia sudah tidak berdaya lagi, sepertinya luka di kepalanya serius.


“coba kaka lihat,” ucapku sambil mengangkat dagunya dengan perlahan untuk mengangkat pandangannya agar bisa melihat lukanya.


“aaaa…” aku sangat terkejut sekaligus panik setelah melihat mata kiri gita menghilang.


“uek uek,” aku merasa pening dan mual setelah aku melihatnya.


“hi hi hi…” gita tertawa dan dengan perlahan dia pun berubah menjadi anak kecil yang ada di mimpiku tadi dan kemudian dia pun menghampiriku untuk menjambak rambutku dan menyeretku mendekati bathtub.


“siapa sebenarnya kamu?”


“lepaskan aku!” ucapku kepadanya ketika dia menyeretku. aku memberontak untuk melepaskan jambakannya dari rambutku tetapi tidak berhasil karena dia sangat kuat.


“ha ha ha,” anak itu kembali tertawa dan kemudian dia pun hendak membenturkan kepalaku ke bathup.


“jangan!” aku teriak ketakutan dan kemudian dia pun langsung membenturkan kepalaku ke bathub.


tok.


suaranya tidak terlalu keras tetapi aku juga kehilangan mata sebelah kiri ku.


“aaaaa…” aku berteriak ketakutan dengan darah yang mengalir deras dari luka di mataku.


“aaaa…” aku teriak sejadi jadinya.


tok tok tok.


“airin!”


aku kembali terbangun dari tidurku karena ada ketukan pintu dari luar kamar. itu suara friska dan untung saja suara itu tidak berasal dari kamar mandi. aku sangat bersyukur karena itu tadi hanyalah sebuah mimpi saja.


“iya friska, ada apa,” jawabku dengan posisi duduk selonjoran di atas kasur


“iya sebentar ya,” ucapku, aku menghampiri pintu kamarku dan kemudian aku pun membukanya. “ada apa friska?” tanyaku kepadanya.


“pinjem kamar mandinya dong kamar mandiku rusak,” ucap friska kepadaku sambil memegang perutnya dan sepertinya dia sesak buang air besar.


“jangan!” seruku dengan perasaan trauma yang disebabkan oleh mimpiku tadi.


“kenapa sih? aku udah gak tahan nih,” ucap friska dengan ekspresi panik karena sesak buang air besar.


“tadi aku mimpi seram yang berulang-ulang tentang suatu yang menyeramkan terjadi di dalam kamar mandiku,” jelasku kepadanya.


“aduh itu kan cuma mimpi rin, udah minggir aja aku udah gak tahan nih,” ucap friska kepadaku dan kemudian dan kemudian dia pun menyenggolku, dia tetap masuk ke dalam kamar mandiku.


brit brot.


suara kentutnya keluar dengan keras sehingga terdengar di telingaku.


“friska kamu gak apa-apa, kan?” tanyaku dari luar kamar mandi.


“gak papa rin, malahan aku merasa lebih lega,” jawaban friska membuatku tenang karena ternyata aku tidak sedang berada di dalam mimpi buruk lagi.


untuk menunggu friska keluar dari kamar mandi, aku duduk di kasurku dan aku tidak mau kembali berbaring karena aku tidak mau mengalami mimpi buruk seperti tadi.


“airin, terima kasih ya toiletnya, sekarang aku perutku sudah lega,” ucap friska dari dalam kamar mandi.


“iya sama-sama,” jawabku dengan singkat dan kemudian dia pun mulai membuka pintu kamar mandiku untuk keluar dari sana.


“aaaa..” friska pun teriak setelah dia membuka setengah pintu kamar mandiku.


“hi hi hi…” suara tawa seram dari anak itu kembali terdengar.

__ADS_1


bruk.


friska juga mengalami hal yang sama seperti gita tadi.


“aku mimpi buruk lagi,” ucapku dengan panik dan ketakutan.


aku memilih meninggalkan friska karena aku tahu bahwa aku masih berada di dalam mimpi yang sangat menyeramkan. aku berlari menuju pintu keluar.


krek.


aku membuka pintunya dan langsung keluar dari kamar, kemudian aku pun dengan cepat langsung menutupnya kembali.


“hi hi hi hi…”


tiba-tiba suara anak itu kembali terdengar dan kali ini suara itu terdengar cukup dekat denganku.


seketika aku pun menyadarinya bawah lantai yang saat ini aku injak sangat mirip dengan lantai yang ada di dalam kamar mandiku.


dengan perlahan aku pun mengangkat pandanganku dan ternyata benar, aku sedang berada di dalam kamarku sendiri.


“aaaaa…” aku teriak melihat anak kecil itu mencekik leher friska yang mana friska juga memiliki luka yang sama seperti anak kecil itu.


tanpa berpikir panjang aku pun membuka pintu untuk kembali ke dalam kamarku. aku mendesah takut, darahku terasa panas dan kepalaku pun terasa sakit.


“hi hi hi…” suara tawa anak kecil itu kembali terdengar di dalam ruangan yang sama denganku saat ini.


aku menoleh ke belakang untuk melihat ke arah sumber suara dan aku kembali dibuat kaget karena ternyata aku kembali beranda di dalam kamar mandi lagi dan kali ini anak kecil itu berdiri di belakang friska dan riana yang sama-sama memiliki luka di mata persis seperti anak itu.


“tolong hentikan mimpi ini!” teriakku sambil menangis dan kemudian aku pun bolak balik keluar masuk pintu berharap aku bisa berada di tempat lain.


tetapi ternyata aku terus berada di tempat yang sama. tak hanya itu, selama aku keluar masuk korban yang tergeletak pun bertambah banyak dan seluruh korban itu adalah orang-orang terdekatku. mereka semua kehilangan mata kiri mereka persis seperti anak itu.


“hentikan semua ini!” teriakku membentak anak kecil itu setelah aku lelah keluar masuk ke tempat yang sama dan seketika itu pula, aku pun terbangun dari tidurku dan kali ini aku yakin bahwa aku sudah benar-benar bangun dari mimpi burukku.


teman-teman dan para pengasuh ada di sekelilingku menatap ku dengan khawatir tetapi setelah aku membuka mataku mereka pun terlihat lega.


“kak amara,” ucapku dengan panik dan kemudian aku pun memeluk kak amara yang duduk di samping kiriku.


“kamu kenapa rin? apa yang ada di dalam mimpimu?” tanya kak amara kepada ku.


“tadi aku mimpi...”


“dia dejavu,”


aku berusaha menjelaskan mimpiku tetapi tidak bisa dan kemudian ibu sofia lah yang menjelaskan mimpi apa yang aku alami barusa. dia bilang aku dejavu.


“ayolah minum air ini agar kamu merasa lebih baik,” ucap friska sambil memberikanku segelas air minum. aku mengambilnya dengan tangan yang gemetaran dan kemudian aku pun meminumnya.


“dia mengalami mimpi buruk yang berulang-ulang dan mimpi itu menyimpan pesan,” ibu sofia kembali menjelaskan mimpiku kepada kak amara.


“pesan apa bu?” tanya kak amara kepada bu sofia.


“hanya dia yang mengetahui pesan itu,” ucap bu sofia sambil mengarahkan pandangannya kepadaku.


“baik bu saya akan menanyakannya kepada airin ketika dia sudah merasa lebih baik nanti,” ucap kak amara kepada bu sofia.


kemudian kak amara menyuruhku untuk memperbaiki posisi tidurku dengan baik, aku sempat menolak karena aku tidak ingin mengalami mimpi seburuk tadi, tetapi kak amara meyakinkanku bahwa mimpi itu tidak akan datang lagi karena mereka akan menaburkan pagar pelindung untukku.


kemudian kak amara dan yang lainnya keluar dari kamar, hanya tinggal bu sofia sendirian. dia membawa mangkuk besar yang aku tidak tahu apa isi dari mangkuk itu.


“mimpi itu datang sebagai sebuah pesan maupun sebuah pertanda bisa baik dan juga buruk. apa yang kamu mimpikan semalam adalah pesan dan pertanda buruk yang datangnya dari setan atau iblis jahat! dan untuk menjauhkanmu dari gangguan mereka ibu akan memagari kamu dengan pagar jiwo,”


bu sofia berbicara kepadaku, dia menjelaskan dengan rinci tentang apa yang telah aku alami dan kemudian dia pun berkata bahwa aku harus di pagari olah pagar sukmo.


ibu sofia melakukan ritual pemagaran dengan cara membacakan mantera yang tidak terdengar. kemudian ibu sofia juga melemparkan kembang tujuh rupa ke tubuhku. setelah beberapa lama kemudian, ibu sofia pun selesai melakukan ritual pemagaran sukmo kepadaku dan dia pun menyuruhku untuk beristirahat.

__ADS_1


kini perasaanku mulai lebih baik dan selang beberapa menit kemudian aku bisa tidur dengan nyenyak tanpa gangguan dari mimpi buruk itu lagi.


Bersambung


__ADS_2