![The Indigo [ Breathing In Two Realms 2 ]](https://asset.asean.biz.id/the-indigo---breathing-in-two-realms-2--.webp)
“Airin, sekarang kamu dan teman-temanmu harus menjalani rintangan selanjutnya. Masuklah kalian ke dalam pintu yang ada di hadapan kalian,” bisik Belia di telingaku.
Aku pun langsung mengikuti perintahnya dan mengajak teman-temanku untuk masuk ke dalam pintu yang ada di hadapan kami.
Kami melangkah bersama memasuki pintu tersebut dengan tangan yang saling bergandengan untuk menjaga keadaan agar tetap aman.
Pada saat kami sudah berdiri di depan pintu, kami sempat berhenti karena rasa ragu dan rasa kurang percaya diri.
Kami melanjutkan langkah ketika Bagas menegaskan kepada kami untuk terus maju menjalani rintangan selanjutnya agar kami bisa menyelamatkan teman-teman dan keluar dari alam ini dengan cepat.
Setelah kami masuk, pintu pun tertutup dengan sendirinya dan kami pun terjebak di dalam ruangan ini bersama patung-patung wanita bersayap.
“Airin, di dalam rintangan kedua ini kamu dan teman-temanmu akan bermain bersama patung-patung yang bernyawa yang ada di ruangan ini,” bisik Belia di telingaku.
“Apa? Mereka memiliki nyawa?” tanyaku dengan syok tetapi aku tetap mengucapkannya dengan cara berbisik.
“Ya!” jawab Belia dengan singkat.
__ADS_1
“Permainan seperti apa yang akan kami mainkan bersama patung-patung itu?” tanyaku berbisik kepada Belia.
“Di dalam ruangan ini ada lima buah patung malaikat, kalian harus mengalungkan kalung kalian di leher patung-patung itu pada saat patung itu bernyanyi. Kalian harus mendekati patung itu dengan sangat hati-hati dan kalian juga sangat di larang keras untuk bergerak pada saat patung itu berhenti bernyanyi karena dia dalam permainan ini ada aturan siapa yang bergerak menjadi patung,” jelas Belia berbisik di telingaku.
“Maaf sebelumnya, tetapi kami hanya memiliki empat kalung saja!” tegurku berbisik kepada Belia.
“Aku tahu itu!” jawab Belia dengan singkat.
“Lalu solusinya?” tanyaku lagi berbisik kepada Belia.
“Satu-satunya solusi adalah mengorbankan salah satu temanmu, suruh salah satu temanmu untuk bergerak ketika para patung berhenti bernyanyi agar salah satu patung tersebut dapat pergi bersama salah satu dari teman-temanmu! Hal ini harus dilakukan ketika kalian semua telah selesai mengalungkan empat kalung ke leher empat patung yang kalian pilih,” jelas Belia dengan detail.
“Apakah tidak ada cara lain? Aku kurang setuju jika harus mengorbankan salah satu temanku,” ucapku yang kurang setuju dengan solusi yang diberikan oleh Belia.
“Airin, itu adalah satu satunya cara dan hanya satu-satunya, tidak ada lagi cara lainnya,” jawab Belia berbisik dengan geram.
Aku tidak menjawabnya atau bertanya kepadanya lagi. Aku pun melihat ke arah teman-temanku dengan berat hati karena aku harus kehilangan salah satu dari mereka di dalam rintangan kedua ini.
__ADS_1
“Belia, bagaimana kalau aku saja yang mengorbankan diri?” tanyaku berbisik kepada Belia.
“Tidak bisa karena hanya kamu lah yang bisa mendengarku dan hanya kamu yang terpilih menjadi pemimpin dari teman-temanmu untuk mengarahkan mereka di setiap rintangan-rintangan yang ada di alam ini,” jawab Belia menjelaskan bahwa aku tidak bisa mengorbankan diriku sendiri.
Aku merasa cukup sedih dan mataku juga mulai berkaca-kaca dan menghampiri teman-temanku.
“Kamu kenapa Rin?” tanya Riana dengan bingung.
“Teman teman, mendekat lah!” ucapku kepada mereka dan kemudian mereka mendekat. Aku memeluk mereka dengan erat dan menjelaskan apa yang telah di jelaskan oleh Belia tadi.
Mereka juga ikut sedih dan sempat tidak menerima solusi itu tetapi karena itu adalah cara satu-satunya, mereka pun mulai pasrah dan menerima.
Mereka pun sempat berebutan untuk menjadi korban karena tidak satu pun dari mereka ikhlas kalau temannya dijadikan korban. Pada akhirnya, Bagas lah yang akan mengorbankan dirinya untuk menyingkirkan patung yang lebih.
“Haaaaa ha haaaa…” tiba-tiba suara merdu pun mulai terdengar dari arah para patung dan membuat perhatian tertuju kepada patung-patung yang mulai bersenandung.
Kami pun bersiap untuk mengalungkan kalung yang kami kenakan ke leher para patung sesuai apa yang telah di jelaskan oleh Belia tadi.
__ADS_1
Bersambung.....