
*CHAPTER* 86 Season 02
Judul : Pahlawan Raja Iblis
TEMPAT : Wilayah Algresia
"Drap drap drap drap...." (Suara langkah kaki seseorang)
(Flashback)
"Yang mulia, anda mau pergi kemana?." (Ucap prajurit penting sambil berlutut)
".....?." (Menengok ke belakang)
"Biarkan aku berjalan-jalan sebentar."
"Tapi Yang Mulia...."
"......" (Tak memperdulikan hal itu dan melanjutkan perjalanan nya)
"Berhati-hatilah Yang Mulia....."
(Masa kini)
??? : "Dan sekarang, Aku telah sampai." (Berhenti di depan pintu gerbang istana Algresia)
Prajurit : "Ohh!, Tuan Pangeran Xa'an!, Anda telah kembali yah!."
??? : "Hmmm....?." (Menoleh ke prajurit itu sambil kebingungan)
Prajurit : "Hei!, Bukakan gerbang nya!, Tuan Pangeran ingin masuk!."
Prajurit : "Baik!." (Membukakan gerbang)
"Krieeeeeet.....!." (Gerbang terbuka)
Prajurit : "Silahkan masuk Tuan Pangeran."
??? : "Oh.... Terimakasih..." (Berjalan masuk)
Prajurit : (suara dalam hati) "Apa Tuan Pangeran mengubah warna rambutnya?, Warna ungu memang keren yah..." (Sambil melihat orang itu)
Va'an : "Aku tidak tau kenapa aku bisa segampang ini masuk kedalam tempat ini." (Tersenyum)
Va'an : "Yah, Itu semua tidak penting..." (Sedang berada di depan pintu istana)
"Va'an, Va'an Astansia, Mantan Pahlawan sekaligus Raja Iblis saat ini, Kekuatan mata warna Emas dan mata warna Ungu sejati."
"Knok....knok..." (Va'an mengetuk pintu)
Elena : "Iyah?." (Berjalan ke arah pintu lalu membukakan nya)
Elena : "Ha...Lo.....?, Ka-kakak?!." (Kaget)
Elena : (suara dalam hati) "Ti-tidak tunggu, Siapa pria yang mirip dengan kakak ini?, Dia mirip sekali dengan Kakak An, Namun warna rambutnya saja yang berbeda."
Va'an : "Halo gadis kecil...." (Senyum)
Va'an : "Apa kedua orang tuamu ada di rumah?." (Menatap sambil tersenyum)
Elena : "Me-mereka ada di rumah, Mohon tunggu di ruang tamu, Silahkan masuk."
Va'an : "Baiklah, Terimakasih gadis kecil..."
"Tak lama kemudian, Theo dan Zifa pun datang ke ruang tamu."
Theo dan Zifa : (suara dalam hati) "An Kun?!." (Kaget)
Va'an : "......" (Va'an sedang duduk di sofa sambil kakinya di taruh di atas meja dengan wajahnya yang penuh akan kharisma)
Theo : "Per-permisi Tuan, Ada kepentingan apa anda kesini?." (Duduk di depan sofa Va'an)
Zifa : "Hmmm...." (Duduk di samping Theo)
Va'an : "Halo Theo Algreasia dan juga Zifa Algreasia..." (Va'an memancarkan aura berat)
Theo dan Zifa : "Mmm....?!!." (Merinding)
Va'an : "Oh, Maafkan aku karena telah terang-terangan melakukan hal tadi." (Meredupkan hawa berat tadi)
Theo : "Si-siapa anda sebenarnya?, Dan apa tujuan anda kemari?."
Va'an : "Aku?, Aku adalah Va'an, Va'an Astansia..." (Menatap tajam Theo dan Zifa)
"Dug.....?!!!!." (Jantung Theo dan Zifa)
Va'an : "Dan tujuanku disini adalah untuk memberikan pesan kepada kalian berdua."
Va'an : "Anak kalian Xa'an, Xa'an Algreasia adalah Pahlawan baru kan?."
Theo dan Zifa : "....?!." (Kaget)
Theo : "Aku tidak tau apa yang Raja iblis lakukan disini, Namun...." (Theo mengeluarkan Hawa berat)
Va'an : "......?." (Melihat ke arah Theo)
Theo : "Jika anda kesini untuk anak kami dan mempunyai urusan dengannya, Maka aku tak akan tinggal diam!." (Theo menciptakan pedang mananya)
Zifa : "....!!." (Zifa bersiap dengan sihirnya)
Va'an : "Aku tidak ada niatan untuk melakukan ini, Tapi jika kalian memaksa, Maka aku tidak akan tinggal diam...." (Va'an mengeluarkan tekanan yang sangat berat kepada Theo dan Zifa)
Theo dan Zifa : "Khek....?!!." (Badan Theo dan Zifa tertekan berat)
Va'an : "Yakin mau lanjut?." (Dengan tatapan yang siap membunuh kapanpun, Tekanan dari Va'an juga sangatlah kuat)
Va'an : "......"
__ADS_1
Va'an : "Sudahlah, Aku hanya memberikan pesan saja kepada anak itu." (Tenang kembali)
Theo dan Zifa : "....??!."
Va'an : "Bilang kepadanya bahwa..."
Va'an : "Jangan terlalu percaya kepada omongan wanita itu Xa'an, Dunia ini bukan miliknya, Namun dunia ini adalah milikku!."
Va'an : "Janganlah ikut campur kedalam semua urusanku, Dan urus saja urusanmu sendiri."
Va'an : "Itu saja, Ingatlah baik-baik kata-kata ini kalian berdua, Aku mengandalkan kalian." (Berdiri)
Theo dan Zifa : "......." (Berhati-hati)
Va'an : "Sekarang urusanku telah selesai, Aku akan pergi dari sini." (Va'an mulai berjalan pergi)
Theo : "Iyah...!."
Va'an : "....." (Berhenti)
Theo dan Zifa : "Em...?!."
Va'an : (suara dalam hati) "Kekeluargaan, Perasaan, Ketulusan, Kesetiaan dan Rasa di hargai, Itu semua akan hilang dalam sekejap mata jika kau berurusan dengan ku, Xa'an Algreasia...." (Menengok ke arah Theo dan Zifa)
"Setelah itu, Va'an pun pergi berteleport dengan menggunakan sihirnya."
Theo : "Ini sungguh kejadian yang sangat serius."
Theo : "Aku tak menyangka jika Raja Iblis terbengis itu menyempatkan dirinya untuk datang kesini untuk memberikan pesan saja."
Zifa : "Aku sungguh takut Theo, Orang itu, Dia sekarang menargetkan An Kun!."
Theo : "Tenanglah Zifa, Semua akan baik-baik saja, Aku akan menjaga Xa'an apapun keadaannya!." (Theo menenangkan Zifa dengan memeluknya)
Theo : (suara dalam hati) "Xa'an, Ayah akan selalu melindungi mu apapun yang terjadi!, Meski itu Raja Iblis Terbengis pun adalah lawan Ayah!." (Sambil memeluk Zifa)
Theo : (suara dalam hati) "Dan juga...."
Theo : (suara dalam hati) "Xa'an!, Jadilah lebih kuat lagi nak!."
"Di Lain Sisi."
Xa'an : "Akhirnya aku dapat datang disini lagi..."
TEMPAT : ALAM DEWI MILIK SELEFIA
Selefia : "Oh, Halo Xa'an!, Kita bertemu lagi!."
Xa'an : "Halo, Dewi sialan..."
Selefia : "Hihi...!."
Selefia : "Kamu hebat yah bisa datang kesini sendiri tanpa bantuan ku." (Kagum)
Xa'an : "Aku melakukan berbagai cara untuk datang kesini."
Xa'an : "Aku mempunyai banyak sekali pertanyaan, Namun aku lebih ingin tau tentang diriku yang dulu."
Selefia : "......"
Xa'an : "Saat aku melawan pembunuh bayaran itu, Aku merasakan sensasi yang sangat familiar di dalam diriku, Namun aku tak dapat mengingatnya."
Xa'an : "Sebenarnya, Apa yang terjadi kepadaku?, Apakah aku tetaplah Raja Taraa, Atau bukan, itulah pertanyaan ku."
Selefia : "Sepertinya aku memang harus memberitahukan nya mulai sekarang."
Xa'an : "......?."
Selefia : "Sebenarnya, Kamu itu tidaklah ada di dunia ini."
Selefia : "Xa'an Algreasia tidak pernah ada dalam dunia ini."
Xa'an : "Apa maksud dari perkataan mu itu?."
Selefia : "Xa'an Algreasia, Sebenarnya kamu hanya di ciptakan untuk mengalahkan Raja Iblis Terbengis saat ini."
Xa'an : "Va'an Astansia...."
Selefia : "Benar...."
Selefia : "Aku menciptakan seorang yang semirip mungkin dengan wujud Va'an Astansia dan terbentuklah Jiwa Xa'an Algreasia."
Xa'an : "Jadi, Tubuh ini memiliki jiwa lain, Yaitu Xa'an Algreasia itu sendiri?."
Selefia : "Itu benar, Karena itulah kamu dapat melakukan hal-hal yang mustahil untuk manusia pada umumnya kan?, Seperti Manaku yang dapat bergabung dengan Manamu sendiri."
Selefia : "Kekuatan Mata Warna Emas Pahlawan yang memilihmu, Itu juga berkat usahamu maka itu semua menjadi lebih cepat, Aku saja terkejut dengan mu karena bisa mengaktifkan Mata Warna Emas saat masih berumur sekecil itu."
Selefia : "Saat kamu hampir di bawa ke dalam ruang dimensi Va'an namun tak bisa pun juga karena semua alasan ini, Karena kamu adalah Va'an Astansia itu sendiri."
Selefia : "Yah mungkin saat itu Va'an tak mengeluarkan kekuatan penuhnya saat mau membawamu ke dalam ruang dimensi nya."
Selefia : "Setiap sensasi saat kamu bertarung juga itu adalah sensasi yang dirasakan oleh Va'an Astansia itu sendiri, Pemulihan tubuh, dan juga wajahmu yang sangat mirip dengan Va'an Astansia itu sendiri."
Xa'an : "Jadi, Aku adalah sisi lain dari Va'an itu sendiri dan aku harus mengalahkan nya untuk capaian yang terbaik."
Selefia : "Benar, Lebih tepatnya, Va'an Astansia adalah saudara tak langsung mu."
Xa'an : "Jadi......"
Xa'an : "Semua kekeluargaan itu adalah palsu?." (Xa'an sambil mengingat semua kenangan yang dia rasakan bersama dengan semua orang yang ada disana)
Selefia : "Tidak, Tidak sebetulnya begitu."
Selefia : "Itu semua juga adalah takdir bagimu Raja Taraa."
Selefia : "Ini adalah kesempatan kedua mu dalam menghadapi Kekeluargaan, Perasaan, Ketulusan, Kesetiaan dan Rasa di hargai yang hilang dalam dirimu."
__ADS_1
Selefia : "Jadi, ini seperti sebuah Takdir yang harus kamu hadapi sendiri dan itulah aslinya."
Xa'an : "......." (Terdiam sejenak)
Selefia : "Apa setelah mendengar ini semua, Kamu mulai merasa dirimu tak berharga?."
Xa'an : "Tidak..."
Selefia : "Hmmm?!." (Terkejut)
Xa'an : "Dari awal memang ini lah tujuanku, Mengalahkan Va'an Astansia adalah memang tujuan ku sedari awal."
Xa'an : "Dan kelak nanti, Aku pasti akan menjadi Raja Dunia." (Mata Xa'an dipenuhi dengan rasa kepercayaan diri)
Selefia : "Hmmm...." (Tersenyum)
Selefia : "Aku mempercayakan itu semua kepadamu." (Di mata Selefia saat ini, Yang dilihat nya sekarang adalah wujud Va'an Astansia)
Xa'an : "Ugh....!." (Pusing)
Selefia : "Sepertinya waktumu sudah berakhir..."
Xa'an : "Aku masih memiliki banyak pertanyaan kepadamu."
Selefia : "Kita pasti akan bertemu lagi, Santai saja..."
Xa'an : "......"
Xa'an : "Sampai jumpa lagi Dewi sialan...." (Tubuh Xa'an perlahan menghilang)
Selefia : "Sampai jumpa, Xa'an Algreasia..." (Tersenyum)
TEMPAT : KAMAR XA'AN DI ISTANA GISU
Xa'an : "Xa'an Algreasia, Aku pasti akan menciptakan dunia yang penuh akan kedamaian serta senyuman dari semua orang!."
Xa'an : "Itulah janjiku kepadamu!."
"CRIIIIING.......!!!!!." (Sekejap sebuah sinar menerangi tubuh Xa'an saat ini)
Xa'an : "A-apa ini?!." (Terkejut melihat badan nya sendiri)
Xa'an : "Apa yang terjadi kepadaku?!." (Melihat ke arah cermin sambil menyentuh wajahnya)
Xa'an : "Sepertinya, Tubuhku lebih berubah dari biasanya, Kekuatan yang sangat amat besar seakan datang kepadaku, juga wajah dan tubuhku." (Wajah Xa'an Sekarang lebih Cool dan bijaksana serta tubuhnya yang semakin terbentuk)
Xa'an : "Xa'an Algreasia!, Kau ini memang...!."
Xa'an : "Sepertinya jiwa mu sekarang lebih mempercayai ku yah!, Maka dari itu!."
Xa'an : "Akan ku manfaatkan ini semua dengan baik!."
Xa'an : "Sepertinya sekarang, aku lebih mirip dengan orang itu....."
Lycia : "An-An Kun?!, Ada apa dengan wajah dan tubuh mu?!."
Xa'an : "Ahk....?!." (Kaget)
"Di sisi lain."
"Drap drap drap..." (Va'an sedang berjalan seorang diri di dalam hutan)
Va'an : "Ini adalah....." (Melihat ke arah rumah rusak)
Va'an : "Awal dari semua itu terjadi...."
TEMPAT : KAMPUNG HALAMAN VA'AN ASTANSIA
Va'an : "Semua ini, Tak akan pernah ku lupakan!." (Va'an memegang dinding rumah yang telah rusak)
Va'an : "Dewi itu!, Sekaligus Pahlawan baru itu!."
Va'an : "Semua mulai menghambat ku untuk menguasai dunia ini!." (Tatapan Va'an penuh akan kebencian)
SELESAI................!!!
"Selanjutnya The King After Reincarnation!."
"Kebenaran Mulai Terungkap!."
"Di tunggu yah!."
Noted dari Author
Yah..... Sekarang The King After Reincarnation sudah mencapai Chapter ke 100! Yeay!, Rencanaku nanti akan merayakan semua ini nantinya.
Kuharap aku bisa merayakan nya, karena ini juga sangatlah penting bagiku, semua pencapaian ini, serta semua dukungan kalian yang senantiasa mengikuti The King After Reincarnation!.
Ulang tahun dari karya ini juga akan semakin dekat, Dan tentunya aku tak akan lupa untuk merayakan nya.
Baiklah, Aku ada pesan-pesan untuk persiapan kalian nantinya, Untuk cerita kedepannya nanti, pasti akan lebih dalam dan gelap.
Jadi, Persiapkan semua mental kalian, karena apapun bisa terjadi untuk chapter kedepannya nanti hehe.
Karena, Kalau hanya seperti ini saja nanti bakalan seperti itu-itu saja dan membosankan, maka dari itulah aku akan merubah sedikit tujuanku.
Akan ku buat cerita ini menjadi semenarik mungkin!, Dan tunggu saja yah!.
Terimakasih banyak!.
RENCANA NYA BAKALAN BUAT KOMIK UNTUK THE KING AFTER REINCARNATION NANTINYA, TAPI GAK TAU KAPAN RILISNYA, MOHON DUKUNGAN DAN DOANYA YAH KAWAN-KAWAN
__ADS_1