
*CHAPTER* 91.5 Season 02
Judul : Pertarungan di sihir ruangan 2 (05)
"Kret!, Kretretkretek...!." (Pedang Inti Jiwa Naga milik Xa'an hancur!.)
Xa'an : "Apa aku akan kalah hari ini...?."
Adya : "Haah....! Haaah....!." (Kelelahan)
Adya : "Sudah kuduga...."
Xa'an : "Hmm..?."
Adya : "Sudah kuduga jika pedang itu adalah dari Inti Jiwa Naga."
Adya : "Pedang itu memang kuat, Tapi dia memiliki suatu kelemahan..."
Adya : "Pedang itu tidak tahan dengan sebuah tekanan berlebihan yang dia terima secara terus menerus."
Adya : "Kurasa, Sepertinya kau telah menggunakan nya selama ini yah!."
Adya : "Xa'an Algreasia!."
Xa'an : "......" (Terdiam)
Adya : "Dan sekarang....!." (Maju perlahan ke arah sihir ruangan)
"Weeesh...." (Adya berada di depan Tombaknya)
"Craang!." (Adya mengambil Tombaknya)
Adya : "Kau akan benar-benar mati!." (Menodongkan Tombak nya ke arah Xa'an)
Xa'an : "....."
Adya : "....."
Xa'an : (suara dalam hati) "Manaku masih tersisa..."
Adya : "Jangan berfikir kau akan menyerangku menggunakan sihir, Itu semua tidak akan berguna untuk melawan ku."
Xa'an : "....?!!."
Adya : "Spear Of Destruction ku dapat menghalau dan mengabaikan semua faktor sihir."
Adya : "Apalagi disini adalah di sihir ruangan ku, Semua sihir mu akan ku lemparkan ke segala arah."
Xa'an : "Hmmm...."
Xa'an : "Ternyata memang, Kau ini sangatlah jenius yah...."
Xa'an : "Kau telah memprediksi kan semua ini untuk melawan ku, Aku pun terkejut."
Adya : "Tentu saja....!."
Xa'an : "Heh!, Memang inilah akhirku yah!."
Xa'an : "Tapi aku tidak semudah itu!."
"Sret!." (Xa'an bersiap)
Adya : "....?!!."
Xa'an : "Open All Magic!!!." (Xa'an Mengeluarkan semua sihir elemen!.)
"Cring!." (Sebuah batu merespon)
Xa'an : "Magic Combination!." (Bersiap)
"Di suatu tempat."
Alkri : "....?!." (Terkejut)
Alkri : "Sekarang..... Kemenangan mu telah menunggu mu, Xa'an Algreasia..." (Senyum)
"Di sihir ruangan."
Xa'an : "....?!!!!." (Xa'an Terkejut)
"Aku menyebut ini sebagai!, Kemenangan keberuntungan!."
"Weeeeeeeeeeeeeshhhh........!!!!!!." (Batu milik Xa'an menyerap semua sihir milik Xa'an)
Adya : "Ugh..?!!, Apa yang kau lakukan?!."
Adya : (suara dalam hati) "Kukira dia hanya ingin mengeluarkan sebuah sihir!."
Xa'an : "...?!!!." (Terkejut)
"Cring.......!." (Kalung Airin merespon batu itu)
Xa'an : "A-airin?!." (Terkejut)
"Papa, Aku akhirnya bangkit kembali...."
Xa'an : "....?!!." (Terkejut tak percaya)
Airin : "Sepertinya papa sedang sangat kesulitan yah!." (Tersenyum)
"Wujud Airin muncul di depan Xa'an!."
Xa'an : "A-airin, I-ini apakah itu benar-benar kamu?." (Tak percaya)
Airin : "Kenapa papa begitu tak percaya melihat perubahan yang besar Airin?."
Airin : "Ini aku Papa, Airin!."
Xa'an : "Airin!."
Airin : "Sekarang Papa!, Mari kita kalahkan dia bersama-sama!."
Adya : "....!!." (Serius)
Airin : "Bagaimana Papa?, Kita akan mencobanya lagi?." (Tangan Airin mengajak Xa'an)
Xa'an : "Hmm!." (Senyum)
Xa'an : "Tentu saja!, Ayo kita lakukan lagi Airin!."
Airin : "Baik!, Papa!."
"Kilas balik."
Zhanif : "Ketahui Perasaan Dari Anakmu!" (Zhanif Muncul Di depan Xa'an)
Xa'an : "Hmm...?!"
Zhanif : "Saat Kamu Melakukan Kontrak Dengan Roh Jiwa kita dengan Para Roh Pasti Akan Menyatu Kan?"
Zhanif : "Maka, Ketahuilah Perasaan dari Anakmu Dan Kekuatan yang besar akan Datang Kepadamu!"
Xa'an : "Pe-perasaan?!" (Kaget berkeringat dingin)
Airin : "Papa.....?"
Xa'an : (suara dalam hati) "Saat Dulu aku tidak tau tentang apa itu Perasaan, Tetapi di saat aku datang di Dunia ini Aku Pun Tau apa Arti dari Perasaan!" (Sambil Mengingat Kedua orang tua, Adiknya, Lycia, Airin dan Orang² yang Xa'an kenal, Salah Satunya Asriel)
Xa'an : "Airin...."
Airin : "Iyah Papa....?"
Xa'an : "Papa akan selalu Melindungi kalian semua apapun bahayanya itu, dan papa pun akan melindungi Senyuman Kalian!"
Airin : "Papa...!!" (Dalam Bentuk Bayang² Airin Pun Terharu)
Airin : "Hmm!, Airin akan senantiasa Membantu Papa dan Melindungi Papa juga!, Maka Airin Akan Juga Bertambah Kuat!"
Xa'an : "Terimakasih Airin...." (Senyum)
"Secara Tiba-tiba Pun Pedang Airin Mengeluarkan Cahaya Yang Penuh Dengan Energi Roh!"
Xa'an : "Terimakasih Tuan Zhanif Karena Memberitahukan ku tentang apa itu Perasaan yang Lebih Dalam"
Xa'an : "Berkat mu, Aku Mengetahui Perasaan Orang² Terdekatku!"
Zhanif : "Heh....!, Baguslah jika kamu Tau sekarang"
Xa'an : "Teknik Penyatuan Roh yah...."
Xa'an : "Airin Mari Kita Menyatukan Perasaan Kita!"
Airin : "Baik Papa!" (Pedang Airin Merubah dirinya ke dalam Bola energi roh)
"Kilas Sekarang!."
Xa'an dan Airin : "Teknik Penyatuan Roh!!!."
"Weeesh!." (Airin merubah dirinya menjadi sebuah bola energi roh!)
"Grep!." (Xa'an memegang bola energi roh itu)
"Siiiiiiing.....!!!!." (Sebuah pancaran cahaya yang sangat terang muncul dari tubuh Xa'an)
"Sekarang, Adya Trimarga...."
__ADS_1
Xa'an : "Kita lanjut ke ronde ketiga!." (Tubuh Xa'an di penuhi oleh zirah yang penuh dengan cahaya emas terang)
Adya : "Uhk?!, Uhk...?!!." (Terkejut tak percaya)
"Kilas balik di suatu tempat."
Zhanif : "Adya, Kau jangan sesekali meremehkan dia, Si Xa'an itu, Dia memiliki sesuatu yang mengerikan dan tak bisa dipercaya." (Sedang Duduk bersama Adya)
Adya : "......"
Zhanif : "Aku kalah dengan nya karena hal itu....."
Adya : "Apa yang membuatmu kalah dengan nya?."
Zhanif : "Itu?." (Berdiri)
Zhanif : "Itu adalah sebuah kekuatan yang mutlak!."
Adya : "....."
"Kilas sekarang!."
Adya : "Ro-roh leluhur?!."
"Zing...." (Xa'an menodongkan pedang nya ke arah Adya)
Xa'an : "Apa kau sudah siap?."
Adya : "Hmmm?!!." (Kesal)
Adya : "Teknik Penyatuan Roh!."
"BLAAAAR!." (Adya memegang bola energi roh)
Xa'an : "....." (Tenang)
"Weeesh.....!."
Adya : "Kekuatan itu memang mutlak!, Tapi aku ragu kalau kau dapat mengendalikan nya!." (Tubuh Adya berubah, Sekarang dia dipenuhi dengan Zirah yang bewarna biru)
Xa'an dan Airin : "Heh!, Kau telah meremehkan kedua perasaan kami!."
Adya : "....!."
Adya : "Xa'an Algreasia!!!!."
Xa'an : "Maju!!!."
Adya : "Spear Of Destruction!!!."
Xa'an : "Airin!."
Airin : "Baik Papa!."
"Cring...!!!." (Bentuk pedang Airin berubah menjadi tameng)
"BLAAAAAR...!!!!."
Adya : "Ughhh...?!!!."
Adya : (suara dalam hati) "Serangan ku berhasil ditahan olehnya?!."
"Suut!." (Xa'an mendorong Adya)
Adya : "Khuk?!."
"Ctaang!." (Xa'an mementalkan Tombak Adya ke arah atas)
Adya : "....?!." (Terkejut)
Xa'an : "Sekarang Airin!."
Airin : "Iyah!, Papa!." (Wujud Airin berubah menjadi sebuah tombak)
Xa'an : "Habis kau!." (Xa'an mengayunkan Tombak nya dari bawah ke atas lalu mengenai Adya dengan Tombak nya ke arah perutnya)
Adya : "Ugh?!, Tidak sempat!."
"Buaaaggg!!!." (Tombak Xa'an mengenai perut Adya)
Adya : "Khuaak....!!!." (Terhempas ke atas)
Xa'an : "Zirah nya lebih kuat dari perkiraan ku."
Airin : "Papa! Tidak ada waktu lagi untuk papa berbicara!."
Xa'an : "Itu benar Airin, Karena itulah aku menunggu."
Airin : "Eh..?, Hah...?!." (Menyadari sesuatu)
Adya : "Dasar Kau!!!, Xa'an Algreasia!!!!!." (Sangat kesal)
Xa'an : "Itu sungguh kekuatan yang kuat!."
Xa'an : "Kita pasti akan bisa mengalahkan nya kan?, Airin!."
Airin : "Hmm!, Itu benar!, Kita akan mengalahkan nya sekarang!."
Xa'an : "Karena itu, Airin!, Bentuk pedang!."
Airin : "Baik Papa!." (Airin merubah bentuk menjadi sebuah pedang)
Xa'an : (suara dalam hati) "Yun Pai, Berkat mu aku sekarang memahami sesuatu bahwa...."
Xa'an : (suara dalam hati) "Dalam teknik berpedang ada suatu yang sangat kuat yang selalu ku sia-siakan, Yaitu!."
Xa'an : "Aura!, Dan juga....!."
Xa'an : "Mana Sword!!!." (Tersenyum)
Xa'an : (suara dalam hati) "Ini juga berkat dari latihan keras Ayahanda Theo!."
Xa'an : (suara dalam hati) "Akan ku kerahkan semuanya disini!."
Xa'an : "Sheeeesh......." (Menghirup Nafas)
Adya : "Huaaaaakkk....!!!!!." (Mengumpulkan semua energinya ke dalam Tombaknya)
Xa'an : "Fiuuuuuh......" (Menghembuskan nafas)
Adya : "Spear Of Destruction...!!!!." (Bersiap melempar Tombaknya)
Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang Vol 5!."
"WEEEEEEEEEESHHHH....!!!!!!." (Tombak Milik Adya yang sangat kuat mengarah ke arah Xa'an)
Xa'an : "Tebasan Pedang!!!."
"ZIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINGGG.......!!!!!!!!!!." (Sebuah Tebasan pedang yang berbeda dari biasanya muncul!, Tebasan ini seperti lebih besar dan lebih kuat dari biasanya!.)
"BLAAAAAAAAAAAAAR......!!!!!!!!!!!."
"20 Menit kemudian."
Zhanif : "......." (Menunggu dari luar)
"......" (Sebuah lingkaran sihir ruangan tepat berada di depan Zhanif)
"Wet, weeesh........" (Lingkaran sihir ruangan milik Adya perlahan menghilang dari atas)
Zhanif : "Uhk....?!!!." (Terkejut)
Zhanif : "Mereka sudah selesai!!." (Berdiri)
"Drap drap drap...." (Seseorang datang ke arah Zhanif sambil menggendong tubuh seseorang)
Zhanif : "A-ahkk...?!!!!." (Terkejut tak percaya)
Zhanif : "Heh!, Su-sulit dipercaya...."
Zhanif : "Kau menang yah......." (Mengepalkan tangan nya dengan erat)
Zhanif : "Adya....!."
Zhanif : (suara dalam hati) "Tubuh Adya babak belur."
Adya : "......." (Adya berjalan ke arah Zhanif sambil menggendong tubuh Xa'an)
Zhanif : "Xa-xa'an!." (Lari ke arah Adya)
Adya : "Zhanif...?, Kau masih disini yah...."
Zhanif : "Ugh?!, Uhk.....!." (Masih tak percaya melihat Xa'an yang pingsan)
Adya : "....?." (Melihat ke arah Zhanif)
Zhanif : "Ka-kau berhasil mengalahkan nya yah, Adya....."
Adya : "Hmmm...?."
Zhanif : "Jadi, Semua perkataan mu benar...."
Zhanif : "Tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan orang itu yah...." (Kecewa)
Adya : "Apa yang kau katakan itu?."
__ADS_1
Zhanif : "Hmm...?!."
Adya : "Mungkin anak ini dapat menjelaskan semuanya..."
Zhanif : "Ugh..?!!!." (Terkejut)
Airin : "Halo....!." (Senyum)
Zhanif : "A-airin?!!."
Zhanif : "A-airin!, A-apa ini berarti?!!."
Airin : "Itu benar!, Papa telah menang!." (Senyum)
Zhanif : "A-APAAAAAAAA....?!!!!!." (Terkejut tak percaya)
Zhanif : "Ta-tapi bagaimana bisa?!."
Airin : "Begini, Jadi tadi...." (Airin menceritakan tentang yang tadi)
"Weeeeesh brak!." (Tubuh Adya terjatuh)
Adya : "Uhuk! Uhuk!."
Xa'an : "Sekarang, Aku telah menang Adya Trimarga..."
Adya : "Uhk...!."
Adya : "Meskipun kau telah menang, Aku tak akan patuh semudah itu kepadamu!."
Xa'an : "Hmmm?." (Bingung)
Xa'an : "Aku tidak menginginkan hal itu Adya."
Adya : "Hmm?." (Bingung)
Xa'an : "Aku tidak tau kenapa kau sangat membenci sesosok pahlawan, Tapi itu semuanya berbeda Adya."
Xa'an : "Aku adalah aku, Aku tak akan pernah memaksakan mu untuk mengikutiku, Sedari awal aku memang hanya mencarimu saja, Aku tidak ada niatan untuk merekrutmu."
Adya : "Uk...?!."
Xa'an : "Karena aku hanya ingin seseorang yang mengikuti dengan ketulusan terdalam nya saja, Jika kau masih belum mempercayai ku, Maka hanya waktulah penentunya."
Xa'an : "Namun, Jika kau mempercayakan semuanya itu kepadaku, Dan bukan dari hanya dari sesosok pahlawan saja, Aku akan membantumu hingga tetes darah penghabisan."
Xa'an : "Karena semua orang yang ku percayai adalah, Orang yang sangat akan ku lindungi..." (Senyum)
Adya : "......?!."
Ibu Adya : "Ingat ini yah Adya, Seorang yang kuat itu adalah seorang yang memiliki sebuah kepercayaan satu sama lain dari orang lain, Rasa percaya kepada orang lain adalah kunci dari kekuatan dan perasaan."
Adya : ".........."
Adya : "Kau ini bisa-bisanya ngelantur yah....."
Xa'an : "Eh?."
Adya : "Aku tidak bisa berdiri bodoh, Cepat bantu aku berdiri..."
Xa'an : "Hmmm...." (Senyum)
Xa'an : "Iyah...!."
"Grep!." (Xa'an membantu Adya untuk berdiri)
"Criiing......!." (Sebuah pancaran cahaya muncul di tangan Xa'an)
Xa'an dan Adya : "Eh?!."
Adya : "Ti-tiba-tiba aku bisa berdiri dengan baik?."
"Sreet...!." (Tubuh Xa'an jatuh)
Adya : "Uhk?!, Xa'an!." (Berhasil menahan tubuh Xa'an yang hendak jatuh)
Adya : (suara dalam hati) "Sebenarnya, Apa yang terjadi?!." (Terkejut)
Adya : (suara dalam hati) "Si Xa'an ini...?!."
Airin : "Mungkin aku dapat menjelaskan nya."
Adya : "Kamu....."
Airin : "Tubuh Papa saat aku kembali seperti nya telah berubah, Dan karena papa adalah keturunan dari mama papa yang seorang penyembuh, Maka dapat di simpulkan bahwa...."
Airin : "Papa memiliki sihir penyembuhan!."
Zhanif : "A-APA?!!!, Xa-xa'an memiliki sihir penyembuhan?!!!."
Airin : "Itu benar!."
Zhanif : "Si sialan ini!, Mau sampai kapan kau akan mengagetkan kami semua?!."
Adya : "Hmmm...."
Zhanif : "Sekarang, Apa kita harus kembali?."
Adya : "Iyah..."
Airin : "Tunggu!, Mama dimana?!."
Zhanif : "Oh Iyah!, Aku hampir melupakan Lycia!."
Zhanif : "Adya!, Cepat kirim dia kesini!."
Adya : "A-ah Iyah baik." (Mengeluarkan sihir ruangan)
"Weeesh...." (Sebuah sihir ruangan muncul)
Lycia : "Eh...?." (Sedang duduk dan meminum secangkir teh)
Airin : "Mama....!!!." (Lari ke arah Lycia)
Lycia : "A-airin?!."
Airin : "Mama!, Akhirnya aku bisa melihatmu lagi!, Aku sangat senang!." (Memeluk Lycia)
Lycia : "Iyah Airin!, Mama juga sangat senang dapat melihat mu lagi!." (Memeluk Airin)
Zhanif : "Apa ini, Jadi kamu bersantai meminum secangkir teh di saat seperti ini yah..."
Lycia : "Ha-habisnya!, Memangnya apa yang dapat kulakukan di sebuah ruangan yang tertutup rapat dan tidak ada sebuah pintu pun disana."
Zhanif : "Baiklah baiklah..."
Lycia : "An Kun mana?."
Adya : "Dia disini."
Lycia : "Eh?!, An Kun?!!." (Lari ke arah Xa'an)
Lycia : "Di-dia kalah?."
Zhanif dan Adya : "Uh......?."
"5 menit kemudian."
Lycia : "Ohh.... Jadi seperti itu."
Xa'an : "....." (Masih Pingsan dan sedang tertidur di pangkuan Lycia)
Zhanif dan Adya : (suara dalam hati) "Apa ini?!, Kenapa ekspresi si sialan itu berubah di pangkuan Lycia?!." (Melihat ke arah wajah Xa'an)
Lycia : "Aku akan menunggu An Kun untuk bangun kembali bersama Airin, Kalian boleh pergi duluan saja."
Zhanif : "O-ohh... Baiklah kami pergi dulu yah!."
Zhanif : "Ayo!, Adya!."
Adya : "E-eh?!, Kenapa?!."
Zhanif : "Sudahlah, Reuni keluarga!." (Menjepit kepala Adya)
Adya : "Jangan tarik-tarik kepalaku bodoh!."
Airin : "Sikap Adya berbeda sekali kalau bersama dengan Zhanif yah...."
Lycia : "Itu sudah jelas karena mereka adalah saudara Airin."
Airin : "Hehe Iyah Mama!." (Memeluk Lycia)
Lycia : "Eh hahaha..."
Airin : "Sekarang kita sudah berkumpul kembali!."
Lycia : "Iyah...!."
Lycia dan Airin : "Hahaha hahaha!."
Xa'an : "......" (Senyum)
SELESAI............!.
"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."
__ADS_1
"Orang Baru!."
"Di tunggu yah!."