
*CHAPTER* 85 Season 02
Judul : Misteriku
"Hei Bangunlah!, Semuanya sudah selesai!." (Suara seorang pria)
"Em......?." (Seseorang Perlahan membuka matanya)
"Aku dimana?." (Bingung)
"Semuanya telah selesai!, Sekarang kita berhasil!." (Ucap orang itu)
"A-apa yang terjadi?."
"Hah?!, Apa kau tak ingat?, Kita semua berhasil membuat negara mereka semua kalah!, Ini adalah pencapaian terbesarmu!."
"Si-siapa...?."
"Raja!." (Orang lain datang)
"Huh...?."
Hermes : "Itu benar!, Kau adalah Raja kami, Raja Taraa, Kau berhasil!." (Tersenyum)
Taraa : "He-hermes...?, Ka-kau....?." (Bingung)
Mike : "Kita berhasil!, Akhirnya kau akan memimpin dunia!." (Tersenyum)
Taraa : "Mi-mike...?." (Bingung)
Rey : "Akhirnya, Setelah semua usaha kita..." (Pegal)
Taraa : "Rey....?."
Hermes, Mike dan Rey : "Semuanya berkat mu Raja Taraa!."
Taraa : "Semuanya!."
Hermes, Mike dan Rey : "Sekarang!, Bangunlah!, Dan jadilah Raja disana juga!!!."
Xa'an : "Kalian....!!!." (Tangan Xa'an hendak menggapai mereka semua)
"Bangun!." (Suara Samar²)
Xa'an : "Aku!, Aku akan menjadi Raja di dunia ini!." (Menangis)
Lycia : "Bangunlah!, An Kun!." (Ekspresi Lycia sedang menangis)
Xa'an : "Hah....?!!!." (Terbangun)
Lycia : "A-An Kun...?!!." (Lega)
Xa'an : "Ci-cia.... Kenapa kamu menangis?." (Bingung)
Lycia : "Bodoh!, Dasar bodoh!." (Memeluk erat Xa'an)
Xa'an : "Cia.....?."
Landi : "Akhirnya kau bangun Xa'an...." (Landi datang ke arah Xa'an dan Lycia)
Xa'an : "La-landi?, Dimana mereka?!."
Landi : "Mereka?, Mereka telah kabur, dan aku mengamankan kereta kuda nya serta para manusia yang di dagangkan."
Xa'an : "Be-begitu yah...." (Xa'an melihat ke arah dadanya)
Xa'an : "Bekas ini?." (Xa'an melihat sebuah tanda X di bagian dadanya yang telah sembuh karena terkena tebasan dari Yun Pai)
Landi : "Apa kau tak ingat?, Itu hasil dari pertarungan mu dengan musuh kita."
Xa'an : "A-aku sama sekali tak ingat....." (Berusaha mengingat)
Lycia : "Kamu tak perlu mengingat hal itu!, Yang terpenting adalah keselamatan mu!, Bukannya kamu bilang sendiri kalau keselamatan adalah semuanya!." (Lycia menangis sambil marah kepada Xa'an)
Xa'an : "Ma-maafkan aku Cia...." (Mencoba menenangkan Lycia)
Lycia : "Tak ada maaf!."
Xa'an : "E-eeh....?!."
Landi : "Hmmm....." (Landi tersenyum lalu pergi dari tempat itu)
Lycia : "Kamu tau kan, A-aku tidak ingin ditinggal olehmu lagi....!."
Xa'an : "Cia....."
Lycia : "Hiks hiks....!." (Lycia menangis)
"Dengan cepat tanggap Xa'an pun memeluk erat Lycia dengan hangat."
Lycia : "....?!." (Terkejut)
Xa'an : "Maafkan aku Cia, Ini karena aku terlalu lemah, karena hal itulah aku tidak bisa menjaga tubuhku sendiri, dan kamu jangan lah terus menangis, hatiku juga sakit karena melihat itu secara terus-menerus." (Senyum)
Lycia : "Curang!, Dasar curang....!." (Lycia memukul dada Xa'an dengan kedua tangan nya)
Xa'an : "Hahaha.... Sakit Cia....." (Senyum)
Lycia : "Lain kali, Berhati-hatilah...!."
Xa'an : "Iyah, Aku akan berhati-hati..." (Senyum)
Lycia : "......." (Senyum)
"Xa'an dan Lycia pun berciuman."
"30 Menit Sebelumnya."
Xa'an : "Selesai, Semuanya telah selesai, Xa'an...." (Pingsan)
"Weeeeesh......" (Kabut perlahan memudar)
Yun Pai : "Dia...... Sangat kuat......" (Yun Pai masih tersadar dengan salah satu tangan nya yang telah hilang)
Kai Jay dan Chen Fin : "Kak Yun!!!." (Menghampiri Yun Pai)
Yun Pai : "Kalian berdua....."
Kai Jay : "Ka-kak?!!, Ta-tangan mu?!." (Panik)
Chen Fin : "Ti-tidak?!!."
__ADS_1
Yun Pai : "Tidak masalah, ini adalah hasil dari pertarungan, maka ini pasti juga akan terjadi di salah satu dari kita." (Berusaha untuk berdiri)
Kai Jay : "Ka-kak!." (Membantu Yun Pai untuk berdiri)
Yun Pai : "Terimakasih...."
Yun Pai : "Chen Fin, Nyalakan asap merah nya bahwa kita telah kalah dan kita harus segera pergi dari sini."
Chen Fin : "Ba-baik Kak!, Eh?!." (Chen Fin melihat dua asap merah di langit-langit)
Yun Pai : "......?!." (Terkejut)
Kai Jay : "Se-semuanya telah kalah?!."
Yun Pai : "Hmm....." (Senyum)
Chen Fin : "Akan ku nyalakan." (Chen Fin sesegera mungkin menyalakan asap merah ke langit)
"Bus.....!." (Asap merah muncul di langit-langit)
Kai Jay : "Ayo kita kabur!."
Chen Fin : "Iyah!."
Yun Pai : (suara dalam hati) "Xa'an.... Kamu memanglah anak dari Theo Algreasia, dan juga tak kusangka jika anaknya adalah seorang Pahlawan baru...." (Tersenyum sambil melihat Xa'an yang sedang di bantu oleh Lycia dan Landi)
Yun Pai : (suara dalam hati) "Kamu, Memanglah orang yang menarik, Xa'an Algreasia!."
Landi : "Luka ini....!." (Melihat tanda X di dada Xa'an yang masih di penuhi oleh darah)
Lycia : "An Kun!, Bertahanlah!." (Lycia sesegera mungkin membantu Xa'an dengan pertolongan pertama)
Lycia dan Landi : "Eh....?!." (Terkejut)
"Luka Xa'an perlahan sembuh, semua darah pun telah hilang, namun masih meninggalkan bekas tanda X disana."
Landi : "Lu-lukanya...?!."
Lycia : "Hilang....?."
Xa'an : "......." (Tak sadarkan diri)
"Di Sisi Lain."
Orokus : "Hei! Mora!, Suruh pasukan kesini!, Kami telah selesai!." (Dengan nada kesal)
Mora : "Ba-baik...!." (Kaget)
Mersha : "Ki-kita harus cepat!." (Gelisah)
Orokus : "Tenanglah Mersha...."
Orokus : "Tch...!."
"Di sisi lain."
Cen Lin : "Sebentar lagi!." (Merapal Sihir)
Zhanif : "Hei, semua yang kau lakukan akan percuma bro..."
Cen Lin : "Se-selesai!, Sekarang!, Matilah kalian berdua!."
"BUUUUUUUUSSTT.......!!!!!." (Sebuah tembakan gabungan sihir Api dan Air menuju ke arah Zhanif Dan Aline)
Aline : "Hentikan, Biar aku..." (Menghentikan Zhanif)
Zhanif : "Eh?, Baiklah...."
"BUUUUUUUUUSTT.....!!!." (Tembakan sihir menuju ke arah Aline semakin dekat)
Aline : "......" (Tenang)
Aline : "Warp!." (Sebuah lingkaran sihir keluar di depan Aline, dan menyerap semua tembakan sihir milik Cen Lin)
Cen Lin : "A-AHKKK.......?!!!!." (Terkejut setengah mati)
Cen Lin : "Si-sihir andalan ku...?!." (Goyah, lalu terduduk)
Zhanif : "Heh!, Kan sudah ku bilang dek dek!, Semua akan percuma!."
Cen Lin : "Ka-kalian siapa?!, Ti-tidak tunggu dulu!."
Cen Lin : "A-anda?!, Apakah anda?!." (Yang dimaksud adalah Aline)
Aline : "Hmmm?."
Cen Lin : "Yang hanya bisa melakukan semua itu, tidak lain dan tidak bukan adalah!, Ra-ratu Sihir?!."
Aline : "Waah, Wawasan mu luas untuk seukuran anak muda seperti mu."
Cen Lin : "Ti-tidak mungkin......" (Merasa putus asa)
Aline : "Oh yah, tadi kau bilang bahwa telah menghilangkan sihir jebakan ku kan?, Itu tidak semua loh, lihat saja sekeliling mu." (Melihatkan wujud sihirnya)
Cen Lin : "Huh....?!!!." (Terkejut melihat sekeliling yang di penuhi oleh lingkaran sihir yang siap membunuh)
Cen Lin : "Ka-kalau begitu?!, Apakah pria yang disana?!."
Zhanif : "Jika ada istriku disini, tentu saja aku ada disini."
Cen Lin : "Pa-pantas saja kalian sangat kuat!!!."
Cen Lin : (suara dalam hati) "Tidak ada kesempatan untuk menang, Melawan mereka sama saja dengan cari mati!, Tingkat kemenangan Nol!, Nol persen!."
Cen Lin : "Ehhh, Tuan dan Nona!, Bolekah saya untuk kabur dengan teman saya?." (Bersikap sopan)
Zhanif : "Hmm, Bukannya kau yang menjaga kereta kuda itu?."
Cen Lin : "Kami hanya di bayar!, Kami tidak ada sangkut pautnya Tuan!."
Zhanif : "Begitu yah, Baiklah...."
Cen Lin : "A-artinya?!." (Senang)
Zhanif : "Mana mungkin lah dek dek kau kubiarkan lari?!." (Siap menghajar Cen Lin)
Cen Lin : "Tu-tuan?!!!." (Ketakutan)
Aline : "Biarkan saja dia, Toh dia juga cari uang."
Zhanif : "Dia mau membunuh kita loh."
__ADS_1
Aline : "Tujuan kita kan hanya para manusia yang di perdagangkan, bukan dia."
Zhanif : "Hmmm...."
Cen Lin : "No-nona...!!."
Zhanif : "Tcih!, Cepat pergilah dan kaburlah!, Atau aku akan merubah pikiran ku dan akan ku bunuh kau!."
Cen Lin : "Ba-baik!." (Sambil menyalakan asap merah)
Zhanif dan Aline : "Hmm...?." (Melihat asap merah itu)
Zhanif : "Kau mau manggil teman yah?!."
Cen Lin : "BU-BUKAN TUAN!, INI HANYA UNTUK MEMPERINGATI TEMAN-TEMAN KAMI BAHWA KAMI AKAN KABUR!."
Zhanif : "Begitu yah, Cepat Pergilah!."
Cen Lin : "Ba-baik!, Selamat Tinggal Tuan dan Nona, Dan Terimakasih Banyak!!!." (Pergi sambil membawa pergi Chen Sun)
Zhanif : "Mora, Disini telah selesai..."
Mora : "Baik Tuan Zhanif!."
Zhanif : "Sudah ku bilang, Panggil Zhanif saja."
Mora : "Ba-baik!, Zhanif!."
Zhanif : "Bagus...."
Zhanif : "Pasukan Mora akan segera kesini."
Aline : "Begitu yah, ku harap mereka semua baik-baik saja."
Zhanif : "Aku juga."
"Di sisi lain."
Fal Pal : "Ughh...?!!." (Baru bangun)
Fal Pal : "Waaaah!!." (Kaget melihat wajah Ken yang mendekat)
Fal Pal : "Kau telah mengagetkan ku bodoh!."
Ken : "Hmmmm?!." (Apa?)
Fal Pal : "Eh, kau telah menyalakan asap merahnya?, Dan membawa kita kabur?."
Ken : "Hmmmm!." (Iyah)
Fal Pal : "Tak Kusangka jika musuh kita begitu sangat kuat, hanya dengan hawanya saja kita telah pingsan."
Ken : "Hmmmm!." (Iyah)
Fal Pal : "Ayo cepat, kita harus pergi dari tempat ini, dan berkumpul dengan semuanya."
Ken : "Hmmmm!." (Iyah)
"Semuanya pun telah di evakuasi, Para manusia yang di perdagangkan telah berhasil diselamatkan semuanya, dan kembali ke keluarga mereka masing-masing."
"Semuanya telah selesai, dan Bos dari pasar gelap sangat marah karena mendengar kabar ini."
"Para pembunuh bayaran yaitu, Yun Pai, Kai Jay, Chen Fin, Chen Sun, Cen Lin, Fal Pal Dan Ken, mulai untuk tidak menerima pesanan lagi dan hidup damai sementara, dan menikmati keseharian mereka."
"Sementara Gerombolan Xa'an, Mulai untuk beristirahat sejenak di istana milik Kaisar Gisu, Dan mulai untuk merencanakan apa yang mereka lakukan selanjutnya."
"Dan setelah itu......"
"Kenapa kau datang kesini?." (Ucap seseorang yang tengah duduk di kursinya)
Bos Pasar Gelap : "Kumohon!, Bantu aku memberantas mereka yang telah merusak kerja kerasku!."
"Memangnya kau itu siapa berani memerintahkan ku?, Kaisar.....?, Atau bisa kusebut Lao.....?." (Mengerutkan Alisnya)
Lao : "Ku mohon!, Bantu aku membasmi mereka!, Aku tau anda memang membenci ini, Dan telah menghancurkan sepersen dari bisnis saya, tapi akan ku kabulkan semua keinginan anda jika anda membantu saya!." (Kaisar Lao, Kaisar Lao adalah Kakak dari Kaisar Gisu sekaligus Paman dari Landi)
"Semuanya....?."
Lao : "Benar!."
"Memangnya siapa targetmu ini?."
Lao : "Aah...?!."
Lao : "Xa'an!, Xa'an Algreasia!, Tuan!."
"Xa'an....?."
Lao : "Benar!."
"........." (Terdiam sejenak)
"Baiklah, akan ku bantu kau."
Lao : "Tuan...!."
"Tapi, ingat satu hal, Apapun pilihan yang kau ambil kali ini, Itu adalah kesalahan mu." (Tatapan tajam)
Lao : "Tidak masalah!, Yang terpenting adalah mayat dari Xa'an ini!."
"Kau ini memang bodoh yah.... Baiklah tunggu saja kabar dariku, akan ku bawa mayat orang ini kepadamu." (Senyum)
Lao : "Waah!, Baik!, Terimakasih banyak!, Tuan Adya!!!."
Adya Trimarga : "Sama-sama......" (Tersenyum lebar)
(Salah satu dari 3 bersaudara Three Somebody!, Yang Terjenius!, Adya Trimarga!.)
"Di sisi lain."
Xa'an : "Kita bertemu lagi...."
Xa'an : "Dewi sialan....."
Selefia : "Halo....." (Tersenyum)
SELESAI..............!!!
"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."
"Yah semuanya telah selesai dan tantangan baru akan terjadi kali ini, semua akan menjadi sulit untuk kedepannya, tidak ada waktu untuk bermalas-malasan!, Semuanya demi kekuatan yang besar!."
__ADS_1
"Pahlawan Raja Iblis."
"Di tunggu yah!!!."