The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Pengkhianatan


__ADS_3

*CHAPTER* 89 Season 02


Judul : Pengkhianatan


Zhanif : "Kau...?!." (Terkejut)


Adya : "Hmm...." (Senyum)


Zhanif : "Adya!."


Adya : "Halo Zhanif, Sudah lama kita tidak bertemu yah."


Zhanif : "Adya, Apakah kau yang menyuruh mereka menyerangku?."


Adya : "Itu benar, Aku hanya mengetes kekuatanmu apakah masih sama saja atau malah menurun."


Adya : "Tapi ternyata kau sedikit mulai berkembang yah..."


Zhanif : "Heh!, Itu semua sudah pasti!." (Menyombongkan diri)


Adya : "Haha, Baguslah kalau begitu."


Adya : "Kalian berdua kembalilah terlebih dahulu."


Ninja 1 dan 2 : "Baik Tuan!."


"Wesh!." (Ninja 1 dan 2 pergi secepat mungkin dari tempat itu)


Zhanif : "Jadi, Ada perlu apa kau menemuiku saudaraku?."


Adya : "Zhanif, Aku ingin membicarakan sesuatu padamu."


Zhanif : "Hmm?, Tentang apa?."


Adya : "Aku dengar, Kau sekarang mengikuti nya yah?."


Zhanif : "Mengikuti?, Apa maksudmu adalah Xa'an?."


Adya : "Iyah benar Xa'an, Itulah orangnya, Jadi...."


Adya : "Kenapa kau mengikutinya Zhanif.....?." (Adya menatap tajam ke arah Zhanif dan mengeluarkan hawa mencengkram)


Zhanif : "......." (Diam sejenak)


Adya : "Dia seorang pahlawan kan?, Bukannya semua pahlawan itu sama saja?!."


Adya : "Mereka akan membunuh kita semua pada akhirnya!."


Zhanif : "........"


Adya : "Cepat katakan padaku, Apa alasan mu mengikuti nya."


Zhanif : "Aku....."


Adya : "....."


Zhanif : "Aku merasakan hawa berbeda dari dalam dirinya, Dia adalah orang yang dapat kita andalkan suatu saat nanti Adya."


Zhanif : "Dia berbeda dari semua orang, Dia memiliki ke spesial an sendiri yang tidak ada satupun orang yang sama sepertinya."


Zhanif : "Semua ini alami dari naluri instingku saja."


Adya : "Instingmu....?."


Adya : (suara dalam hati) "Insting petarung Zhanif memang selalu tepat, Namun aku tidak akan mempercayai nya secepat itu."


Adya : "Memangnya ke spesial an apa yang terdapat dalam dirinya, Semua pahlawan itu sama saja, Mereka membuatku muak!."


Zhanif : "Itu semua karena kau belum bertemu dengannya secara langsung Adya."


Zhanif : "Jika kau bertemu dengannya sekali saja, Maka kau akan memahaminya!."


Zhanif : "Karena itulah yang terjadi padaku saat kali pertama aku bertemu dengannya."


Adya : "......"


Adya : "Baiklah....."


Adya : "Karena itu semua yang kau katakan, Aku akan sedikit mempercayai nya."


Zhanif : "Kalau begitu-."


Adya : "Tapi."


Zhanif : "Hmm?."


Adya : "Aku sekarang sedang bekerja sama dengan pemimpin pasar gelap bawah tanah itu, Dan menargetkan Xa'an Algreasia sebagai buronan kami."


Zhanif : "Eh, Kenapa?."


Adya : "Itu juga karena aku ingin mengetesnya, Apakah semua yang kau katakan itu benar, Atau hanya sebuah perasaan yang hanya kau lebih-lebih kan saja."


Adya : "Untukmu, Jangan ikut campur dalam urusan ini Zhanif, Kehadiranmu saja sudah membuat semuanya menjadi berantakan."


Zhanif : "Iyah baiklah, Aku tidak akan mencegah mu, Karena nanti kau akan tau sendiri." (Senyum)


Adya : "......" (Senyum)


Adya : "Sampai jumpa...."


Zhanif : "Yaaah!."


"Adya meninggalkan tempat itu dengan menggunakan sihir ruangnya."


Zhanif : "Jadi ini semua memang takdirnya yah....."


Zhanif : "Cepat atau lambat, Kami semua akan membantumu melawan orang itu Xa'an, Dan aku akan membalaskan semua yang dia lakukan kepada kami." (Mengepalkan tangan nya dengan erat)


"Di lain sisi tempat Mersha berada."


Mersha : (suara dalam hati) "Ini semua ternyata...."


Mersha : (suara dalam hati) "Yah, Sedari awal memang aku merasakan hal yang tidak enak padanya, Dan ternyata itu benar."


Mersha : (suara dalam hati) "Semua informasi ini pasti sudah sangat cukup bagi Tuan Xa'an, Waktunya kembali..." (Hendak pergi)


"Weesh....." (Sebuah sihir ruang keluar dari depan Mersha)

__ADS_1


Mersha : "Ugh....?!." (Terkejut)


Adya : "....." (Menatap ke arah Mersha)


"Set...." (Mersha menunduk ke Adya lalu secepat mungkin pergi dari tempat itu)


Adya : "Wanita itu...."


Lao : "Oh Tuan Adya!, Anda sudah kembali!, Jadi bagaimana rencana kita nanti."


Adya : "Hmm..."


Adya : "Ikuti aku, Akan ku tunjukkan semuanya kepadamu." (Berjalan)


Lao : "Haha Bagus!, Terimakasih Tuan!." (Mengikuti Adya)


Lao : (suara dalam hati) "Kali ini kau akan mati!, Xa'an Algreasia!." (Hawa jahat)


"Setelah itu."


Zhanif : "Aku kembali...." (Zhanif masuk ke kamar Xa'an)


Aline : "Sayang..."


Zhanif : "Halo Aline."


Landi : "Zhanif?!."


Zhanif : "Hai Landi."


Xa'an : "Zhanif, Aku ingin kau mengetahui sesuatu terlebih dahulu."


Zhanif : "Hmm?, Ada apa?."


Xa'an : "Ada seseorang yang menyerang kita."


Zhanif : "....?!." (Kaget)


Xa'an : (suara dalam hati) "Sudah ku duga, Zhanif pasti akan terkejut mendengar hal ini."


Zhanif : (suara dalam hati) "Apa mereka sekarang sudah mulai bergerak?!."


Zhanif : "O-ooh iyah!, Itu buruk!."


Xa'an dan Lycia : "Hmm?." (Bingung)


Zhanif : "Maksudku, Apa kamu tau siapa orangnya Xa'an?."


Xa'an : "Aku tidak tau, Mereka cukup pintar dalam hal ini, Mereka menghapus semua jejak untuk menggali semua informasi kita."


Zhanif : "Ooh...."


Zhanif : (suara dalam hati) "Itu sudah pasti, Adya adalah orang yang sangat berhati-hati, Dia akan menghapus bersih sekecil apapun jejaknya."


Xa'an : "......" (Memperhatikan Zhanif)


Mersha : "Tuan!." (Mersha datang dari samping Xa'an)


Xa'an : "Oh Mersha, Bagaimana?."


Mersha : "Hasilnya sangat mengejutkan Tuan, Karena musuh kita kali ini adalah."


Mersha : "Pemimpin pasar gelap bawah tanah, Sang Kaisar Lao." (Serius)


Xa'an dan Lycia : "....?!." (Terkejut)


Aline : "Kaisar Lao?."


Mora : "Ya-yang benar?!." (Terkejut)


Zhanif : "Hmmm....."


Landi : "It-itu tidak mungkin?!!."


Mersha : "Ini memang ada benarnya."


Xa'an : "Jelaskan bagaimana Kaisar Lao adalah Pemimpin Pasar gelap bawah tanah itu Mersha."


Mersha : "Pertama, Dia sudah merencanakan ini sedari awal, Sedari dia menjadi seorang Kaisar."


Xa'an : "Itu...?."


Xa'an : (suara dalam hati) "Tidak aneh kenapa orang-orang di pasar tidak berani menatap ke arah Kaisar Lao saat itu." (Mengingat kembali saat berada di pasar krista)


Xa'an : "Lalu?."


Mersha : "Lalu yang kedua adalah, Ini..." (Mersha menyerahkan sebuah kertas perencanaan milik Kaisar Lao)


Xa'an : "I-ini?!."


Mersha : "Dik Lycia, Tolong cek kertas ini dengan Roh milik anda."


Lycia : "Oh!, Baiklah!."


Lycia : "Keluar." (Sebuah Roh penyidik keluar)


Xa'an : (suara dalam hati) "Roh penyidik, Mereka adalah Roh tipe pencari informasi, Mereka saling bertukar informasi dari satu Roh ke Roh lainnya."


Xa'an : (suara dalam hati) "Dan tentunya, Roh ini adalah Roh dengan tingkat tinggi, Tak kusangka bahwa Cia akan berada di tingkatan ini sekarang."


Lycia : "Dia sekarang sedang menunggu informasi dari sesamanya."


Landi : "E-emm....!."


Lycia : "...?!." (Roh memberitahu Lycia)


Lycia : "I-ini, Benar...."


Landi : "Lycia, Apa maksudmu itu?!."


Lycia : "Benar, Bahwa Kaisar Lao adalah musuh kita kali ini."


Landi dan Mora : "Aah...?!!." (Terkejut)


Landi : "It-itu tidak mungkin!, Pa-paman Lao melakukan semua ini?!."


Xa'an : "Kuatkan hatimu Landi, Seperti inilah dunia, Semuanya tidak dapat di perkirakan."

__ADS_1


Landi : "ek-eee....?!." (Shock)


Mora : "Landi......"


Xa'an : "Apa ada informasi lain Mersha?."


Mersha : "Iyah Tuan, Ada satu yang serius saat saya mencari informasi disana."


Mersha : "Atau bisa di anggap, Kehadiran nya adalah bencana bagi kita."


Zhanif : "Emm....."


Aline : "......" (Melihat ke arah Zhanif)


Mersha : "Saat saya hendak kembali dari investigasi, Saya bertemu dengan seseorang yang kembali melalui sebuah ruang."


Xa'an : "Ruang?, Hanya sebuah ruang?."


Mersha : "Ini bukan sebuah sembarang ruang Tuan, Ini adalah sebuah celah dimensi ruang." (Serius)


Xa'an : "Si-sihir Ruang?!."


Mersha : "Lebih tepatnya seperti itu."


Lycia : "A-An Kun, Apakah itu artinya?."


Xa'an : "Iyah itu benar Cia!, Kali ini Adya Trimarga Sang Terjenius ikut campur dalam urusan ini!." (Sambil melihat ke arah Zhanif yang terdiam)


Xa'an : (suara dalam hati) "Jadi karena hal ini kau tidak banyak bicara, Zhanif...."


Zhanif : "....." (Terdiam)


Xa'an : "Baiklah, Terimakasih banyak atas kerja kerasmu Mersha, Sekarang kembalilah." (Xa'an mengeluarkan daging-daging yang di belinya saat di pasar bersama Lycia)


Mersha : "...?!!." (Terkejut senang)


Mersha : "Te-terimakasih banyak Tuan!." (Wujud Mersha menghilang bersamaan dengan daging-daging itu)


Xa'an : "Jadi.... Bagaimana." (Xa'an mulai berjalan)


Xa'an : "Zhanif....?." (Xa'an tepat berada di depan Zhanif)


Zhanif : "......" (Menatap ke arah Xa'an)


Xa'an : "Musuh kita kali ini adalah Saudaramu sendiri, Dan itu memanglah tujuan awal kita kesini."


Xa'an : "Apa kau tidak keberatan jika aku dan yang lainnya menjadi musuh Adya ini?."


Xa'an : "Dan juga, Kau akan memilih ke pihak siapa Zhanif, Itu semua tergantung dari pilihanmu, Aku tidak akan memaksamu."


Zhanif : "....." (Terdiam sejenak)


Zhanif : "Aku....."


"Suasana hening, Semuanya menatap ke arah Xa'an dan Zhanif."


Zhanif : "Aku akan tetap mengikuti mu Xa'an, Dan juga ini memang lah pilihanku sedari awal, Bahwa mengikuti mu adalah prioritas ku."


Zhanif : "Karena kau adalah, Partner ku." (Senyum)


Xa'an : "Hmmm...." (Senyum)


Xa'an : "Terimakasih, Partner...."


Zhanif : "Yaaah...!."


Xa'an : "Jadi semuanya!." (Xa'an memutar badannya)


Xa'an : "Kita harus bersiap akan semua yang terjadi pada kita, Sekarang kita harus lebih berhati-hati karena musuh kita kali ini dua orang!."


Xa'an : "Pertama adalah Kaisar Lao!."


Landi : "Emmm...!."


Xa'an : "Dan yang kedua adalah, Adya Trimarga!."


Zhanif : "......."


Xa'an : "Ini memang mengejutkan, Karena Kaisar Lao adalah Pengkhianat dalam kelompok kita."


Xa'an : "Kita jangan sampai menganggap enteng mereka berdua."


Xa'an : "Karena mereka berdua adalah orang yang cukup menyusahkan."


Xa'an : "Semuanya!, Aku hanya berharap bahwa, Kalian semua harus berhati-hati yah!, Jangan sia-siakan nyawa kalian!, Kabur saat terancam, Nyawa adalah prioritas terpenting!, Dan juga selamatkan nyawa teman kalian jika merasa berbahaya!, Kerja sama tim juga penting dalam hal ini!."


Semuanya : "YAAAAH.....!!!!." (Bersorak)


Lycia : "Itulah An Kun....." (Senyum)


Xa'an : (suara dalam hati) "Adya, Tunggu saja kedatangan ku."


"Di lain sisi."


Adya : "Semua perancanaan nya telah selesai, Tinggal menjentikkan jari saja semua pasti akan berjalan sesuai kemauan ku." (Sedang duduk di bangku singgasana)


Adya : "Kalian semua...." (Berdiri)


Adya : "Pastikan semua ini berjalan lancar, Pancing orang bernama Xa'an Algreasia itu bertemu denganku!."


Adya : "Dan culik wanita bernama Lycia Arthem itu dan bawa ke hadapanku, Itu pasti akan membuat dia lebih serius dalam hal ini."


Para bawahan penting Adya : "Baik Tuan!."


Adya : "Bagus......"


Adya dan Xa'an : "Dan sekarang....!." (Adya hendak menjentikkan jarinya, Dan Xa'an hendak mengeluarkan sihirnya)


Adya dan Xa'an : "Dimulai!."


"Cteek....!." (Adya menjentikkan jarinya)


Xa'an : "Aura!." (Mata Xa'an berubah menjadi warna Emas!)


SELESAI...........!.


"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."

__ADS_1


"Aura!."


"Di tunggu yah!."


__ADS_2