
*CHAPTER* 91.3 Season 02
Judul : Pertarungan di sihir ruangan 2 (03)
Xa'an : "Haah.... Haah....." (Kelelahan)
Adya : "....." (Menjaga jarak sembari melihat ke arah Xa'an)
Adya : "Ingat ini Xa'an, Aku tidak akan berhenti sampai kau benar-benar mati!."
Xa'an : "Khek...!." (Menatap ke arah Adya)
"Sret...." (Xa'an yang awalnya terduduk mulai berdiri tegak)
Adya : ".....?!."
Xa'an : "Aku memang tak sekuat diriku yang dulu, Namun...."
Xa'an : "Aku akan berusaha sebaik mungkin untuknya!." (Tersenyum)
Adya : "Apa yang sedang kau ocehkan itu?." (Memegang Tombak nya)
Xa'an : "Maju!."
Adya : "Cih...?!!." (Terbawa emosi)
Xa'an : "Teknik pengeluaran pedang!." (Xa'an mengeluarkan pedangnya)
Adya : "Spear of Destruction!." (Adya mengumpulkan sebuah tekanan kekuatan ke dalam Tombak nya)
"Cret!, Blaaar!." (Retakan muncul di pijakan Adya dan mulai hancur)
Zhanif : "Gawat!, Itu teknik andalan Adya!, Xa'an!."
Xa'an : "Slash!!!!."
"ZIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINGGG!." (Xa'an menebas ke arah Adya)
Adya : "Bodoh!, Memangnya teknik itu dapat menghentikan ku?!." (Adya maju ke arah tebasan Xa'an)
"Drap! Drap! Drap!." (Adya melaju ke arah tebasan Xa'an)
"Swuuuuuushh!!, Blaaaaar!!!." (Adya mengayunkan Tombak nya ke tebasan Xa'an, Dan ledakan pun terjadi)
Adya : "Mati kau Xa'an, Uhk...?!." (Terkejut)
Adya : (suara dalam hati) "Dia tidak ada!."
"Set!." (Tiba-tiba seseorang datang dari arah belakang Adya)
Xa'an : "Itu semua hanya pengalihan!, Ku kira kau sejenius itu Adya!." (Xa'an hendak Menebas Adya)
Adya : "......" (Tenang)
"Syuuut!." (Adya menusuk Tombak nya ke arah depan)
Xa'an : "Ugh..?!!!." (Terkejut)
"Craaash!!." (Xa'an terkena Tusukan Tombak di perut)
Adya : "Apa kau kira aku tidak akan pernah memprediksi kan semua ini hah?, Xa'an Algreasia!."
Xa'an : (suara dalam hati) "Khuk?!, Di-dia membuat sebuah sihir ruangan di depan Tusukan Tombaknya dan membuat Tombak itu mengarah ke Perutku?!."
"Dap! Dap!." (Tubuh Xa'an goyah)
Xa'an : "Uhk....!." (Xa'an menahan perutnya)
Adya : "Sepertinya luka itu belum cukup dalam, Kau menahan nya dengan pedang mu yah." (Berjalan perlahan ke arah Xa'an)
Xa'an : "........" (Menatap ke arah Adya)
Adya : "Zhanif!, Lihatlah ini!."
Zhanif : "Ugh?!."
Adya : "Ini adalah akhir dari petualangan dari Pahlawan Xa'an Algreasia, Aku akan mengakhiri nya hari ini." (Bersiap mengayunkan tombak nya)
Xa'an : "......." (Tak berdaya)
Adya : "Banggalah Xa'an Algreasia, Karena kau akan mati oleh Spear Of Destruction ku, Dan mati di tanganku."
Xa'an : "Heh...." (Senyum)
Adya : "Hmm?!."
Xa'an : "Kamu memang masihlah anak yang manja yah, Adya...." (Senyum)
Adya : "Tch!." (Kesal)
Adya : "Kau berkata seperti mengenaliku saja!, Aku sudah muak!."
"Weeeeesh....!!!." (Adya mengayunkan Tombak nya)
Xa'an : "......."
"CTAAAANG!!!." (Serangan Adya di tahan oleh seseorang)
Adya : "....?!!!!." (Terkejut)
Zhanif : "....?!!!!." (Terkejut)
__ADS_1
"Haaah.... Kau sudah hampir mati berapa kali lagi sih Xa'an Algreasia?, Atau lebih tepatnya Va'an....?."
Xa'an : "Ahk?!!, Ka-kamu!." (Terkejut)
"ALKRI!!!."
Alkri : "Heh!, Tak kusangka si Xa'an yang asli itu tidak akan bangun di saat-saat seperti ini!." (Alkri masih menahan serangan Tombak Adya)
Adya : "Apa yang dilakukan oleh tangan kanan raja iblis disini?."
Alkri : "Aku hanya ingin membantu saudaraku saja bodoh!." (Alkri menghempas kan Tombak Adya sehingga Adya terdorong kebelakang)
Adya : "....."
Alkri : "Oi Xa'an, Atau sekarang ku sebut entah siapa kau tapi aku sangat-sangat familiar dengan semua teknik mu itu."
Alkri : "Aku tau kau bukan Xa'an saat ini, Tapi lakukan lah yang terbaik, Ini seperti bukanlah dirimu yang asli."
Xa'an : "Itu memang benar...." (Berdiri dengan sempoyongan)
Xa'an : "Karena ini bukanlah kondisi prima ku, Aku hanya meminjam nya dari Partner ku...." (Senyum)
Alkri : "Hmm...."
Alkri : "Terserah saja, Aku hanya dapat membantumu sampai sini saja, Sepertinya si Xa'an itu masih belum mengumpulkan mana nya yah..."
Xa'an : "Benar, Dan terimakasih atas bantuannya, Alkri....!." (Senyum)
Alkri : "........" (Menatap ke arah Xa'an)
Alkri : "Rasanya sungguh aneh mendapatkan rasa terimakasih darimu."
Alkri : "Tapi yah sudahlah, Aku akan pergi sekarang, Dan aku ingin memberitahu kan mu sesuatu yang penting sebelum itu."
Xa'an : "Hmm?!."
Alkri : "Jimat itu, Bukan, Batu itu, Batu yang di beli nya saat di pasar krista, Dia menyebut batu itu sebagai batu yang aneh, Tapi itu adalah sumber keberuntungan." (Alkri menyamar menjadi seorang penjual dan Xa'a membeli batu itu dari Alkri)
Alkri : "Karena kalau kau ingin menang melawan orang yang jenius!, Kau harus beruntung!."
Adya : "......"
Xa'an : "Begitu yah..... Baiklah aku akan memberitahukan nya nanti."
Alkri : "Bagus......." (Senyum)
"Wesh......" (Tubuh Alkri menghilang ditelan oleh kegelapan)
Adya : "Apa ini, Jadi kau mempunyai koneksi dengan Tangan kanan raja iblis?, Apa memang benar kau itu Pahlawan?."
Xa'an : "Entahlah...."
Xa'an : "Tapi karena hal itu, Aku semakin yakin kalau aku akan dapat mengalahkan mu sekarang!." (Tersenyum)
Adya : "Kau ini sungguh yah....."
Adya : "Tidak belajar dari kesalahan mu sendiri!." (Kekuatan Adya membara)
Xa'an : "Slash!!!." (Xa'an menebas ke arah Adya)
Adya : "Percuma!." (Adya mengayunkan tombak nya ke arah tebasan Xa'an sehingga tebasan itu pun hilang)
"Drap drap drap drap!." (Xa'an berlari memutari Adya)
Adya : "...." (Memperhatikan Xa'an)
Xa'an : "Slash!."
"Weeesh!." (Adya menebas tebasan Xa'an)
Adya : "Sudah kubilang semua yang kau lakukan itu percuma."
Xa'an : "Slash!."
"Weeesh!." (Adya menebas lagi)
Adya : "Cih!."
Adya : (suara dalam hati) "Sebenarnya, Apa yang sedang dia pikirkan sekarang?."
"Slash!."
"Weeesh!."
Adya : "....."
Adya : (suara dalam hati) "Dia memutariku sembari memberikan serangan tebasan."
Adya : (suara dalam hati) "Sebenarnya apa yang sedang dia cari?!."
Xa'an : (suara dalam hati) "Terakhir...."
Xa'an : "Slash!."
"Weeeeesh!."
Adya : "Hentikan dasar bodoh!, Kau membuang-buang waktuku saja!."
"Ckret!, BLAAAAR!." (Adya membuat tanah yang di pijak oleh mereka hancur)
Xa'an : (suara dalam hati) "Itu dia!, Aku akui Adya memang Jenius, Namun dia tetaplah seorang yang pemarah, Dia gampang tersulut oleh Emosi."
__ADS_1
"Swuiing...!." (Sebuah Tombak datang dari sihir ruangan ke arah Xa'an tepat di belakangnya)
Xa'an : "Ugh?!!." (Menyadari itu)
"Set!." (Xa'an Menghindar)
Adya : "Disana kau, Akan ku pastikan kau tidak akan lari-lari an lagi seperti itu!."
Xa'an : "Tenang saja, Aku tidak akan melakukan nya lagi kok, Toh semua sudah selesai..." (Senyum)
Adya : "Kau ngoceh apalagi sih?!, Aku tidak mengerti dengan apa yang kau ocehkan!." (Kesal)
Xa'an : "Kamu akan tau sendiri Adya..."
Adya : "Hmm!, Mati!!!." (Adya menerjang ke arah Xa'an)
"Syuuut!!!." (Adya menodongkan tombak nya tepat ke wajah Xa'an)
Xa'an : "......." (Tenang)
"BLAAAAAAR!!!!."
"Grep!!!." (Xa'an memegang Tombak Adya tepat ujung Tombaknya berada di depan wajahnya)
Adya : "Ugh...?!!." (Terkejut)
Xa'an : "Kau telah berusaha semaksimal mungkin, Xa'an!." (Senyum)
Adya : (suara dalam hati) "Khek?!, Apa-apaan ini?!, Aku tidak bisa menarik Tombak ku kembali!."
Adya : (suara dalam hati) "Kekuatan cengkraman nya sangat kuat!."
Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang!."
Xa'an : "Tebasan Pedang!."
"Swuush!, Craaaassh!!!." (Adya terkena tebasan Xa'an)
Adya : "Ugh....?!!." (Terkejut)
"Wuuuush!, Braak!." (Adya terhempas jauh)
Zhanif : "Xa'an!, Akhirnya!, Ku kira kau akan kalah oleh Adya!."
Xa'an : "Memangnya kau kira aku selemah itu yah!."
Adya : "....." (Terjatuh)
Adya : (suara dalam hati) "Apa ini?!, Kenapa sekarang dia semakin bertambah kuat?!."
Adya : "....." (Perlahan berdiri)
Xa'an : "Hmm?." (Melihat ke arah Adya)
Xa'an : (suara dalam hati) "Jadi dia yah Adya Trimarga, Dia dapat menyebabkan luka seperti ini kepada Xa'an." (Melihat ke arah perutnya)
"Taraa!, Gadis itu, Lycia dia baik-baik saja, Kamu tidak perlu khawatir terhadap nya, Dan juga batu yang kamu beli dari orang aneh di pasaran itu juga, Katanya itu sangat penting bagimu untuk melawan sang Jenius Adya."
"Katanya benda itu dapat membantumu mengalahkan nya!, Ini memang sulit untuk di percaya, Tapi percayalah kepadaku kali ini Taraa!." (Suara yang muncul dari pikiran Xa'an)
Xa'an : (suara dalam hati) "Begitu yah, Cia baik-baik saja." (Senyum)
Xa'an : (suara dalam hati) "Dan juga, Batu ini?, Ini penting untukku melawan dia?."
Adya : "Kuh...!."
Adya : "Sepertinya kau sekarang telah sadar sepenuhnya yah!, Ku kira hanya segitu saja kekuatan mu, Ternyata tidak!."
Xa'an : "....!." (Bersiap)
Adya : "Aku terkejut dengan perubahan mendadakmu itu, Apa kau sesuatu lagi yang kau sembunyikan?."
Xa'an : "Kau tak perlu tau semua itu, Karena kau akan tau sendiri saat kau mengikutiku!." (Senyum)
Adya : "Cih!, Bualanmu itu ternyata masih tetap sama saja yah...."
Adya : "Baiklah....." (Bersiap)
Xa'an : "Emm...!."
Xa'an : (suara dalam hati) "Aku telah mengetahui semua serangan Adya terakhir kali melalui semua ingatan yang Xa'an berikan padaku, Dia dapat melancarkan sebuah serangan yang merepotkan seperti Tombak ruangan itu?!."
Adya : "Mulai sekarang aku akan mulai serius terhadap mu."
Xa'an : "Iyah, Majulah!, Ronde ke dua, Dimulai!."
Adya : "Cih!."
Adya : "Spear Of Destruction!."
Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang!."
"Bats!, Bats!." (Xa'an dan Adya saling menerjang)
"BLAAAAAAAR...!!!!." (Sebuah Ledakan Besar Terjadi!)
SELESAI.........!
"Pertarungan di sihir ruangan 2 masih akan terus berlanjut!."
"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."
__ADS_1
"Pertarungan di sihir ruangan 2 (04)."
"Di tunggu yah!."