The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Rencana (02)


__ADS_3

*CHAPTER* 84.2 Season 02


Judul : Rencana (02)


Zhanif : "........" (Berkuda-kuda)


Aline : "......." (Bersiap mengeluarkan sihir)


Cen Lin : "Chen Sun, Apakah kau bisa memberiku waktu untuk merapal?."


Chen Sun : "Butuh waktu berapa lama untuk merapal nya?."


Cen Lin : "1 Menit, Apa kau bisa?."


Chen Sun : "Dengan pukulan nya yang seperti itu, Dan kekuatan dari wanita itu masih belum ku ketahui, Namun akan ku usahakan semaksimal mungkin."


Cen Lin : "Baguslah!, Sekarang waktunya lindungi aku!." (Mengaktifkan mantra sihir berskala besar, serta matanya berubah menjadi warna biru)


Chen Sun : "Yosh...!!!." (Mata berubah menjadi warna merah)


"Drap! Drap! Drap! Drap!." (Chen Sun berlari kencang ke arah Zhanif dan Aline)


Zhanif : "Hei hei, dia yakin nih mau lawan kita berdua?."


Aline : "Sepertinya begitu...." (Bingung)


Zhanif : "Baiklah, kalau begitu jangan ganggu aku yah sayang...." (Mengepalkan tangan nya)


Aline : "Terserahmu."


Chen Sun : "HAAAAAAAH...!!!." (Mendekat ke arah Zhanif)


Zhanif : "Kemari......" (Bersiap menyerang)


"BLAAAAAAR.....!!!!" (Zhanif Memukul ke arah Tameng Chen Sun)


Zhanif : "Hmmm?!." (Kaget)


Chen Sun : "Heeeenggg!!!!!." (Chen Sun mendorong keras Tameng nya, Dan membuat Zhanif Terdorong sedikit)


Zhanif : "Hmmm?, Apa yang terjadi?!."


Chen Sun : "Kau pasti kaget kan?, Tameng ini adalah Tameng Cross Legenda yang susah payah aku dapatkan, Butuh banyak pengorbanan serta waktu yang harus aku pakai untuk mendapatkan tameng ini."


Zhanif : "........" (Terdiam)


Chen Sun : "Kau pasti terkejut kan sampai tak bisa berkata apa-apa, Yah karena Tameng ini tak akan mudah goyah dan selalu akan memberikan defense besar bagi pengguna nya."


Chen Sun : "Menyerahlah sekarang juga!, Dengan gaya bertarung beladiri mu, tak akan mudah untuk menembus defense yang di buat oleh tameng ini!."


Zhanif : "Begitu?."


Chen Sun : "Ahk...?!." (Kaget)


Zhanif : "Saudara jauhku punya yang seperti itu banyak sekali." (Meregangkan tubuhnya)


Zhanif : "Hmmm biar ku hitung, Mungkin ada puluhan." (Memiringkan kepalanya)


Zhanif : "Dan aku telah menghancurkan sebagian Tamengnya dan membuat dia marah besar karena hal itu." (Tatapan mematikan)


Chen Sun : "UGHHH....?!!!!." (Terkejut sekaligus merinding)


Chen Sun : (suara dalam hati) "Kata-kata nya sulit untuk di percaya, Tapi kenapa tubuhku bereaksi bahwa orang ini sangatlah berbahaya?!!." (Sambil menelan ludahnya)


Zhanif : "Kau sudah siap kah dek...?!." (Melakukan kuda-kuda)


Chen Sun : "A-aaahkk...?!!." (Bersiap untuk bertahan)


Zhanif : "Gerakan pertama......."


"Drap! Drap! Drap! Drap!." (Zhanif menerjang ke arah Chen Sun)


Zhanif : "First Punch!!!." (Zhanif Memukul keras Tameng)


"BLAAAAAARR....!!!!." (Hantaman keras terdengar serta ledakan yang besar)


"Krieeekk...!!." (Suara Retakan)


Chen Sun : "Ughh??!!!, A-aku harus menahan nya!, Jangan remehkan Tameng ini!!." (Mencoba untuk berusaha menahan pukulan keras Zhanif)


Zhanif : "Masih belum....!." (Bersiap menyerang lagi)


Zhanif : "Second Punch!!!." (Zhanif Memukul dengan keras untuk kedua kalinya)


"BLAAAARRR....!!!!!!" (Suara Keras dan ledakan besar muncul sekali lagi)


"Krieeeett!!!, Ctaaaarrrr!!!!." (Suara retakan berbunyi dan Setengah tameng pun retak!)


Chen Sun : "UGHH....?!!!." (Terkejut)


Chen Sun : "Uaaaaaaaaaaahkkkk.......!!!!!!!" (Terpental Jauh)


"BRUAAAAAAAAKKK!!!."


Chen Sun : "..........." (Tak sadarkan diri)


Cen Lin : "....?!!." (Menyadari hal tersebut)


Zhanif : "Selesai......"


Zhanif : "Sekarang tinggal bocah merapal itu." (Berjalan perlahan ke arah Cen Lin)


Cen Lin : "Tch.....!."


"Di Lain Sisi."


Kai Jay : "Kak Yun, Sekarang kita sudah masuk ke dalam area hutan, Apakah nanti akan ada suatu yang bahaya?."


Yun Pai : "Itu sudah pasti, Musuh pasti akan menantikan kehadiran kita, Maka dari itu kita harus lebih berhati-hati."


Kai Jay : "Baiklah!."


Chen Fin : "Musuh kita pasti orang yang kuat, Mereka saja bisa menghalau semua orang yang menjaga Perdagangan manusia ini, Sampai-sampai membayar kita untuk melindungi perdagangan menyebalkan ini."


Kai Jay : "Tenang saja Chen Fin, Dengan adanya Kak Yun, Semuanya pasti akan teratasi, Kekuatan dan pengalaman Kak Yun pasti siapapun tak akan ada yang bisa mengimbanginya."


Kai Jay : "Kau hanya harus mensupport Kak Yun dari belakang dan aku akan menjagamu."


Chen Fin : "Tapi tetap saja, Perdagangan ini....."


Yun Pai : "Ada apa Chen Fin?, Apa kamu tidak menyukai kalau kita harus melindungi perdagangan ini?."

__ADS_1


Chen Fin : "Eh?!, Tidak!, Maksudku bukan seperti itu!."


Yun Pai : "Tidak apa-apa, Selesai melakukan ini kita tidak akan menerima ajuan untuk melindungi mereka lagi." (Senyum)


Chen Fin : "K-kak yun....!."


Yun Pai : "Karena ini adalah pekerjaan kita, Sekarang kita harus menyelesaikan nya sampai akhir."


Chen Fin : "Hum...!." (Mengangguk)


Kai Jay : "Yaah...!!!." (Tersenyum)


Yun Pai : "Hmmm...." (Senyum)


Yun Pai : "....?!!." (Terkejut)


Yun Pai : "Chen Fin! Sihir Pelindung besar sekarang!!."


Chen Fin : "Ba-baik!!!." (Cepat tanggap)


"Sesuatu seperti beberapa Roh sihir menyergapi Yun Pai, Kai Jay dan Chen Fin."


"Lalu para Roh sihir itupun mengeluarkan sebuah berbagai sihir elemen berbeda untuk menyerang mereka bertiga."


"BLAAAAAAAR....!!!!." (Ledakan besar terjadi!, Dan kabut pun keluar)


"Weeeeeesh........" (Kabut mulai perlahan menghilang)


Kai Jay : "Le-ledakan apa itu tadi?!!, Itu sangat berbahaya!."


Chen Fin : "U-untung saja....!."


Yun Pai : "........." (Terdiam sejenak)


Yun Pai : "Kalian semua, Bersiap untuk bertarung." (Sambil memberi aba-aba untuk kereta kuda untuk pergi berlindung)


Kai Jay dan Chen Fin : "Hmmm!." (Mengangguk)


Kai Jay : "....." (Berkuda-kuda, Lalu warna matanya berubah menjadi warna merah)


Chen Fin : "......" (Bersiap, Lalu warna matanya berubah menjadi warna biru)


"Sing....." (Yun Pai mengeluarkan satu pedangnya)


"............" (Suasana hening sejenak)


Kai Jay : "Emm...." (Waspada)


Chen Fin : "......." (Waspada)


Yun Pai : "......" (Tenang)


"Srek srek!." (Suara samar-samar)


Kai Jay, Chen Fin dan Yun Pai : "......?!!."


Landi : "Silauan Cahaya!!." (Sihir Cahaya yang begitu terang membuat semuanya tidak dapat melihat apapun)


Yun Pai : "Si-sihir Cahaya...?!."


Kai Jay : "Ma-mataku!."


Chen Fin : "Aahk....!."


Xa'an : "Seeeeeesh......." (Menghirup Nafas)


Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang." (Xa'an berlari ke arah Kai Jay)


Xa'an : "Tebasan Pedang!."


"Ziiiiiiing....!!!." (Xa'an mendekat lalu menebas Kai Jay)


Kai Jay : "?!!, Eehkkkk....!!!!!!." (Kai Jay menahan tebasan Xa'an dengan sihir pelindung nya)


Kai Jay : "AAAAAAAAAAHKKKK....!!!!." (Terhempas jauh)


"Bruaaaaaakk..!!!!."


Chen Fin : "Kai...!!!."


Kai Jay : "E-eeek......." (Lemas)


Xa'an : "Selanjutnya." (Menoleh ke arah Chen Fin)


Chen Fin : "Emm....?!!." (Merinding)


Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang...." (Menerjang ke arah Chen Fin)


Chen Fin : "A-aa...?!." (Bersiap)


Xa'an : "Tebasan Pedang!."


"CEEETAAAAANGGG!!!."


Xa'an : "Ughh...?!!!." (Terkejut)


Chen Fin : "K-Kak Yun?!!!."


Yun Pai : "Kau kuat juga Anak muda...."


Xa'an : "......!!." (Mengerutkan Alisnya)


"CETANG! CETANG! CETANG! CETANG!."


"Xa'an dan Yun Pai saling beradu tebasan pedang mereka satu sama lain."


Xa'an : "Tebasan Pedang!."


"ZIIIIIINGG...!!!." (Tebasan besar dan kuat dari Xa'an)


"Krieeeeeeettt!!, Blaaaarrr!!." (Yun Pai berhasil menahan nya, lalu Mementalkan nya)


"WEEEEEESHH......!!!." (Sebuah Sihir api besar menghampiri Yun Pai)


"Grep!!." (Yun Pai mengangkat pedang nya ke arah atas, lalu mengayunkan nya ke bawah dengan kuat)


Yun Pai : "Belah...!!!." (Tebasan Kuat Yun Pai membuat Bola api milik Xa'an terbelah lalu menghilang)


Yun Pai : "Ada dimana....?." (Mencari keberadaan Xa'an)


"Sebuah Sihir tebasan angin yang kuat tiba-tiba datang dan mengagetkan Yun Pai."

__ADS_1


Yun Pai : "Ek..?!!." (Menahan Sihir Angin tersebut)


"Swuuush..!!." (Yun Pai berhasil menahan Sihir angin itu)


Yun Pai : (suara dalam hati) "Ada berapa elemen yang dapat dia gunakan?!, Sihir angin itu datang lagi!."


"Drap! Drap! Drap!." (Yun Pai berhasil menghindari sihir angin milik Xa'an)


Yun Pai : "Tidak bisa kalau begini terus."


"Sret!." (Yun Pai berkuda kuda untuk melakukan serangan yang kuat)


Yun Pai : "Slash Sword!."


"ZING ZING ZING ZING ZING ZING ZING ZING ZING ZING ZING ZING!." (Yun Pai Menebas ke seluruh arah)


"CETANG CETANG CETANG CETANG!." (Suara seseorang berhasil menahan serangan luas Yun Pai)


Yun Pai : "Suara itu." (Mencari sumber suara tersebut)


Yun Pai : "Di atas!." (Menengok ke atas)


Xa'an : "......." (Xa'an turun dengan cepat ke arah Yun Pai)


Xa'an : "Seeeeeeeeshhh....." (Menghirup Nafas)


Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang!!!." (Warna mata Xa'an berubah menjadi Warna Biru!)


Xa'an : "Tebasan Pedaaaaang!!!!." (Xa'an Menebas dengan sangat kuat ke arah Yun Pai)


Yun Pai : "........" (Tenang)


Yun Pai : "Sepertinya aku harus menggunakan nya...." (Sebuah pedang yang hanya sebuah gagang nya di pakai oleh Yun Pai)


Yun Pai : "Lapisan Mana.....!." (Sebuah pedang yang hanya Gagang pun menciptakan sebuah mata pisaunya dengan menggunakan mana)


Yun Pai : "Double Style Sword!, Slaaaaashh!!!!!." (Sebuah dua tebasan kuat mengarah ke tebasan kuat Xa'an)


"ZIIIIIIIIIIIIIING....!!!!!."


"BLAAAAAAAAAAAARRR........!!!!!."


"ZIIIIIIIIIIIIIING.....!!!!!!." (Sebuah Tebasan mengarah ke arah Xa'an)


Xa'an : "Te-tebasanku kalah?!."


Xa'an : "Tcih!." (Bersiap)


Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang!!!!." (Warna mata Xa'an berubah menjadi warna Merah!)


Xa'an : "Tebasan Pedang...!!!!." (Xa'an Menebas tebasan yang mengarah padanya)


Xa'an : "Ughhhhh....!!!!!."


"Krieeet....!!." (Suara Retakan)


"BLAAAAAAAR....!!!!."


"Weeeeesh......." (Xa'an terjatuh dari langit)


Lycia : "A-An Kun....!!!!."


Landi : "Xa'an!!!!."


Xa'an : "Ek-eeee...." (Membuka matanya perlahan)


Xa'an : ".....?!!!." (Tersadar kembali)


"Xa'an membenarkan posisinya untuk mendarat."


"Drap!." (Xa'an mendarat dengan aman)


Xa'an : "Ugh....!."


Yun Pai : "......." (Mendekat ke arah Xa'an)


Xa'an : (suara dalam hati) "Sialan, Aku sempat tidak sadarkan diri tadi."


Xa'an : (suara dalam hati) "Dan pedang itu....." (Melihat ke arah pedang berlapis Mana)


Lycia : "An Kun!!!." (Mendekati Xa'an)


Landi : "Xa'an!!!." (Mendekati Xa'an)


Xa'an : "Cia, Landi...."


Lycia : "Apa kamu tidak apa-apa?!!." (Panik)


Xa'an : "Aku tidak apa-apa Cia, Jadi tenangkan dirimu..."


Lycia : "Aku tau cara untuk membuat stamina mu pulih kembali, tapi aku tidak tau bagaimana cara untuk menyembuhkan mu."


Xa'an : "Stamina saja sudah sangat cukup Cia."


Xa'an : (suara dalam hati) "Di ingat bahwa sihir penyembuh hanya untuk orang-orang terpilih saja yang memilikinya, itu pasti akan sangat sulit bagi Lycia untuk bisa melakukan nya."


Lycia : "Baiklah, Aku akan memanggil para Roh untuk memulihkan mu!." (Sambil memanggil beberapa Roh)


Yun Pai : "Kau pengguna pedang yang unik."


Xa'an : "......"


Yun Pai : "Darimana kau mempelajari ilmu pedang itu?."


Xa'an : "Aku mempelajarinya sendiri, dan di bantu sedikit oleh ilmu dari Ayahku."


Yun Pai : "Ilmu sendiri?!!, Kau genius yah, Dan kalau boleh tau siapa nama ayahmu itu?."


Xa'an : "Orang seperti mu tak perlu tau."


Yun Pai : "Begitu yah, Ilmu pedang ku ini aku juga mempelajari nya dari guruku saat dulu."


Yun Pai : "Aku mempelajarinya saat berpetualang dan tidak sengaja bertemu dengan ahli pedang, dia sama seperti mu, dia penemu teknik pedang, dan juga teknik pedang mana ini, aku juga di bantu olehnya."


Xa'an : "Benar juga, Darimana kau bisa mempelajari pedang mana itu?."


Yun Pai : "Semuanya dari satu orang saja, Yaitu...."


Yun Pai : "Theo Algreasia......"


Xa'an : "UGH.....?!!!." (Terkejut)

__ADS_1


SELESAI.............!


Rencana, Masih akan terus berlanjut!.


__ADS_2