
*CHAPTER* 94 Season 02
Judul : Menuntas Habis!.
TEMPAT : RUANG KLUB PELINDUNG SEKOLAH
Rafel : "Bagaimana dengan laporan murid kelas 1-C, Dasai?."
Dasai : "Seperti biasa, Mereka di ganggu oleh para berandal itu lagi, Mereka tidak ada kapok-kapok nya juga yah."
Rafel : "Haah... Padahal sudah kau peringat kan berkali-kali, Tapi masih berani juga yah, Aku akan menanganinya kali ini."
"Tidak, Biar aku saja yang menangani itu."
Rafel : "Hmm..?."
Dasai : "Eh?."
Sylfia : "Aku saja yang akan pergi." (Sedang duduk di meja yang terisi oleh alat minum teh)
Rafel : "Kamu..."
Dasai : "Wah, Jarang sekali kau mengacung kan dirimu sendiri yah, Bahkan tidak pernah sekalipun." (Kaget)
Sylfia : "Aku akan pergi dulu, Seperti biasa kan." (Berjalan keluar)
Rafel : "I-iyah."
"Brak." (Suara pintu tertutup)
Dasai : "Apa yang terjadi padanya?, Memang sulit yah membaca isi hati seorang perempuan."
Rafel : "Itu benar."
"Knok knok knok." (Suara orang mengetuk pintu)
Dasai : "Pergilah kami sedang sibuk, Kirim saja kami surat permohonan seperti biasa, Jadi jangan kembali lagi yah Terimakasih." (Menghiraukan)
Landi : "Eh?, Aku disuruh pergi?." (Bingung)
Xa'an : "Biar aku Landi."
"Knok Knok Knok."
Dasai : "Tch!." (Berjalan ke arah pintu dengan penuh kekesalan)
"Krieeeeet." (Dasai membuka pintu)
Dasai : "Sudah kubilang kan untuk kirim kami surat permohonan saja! Dan pergilah sa-." (Ucapan Terpotong karena Dasai melihat wajah Xa'an yang tepat berada di depannya)
Xa'an : "Apa seperti ini perlakuan mu terhadap pelanggan, Dasai?." (Senyum)
Dasai : "Eh?." (Bingung sekaligus tak percaya)
Rafel : "Oh!, Tuan Xa'an." (Melihat dari jauh)
Dasai : "Xa-xa'an?!!!, Da-dan juga Landi, Mora, Serta Ketua OSIS Lycia?!."
Landi : "Halo Dasai!, Sudah lama yah!."
Mora : "Halo semua..."
Lycia : "....." (Menyapa)
Dasai : "Si-silahkan Masuk Semua!!!."
"Beberapa saat kemudian."
"Xa'an pun mendengar Rumor tentang dirinya yang tersebar di Sekolah Galantic, Bahwa seorang anak Raja dapat keluar masuk secara bebas dengan gampangnya di sekolahan paling dihormati di Benua Tengah."
"Rafel dan Dasai pun menceritakan semua upaya yang mereka lakukan untuk menutupi semua tentang rumor itu, Namun seperti sebuah api yang tertiup angin, Api itu semakin membesar dan mulai mengenai orang lain."
"Rumor itu semakin meluas dan menyebar ke seluruh murid, Seperti ada kelompok yang sengaja meniup api tersebut."
Xa'an : "Jadi seperti itu yah, Terimakasih atas semua kerja keras kalian, Rafel Dasai."
Rafel : "Tidak masalah Tuan."
Dasai : "Iyah."
Xa'an : "....." (Melihat sekeliling)
Xa'an : "Dimana Sylfia?, Kurasa dia tidak ada disini."
Rafel : "Dia pergi mengurus murid bermasalah Tuan."
Xa'an : "Oh... Aku terkejut."
Dasai : "Benarkan?!, Bahkan aku juga berfikir seperti itu!."
Dasai : "Tapi orang yang sangat serius menangani Rumor itu adalah dia sendiri Xa'an."
Xa'an : "Eh?, Sylfia?."
Dasai : "Benar, Di saat semua orang mulai membicarakan mu secara diam-diam, Dengan tatapan penuh rasa ingin membunuh dia mengintimidasi para murid sehingga membuat para murid itu trauma kalau membicarakan orang lain secara diam-diam, Aku malah jadi kasian dengan para murid itu, Hahahahahaha!."
Rafel : "Dia memang tidak terlihat peduli Tuan, Tapi dia memang serius."
Xa'an : "Begitu yah...."
Lycia : "....."
"Krieeet." (Suara orang membuka pintu)
Dasai : "Oh, Baru juga dibicarakan kau sudah datang yah, Panjang umur deh."
Rafel : "....."
Xa'an : ".....?." (Menengok ke arah belakang)
"Karena posisi sofa yang diduduki oleh Xa'an dan yang lain berlawanan dengan pintu, Makanya Xa'an menoleh ke belakang untuk mengecek."
Sylfia : "A-ak....?!." (Kaget)
Rafel : "Duduklah Sylfia, Sudah lama sekali sejak kita semua berkumpul seperti ini kan."
Sylfia : "Mmm, Baiklah..." (Berjalan ke arah Sofa)
Sylfia : "........"
Lycia : "........"
"Sylfia dan Lycia sedang duduk bersebelahan."
Dasai : "Uk...?????." (Merasa ada yang aneh)
Dasai : (suara dalam hati) "Ada apa ini, Suasana jadi dingin sekali."
Rafel : "Jadi, Bagaimana kondisinya Sylfia?."
Sylfia : "Mereka satu kelompok dengan Rumor itu, Dan aku sudah menanganinya." (Memberikan beberapa sebuah bet kelas)
Rafel : "4 Murid yah." (Mengambil bet kelas)
"Bet kelas, Itu adalah sebuah simbol untuk menandai seorang murid soal identitas nama beserta kelasnya."
"Bet kelas biasanya dipakai oleh seorang murid untuk mengingat para murid itu, Benda itu sangat penting bagi murid, Dan itu juga dimanfaatkan oleh para murid untuk taruhan pertandingan yang tidak adil, Mengambil Bet kelas itu untuk supaya bisa di perintahkan oleh para pemenang."
Rafel : "Rata-rata dari mereka juga dari tahun kelas ke 3." (Mengecek beberapa bet kelas)
Rafel : "Kamu menangani nya secara halus kan?."
Sylfia : "Seperti biasa."
Rafel : (suara dalam hati) "Seperti biasa itu berarti membuat mereka semua Trauma kan?."
Rafel : "Untuk informasi nya?."
Sylfia : "Mereka, Insting mu memang benar Rafel, Orang yang membuat rumor ini menyebar adalah murid tahun kelas ke 3, Volkov."
Landi : "Volkov?, Dia murid yang menghalangi kami tadi."
Rafel : "Jadi begitu yah, Sudah kuduga...."
Lycia : "Volkov adalah seorang murid bangsawan besar, Dia bersikap seperti itu mungkin karena dia percaya diri dengan keluarganya."
Sylfia : "....." (Melirik ke arah Lycia)
Xa'an : "Kamu pasti tau karena kamu melihat datanya di OSIS kan Cia?."
Lycia : "Iyah..." (Mengangguk)
Xa'an : "Kamu bisa mengingat semua itu yah, Itu hebat."
Lycia : "Iyah, Terimakasih An Kun." (Senyum)
Mora : (suara dalam hati) "Jadi karena itu Lycia tau."
Dasai : "Jadi bagaimana?, Kita gas ga nih?."
"Di saat itu, Suasana pun hening sejenak, Rafel tau apa yang harus dia lakukan karena sosok pemimpin yang sebenarnya ada disana."
"Dan di saat itu pun."
"Aku."
"Semua mata tertuju ke arah satu orang."
__ADS_1
Xa'an : "Aku akan menuntaskan ini semua." (Serius)
Xa'an : "Ini juga murni kesalahan ku karena suatu hal yang seharusnya aku perhatikan, Ini karena kelalaian ku juga." (Berdiri)
Xa'an : "Untuk hal tentang ikut atau tidak ikut, Itu urusan kalian sendiri, Aku tidak akan memaksakan kalian semua."
"Sret." (Satu orang berdiri)
Lycia : "......." (Berdiri)
Xa'an : "Cia..."
"Sret!." (Seseorang dengan cepat berdiri)
Sylfia : "......" (Berdiri)
Lycia : "......." (Menatap ke arah Sylfia)
Sylfia : "......" (Menatap balik Lycia)
Xa'an : "Sylfia."
"Sret Sret." (Dua orang berdiri)
Landi : "Tentu kami akan pergi juga kan."
Mora : "Itu benar."
Xa'an : "Landi, Mora."
"Sret." (Satu orang berdiri)
Rafel : "Tentu saya akan mengikuti anda Tuan."
"Sret." (Satu orang berdiri)
Dasai : "Itu benar!, Tanpa permintaan mu pun, Kami semua akan ikut denganmu, Xa'an."
Xa'an : "Rafel, Dasai."
Xa'an : "Baiklah semua, Ayo kita pergi, Menuju ruang kelas 3!."
"YAAAAH!."
"Di saat semua orang mulai berjalan."
"Deg!." (Lycia menghentikan Sylfia dengan menahan nya menggunakan tangan)
Sylfia : "...." (Melihat ke arah Lycia)
Lycia : (suara dalam hati) "Kamu sedang mendengarkan ku sekarang kan?."
Sylfia : "...?!." (Terkejut)
Lycia : (suara dalam hati) "Terimakasih atas semua kekhawatiran mu terhadap An Kun, Tapi hanya satu hal yang harus kamu ingat."
Sylfia : "......"
Lycia : (suara dalam hati) "Aku tidak merasa sedikit pun rasa kasian kepadamu, Jadi jangan salah sangka untuk nantinya."
Sylfia : "....." (Berjalan menghiraukan)
Lycia : "....."
"Tak lama kemudian di ruang kelas Tahun ke 3."
Siswa 1 : "Jadi, Kapan kau akan bertarung dengan murid terkuat itu Kolkov?, Bukannya kau sekarang sudah lebih kuat dari murid yang bernama Rafel itu?."
Kolkov : "Heh!, Aku memang kuat, Tapi aku masih belum cukup kuat untuk melawan gadis misterius itu, Dia seperti bisa membaca pikiranku saat bertarung dengannya, itu membuat ku kesulitan untuk berhadapan dengan nya."
Siswa 1 : "Begitu yah, Kalau dengan murid yang bernama Xa'an itu bagaimana?."
Kolkov : "Dia memang kuat karena berhasil mengalahkan Yorsua, Tapi itu semua sudah berlalu, Sekarang aku juga sudah semakin kuat."
Siswa 2 : "Itu benar!, Mari kita beri mereka pelajaran karena tidak menghormati kakak kelas seperti kita, Haha!."
Kolkov : "Itu sudah pasti!." (Menghela nafas)
Siswa 3 : "Ga-gawat!, Me-mereka datang!." (Seorang siswa datang dari arah pintu masuk)
Kolkov : "Siapa?."
Siswa 3 : "Mereka!, Klub pelindung sekolah!."
Kolkov : "Uk....?!."
Siswa 1 : "Mereka semua kesini?!."
Siswa 2 : "Waktu yang sangat pas!."
"Permisi..... Kakak kelas, Maaf karena mengganggu pelajaran kalian..." (Xa'an datang menaruh lengan kirinya di pintu dan menampakkan separuh badan nya dengan suara yang begitu dingin.)
"Mereka beneran datang?!."
"Klub pelindung sekolah!."
"Drap drap drap...." (Xa'an perlahan berjalan ke arah rombongan Kolkov sendirian, dengan ekspresi yang datar)
Siswa 1 : "K-kau!, UMM?!!-." (Mulut Siswa 1 terhalang oleh sihir)
Dasai : "Hmmm...." (Dasai mengeluarkan sihir suara nya)
Siswa 2 : "Sialan!, Jangan sombong dulu junior!." (Hendak menyerang dengan sihirnya)
"Sreet!." (Sebuah rantai api menahan tubuh Siswa 2)
Siswa 2 : "U-uhkk?!, Tubuhku!."
Rafel : "Kekang...." (Rafel mengeluarkan sihir api)
Xa'an : "......" (Xa'an menatap rendah Kolkov)
"Set!." (Kolkov berdiri dari tempat duduknya)
Kolkov : "......." (Menatap balik Xa'an, Karena tubuh Kolkov tinggi, dia sedikit menghadap ke bawah untuk menatap Xa'an)
Sylfia dan Lycia : "......" (Memantau)
Landi dan Mora : "......" (Memantau)
Rafel dan Dasai : "......" (Mempertahankan sihirnya)
Kolkov : "Jadi, Ada keperluan apa ketua dari klub pelindung sekolah disini?."
Xa'an : "Keperluan kami?, Kami disini hendak menangkap segerombolan serangga meresahkan saja, Tidak lebih."
Kolkov : "Ohh... Serangga?, Aku tidak tau itu, Dimana serangga-serangga itu." (Mengerut kan mata)
Xa'an : "Tentu saja kau tidak bisa melihat nya sendiri."
Kolkov : "Hmm?."
Xa'an : "Karena, Kau harus butuh bantuan kaca untuk melihat dirimu sendiri." (Senyum iblis)
Kolkov : "B-bangs*t...!!!." (Kesal)
Kolkov : (suara dalam hati) "Tenangkan dirimu Kolkov, Dia hanya memancing mu saja!." (Menenangkan dirinya sendiri sambil melihat wajah Xa'an yang tersenyum puas)
Kolkov : (suara dalam hati) "Jika itu maumu, Aku juga bisa baj*ng*n!."
Kolkov : "Bukannya serangga nya itu adalah kau sendiri?!, Kau bahkan keluar masuk sesuka hati di pintu masuk!." (Sambil menunjuk-nunjuk Xa'an dengan jarinya)
Xa'an : "...."
Kolkov : "Bahkan seekor serangga seperti mu tak bisa melindungi kerabatnya sendiri saat ada bahaya!, HAHAHAHA!." (Yang di maksud adalah kematian Asriel)
Xa'an : "........"
Landi : "Si brengsek itu!, Dia sudah keterlaluan!." (Hendak mengeluarkan sihirnya)
Lycia : "Tunggu Landi."
Landi : "...?!."
Lycia : "Perkelahian tidak resmi akan mengakibatkan kesalahan menimpa kita semua, Dia juga memancing kita semua untuk melakukan sesuatu yang tidak perlu."
Landi : "Tcih!." (Kesal, Lalu membatalkan sihirnya)
Kolkov : "Hei!, Apa kau masih menyebut dirimu itu sebagai Ketua?!." (Mendekat ke wajah Xa'an)
Xa'an : "......" (Terdiam)
Xa'an : "Heh...!." (Seringai)
Kolkov : "Uhk...?!!." (Terkejut)
Rafel Dasai dan Landi : "...?!."
Xa'an : "Memangnya siapa yang peduli dengan orang yang sudah mati?." (Tersenyum)
Kolkov : "K-ka-kau!, Baj*ng*n gila!."
Xa'an : "Tunduk."
Kolkov : "UKKK....?!!!!." (Kolkov menunduk di depan Xa'an)
"A-apa?!, Kolkov tunduk di hadapan ketua itu?!."
__ADS_1
"Kolkov!, Kenapa dia tunduk di hadapan junior itu?!."
Kolkov : (suara dalam hati) "UKKK?!!, Ini bukan karena aku tunduk dengan kekuatan yang aneh!, Ini karena sihir angin nya yang membebani tubuhku sehingga membuat ku tertunduk di hadapan nya!." (Sambil berusaha melihat ke arah wajah Xa'an)
Xa'an : "Jangan angkat kepalamu..."
Kolkov : "UHKK?!!!." (Kepala Kolkov menghadap ke bawah karena tekanan yang kuat)
Kolkov : "Si-sialan!!!, Dia berusaha mempermalukan ku di hadapan mereka semua!."
Kolkov : "Xa'an Algreasia!!!!."
Xa'an : "......."
Kolkov : (suara dalam hati) "Tidak ada pilihan lain selain menggunakan nya sekarang!."
Sylfia : "Eee?!." (Sadar dengan apa yang dikatakan oleh Kolkov)
Sylfia : "Sekarang Lycia."
Lycia : "Eh?, Hmm...!." (Mengeluarkan sebuah sihir roh)
"Sring sring sring, Jraat!." (Sebuah tongkat-tongkat mengelilingi tubuh Kolkov lalu menahan tubuhnya dengan sebuah tali yang terdapat dalam tongkat itu)
Kolkov : "UHKK..?!!, A-aku tidak bisa bergerak!!!, Sialan!, Padahal sedikit lagi!!!."
Lycia : "Dengan begini, Kau telah melanggar peraturan sekolah, Kolkov murid tahun ke 3, Kami akan menahan mu!."
Sylfia : "......"
Kolkov : "HUH?!!!."
Kolkov : "Dua gadis ****** itu?!!!."
"Puaaak!." (Xa'an menampar wajah Kolkov)
Xa'an : "Jaga bicaramu, Dan aku akan mengambil ini darimu yah." (Xa'an mengambil bet kelas Kolkov)
Kolkov : "Si-sialan kau!!!, Xa'an Algreasia!!!!!!!."
Xa'an : "......." (Xa'an berjalan pergi dengan di ikuti oleh rombongan nya)
"Tak lama setelah itu."
Xa'an : "Apa semua telah kau rekam Dasai?."
Dasai : "Sudah semua!."
Xa'an : "Oh yah, Untuk ucapan ku yang bodoh itu tolong hapus itu yah." (Maksudnya adalah kata-kata Xa'an yang tidak peduli dengan kematian orang lain)
Xa'an : (suara dalam hati) "Maafkan aku Asriel...."
Dasai : "Tenang saja, Aku paham kok."
"Sebelum rombongan Xa'an pergi ke kelas tahun ke 3."
Xa'an : "Bagaimana Dasai, Dengan proyek mu, Apa itu sudah selesai?."
Dasai : "Semuanya aman dan lancar Xa'an!, Berkatmu semuanya jadi lancar!, Haha!."
Dasai : "Bahkan aku tak percaya alat ini sampai bisa dipakai di Benua Timur..." (Alat komunikasi)
Xa'an : "Bagus, Sekarang akan menjadi sedikit lebih mudah."
"Sekarang."
Dasai : (suara dalam hati) "Tak kusangka Xa'an akan memiliki rencana yang seperti ini, Dia memanfaatkan alat sihir ini dengan baik!."
"Sebuah alat sihir perekam bulat kecil yang dapat merekam semua yang terjadi di tempat kejadian."
Dasai : (suara dalam hati) "Si Xa'an ini sungguh orang yang jenius!."
"Keesokan Harinya."
Siswa 1 : "Ko-kolkov!."
Kolkov : "Ada apa?!, Kali ini aku masih merasa kesal!, Dan mendapatkan sanksi!."
Siswa 1 : "It-itu tentang ini!." (Menunjukkan sebuah kertas)
Kolkov : "Hmm?!." (Merebut kertas itu lalu membaca nya)
Kolkov : "A-ap-apa?!, Me-mereka hendak menampilkan itu semua di area taman sekolah?!!."
Kolkov : "Dan itu juga setelah ini?!."
"Halo test semua...." (Sebuah suara yang dapat terdengar oleh seluruh murid Galantic)
Kolkov : "HUH?!!!!." (Menengok dengan cepat)
Siswa 1 : "I-itu sudah dimulai!."
Siswa 2 : "Para bedebah junior itu!."
Xa'an : "Aku sebagai Ketua dari klub pelindung sekolah telah menangkap orang yang telah membuat rumor-rumor aneh tentangku kemarin."
Xa'an : "Dan sekarang aku akan menunjukkan sesuatu yang menarik untuk kalian semua."
"Ini dari kertas itu kan?." (Gosip para murid)
"Wah!, Ternyata beneran!." (Gosip para murid)
Xa'an : "Baiklah, Tanpa berlama-lama lagi, Aku akan menunjukkan sesuatu pertunjukan yang seru untuk mengisi kebosanan kalian."
"Layar berganti ke sebuah rekaman yang terjadi di ruang kelas tahun ke 3."
"Tunduk..." (Suara dari layar)
"Uhkk?!!."
"Huaahk!."
"Uhk?!."
"Dengan ini kau telah melanggar peraturan sekolah Kolkov, Maka kami akan menahanmu!."
Kolkov : "K-khuk...!!!!."
"Sialan!, Dasar dua gadis ******!."
"Puak!."
"Jaga ucapanmu!."
Dasai : "Mempertahankan semua ini sungguh melelahkan!."
Rafel : "Sebentar lagi Dasai."
Dasai : "Iyah Iyah aku tau."
"Aku akan mengambil ini darimu."
"Sampai jumpa lagi yah."
Xa'an : "Baiklah itu saja pertunjukan dari kami, Semoga menghibur kebosanan kalian walau hanya sedikit yah, Terimakasih." (Layar Xa'an menghilang)
"Wah!, Mereka sungguh serius melakukan semua itu!."
"Klub pelindung sekolah bahkan dapat mengalahkan dan mempermalukan kandidat murid terkuat!, Sebenarnya mereka sekuat apa?."
"Yah itu semua cukup baginya sih karena dia juga melakukan semua hal dengan semena-mena."
"Lihat ekspresi senior Kolkov itu, Dia sangat memalukan."
"Sungguh hiburan yang lucu!."
"Kalian sangat hebat Klub pelindung sekolah."
Kolkov : "KHUUUUKKK....?!!!!!!!!!!!." (Sangat kesal)
"Kret!." (Kertas yang di pegang oleh Kolkov sedang dia remuk)
Kolkov : "XA'AN!!!!!!!!!." (Kolkov merobek kertas itu dengan penuh emosi)
"Di tempat lain."
Xa'an : "Hmm....." (Senyum)
Xa'an : "Dengan ini, Kehidupan nya yang penuh akan kebanggaan akan hilang sepenuhnya..."
Xa'an : "Dan sekarang, Yang tertinggal adalah tujuanku."
Xa'an : "Tujuan dan juga..."
Xa'an : "Takdir masa depan nantinya!."
???? : "......" (Dua orang sedang menunggu Xa'an)
Xa'an : "Maaf lama yah....."
Xa'an : "Cia, Sylfia."
Lycia dan Sylfia : "Iyah."
SELESAI..............!.
"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."
__ADS_1
"???."
"Di tunggu yah!."