
*CHAPTER* 38
Judul : Aura Pahlawan!
Tempat : Ruang Klub Pelindung Sekolah
Xa'an : "Sudah Waktunya yah......" (Berdiri dari tempat duduk)
Xa'an : "Ayo Pergi Semua!"
Rafel : "Baik Tuan!"
Asriel : "Iyaaah!"
Dasai : "Baik....!"
Informasi : "Nama : Dasai Draknes, Umur 16 Tahun, Rambut Bewarna Ash Blond, Sihir Komunikasi, Kekuatan Warna mata Biru."
"Xa'an Dan Grombolan Nya Berjalan Menuju Arena Pertandingan"
Tempat : Untuk Keluar nya Peserta
Lycia : "....." (Menunggu)
Xa'an : "Eh.... Cia....? Mengapa kamu ada disini?"
Lycia : "Aku hanya Datang untuk Menyampaikan mu sesuatu...."
Xa'an : "Hmmm....?"
Lycia : "An Kun..... Semangat yah... Dan Berhati-hatilah!" (Senyum Manis)
Xa'an : "......" (Kaget)
Xa'an : "Iyaah Terimakasih Cia...." (Mendekat ke arah Lycia)
"Cup...." (Xa'an mencium Dahi Lycia)
Lycia : "Eh....?" (Kaget)
Xa'an : "Hmm...." (Senyum)
Airin : "Waaaah..... Papa mencium Mama...!" (Tiba-tiba muncul menjadi bentuk Manusia)
Xa'an : "Ak-aku hanya Meniup saja....!" (Malu)
Airin : "Alasan nya Kelihatan banget"
Lycia : "Haha..." (Ketawa kecil)
Xa'an : "Oh Iyah Airin Kamu bersama Mama Aja yah Biar Papa menggunakan Pedang Naga ini untuk Melawan dia..."
Airin : "Baik Papa.....! Ayo Mama....!"
Lycia : "Iyah...." (Meng gandeng tangan Airin Lalu Pergi bersama Airin(
Xa'an : "Hmm...." (Tersenyum)
Xa'an : (suara dalam hati) "Aku tidak akan menggunakan Airin untuk menebas Kotoran seperti dia..."
Xa'an : "Baiklah....... Yorsua..... Aku datang....." (Berjalan menuju Arena)
Semua Murid yang Nonton : "Waaaaaaaahhh.........!!!!!!" (Bersorak)
Xa'an : "Hmmm..... Tidak Kusangka Semua akan Datang untuk Melihat ku bertarung..." (Menyadari kehadiran)
Xa'an : "Bahkan ada Si Jullian itu untuk Melihat ku...."
"Dari kursi Klub Pelindung Sekolah"
Rafel : "Tuan Xa'an Semangat...!!!"
Asriel : "Kasih Dia Siksaan Yang Sangat Sakit Xa'an...!!!"
Dasai : "Xa'an Jangan Sampai Kalah Yah.....!!!"
Xa'an : "Mereka Sungguh Berisik yah...." (Senyum)
Semua murid : "Dia Xa'an yang Sihir angin itukan...? Apa dia bisa melawan Si Pengendali Petir?"
Semua Murid : "Entahlah Pasti Si Pengendali Petir yang akan memenangkan Pertandingan ini"
Semua Murid : "Itu kan Ketua OSIS dan Kepala sekolah? Mengapa mereka Melihat juga?" (Melihat dari kursi yang berbeda-beda)
Semua Murid : "Tunggu siapa yang ada di Pangkuan Ketua OSIS itu....?"
"Di Kursi OSIS"
Airin : "PAPAAAA.....!!! SEMANGAT YAH....!!!!!" (Berteriak Keras Untuk Mendukung Xa'an)
Lycia : "An Kun......!!! Semangat...!!" (Memberi semangat ke Xa'an)
Semua Murid : "Ap-apaa...!! It-itu anak Mereka...?!!!"
Semua Murid : "Ketua OSIS sudah Mempunyai anak Dengan si Xa'an itu...?!"
Xa'an : "Iyaaah......." (Melambai ke Lycia dan Airin)
Airin : "Hehehe...." (Senang)
Lycia : "....." (Senyum)
Anggota OSIS : "Nona Lycia Apa Tuan Xa'an akan Memenangkan Pertandingan ini...?"
Lycia : "Oh.... Dia.....?, Dia pasti akan Menang....."
Anggota OSIS : "Mengapa Nona Begitu Yakin?"
Lycia : "Aku begitu Yakin karena dia adalah Suamiku...." (Tersenyum)
Anggota OSIS : "Baiklah....."
"Setelah itu Yorsua pun Datang di Arena"
Yorsua : "Yoo.....!! Halo si pengecut Xa'an akhirnya kau datang yah...."
Xa'an : "Hmm...." (Bodoamat)
Yorsua : "Wah.... Sampai Kepala sekolah dan Istrimu itu melihat mu di kalahkan yah.....!"
Xa'an : "Kau Banyak Omong Sekali yah, Padahal Kau itu Sangat Lemah...."
Yorsua : "Ka-kaau...!!!"
Ganos : "Baiklaaah....!!! Aku akan Memimpin Pertandingan ini...!"
Xa'an : "Eh... Dia kan ganos.....Mengapa dia menjadi Wasit disini dah...."
Ganos : "Aku Mendukung mu loh Shin......" (Berbisik ke arah Xa'an)
Xa'an : "Eek...." (Muka Datar)
Ganos : "Baiklah.... Apa kalian Berdua Siap...?!!!"
Xa'an : "siap...."
Yorsua : "Heh...!!!"
Ganos : "Pertandingan Dimulai.....!!!"
Yorsua : "Sihir Petir, Petir Bertubi-tubi...!!" (Mengeluarkan Petir yang banyak di arah Xa'an)
__ADS_1
Xa'an : "Bats bats bats bats bats...." (Menghindari Serangan)
Yorsua : "Hei...! Hei..! Apa kau hanya berlarian seperti Tikus?!"
Yorsua : "Bagaimana kalau ini...?!" (Mengeluarkan Sihir)
Yorsua : "Sihir Petir, Tombak Petir...!" Uweesshh" (yorsua melempar sihir ke arah Xa'an)
Dasai : "Itu...!! Cepat Sekali....!"
Asriel dan Rafel : "Heh...!" (Percaya diri)
Xa'an : "Uweeesh....." (Menghindar)
Yorsua : "Ap-apa...?!" (Kaget)
Xa'an : "Ckieeet...." (Berhenti)
Xa'an : "Hei... Apa sihir petir mu itu memang Selambat itu....?" (Provokasi)
Yorsua : "Xa'aaaaaaaannn....!!!!" (Bersiap² Mengeluarkan Sihir Besar)
Xa'an : "Hmm....?"
Yorsua : "Sihir Petir!, Naga Petir....!!!!" (Sihir Petir Besar mengarah ke Xa'an)
Semua Murid : "It-itu Naga Petir...!!! Anak kelas satu sudah selesai...!"
Ganos : "Ohoo.... Naga Petir.... Sihir Petir tingkat Atas yang Hanya bisa Di Pakai untuk Sekali dua kali yah.... Ternyata julukan pengendali Petir itu bukan hanya Bualan saja baginya, Tapi......"
Jullian : "......" (Melihati)
Rafel : "Sihir itu....."
Asriel : "Tingkatan Tinggi Sihir Petir"
Dasai : "Ap-apa Xa'an Bisa menghindarinya?!"
Lycia dan Airin : "......" (Melihati Xa'an)
Yorsua : "Maju....!!! Naga Petir....!!!!"
Sihir Naga : "Roaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr.....!!!!!!!"
Yorsua : "Tamat Kau..!! Sekarang Xa'an..!!!!"
Xa'an : "Huuuftt.........." (Menarik Nafas bersiap-siap Menarik pedang)
Xa'an : "Hump....!" Uweeeeeeeeeeeeeeeeesssshhhhhhh!!!" (Sihir petir Yorsua Terserap di dalam Pedang Xa'an)
Yorsua : "Ap-apaaaaaaa....?!!!!!!" (Kaget)
Dasai : "Yeeeeaaayyy Xa'an Berhasil...!!"
Rafel : "Tuan Xa'an..!"
Asriel : "Sudah kuduga aku tidak salah Orang!"
Semua Murid : "Dia Menyerap Sihir Tingkat Atas Itu di dalam Pedang Nya...!!!!!!"
Lycia : "Hmm...." (Senyum)
Airin : "Papa memang Hebat Yeeay..!!"
Jullian : "Pangeran Xa'an....." (Senyum)
Ganos : "Aku tidak menyangka kalau dia akan Menyerapnya...!"
Yorsua : "Ugh..Ugh....!!" (Kaget)
Xa'an : "Hei..... Apa kau ingin Melihat Sesuatu yang Mengagetkan Lagi....?"
Xa'an : "Kalian Lihat ini......" (Bersiap-siap Menarik Pedang untuk mengeluarkan sesuatu)
Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang......."
Semua orang yang Melihat Xa'an : ".......???!!!!"
Jullian : "...?!" (Kaget)
Ganos : "Si Shin ini.....!" (Tersenyum)
Dasai : "Po-posisi itu...?!!!!!!" (Kaget)
Rafel : "Heh....!" (Percaya diri sambil Membenarkan Kacamata)
Asriel : "Lakukan Xa'aaaaaaaannn....!!!!"
Lycia : "Astaga..... Katanya dia akan sedikit Menahan Diri....."
Xa'an : "Sihir Petir.... Naga Petir...." Uweeeeshh!!" (Sihir naga Menuju Yorsua)
Naga Petir : "Roaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr....!!!!!!!!!" (Sihir tingkat Tinggi menuju Yorsua)
Yorsua : "Ugh..!! Ti-tidaaaaaaaakkkk...!!!!!!!!!" (Terkena Sihir Petir)
"Duaaaaaaaaarrr....!!!!!" (Suara ledakan)
Yorsua : "Ti-tidak Mungkin......" (Kesakitan)
Xa'an : "Deg deg" (Xa'an sedang di depan yorsua)
Xa'an : "Ini Sudah Berakhir Yorsua....." (Sambil mengarahkan Pedang ke arah Yorsua)
Yorsua : "Uhukk..!! Uhuk..!!!" (Batuk darah)
Ganos : "Pertandingan Telah SELESAI....!!!!!!"
Semua Murid : "Uwaaaaaaaaaaaaahhhh....!!!" (Bersorak)
Dasai : "Xa'an Berhasil.... Xa'an berhasil..!!!!" (Gembira)
Rafel : "Tuan Xa'an" (senyum)
Asriel : "Yess..!!"
Anggota OSIS : "Uk...uk....!" (Kaget)
Lycia : "Tuhkan sudah ku bilang........" (Senyum)
Airin : "Yeaay Yeaay Papaa..!!!!"
Jullian : "Teknik Penarikan Pedang Tadi.....!" (Kepikiran)
Xa'an : "Heh......" (Pergi meninggalkan Yorsua)
Yorsua : "Tidak.....! Ini masih belum berakhir!" (Berdiri)
Xa'an : "Huh.... Apa maksudmu..? Ughh....!!!" (Kaget)
Yorsua : "Kau Akan Tau Xa'aaaaaaaannn...!!!" (Mengeluarkan sihir)
Yorsua : "Sihir Petir Naga Petir....!!!!" (Sihir petir mengarah ke Lycia dan Airin)
Semua Orang : "Apaa...?!!"
Xa'an : "Ciaaaaaaa..... Airin.....!!!!!" (Mengeluarkan Hawa Pahlawan)
Naga Petir : "Roaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr....!!!!"
Lycia : "Uhk....?!!" (Kaget)
__ADS_1
Airin : "Eh....?!" (Kaget)
Rafel : "Nonaaa Lycia dan Airin....!!!!
Asriel : "Sialaaannn..!!!!!"
Xa'an : "Uweeeeeeeeeeeeeeeeesssshhhhhhh.....!!!" (Xa'an Tiba² berada di Depan tempat duduk Lycia dan Airin"
Jullian : "Ugh....?!!"
Xa'an : "Sing.....!" (Mata Warna Emas)
Rafel : "It-ituu......!"
Asriel : "Ti-tidak mungkin...!"
Dasai : "Xa'an Xa'an adalah...."
"PAHLAWAN......!!!!!"
Xa'an : "Kau Boleh saja mengincar ku.... Tapi kau tidak boleh mengincar orang yang Ku sayangi....!"
Yorsua : "Ap-apaa....!!"
Xa'an : "Tiidaaaak Bisaaa Dimaafkaaaan.....!!!!!!" (Mengeluarkan Hawa Pahlawan Sampai Membuat orang² biasa terkena Tekanan)
Semua Murid : "I-ini...!!"
Semua Murid : "Aura Pahlawan...!!!"
Lycia : "An Kun......" (Khawatir)
Airin : "Papaaa.....!" (Khawatir)
Xa'an : "Uweeeeshh...!!!" (Terbang ke Arah Yorsua)
Yorsua : "Uhkk...!!!!" (Kaget Xa'an tiba² berada di depan nya)
Xa'an : "Hei... Kau mau mati dengan cara apa...?!"
Yorsua : "Ugh.....!" (Tidak bisa bergerak)
Xa'an : "Diam disana yah......" (Mau Menebas Yorsua)
Yorsua : "Ti-tidak....!" Craaashh.....!" (Kepala Yorsua Terpenggal)
"Rafel Asriel Dasai Lycia Airin Jullian Ganos Dan Semua orang Kaget"
Xa'an : "Weeshhhh...!!!" (Mengeluarkan Aura Pahlawan Dengan Kuat)
Ganos : "Shin...!!! Berhenti ini sudah selesai...!"
Xa'an : "Huuh....?"
Xa'an : "Wuuuss..." (Mengeluarkan Sihir Angin ke arah Ganos)
Ganos : "Ugh..! Tekanan Angin ini sungguh Kuaat..!! Uaaakh...!! Brakk...!!!" (Terpental dan mengenai dinding arena)
Xa'an : "Deg....deg..deg..." (Berjalan)
Rafel : "Tuan Xa'an......"
Asriel : "Apa kita akan menghentikan nya..?!"
Dasai : "Kita tidak akan bisa dia terlalu Kuaat..!!!"
Xa'an : "Hmmm...?" (Menyadari Kehadiran seseorang)
Jullian : "Ini sudah selesai Pangeran..." (Menahan Pundak Xa'an)
Xa'an : "Hei....! Apa kau berani menyentuhku...?!" (Mengeluarkan Hawa berat ke arah Jullian)
Jullian : "Cih..... Tekanan ini..." (Menahan Tekanan dari Xa'an)
Jullian : "Nonaaa Lycia....!!!! Hanya anda yang bisa Menenangkan Pangeran...!! Cepat kesini aku akan Menahan dia...!"
Lycia : "Iyaah Baiklah...!"
Jullian : "Pangeran....!" (Memegang Xa'an)
Xa'an : "Lepaskan...!" (Mengeluarkan Tekanan lebih Berat)
Julian : "Cih... Tidak ada cara lain aku harus melawan nya..!"
Jullian : "Sihir Alam, Akar menjerat, Tanah Penahan, Jeruji Besi, Rantai Api...!!!"
Xa'an : "Hmm...?!" (Terjerat)
Rafel : "Ayo kita bantu Tuan Jullian Asriel..!!" (Melompat)
Asriel : "Iyaaaah...!!" (Melompat dari Bangku)
Rafel : "Sihir Petir, Penahan Petir, Sihir Api, Lingkaran Api..!!"
Asriel : "Sihir Es, Pembeku..!!"
Xa'an : "HM....?! Apa kalian juga Ikut Dalam hal ini? Kalian Berdua?"
Rafel : "Maafkan kami tuan Xa'an Kami tidak punya pilihan Lain..!!"
Asriel : "I-iyah...!"
Xa'an : "Apa kalian berani Menahan Raja Sepertiku....?!" (Mengeluarkan Tekanan)
Asriel dan Rafel : "Ugh...!!!"
Jullian : "Cih..! Tahan lebih Kuat Lagi...!!"
Asriel dan Rafel : "Aaaaakhhhh...!!!!!" (Menahan)
Jullian : "Nonaa Lycia kamu harus Berada dalam penglihatan nya supaya Dia tau kalau kamu masih baik² saja...!"
Lycia : "Iyaaah ayo Airin Cepat kita bantu Papamu...!" (Lari)
Airin : "Iyah mama...!" (Lari)
Lycia : "An Kuuun....!!!" (Berteriak sambil Lari)
Airin : "Papaaaa....!!!!!" (Berteriak sambil Lari)
Lycia : "An Kun...!!! Ini sudah selesai Maka Hentikan ini semua....!" (Sambil Memeluk Xa'an)
Airin : "Papaaa..!! Sadarlah...!!!!"
Xa'an : "Ci-cia..... Airin........" (Perlahan Menjadi Tenang)
Xa'an : "Syukurlah kalian Baik² Saja........" (Kehabisan Mana dan Tidak sadarkan Diri)
"................."
Xa'an : "Ugh....!" (Membuka Mata)
Selefia : "Halo..... Kita bertemu Lagi....."
Xa'an : "Se-selefia....?"
Selefia : "Hihi.....!" (Tersenyum)
SELESAI..........
__ADS_1