
*CHAPTER* 64 Season 2
Judul : Sebuah Kejutan Bagiku!
"Semuanya Sedang Berkumpul Di Ruangan Klub Pelindung Sekolah, dan bersiap mau berangkat menuju Arena Pertandingan"
Sylfia : "Hei....., Apa kamu...... Xa'an?" (Menghampiri Xa'an)
Xa'an : "Iyah, Aku Xa'an ada apa?, Eee Sylfia...?" (Menoleh ke Sylfia)
Lycia : "Hmm...?" (Menyadari Xa'an di samperin Oleh Sylfia dari jauh)
Sylfia : "Begitu yah..... Aku telah Mengetahui Banyak Hal Tentangmu..... Maka..... Aku ingin Memastikan nya sendiri....."
Xa'an : "Hmm?, Memangnya apa saja yang kamu ketahui dariku?"
Sylfia : "Contohnya...... Pahlawan.......?" (Sambil Mendekat kan dirinya ke Xa'an)
Xa'an : ".....?!" (Kaget)
Xa'an : (suara dalam hati) "bagaimana dia bisa tau...?, Apa ini memang hanya kebetulan?"
Sekedar Info : "Bagaimana Sylfia bisa tau Xa'an adalah seorang pahlawan, dikarenakan Sylfia telah Melihat isi pikiran dari Landi, Rafel dan Dasai!"
Lycia : "Hei Kalian....!" (Memisahkan Xa'an dan Sylfia)
Sylfia : "Hmm...?!" (Terdorong)
Xa'an : "Ah... Cia..?!" (Terdorong)
Lycia : "Mengapa kalian Begitu dekat Sekali....?!" (Marah)
Sylfia : "Aku.... Hanya ingin Mengetahui Tentang Xa'an, Lycia......" (sambil bergaya menggoda Lycia)
Lycia : "Mana Ada Hanya Mengetahui sampai Mendekatinya seperti itu...!" (Marah, ngambek)
Xa'an : "Cia, Tenang dulu, Dia hanya Bertanya Padaku saja...."
Lycia : "Kamu Diamlah dulu An Kun....." (Dengan Penuh Tatapan Mencengkam)
Xa'an : "Ba-baiklah......" (Ciut, dan Terdiam)
Dasai : "Hooi, Sylfia, Xa'an dan Lycia...!, Kalian Akan Tertinggal loh...!" (Memanggil dari jauh)
Sylfia : "Hmm" (Tersenyum)
Sylfia : "Baiklah.... Aku akan pergi dulu.... Sampai Jumpa lagi Xa'an......" (Sambil Mengedipkan Mata nya, lalu pergi)
Lycia : "Pergi sana Kau, Kucing Pencuri.....!" (Marah)
Lycia : "Ngengengenge.....!" (Menggerutu marah)
Xa'an : "Sudah² Cia, Dia sudah Pergi...."
Lycia : "Hmph....!" (Ngambek)
Xa'an : "Ek-eee....."
Xa'an : "Tenang saja Cia.... Aku tidak akan Berpaling darimu...."
Lycia : "Eeee benarkah....?" (Masih Ngambek)
Xa'an : "Hmm...." (Senyum)
"Sret....!" (Xa'an Menarik Lycia lalu Memeluknya)
Lycia : "Ehh...?!" (Kaget)
Xa'an : "Aku Tidak Akan Berpaling darimu Cia, Jadi Jangan Marah yah....." (Senyum)
Lycia : "Curang!, An Kun curang~" (memeluk Xa'an dengan erat)
Xa'an : "Haha, maafkan aku Cia....." (Senyum)
"Setelah Itu"
"Semua Klub Pelindung Sekolah Telah Berkumpul Di Arena Pertandingan, Dan Yang berada di bangku Penonton ada Lycia, Mora, Dan Zhanif"
"Di dalam Arena, Xa'an Sedang Berdiri di depan Rafel, Dasai, Landi, Dan Sylfia"
Dasai : "Hei Xa'an, Apa kau Yakin tentang hal ini?, Kau akan Melawan Kita Semua Loh...."
Xa'an : "Tentu Saja aku yakin, Dan juga aku ingin Melihat Kekuatan ku, dan kekuatan kalian sudah sampai Mana"
Dasai : "Baiklah Jika itu Mau mu Xa'an....!" (Senyum)
Lycia : "Si An Kun itu yah, Kalau Dia Sudah Merasa Percaya diri, Dia Memang Melakukan Hal hal yang tidak terduga, Seperti Maju Sendirian Menghadapi Melned...." (Sambil Melipatkan Tangan)
Mora : "Tuan Xa'an Memang Mengerikan yah....." (Senyum Takut)
Zhanif : "Xa'an....!!!, Jangan Kasih Kendor Dah....!!!" (Menyoraki Xa'an dari bangku Penonton)
Xa'an : "......." (Senyum)
Dasai : "Landi, Mari kita Tunjukkan Tentang Kombinasi kita kepada Si Xa'an ini...!" (Sambil Mengaktifkan Mata Warna Birunya)
Landi : "Iyah, Tentu Saja....!" (Senyum dan Mengaktifkan Mata Warna Biru Nya)
Sylfia : "Apa Kau.... Tidak ingin Bertarung....?" (Sedang di samping Rafel)
Rafel : "Hmm?, Aku akan Memastikan Tuan Xa'an dulu...." (Melipat kan Tangan)
Sylfia : "Begitu..... Yah......."
Xa'an : "Majulah Kalian Berdua....." (Senyum, dan mata Xa'an masih Normal)
Dasai : "Baiklah....!, Bats....!!" (Dasai Berlari Menuju Xa'an)
Landi : "Bats....!!" (Landi Berlari Menuju Xa'an)
Xa'an : "Hmm......" (Senyum, dan masih Berdiam di tempat)
Landi : "Sihir Cahaya, Tembakan Cahaya Panas!" (Landi Mengumpulkan Cahaya Menjadi Satu Hingga Menjadi Panas, Lalu Menembakkan nya ke Arah Xa'an)
"Siiiing.......!" (Tembakan Cahaya Landi Menuju Xa'an)
Xa'an : "Oh..!" (Kaget)
Xa'an : "Sret....!" (Xa'an Menghindar)
Xa'an : "Sepertinya Kau Telah Menguasai Sihir Itu Landi!"
Landi : "Heh!, Itu semua berkat mu!, Dan ini masih Belum Berakhir!" (Landi Terus Menerus Menembakkan Cahaya Panas ke Arah Xa'an)
"Sing!, Sing!, Sing!, Sing!" (Peluru Landi Menembakki ke arah Xa'an)
Xa'an : "Hup Hup Hup....." (Xa'an Terus Menghindari Tembakan Landi Dengan Cepat)
Xa'an : "Lumayan Landi!"
Xa'an : "Ugh...?!" (Menyadari Sesuatu)
Xa'an : "Dimana Dasai....?" (Mencari Keberadaan Dasai)
Dasai : "Disini Xa'an....." (Sedang Berada di Belakang Xa'an)
"Wuuuuushh.....!" (Dasai Menendang Dari Belakang ke arah Xa'an)
Xa'an : "Ugh..?!, Sreeet.....!" (Xa'an Menghindar dengan Cepat)
Dasai : "Cih, nyaris Saja.....!"
Xa'an : "Begitu yah.... Kau Menutupi Pergerakan mu, Jadinya Aku Tidak mengetahui Kau berada dimana...."
Dasai : "Penutup Langkah" (nama sihirnya)
Dasai : "Itu Benar Xa'an, Dengan Landi yang terus menerus Menyibukkan mu, aku hanya tinggal mencari kesempatan untuk Menyerangmu!"
Xa'an : "Heh, Lumayan lumayan" (senyum)
"Siiing...!" (Peluru Landi menuju Xa'an)
Xa'an : "Set...!" (Kepala Xa'an Menghindar i Puluru Landi)
Landi : "Ini Masih Belum Berakhir Xa'an!" (Berlari Menuju Xa'an Lalu Menerjang nya Dengan Tinjuan Beruntun Milik Landi)
Xa'an : "Bug bug bug bug bug bug" (Xa'an sedang Adu Pukul Dengan Landi)
Landi : "Kepalan Cahay!" (Sihir Cahaya Berkumpul di Kedua kepalan Tangan Landi)
"Bug bug bug bug" (landi terus menerus Menyerang Xa'an)
Xa'an : "Panas...!" (Menahan Serangan Landi)
Dasai : (suara dalam hati) "Bagus Landi!, Sekarang Tinggal Aku Mengerang nya saja!" (Sedang Berlari Menuju Xa'an yang sedang Adu Pukulan dengan Landi)
Xa'an : "Hmm...!" (Senyum)
"Uweeeeeeeeeeeeeesssshhh....!!!!" (Angin Kencang Keluar dari Tubuh Xa'an, Lalu Menghempaskan Landi dan Dasai)
Landi : "Uaaaaaaakhkk...!" (Terhempas Lalu Terkena dinding Pembatas)
Dasai : "Uuaaaaakkhj.....!" (Terhempas Lalu Terkena Dinding Pembatas)
Dasai : "It-itu Tadi Sihir yang Sangat Besar...!" (Terbaring)
Landi : "Ugh...!" (Terbaring)
Xa'an : "Kalian Berdua Lumayan Juga, Dan Sekarang Sudah Waktunya Kalian Berdua untuk Menunjukkan kekuatan Kalian....." (Melihat Ke Arah Rafel Dan Sylfia)
__ADS_1
Sylfia : "Kerja Bagus Landi, Dan Si Berisik Dasai......." (Maju Perlahan)
Dasai : "Apa maksudmu itu....!" (Berusaha duduk)
Rafel : "Hmm...." (Maju Perlahan)
Xa'an : "........" (Senyum)
Rafel : "Tuan, Kami akan Mengeluarkan Kekuatan Semampu kami!" (Berhenti, Lalu Mata Berubah Menjadi Warna Merah)
Sylfia : "Sepertinya..... Aku harus Bekerjasama..... Denganmu untuk mengalahkan nya yah....." (Berhenti, Lalu Mata Berubah Menjadi Warna Merah)
Xa'an : "Iyah Tidak Masalah, Tunjukkan Kekuatan Kalian Padaku....." (Senyum, Melipatkan Tangan)
Rafel : "....!!, Blaaar....!" (Rafel Mengeluarkan Mana Kekuatan nya)
Rafel : "Sihir Gabungan Dua Elemen, Api dan Petir" (Sihir api di tangan kanan, dan Sihir Petir di tangan Kirinya)
Xa'an : "Hohoo, Langsung Mengeluarkan semua yah....."
Sylfia : "Sihir Gabungan Tiga Elemen, Menyatulah....." (Seketika Kedua tangan Sylfia sedang terselimuti oleh Sihir Yang Memutar mutari bagian kedua tangan nya)
Xa'an : "Yang satu Dua Elemen, yang satunya 3 elemen..... Menarik...."
Rafel : "Kami Datang, Tuan Xa'an!" (Menatap tajam)
"Seketika itu, Rafel dan Sylfia datang Dengan cepat menuju Ke arah Xa'an"
Xa'an : "Hmm..?!" (Kaget, lalu Mengaktifkan Mata Warna Merahnya)
"Jeeeblaaaaar....!!!!" (Rafel dan Sylfia Menyerang Bersamaan Ke arah Xa'an)
Xa'an : "Hmm...!, Lumayan...!" (Berhasil Menahan Kedua serangan Tersebut)
Xa'an : "Set!, Wuuush...!" (Kaki Xa'an Bersiap, lalu segera menendang ke arah mereka)
Sylfia : "Samping Kanan....." (Memberi aba aba ke Rafel)
Rafel : "Hmm..."
"Wuuuush.....!" (Xa'an menendang, Namun Berhasil di hindari oleh mereka berdua)
Xa'an : "Hmm..?!" (Kaget)
Rafel : "Bats bats Set...!" (Menghindar Bergerak ke belakang lalu berhenti)
Sylfia : "Bats bats Set...!" (Menghindar Bergerak ke belakang lalu berhenti)
Xa'an : (suara dalam hati) "Mengapa Mereka bergerak Sebelum Aku Menendang Mereka?" (Bingung)
Lycia : "Bagaimana Mereka Bisa menghindari Tendangan Dari An Kun..?!" (Kaget)
Lycia : "Padahal Tadi dia sudah cukup Cepat...!"
Zhanif : "Wanita yang ada disana adalah Dari Suku Goldan Lycia..."
Lycia : "Apa...?!, Suku Goldan yang bisa membaca pikiran itu?!" (Kaget)
Zhanif : "Iyah, Dengan Begitu si Sylfia itu akan tau Semua pergerakan Yang akan di rencanakan oleh Xa'an, Lalu Dia akan Memberi aba aba ke Rafel Untuk Segera Menghindar"
Lycia : "Jadi Begitu...., Apakah An Kun akan Berhasil Mengalahkan Mereka berdua?"
Xa'an : "Hmm....." (Berfikir)
Rafel : "Hmmm....?!" (Kaget)
Sylfia : ".......?!" (Kaget)
Xa'an : "Aku Mengakui Kekuatan Kalian, Sepertinya aku tidak bisa Meremehkan Kalian Berdua yah...." (Xa'an mengeluarkan Pedang Inti Jiwa Naga Semua Elemen nya)
Xa'an : "Set...." (Berkuda kuda)
Xa'an : "Huft......" (Menghela Nafas)
Sylfia : "Hmm..?!, Hati hati, dia akan Mengeluarkan Tebasan Yang Kuat Ke arah Kita!"
Rafel : "Hmm...!" (Angguk)
Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang, Tebasan Pedang!" (Xa'an Terus Menerus Mengeluarkan Tebasan Ke arah Mereka Berdua)
"Zing zing zing zing" (tebasan Xa'an menuju Rafel dan Sylfia)
Sylfia : "Kiri Kanan Kanan kanan" (Menghindar)
Rafel : "Set set set set...!" (Menghindar)
Lycia : "Mustahil !, Mereka Menghindari semua serangan itu?!"
Mora : "Itu Sangat Hebat...!"
Lycia : "Apa An Kun Akan Terpojok...?!"
Lycia : "Maksudmu....?"
Zhanif : "Lihat Wajahnya, Wajahnya Serius Seperti Mengetahui Sesuatu....."
Lycia : "Hmm...?" (Melihat ke arah Wajah Xa'an)
Xa'an : "........." (Fokus Melihat Pergerakan Sylfia dan Rafel)
Lycia : "Kau Benar Zhanif....."
Lycia : (suara dalam hati) "An Kun, Jangan Memaksakan Dirimu yah...."
"Zing zing zing zing zing" (Xa'an masih Menebas ke arah Rafel dan Sylfia)
Sylfia : "Kanan Kiri kiri kanan!" (Menghindar)
Rafel : "Bats bats bats bats" (Rafel masih Terus Menerus Menghindar Serangan dari Xa'an Dengan di Pandu oleh Sylfia)
Sylfia : (suara dalam hati) "Cih!, Sampai Kapan dia akan Menyerang Kami Secara terus menerus?!, Memangnya Mananya itu Sebesar Apa sih...?!"
Xa'an : (suara dalam hati) "Sudah Kuduga, Si Wanita bernama Sylfia itu Bisa Mengetahui Serangan ku akan Berada dimana saja, Dia sedang Membaca Isi Pikiran ku yah..."
Xa'an : (suara dalam hati) "Aku Pernah Membaca Buku Tentang Suku yang bisa membaca Pikiran Lawan, Kukira itu hanya Candaan saja, Ternyata memang Benar..!"
Xa'an : (suara dalam hati) "Dan Cara untuk Mengalahkan Mereka adalah......."
"Xa'an Secara tiba tiba berhenti Menyerang"
Zhanif : "Oh...!, Akhirnya kau Tau Yah, Xa'an!"
Rafel : "Hmm..?!" (Kaget)
Sylfia : "Dia Berhenti?" (Kaget)
Xa'an : "Hei, Kamu Sylfia kan, Apa kamu Masih Bisa Membaca Pikiran Ku Lagi Setelah ini?" (Melihat ke arah Sylfia Dengan Senyuman Percaya dirinya)
Sylfia : "Hmm....?!" (Kaget)
Sylfia : (suara dalam hati) "Dia Mengetahui Rahasia ku?!" (Kaget)
Xa'an : "Coba Baca Pikiran ku Lagi...." (Senyum)
Sylfia : "Hmm..?, UUHHK....?!!!!!" (Kaget Setengah Mati)
"Sylfia Secara Tiba tiba Diam Membantu"
Rafel : "Ada apa Sylfia...?!" (Melihat ke arah Sylfia yang sedang Diam Membatu)
Sylfia : "I-ini Mustahil Kan....?!" (Kaget dan Gemetar)
Rafel : "Memangnya apa yang sedang Terjadi..?!"
Sylfia : "Kita Tidak Akan Bisa Mengalahkan Dia Rafel...!, Dia....!!" (Ketakutan)
Sylfia : "Kekuatan Mananya...!, Sedang Menyelimuti Se isi Arena Ini...!!!, Aku tidak Bisa Membaca Pikiran nya Lagi!"
Xa'an : "......." (Tersenyum)
"Mana Yang Meng gebu gebu Sangat Besar Milik Xa'an Terlihat Jelas oleh Mata Sylfia Yang sedang Melihat Isi Pikiran nya"
Xa'an : (suara dalam hati) "Pertama adalah Dengan Menyerang Tanpa Berfikir, Dan yang kedua adalah, Mana mu Harus Lebih Kuat Dari Lawan mu!"
Xa'an : (suara dalam hati) "Selama Pertarungan ini aku Selalu Mengeluarkan Mana yang Kecil yah, Aku tidak menyangka nya...."
Xa'an : "Ada apa Kalian Berdua...?, Mengapa kalian Berhenti?, Ayo Cepat Lawan aku, Dan Tunjukkan Kekuatan Kalian, Sekali Lagi!" (Senyum, Menatap Tajam ke arah Rafel dan Sylfia, Dengan Tekanan Mana yang Besar milik Xa'an)
Rafel : "Ugh...?!" (Tertekan, Dan Diam Membatu)
Sylfia : "Akh..?!" (Tertekan, Dan Diam Membatu)
Rafel : (suara dalam hati) "Apa ini Kekuatan Yang Sebenarnya Milik Tuan Xa'an..?!" (Terkejut)
Rafel : (suara dalam hati) "Latihan apa yang Dilalui Olehnya, Sampai Memiliki Tekanan Mana Seperti ini..?!"
Xa'an : "....." (Senyum)
Rafel : "Hmm....." (Terdiam)
Sylfia : "Bug..." (Terjatuh duduk, Menyerah)
Xa'an : "Ada apa?, Apa kalian Akan Menyerah?"
Rafel : "Tidak!, Saya tidak akan Menyerah Tuan!" (Mengeluarkan Pedang Apinya)
Rafel : "Di dalam Peraturan Dari suku Necromancer adalah, Tidak peduli Sekuat apa Lawanmu, Kamu Harus Bertarung Dengan Sekuat Tenaga!" (Berjalan Maju)
Xa'an : "Oh....., Begitu Yah, Majulah Rafel...." (Bersiap dengan Pedang Inti Jiwa naganya)
__ADS_1
Rafel : "Maju!, Tuan Xa'an!, BATS!" (Rafel Melaju Cepat ke arah Xa'an)
Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang, BATS!" (Xa'an Melaju Cepat ke Arah Rafel)
Lycia : ".....?!" (Kaget)
Mora : "Mereka....?!" (Kaget)
Zhanif : "Heh...!" (Senyum)
Landi : "Mereka Akan Beradu Pedang..?!" (Kaget)
Dasai : "Ugh...?!" (Kaget)
Sylfia : "Si Rafel itu....." (Kaget)
"CETAAAANG....!!!" (Suara Pedang Xa'an Mengenai Pedang Rafel)
Rafel : "Khekheee....!!" (Beradu Pedang Sekuat Tenaga dengan Xa'an)
Xa'an : "Hmm....!" (Senyum)
"Cetang....!, Cetang!, Cetang!, Cetang!, Cetang!, Cetang!" (Suara Adu Pedang Yang Terus Menerus Dilakukan Oleh Xa'an dan Rafel)
Rafel : "Huaaaaaahh....!!!!!!" (Menebas Ke Arah Xa'an)
Xa'an : "Hem...!!" (Senyum)
"Cetang!, Sieeeeeeett...!" (Xa'an menahan Tebasan Rafel, Lalu Membelokkan Serangan nya)
"Zing.....!!" (Xa'an Menebas Ke arah bawah ke atas Kepada Rafel)
Rafel : "Ugh...?!" (Menghindar)
Dasai : "Itu Tadi..?!" (Kaget)
Landi : "Dia Membelokkan Serangan Rafel..?!"
Zhanif : "Kau Hebat Xa'an...!!" (Menyoraki)
"Bats bats bats...!" (Rafel Menghindar lalu Bergerak mundur kebelakang)
Rafel : (suara dalam hati) "Itu Tadi..?!, Sangat Nyaris Saja!" (Terkejut)
Xa'an : "Hmmm....." (Xa'an Masih Sedang Mengerahkan Pedang nya ke Atas, Dan Badannya sedang Menghadap Ke bawah Lalu Kepalanya Menoleh Melihat Ke Arah Rafel Lalu Tersenyum)
Rafel : "......." (Melihat Senyuman Xa'an lalu Serius)
Rafel : "Set....." (Rafel Berkuda kuda, Sedang Ingin Mengeluarkan Kekuatan yang Besar)
Rafel : "HAAAAAAH....!!!!!" (Rafel Mengeluarkan Aura Necromancer nya Sekali Lagi!)
Sylfia Landi Dasai Lycia Mora dan Zhanif : "Ugh...?!" (Kaget)
"Blaaaar....!!!" (Sebuah Ledakan Besar Muncul Dari Rafel)
Landi : "Dia Mengeluarkan Aura Itu Lagi..?!" (Kaget)
Dasai : "Apa dia akan Serius Melawan Xa'an..?!" (Kaget)
Zhanif : "Si Rafel Itu Tidak Main Main yah...." (Senyum)
Lycia : "An Kun....." (Khawatir)
Xa'an : "Oh..!, Akhirnya Kau Mulai Serius Rafel..!!!" (Senang)
Rafel : "Tuan Xa'an!, Mari Kita Beradu Kekuatan Pedang Kita Sekali Lagi!" (Bersiap siap)
Xa'an : "Ohh..., Baiklah... Aku akan Menurutimu...!" (Bersiap siap)
Xa'an : "Sheeeeeesh......" (Menghirup Nafas, Lalu Berkuda kuda Menyiapkan Serangan)
Rafel : "Hmmm......!" (Berkuda-kuda Menyiapkan Serangan)
Rafel : "Sihir Gabungan Dua Elemen Api Dan Petir!" (Melirik Ke Depan)
Rafel : "SWORD FIRE BOLT!!!!" (Rafel Menebas Dengan Kuat Menuju Xa'an)
Xa'an : "Huuuuft......" (Menghela Nafas, Lalu Melirik ke depan)
Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang!, TEBASAN PEDANG!!!" (Xa'an Menebas dengan sangat Kuat Menuju Ke Rafel)
"Ziiiiiiiiiiiiiiiiiinggg....!!!!" (Tebasan Milik Rafel)
"ZIIIIIIIIIIIIIIIIIINGGG....!!!!!!" (Tebasan Milik Xa'an)
Landi Dasai Sylfia Lycia Zhanif dan Mora : "Fokus Melihat"
"ZIIIIIIIIIIIIIIIIIINGGG....!!!" (Tebasan Xa'an Menuju Ke Rafel)
"Ziiiiiiiiiiiiiiiiiinggg.....!!!" (Tebasan Rafel Menuju Ke Xa'an)
"BLAAAAARR....!!!!!" (Kedua Serangan Mereka Bertabrakan!)
Rafel : "HMM...?!" (kaget)
Landi : "Apa...?!" (Kaget)
Sylfia : "Heh..?!" (Kaget)
Mora : "Tidak...?!" (Kaget)
Lycia : "....?!" (Kaget)
Zhanif : "Wah...!" (Kaget)
Dasai : "Itu...!, Serangan Milik Xa'an masih Menuju Ke arah Rafel!!!" (Kaget)
Xa'an : "Hmmm....!" (Senyum)
"Serangan Tebasan Rafel Menghilang setelah Tabrakan Tebasan Mereka Berdua!"
"ZIIIIIIIIIIIIIIIIIINGGG.....!!!!" (Serangan Tebasan Milik Xa'an Masih Menuju Ke arah Rafel)
Zhanif : "Ini....!, Terlalu Kuat Baginya Untuk Menahannya!" (Berdiri Lalu Melompat Ke arah Arena)
Lycia : "Eh?!, Zhanif..?!" (Kaget)
Mora : "Tuan Zhanif...?!" (Kaget)
Rafel : "Ugh.....?!" (Terdiam)
"Baaatss...!!" (Zhanif Secara Cepat Datang di depan Rafel)
Zhanif : "Sihir Ruangan!" (Zhanif Mengeluarkan Sihir Ruangan Untuk Memasukkan Tebasan Xa'an Menuju Sihir Ruangan Milik Zhanif)
Rafel : "........?!" (Kaget)
Zhanif : "Woy Xa'an!, Itu tadi Sangat Berbahaya Loh...!" (Meneriaki dari jauh)
Xa'an : "Oh..!, Maaf maaf!, Aku Merasa Bersemangat Lalu Kelewatan!" (Berlari Menuju Mereka)
Zhanif : "Kau Ini yah.... Serangan mu itu pun Bahkan Bisa Membuatku Babak Belur lagi Loh..."
Xa'an : "Hahaha, maafkan aku Zhanif dan Rafel...."
Rafel : "Iyah, Tidak Masalah Tuan..... Ugh......" (Rafel Sempoyongan Lalu Terlihat Mau jatuh)
Xa'an : "Hmmm...?!, Bats...!" (Xa'an Secara cepat Menangkap Badan Rafel)
Zhanif : "Hmmm....?!" (Kaget, lalu menoleh ke belakang)
Xa'an : "Sepertinya Dia telah Kelelahan....." (Senyum)
Xa'an : "Baiklah.... Pertarungan Ini Telah Berakhir....!"
Rafel : "........" (Pingsan Karena Kelelahan)
SELESAI......(Harusnya...)
T.K.A.R Comedy...!
Dasai : "Close Sound!" (Nama sihir)
Landi : "Light Bullet!" (Nama Sihir)
Sylfia : "Magic Combination!" (Nama Sihir)
Rafel : "Sword Fire Bolt!" (Nama Sihir)
Xa'an : "Mengapa sih Kalian Harus Menamai dulu sebelum Mengeluarkan Nya...?" (Dengan Ekspresi Tidak Percaya)
Lycia : "Hahahahaa......"
Selanjutnya Di The King After Reincarnation!
Lycia : "Yah, Tadi Itu Pertarungan Yang Sangat Mengejutkan Sekali yah...!"
Lycia : "Aku Tidak Percaya Kalau Mereka akan Seserius itu Untuk Melawan An Kun.."
Xa'an : "Aku Juga Terkejut Ketika Melihat Kekuatan Mereka Berkembang Seperti itu"
Xa'an dan Lycia : "Chapter Berikutnya Di The King After Reincarnation!"
Xa'an dan Lycia : "Kerajaan Elgrasia...?!"
Xa'an : "Di Tunggu...!"
Lycia : "Yah....!"
__ADS_1
SELESAI.......!