
*CHAPTER* 96 Season 03
Judul : Masa Depan?
"Kemarilah, Chosen Hero."
Xa'an : (suara dalam hati) "Khuk.....!, Suara itu lagi."
Lycia : "An Kun...." (Khawatir)
Sylfia : "......"
Xa'an : (suara dalam hati) "Pikiranku terasa berat."
"Setelah beberapa lama kemudian."
"Kita sudah sampai Tuan dan Nona nona."
"Xa'an, Lycia dan Sylfia pun turun dari perahu tersebut."
Sylfia : "Ayo, Kita hampir sampai, Kita hanya perlu masuk ke dalam hutan ini saja."
Lycia : "Apa ini memang benar tempat para suku Goldan berada?."
"Lycia memperhatikan sekeliling nya yang penuh akan pepohonan rimba."
Sylfia : "Iyah benar, Kamu akan tau sendiri saat memasuki tempat ini." (Sylfia mulai berjalan)
Xa'an : "Ayo Cia."
Lycia : "I-iyah..."
"Setelah itu pun Xa'an dan yang lainnya berjalan ke arah hutan."
Sylfia : "Kalian berdua, Tetaplah berada dalam jangkauan ku."
Sylfia : "Sebentar lagi kita akan sampai."
Lycia : "Eh?, Dimana?, Aku tidak melihat apapun kecuali pepohonan yang kulihat."
Sylfia : "Ofen Sasement." (Bahasa asing)
Xa'an dan Lycia : "....?." (Bingung)
"Buuush....!." (Sebuah lingkaran muncul mengelilingi Sylfia dan yang lainnya, Dan seketika itu pun Sylfia dan yang lainnya berpindah ke tempat lain."
Xa'an : "....?!." (Kaget)
Lycia : "Eh?!." (Kaget)
"Xa'an dan Lycia melihat ke sekeliling."
"Sebuah pemandangan yang tidak dilihat sebelum nya dimanapun muncul seketika dan membuat Xa'an serta Lycia terkagum melihat nya."
Lycia : "Tempat ini sangat keren....!."
Xa'an : "Itu benar, Ada banyak sekali orang kuat disini." (Xa'an melihat dengan mata warna Emas nya)
Sylfia : "Huft...." (Menghela nafas)
Sylfia : "Mari kita berjalan menuju bagian dalam desa."
Xa'an dan Lycia : "Iyah." (Mengangguk)
"Saat berada di perjalanan menuju bagian dalam desa."
Lycia : "Semua orang disini melihat ke arah kita An Kun."
Xa'an : "Itu sudah wajar Cia, Bagi mereka kita adalah orang asing disini."
Lycia : "Itu sangat menggangu ku...."
Xa'an : (suara dalam hati) "Sudah pasti Cia akan merasa terganggu, Tatapan mereka saja sangat tajam..."
Xa'an : (suara dalam hati) "Tch!." (Kesal)
Lycia : "Eh?!, An Kun?, Kenapa?."
Xa'an : "Untuk berjaga-jaga Cia." (Menjaga Lycia tetap di belakang nya)
Lycia : "Hmmm, Iyadeh Iyah...." (Senyum)
"Sylfia, Xa'an dan Lycia terus berjalan dan berjalan ke dalam pusat Kampung halaman suku Goldan, Tanpa mereka ketahui, Sesuatu seperti masa depan menunggu dia."
"Takdir yang tak dapat di hindarkan, Takdir yang terpilih, Takdir yang menuntun nya, Takdir yang tidak dapat dia tinggalkan, Suatu takdir yang harus dia pilih jalannya!."
Xa'an : "......" (Berjalan)
Tempat : Rumah kepala desa suku Goldan
Sylfia : "Kakek, Aku pulang..."
__ADS_1
Kepala Suku / Kakek Sylfia : "Ohhh nak Sylfia...." (Menghampiri Sylfia)
Sylfia : "Bagaimana kesehatan Kakek akhir-akhir ini?.'
Kakek Sylfia : "Tentu saja sehat prima Cucuku, Hohoho....'
Sylfia : "Bagus...." (Senyum)
Kakek Sylfia : "Hmmm?.' (melihat ke arah Xa'an dan Lycia)
Xa'an dan Lycia : "...."
Kakek Sylfia : "Sepertinya kamu tidak pulang sendirian yah..."
Sylfia : "Oh Iyah, Perkenalkan Kakek, Mereka berdua adalah teman ku di sana, Sekaligus....."
Xa'an : "Halo senang bertemu dengan anda Tuan, Nama ku adalah Xa'an Algreasia, Aku adalah Pahlawan saat ini."
Kakek Sylfia : "Hoo.... Pahlawan yah....."
"......" (Kakek Sylfia mencoba untuk membaca pikiran Xa'an)
Xa'an : "....!!!." (Aura Xa'an bereaksi menentang Kakek Sylfia untuk membaca pikiran nya)
Kakek Sylfia : "Khuk?!!." (Terkejut)
Sylfia : "Ka-kakek?!."
Kakek Sylfia : "Kakek tidak apa-apa nak...." (Berusaha berdiri)
Xa'an : "......"
Kakek Sylfia : "Tidak di ragukan lagi, Anda memanglah seorang pahlawan Tuan Xa'an, Maafkan saya jika bermaksud membaca pikiran anda."
Xa'an : "Tidak masalah..."
Sylfia : "Oh yah dan teman ku yang satunya..."
Lycia : "Perkenalkan, Nama saya Lycia Arthem, Senang bertemu dengan anda Kakek Sylfia..." (Menunduk)
Kakek Sylfia : "Arthem?, Apa kamu anak dari raja Elf dan Ratu Elf sekarang?."
Lycia : "Itu benar..." (Senyum)
Kakek Sylfia : "Ohhh pantas saja aku merasakan hawa sejuk saat melihat mu, Itu karena para roh melindungi mu yah...."
Lycia : "Bisa dibilang seperti itu hehe..." (Senyum)
Sylfia : "Kakek sebenarnya-" (Belum sempat berbicara, Xa'an memotong obrolan)
Xa'an : "Kami datang untuk melihat masa depan."
Kakek Sylfia : "Hmm...?." (Tatapan sinis)
Xa'an : "Karena saat aku mendengar bahwa Sylfia bilang aku terkait takdir dengan nya aku sempat tidak percaya, Dan disini aku ingin melihat nya sendiri dengan mata dan hatiku sendiri."
Kakek Sylfia : "......"
Sylfia dan Lycia : "Hmm...."
Kakek Sylfia : "Apa anda yakin Tuan Pahlawan Xa'an?, Anda ingin melihat masa depan itu?."
Xa'an : "Iyah."
Kakek Sylfia : "Hmmm, Masa depan adalah sebuah peristiwa yang bisa saja baik bagimu, Atau lebih parahnya itu akan menjadi hal yang buruk bagimu, Juga orang-orang terdekat anda akan terkena imbasnya." (Menjelaskan)
Xa'an : "....."
Kakek Sylfia : "Pikirkanlah lagi sebelum bertindak, Apa anda siap untuk melihat masa depan anda sendiri?."
Xa'an : "...."
Lycia : "An Kun...."
Xa'an : "Aku....."
Kakek Sylfia : "Masa depan...."
Xa'an : "???."
Kakek Sylfia : "Dulu aku melihat masa depan secara tak sengaja bahwa ada seseorang yang datang kesini untuk melihat masa depannya sendiri, Aku menolak dia untuk melihat nya dan apa kalian tau apa yang akan terjadi padanya?."
Xa'an : "....."
Lycia : "Apa yang terjadi pada orang itu Tuan?."
Kakek Sylfia : "Dia mati..."
Xa'an dan Lycia : "...??!!." (Terkejut)
Kakek Sylfia : "Lebih parahnya lagi, Saat pemuda itu mati, Tatanan dunia mulai menjadi kacau, Tak ada pahlawan baru karena pahlawan dulu masih hidup."
__ADS_1
Lycia : "Tunggu seorang pahlawan?!."
Kakek Sylfia : "Itu benar nona, Pahlawan yang datang kesini untuk melihat masa depan nya sendiri adalah anda Tuan, Xa'an Algreasia."
Xa'an : "....?!!." (Terkejut)
Lycia : "Apa yang terjadi pada An Kun di masa depan Kakek?!."
Kakek Sylfia : "Intinya, Dia mati dan Pahlawan sebelumnya menangani sebuah bencana dunia seorang sendiri dengan kekuatan dunia menjadi korban nya."
Xa'an : "Tunggu sebentar, Apa maksud dari bencana dunia, Dan pahlawan sebelum ku berarti?!."
Kakek Sylfia : "Kamu pasti pernah bertemu dengan nya kan?, Xa'an Algreasia."
Xa'an : "Va'an Astansia...!."
Kakek Sylfia : "Itu benar, Tak lama lagi dunia akan hancur karena bencana dunia, Dan saat anda mati, Pahlawan Va'an Astansia menggunakan kekuatan dunia untuk menghindari bencana itu, Namun...."
Kakek Sylfia : "Dunia malah menjadi semakin hancur oleh bencana itu, Para makhluk bercahaya dari luar dunia menghancurkan seluruh bumi sampai tak tersisa."
Kakek Sylfia : "Dan saat itu juga Pahlawan Va'an mati, Tak ada lagi seorang pahlawan yang menyelamatkan dunia, Tak ada lagi pahlawan baru." (Menatap Serius)
Xa'an : "Sebenarnya, Apa tujuan asli dari Pahlawan Va'an itu?!, Dia sulit di prediksi!, Kenapa dia rela menjadi jahat?!, Memangnya apa yang dipikirkan nya?!, Apa yang sebenarnya dia lihat?!."
Kakek Sylfia : "Hmmm....."
Lycia : "An Kun, Tenanglah...."
Xa'an : "Cia...."
"Grep!." (Xa'an mengepalkan tangannya dengan erat)
Xa'an : "Aku yakin dan aku siap melihat masa depan ku sendiri Tuan."
Lycia dan Sylfia : "...?!."
Kakek Sylfia : "Apa anda yakin?, Masa depan itu-."
Xa'an : "Antar aku ke tempat nya sekarang supaya aku bisa menyelamatkan dunia ini."
Kakek Sylfia : "UK...?!." (Terkejut)
Kakek Sylfia : "Hmm... Baiklah." (Senyum)
Kakek Sylfia : "Ikuti saya Tuan Xa'an, Nona Lycia dan Sylfia juga."
Lycia dan Sylfia : "Iyah."
Xa'an : "....."
"Setelah perjalanan menuju tempat melihat masa depan."
Kakek Sylfia : "Ini adalah tempatnya, Batu besar yang ada disana adalah tempat dimana anda bisa melihat masa depan dengan di dampingi oleh salah satu suku goldan yang termasuk dari takdir anda."
Xa'an : "Jadi, Sylfia adalah syarat untuk aku dan Cia melihat masa depan?."
Kakek Sylfia : "Itu benar Tuan."
Xa'an : "Baiklah tanpa basa-basi lagi, Ayo cepat kita harus melihat nya bersama Cia, Sylfia, Teman-teman kita telah menunggu kita disana."
Sylfia : "Ayo Lycia...." (Berjalan mendekati batu)
Lycia : "Mmm...."
Xa'an : "Tenang saja Cia, Tidak akan ada nasib buruk menimpamu, Aku berjanji."
Lycia : "Iyah..." (Mengangguk)
(Xa'an menggandeng tangan Lycia)
Sylfia : "Aku akan memegang batunya, Kalian berdua peganglah pundak ku."
(Xa'an dan Lycia memegang pundak Sylfia, Juga Xa'an dan Lycia masih berpegangan tangan mereka.)
Sylfia : "Aku mulai.... Huft...." (Fokus dan menutup mata nya)
Xa'an dan Lycia : "..….." (menutup mata)
Kakek Sylfia : "......." (Melihat dari kejauhan)
Xa'an : "....." (Fokus)
Xa'an : "Hmmm...., ?!!!!!."
SELESAI...............!
"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."
"Kebenaran Asli!."
"Di tunggu yah!."
__ADS_1