
*CHAPTER* 49
Judul : Mimpi Buruk
Tempat : ??? (Kamar Asrama)
"Beberapa Hari Kemudian"
(Mimpi)
Xa'an : "Maafkan aku Semua......"
Seseorang : "Semua Rakyat Telah Mati karenamu...!" (Suara Bayang²)
Seseorang : "Apa yang Raja lakukan sampai membuat orang penting di sampingnya Mati?!" (Suara Bayang²)
Seseorang : "Tolong Aku.....!" (Suara Bayang²)
Xa'an : "Tidak....."
Seseorang : "Bagaimana Caramu membayar semua ini..!"
Xa'an : "Tidak, Mohon maafkan aku..."
"Xa'an melihat Bayang² Asriel, Rafel, Dasai, Landi, Jullian, Juga Lycia Dan Airin Tergeletak di tanah"
Xa'an : "Ti-tidak Maafkan aku karena tidak bisa Melindungi Kalian....!"
Lycia : "An Kun....! Bangun...!" (Lycia Berusaha membangun kan Xa'an)
Xa'an : "Tiidaaaak.....!!!" (Berteriak)
"Seketika itu Pun Xa'an Terbangun dari Tidurnya"
Xa'an : "Ci-cia.....?" (Xa'an baru bangun dari tempat tidur nya dan menoleh ke Lycia)
Lycia : "An Kun ada apa denganmu?, Apa kamu baik² saja..?" (Khawatir)
Xa'an : "Aku Baik² saja Cia....."
Lycia : "Syukurlah aku senang kalau kamu baik² saja An Kun...."
Xa'an : "Ek......?" (Terharu)
"Beg....." (Suara Xa'an memeluk Lycia)
Lycia : "Eh...?! An Kun..?!" (Lycia kaget Karena tiba² Xa'an Memeluk Lycia)
Xa'an : "Cia.... Aku Bersyukur kalau Kamu masih berada di sampingku...." (Masih memeluk)
Lycia : "Iyah.... Aku akan tetap selalu berada di sampingmu An Kun, Jadi tenanglah...." (Membalas pelukan Xa'an)
Xa'an : "Cia... Asriel telah....."
Lycia : "Iyah Aku tau.... Aku juga turut berduka Karena Kematian Asriel, Tapi itu semua bukanlah Salahmu An Kun....."
Xa'an : "Tapi......"
Lycia : "Itu Memang Takdir Seseorang, Jika memang Itu Waktunya Maka Tidak ada yang bisa Merubahnya An Kun...."
Xa'an : "Terimakasih Cia Aku menjadi sedikit Tenang Karenamu....."
Lycia : "Tidak apa apa, Ini adalah Kewajiban ku An Kun...."
Xa'an : "Biarkan aku Memelukmu Sedikit Lama....."
Lycia : "Hmm...." (Tersenyum)
Lycia : "Peluk Saja Sepuasmu An Kun....."
Xa'an : "......." (Masih Memeluk Lycia)
"Tak Lama Kemudian"
"Xa'an dan Lycia duduk bersampingan"
Xa'an : "Oh Iyah Cia, Bagaimana Kamu bisa Datang kesini...?"
Lycia : "Aku Khawatir Tentang Mu Karena kamu tidak Kunjung Kembali di negri Elf, Setelah Itu aku langsung Pergi Kesini."
Xa'an : "Hmm..."
Lycia : "Saat Sesampainya di Sini aku mendengar Kamu Telah Berusaha Sebaik Mungkin untuk membangun Kembali Sekolah Makanya aku tanpa basa basi lagi langsung mengunjungi mu karena aku takut kamu kenapa² karena terlalu memaksakan Diri..."
Xa'an : "Terimakasih Cia karena Khawatir Padaku"
Lycia : "Iyah Sama sama...."
Xa'an : "Airin dimana...?"
Lycia : "Oh...Dia ada disana, Katanya dia mau beristirahat dalam Bentuk Kalung nya karena capek Bantu² Mengurus Sekolah."
Xa'an : "Hmm..." (Senyum)
Xa'an : "Itu Jelas sekali.... Dia sangat Bersemangat membantu ku untuk memperbaiki sekolah kembali menggunakan Sihir"
Xa'an : "Terimakasih Airin kamu pasti sangat lelah yah...." (Mengambil Kalung Airin dan Memakainya)
Lycia : "Hmm....." (Senyum)
Xa'an : "Aku mau menjenguk Teman² ku di Area Perawatan, Apa kamu mau ikut Cia...?"
Lycia : "Baiklah aku Akan Ikut..." (Berdiri)
Xa'an : "Iyah Ayo..." (Menggandeng Tangan Lycia)
"Xa'an dan Lycia berjalan Menuju Area Perawatan"
"Ckieeeett...." (Suara membuka Pintu)
__ADS_1
Xa'an : "Eh....?" (Kaget)
Lycia : "Hmm...?" (Kaget)
"Dasai Berbaring di kasur sedang sendirian, Landi berbaring di kasur sedang di Jaga oleh Mora, Sedangkan Rafel Berbaring di kasur dan di Datangi Para Cewek."
Mora : "Tuan Landi Buka Mulutmu...." (Mau menyuapi landi)
Landi : "Iyah...." (Membuka mulut)
Mora : "Bagus....." (Senyum)
Landi : "Nyam nyam..." (Mengunyah)
Para Gadis : "Tuan Rafel apakah kamu Baik² saja..?" (Mendekat ke Rafel)
Rafel : "Aku Tidak apa apa"
Para Gadis : "Tuan Rafel ini makanlah, atau mau ku suapi"
Rafel : "Aku akan Makan Sendiri"
Para Gadis : "Duh... Tuan Rafel inimah...."
Dasai : "Cih...!!" (Jengkel)
Dasai : "Mengapa Hanya aku yang tidak di pedulikan....!" (Jengkel)
Xa'an : "Eek... Haaaah....." (Menghela Nafas)
Lycia : "Eh hehe....." (Ketawa Kecil)
"Setelah Itu"
Rafel : "Akhirnya Para Gadis itu Pergi..."
Xa'an : "Kalian Semua..... Untunglah kalian Baik² saja, Aku Merasa Senang"
Rafel : "Iyah kami juga merasa Senang karena Tuan Baik² saja...."
Landi : "Hmm.." (mengangguk)
Dasai : "Iyah...."
Xa'an : "Kalian......"
Xa'an : "Maafkan aku karena Telat Datang Semua..."
Xa'an : "Jika aku lebih cepat Sedikit, Ini semua tidak akan Terjadi...."
Rafel : "Tidak perlu meminta maaf Tuan...."
Dasai : "Iyah Kami Semua selamat Berkatmu..."
Landi : "Jangan Menyalahkan Dirimu sendiri Xa'an...."
Xa'an : "Terimakasih Semua...."
Dasai : "Tentu Saja..!"
Landi : "Hmm..Hmm.." (mengangguk)
"Setelah Xa'an Mampir ke Tempat Teman² nya Xa'an Pun Pergi bersama Lycia untuk Keluar menemui seseorang"
Xa'an dan Lycia : "Deg deg deg deg deg deg deg..." (Suara Xa'an dan Lycia Lagi Berjalan)
Xa'an : "....." (Terlihat Bingung)
Lycia : "Ada apa An Kun? Kenapa kamu terlihat Bingung?"
Xa'an : "Aku Hanya kepikiran dengan Sihir yang dipakai Oleh Orang yang Ku Lawan itu." (Yang dimaksud adalah Vaan)
Lycia : "Memang nya itu sihir apa...?"
Xa'an : "Sihir itu Seperti Mengeluarkan Ruangan Tersendiri dan Memiliki ruangan yang sangat Besar."
Xa'an : "Makanya aku Ingin Bertemu dengan Jullian, Sepertinya dia tau..."
Lycia : "Sihir Ruangan....?" (Mengingat Kembali)
Xa'an : "Hmm..?"
Lycia : "Sepertinya aku tau Apa itu An Kun..."
Xa'an : "Eh...?! Kamu tau Cia..?!" (Kaget)
Lycia : "Eum.. Iyah aku cuman tau sedikit karena Roh² yang ku Panggil"
Xa'an : "Seperti apa itu Cia Sihir ruangan?"
Lycia : "Kalau tidak salah saat itu mereka bilang"
"Kilas Balik Lycia Saat Berlatih Dengan Roh"
Roh : "Nona.... Apa kamu bisa menggunakan Sihir ruangan?"
Lycia : "Eh..? Apa itu Sihir Ruangan..?"
Roh : "Sepertinya Nona tidak tau yah...."
Lycia : "Iyah Sihir apa itu....?"
Roh : "Itu Adalah Sihir Dari Klan Suku Yang Sangat Terkenal dulu karena sihir ruangan nya.."
Lycia : "Hmm..?"
Roh : "Itu adalah Sebuah Sihir yang Digunakan Pemakai nya untuk Melintasi Ruangan Lain Untuk dipakai oleh Penggunanya atau menyimpan sesuatu...."
Lycia : "Eh...? Menyimpan...? Jadi aku bisa menyimpan kalian di Sihir ruangan itu..?"
__ADS_1
Roh : "Iyah Tentu saja, Makanya tadi aku berkata, Apakah Nona bisa menggunakan Sihir Ruangan..."
Lycia : "Itu Mustahil Bagiku, Sihir itu dari Suku Yang Tidak terlihat lagi, Dan itu sepertinya sangat Kuat...."
"Kilas Sekarang"
Xa'an : "Ohh.... Begitu.... Jadi Suku apa yang bisa menggunakan sihir ini....?"
Lycia : "Aku pun tidak tau, Katanya Suku Itu Hidup Ribuan Tahun Lalu..."
Xa'an : "Jika berkata dengan Ribuan Tahun yang lalu, Kita tidak akan salah datang ke tempat Seseorang..."
"Deg deg" (suara Xa'an dan Lycia berhenti)
"Xa'an dan Lycia berhenti Di depan Pintu"
"Ckieeeett...." (Suara Xa'an Membuka Pintu)
Jullian : "Halo Pangeran Xa'an Putri Lycia Ada perlu apa...?"
Xa'an : "Jullian...... Aku punya Pertanyaan....."
Jullian : "Ohh.... Baiklah, Silahkan Duduk terlebih dahulu..."
"Setelah itu pun Xa'an dan Lycia duduk di sofa"
Xa'an : "Jullian apakah kau tau tentang Sihir Ruangan yang di pakai oleh orang itu?"
Jullian : "Hmm...?!" (Kaget)
Xa'an : "Apa kau tau Sesuatu?"
Jullian : "Pangeran Aku akan Memberitahukan Sesuatu padamu terlebih dahulu...."
Xa'an : "Apa itu..?"
Jullian : "Sebenarnya Sihir itu Sebenarnya Sudah Punah Dari Zaman Dahulu"
Xa'an : "Bagaimana Bisa...?"
Jullian : "Dulu Ada Suku Yang Mencintai Perdamaian, Suku itu selalu memberikan Senyuman kepada seseorang yang datang ke desa mereka, Dan Juga suku itu pun sangat Kuat."
Jullian : "Salah Satunya adalah Sihir Ruang."
Xa'an : "Apakau Tau Nama Suku Itu Jullian?"
Jullian : "Mereka Disebut sebagai Suku Azure."
Xa'an : "Suku Azure? Aku baru pertama kali mendengar nya..."
Jullian : "Itu Masuk akal Kalau Kamu tidak Mengenali suku Azure Pangeran..."
Jullian : "Suku itu mulai menutup diri mereka ke dalam ruangan nya dan kemudian mereka Tidak kembali lagi di dunia ini karena Alasan dunia ini sudah tidak Damai lagi."
Xa'an : "Apakah kau bisa menggunakan Sihir Ruang ini Jullian?"
Jullian : "Aku bisa tapi hanya sedikit saja seperti lubang Yang cukup di masukkan Bola"
Jullian : "Aku tau sihir ini Karena dulu aku sempat dilatih oleh orang² Suku Azure"
Xa'an : "Hmm.... Jadi begitu...."
Xa'an : "Apa tidak ada lagi Orang yang bisa Memakai sihir ini Jullian?"
Jullian : "Tentu saja ada bahkan dia dari suku Azure"
Xa'an : "Ya-yang benar saja..?!" (Kaget)
Jullian : "Dia Memasuki Grub Terkenal yang bernama Threesome...."
Lycia : "Threesome..?!" (Kaget)
Xa'an : "Eh...?" (Menoleh)
Xa'an : "Apakamu tau tentang kelompok ini Cia...?"
Lycia : "Mereka adalah Kelompok 3 orang yang sangat Kuat dan Mereka Selalu Bertindak sesuka hati mereka"
Lycia : "Mereka juga cinta damai dan tidak memberi kesan buruk bagi Masyarakat"
Jullian : "Uwah...! Putri dari Raja Elf Memanglah Hebat yah...." (Terkesan)
Xa'an : "Cinta Damai yah......" (Berfikir)
Xa'an : "Jullian...."
Jullian : "Iyah Jullian disini"
Xa'an : "Dimana aku bisa menemukan Si Threesome ini...!"
Jullian : "Heh... Jadi Pangeran Tertarik yah..."
Xa'an : "Sihir ruang ini aku sangat Memerlukan nya...."
Jullian : "Hmm....."
Jullian : "Baiklah Pangeran..... Aku akan memberitahumu...."
Lycia : "An Kun tunggu.... Mereka adalah orang² yang sangat kuat"
Xa'an : "Tidak perlu khawatir Cia.... Aku akan baik² Saja Percayalah Padaku oke...?" (Senyum)
Lycia : "Baiklah......."
Xa'an : "Terimakasih Lycia....."
Xa'an : "Jadi.... Threesome Tunggulah aku, Dan juga Orang dari Suku Azure, Aku Menantikan Mu...!!!"
SELESAI.............
__ADS_1
"Sorry Guys Telat Up...! Jempol lagi Luka😭"