
*CHAPTER* 78. 7 Season 02
Judul : Di Balik Penggelapan Terbesar Pasar Krista! (07)
Tempat : Kediaman Kaisar Gisu
Xa'an : "Ayo cepat Zhanif kita tak punya banyak waktu, Sebentar lagi acaranya akan dimulai." (Bergegas)
Zhanif : "Iyah!." (Mengikuti Xa'an)
"Xa'an dan Zhanif berlarian sambil mengendap-endap untuk keluar dari kediaman Gisu Tersebut."
Xa'an : (suara dalam hati) "HumanShow, Kupastikan akan kuhancurkan kalian semua!." (Sambil berlari)
"Di lain sisi, Orokus dan Mersha sedang berhadapan dengan Gisu."
Orokus : "Tuan Gisu ada yang ingin ku sampaikan kepadamu...." (Berhadapan dengan Gisu)
Mersha : "......."
Gisu : "Hmm?, Memangnya apa yang perlu disampaikan?, Dan juga siapa kalian?."
Orokus : "Tuan kami, Tuan Xa'an izin untuk tidak mengikuti acara nanti malam karena memiliki urusan yang sangat penting."
Gisu : "Apa?, Memangnya apa yang dilakukan oleh Tuan Xa'an?!."
Orokus : "Itu tidak ada sangkut pautnya denganmu, anda tidak berhak untuk mengetahui nya."
Gisu : "Apa yang memang dia lakukan sebenarnya?!."
Orokus : "Hei kan sudah kukatakan?, Anda itu tidak berhak untuk mengetahui nya!." (Orokus Mengeluarkan Hawa Mematikan Kraken nya)
Gisu : "A-ahk...?!!!." (Terkejut)
Orokus : "Kau paham?." (Mendekat ke arah gisu)
Gisu : "I-iyah saya paham....." (Gemetar)
Orokus : "Bagus....." (Menjauh)
Orokus : "Ayo pergi Mersha, kita harus membangun kan Adik Lycia." (Pergi menjauh)
Mersha : "Jangan memperintahku." (Mengikuti Orokus)
Gisu : "Ahk....?!" (Terjatuh)
Gisu : (suara dalam hati) "apa-apaan mahkluk itu?!, Aku bahkan tidak bisa bergerak olehnya."
Gisu : (suara dalam hati) "Apakah dia adalah bawahan dari Tuan Xa'an?!, Dia sangat kuat!."
Gisu : "A-aku harus mempersiapkan yang lain...." (Berdiri lalu berjalan)
"Tak Lama Kemudian."
Tempat : Ruang bawah tanah
Xa'an : "Ini tempatnya...." (Sedang berada di dekat pintu masuk)
Zhanif : "Sembunyikan Kekuatan Hawa mana mu Xa'an."
Xa'an : "Iyah..." (Menyembunyikan Hawa Mana nya)
Zhanif : "Siap?."
Xa'an : "....." (Mengangguk)
Xa'an : "Ayo....!" (Berjalan ke arah pintu)
"Xa'an dan Zhanif pun mulai berjalan menuju pintu masuk ruang bawah tanah, dan berhenti tepat di depan pintu."
Suara : "Tunjukkan tiket kalian!."
"Sret...." (Xa'an Menunjukkan Tiketnya)
Suara : "Silahkan masuk!." (Membuka pintu)
"Xa'an dan Zhanif berjalan masuk."
Seorang Pria : "Tunggu dulu!."
Xa'an dan Zhanif : "Hmm?."
Seorang Pria : "Tolong pakailah ini." (Memberikan sebuah 2 Topeng)
"Sret...." (Xa'an dan Zhanif mengambil topeng tersebut lalu memakainya)
"Xa'an dan Zhanif pun berjalan semakin dalam menuju ruang bawah tanah tersebut."
Zhanif : "Mau seberapa lama ini akan berlanjut?."
Xa'an : "Mungkin sebentar lagi, Hmm?."
"Silahkan Semuanya!." (Terdengar suara Samar² dari depan)
Xa'an : "Itu dia, ayo!."
Zhanif : "Iyah!."
"Xa'an dan Zhanif mulai melihat sebuah cahaya terang dari depan, dan mulai menuju kesana, betapa kagetnya mereka berdua setelah melihat seperti sebuah Panggung yang sangat besar."
Zhanif : "I-ini besar sekali!."
Xa'an : "Kita harus mencari tempat duduk."
Zhanif : "Iyah baiklah, Aku akan mengikuti mu."
"Setelah itu Xa'an dan Zhanif mulai mencari tempat duduk untuk di tempati, dan mereka memilih tempat duduk yang ada di sisi atas."
Xa'an : "Segera dimulai...." (Serius)
Pembawa Acara : "Halooo!, Selamat datang semuanya!." (Suasana Meriah)
__ADS_1
Pembawa Acara : "Dengan saya disini akan membawa acara ini dengan mulus!."
Semua orang : "Jangan banyak ngomong lagi dan cepat mulai acaranya!."
Pembawa Acara : "Otto... Sepertinya semua sudah tidak sabar yah, baiklah aku akan memulai nya!."
Pembawa Acara : "Untuk Mula-mula nya, kami akan langsung menuju barang yang sangat berharga!."
Zhanif : "Mereka menyebut makhluk hidup dengan sebutan barang, mereka itu memang orang yang rendah banget yah."
Xa'an : "........"
??? : "......." (Memantau di balik bayang, sambil mengenakan Topengnya)
??? : "Sepertinya sekaranglah waktunya...." (Gumamnya)
Pembawa Acara : "Dia adalah Jendral perang yang telah pensiun!, Dulu dia dijuluki dengan si pembawa bencana karena kemampuan berkudanya yang selalu mengacak-acak para lawan nya!."
Pembawa Acara : "Namun sekarang dia telah mengalami tekanan mental, tapi itu semua tidak masalah karena kami telah membawakan obat untuk menyembuhkan nya!, Obat ini bonus saat kalian membelinya!."
Pembawa Acara : "Cepatlah!, Kami akan memulainya dengan Harga 1 Milyar Koin Emas!!!."
"1,2M!, 1,5M!, 2M!." (Semua orang mulai menawar)
Pembawa Acara : "Ayo siapa lagi?!, Ini adalah barang yang langka!."
"5M!!!." (Suara seseorang)
Pembawa Acara : "5M!, Apakah ada yang lain?!."
"Itu angka yang besar, Iyah itu sangat besar aku tak bisa mencapai kesana!." (Kebisikan orang-orang)
Zhanif : "Xa'an?, Apakah sekarang?."
"Sret...!!" (Xa'an mulai berdiri)
Xa'an : "Bersiap Zhanif." (Sambil mengeluarkan pedang inti jiwa naganya)
Zhanif : "Iyah!." (Bersiap)
Pembawa Acara : "Baiklah!, Sudah Di Terim-." (Ucapan yang terpotong)
"BLAAAAARRRRR!!!!!!!!!!!." (Suara hantaman yang keras pun terdengar di atas panggung, dan hal itu membuat semuanya semakin ribut dan tercengang dengan apa yang barusan terjadi)
"Wueeeesh..." (Kabut mulai memudar)
Zhanif : "Khugh....?!!" (Terkejut)
Xa'an : "......?!" (Kaget)
??? : ".........." (Sedang berada di atas mayat Pembawa Acara, dengan menusukkan Tombak di bagian Perutnya)
"Craaash!!!!." (Menarik Tombaknya)
"Deg deg deg....." (Berjalan menuju Jendral Pembawa Bencana)
Pembawa Bencana : "Siapa K-kau....?" (Berusaha untuk berbicara)
Pembawa Bencana : "Aku........"
Pembawa Bencana : "Aku ingin bebas dari sini, kumohon tuntunlah aku ke jalan yang benar, aku lelah berada disini, aku ingin melihat sebuah harapan yang ingin aku lihat lagi."
Masked : "Begitu yah, Maka Baiklah....!" (Menatap Tajam)
"CRAAAASHHH....!!!!!" (Masked menebas tubuh Pembawa Bencana)
Masked : "Sekarang kau bebas, dan tenanglah saat berada disana......"
Pembawa Bencana : "Terimakasih banyak.......!" (Tersenyum lalu menghilang)
Xa'an : "Apa?!."
Zhanif : "Hei hei tunggu dulu!, Ini tak lucu!, Dia menebas nya lalu si pembawa bencana itu seperti menghilang?!."
Zhanif : "Aku tak salah lihat kan?!."
Xa'an : "Dia bukan sembarang orang zhanif....!"
Xa'an : (suara dalam hati) "Apa-apaan tadi itu?!, Dia menebas si Pria itu dan seakan-akan tubuh Pria itu menghilang!."
Xa'an : (suara dalam hati) "Siapa orang itu sebenarnya?!."
Xa'an : "....?!."
"Cepat bunuh dia!!!." (Segerombolan orang-orang penjaga pasar gelap itu mulai datang)
Masked : "......." (Bersikap tenang)
Masked : "Apa kalian tau?, Jika seorang pengguna tombak diserbu itu dia masih terlihat tenang?."
Masked : "Itu karena dia sudah percaya diri dengan kekuatannya, dan juga Kecerdasan nya!." (Sambil berkuda kuda mau melempar Tombaknya)
Masked : "HUMMMM!!!!." (Melempar dengan sekuat tenaga tombaknya ke arah segerombolan penjaga itu)
"WUUUUUSHHHHH!!!!!, BLAAAAARRRRRRRRR!!!!!!." (Tombak Masked Terlempar dengan sangat kuat dan cepat, dan Tombak itu pun sampai menebus langit-langit dari pasar gelap bawah tanah itu)
Masked : "Kembali....!" (Memanggil Tombak nya kembali)
"Grep....!!" (Memegang Tombaknya)
"Dia sangat kuat?!, Jumlah kita banyak! Jangan takut cepat bunuh dia!!!." (Segerombolan Penjaga)
Masked : "......."
Zhanif : "Dia pasti tidak bisa melakukan hal itu sekali lagi, kita harus secepatnya menolong orang itu."
Xa'an : "Iyah!, Aku juga ingin membunuh semua orang-orang itu juga." (Xa'an melompat dari atas dan turun tepat di dekat Masked)
Masked : ".....?!" (Kaget)
Xa'an : "Tenanglah, kami akan Membantu mu." (Bersiap dengan pedangnya)
__ADS_1
Zhanif : "Pukulan bertubi-tubi!!!." (Zhanif menyerang dari atas)
Masked : "Ternyata lebih cepat dari apa yang kupikirkan."
Masked : "Terimakasih karena telah meringankan pekerjaan ku." (Berjalan maju)
Xa'an : "Hmmm?." (Bingung)
Masked : "Sampai Jumpa lagi, Hero......!" (Menoleh kebelakang)
Xa'an : "A-apa?!." (Terkejut)
"Wuuuesh....!" (Masked mulai masuk kedalam seperti sebuah portal dan menghilang)
Xa'an : "A-apa apaan?!!!." (Tak percaya dengan apa yang barusan dia lihat)
"Hyaattt!!!!." (Seseorang berusaha menyerang Xa'an)
"Craaaashhh!!." (Xa'an Menebas dengan mudah orang itu hingga terbelah)
Xa'an : "Siapa sebenarnya orang itu?!."
Xa'an : "Aku harus cepat cepat membantu Zhanif menyingkirkan mereka semua, dan membantu semua orang yang tertahan disini."
"Bats...!!" (Xa'an mulai bergerak)
"Setelah itu Xa'an dan Zhanif mulai membunuh semua penjaga yang berada di dalam pasa gelap tersebut hingga tak tersisa!."
"Uaaghh....!!!." (Tertebas)
Zhanif : "Akhirnya sudah selesai, Tak kusangka jika ada banyak juga para rendahan ini disini."
Zhanif : "Oh yah Xa'an, dimana pria itu pergi?, Tak kusangka juga kalau dia akan meninggalkan kita disini."
Xa'an : "Aku tak tau dia pergi kemana, tapi semua perkataan nya membuatku sangat bingung, aku terus menerus memikirkan nya sepanjang ini."
Zhanif : (suara dalam hati) "Apa saat bertarung dia sambil memikirkan kata-kata orang itu?, Si Xa'an ini memanglah orang yang sangat aneh..."
Zhanif : "Memangnya apa yang dia katakan?."
Xa'an : "Aku akan menceritakan semuanya saat di kastil nanti, sekarang kita harus membebaskan semua orang yang tertahan disini."
Zhanif : "Baiklah...."
Xa'an : "Mmmm....."
Masked : "Ternyata lebih cepat dari apa yang kupikirkan." (Terbayang bayang)
Masked : "Sampai jumpa lagi, Hero.....!" (Kata-kata masked yang membuat Xa'an berfikir)
Xa'an : "Hero........"
"Setelah itu, Xa'an dan Zhanif pun mulai menyelamatkan semua orang yang tertahan di dalam pasar gelap bawah tanah itu."
"Tak lama kemudian, Xa'an menggiring mereka semua kepada hafid untuk membawa mereka semua ke tempat aman di benua tengah dan menyuruh Hafid untuk prioritaskan para tahanan itu."
"Sedangkan Zhanif sedang menyelidiki semua seluk beluk pasar gelap itu dengan di temani oleh Aline."
"Dan setelah itu karena Xa'an yang tak kunjung pulang membuat Landi dan yang lainnya khawatir, Termasuk juga Lycia yang sepertinya sangat mengkhawatirkan Xa'an sampai-sampai membuat Xa'an untuk tetap di dalam Kamar sampai 1 Minggu lamanya untuk ber istirahat."
"Di suatu siang hari......"
Xa'an : "Cia, ini sudah 1 Minggu, apakah aku boleh keluar?." (Sedang berada di ranjang nya)
Lycia : "Tetap berada disitu, jika kamu membantahku aku akan membuatmu terkurung disini sampai 1 Minggu lagi."
Xa'an : "Aku tidak akan meninggalkan mu secara diam-diam lagi deh Cia!."
Lycia : "Sudah terlambat, dan diamlah....!."
Xa'an : "Ba-baik...." (Menurut)
Orokus : "Pffft....!" (Menahan tawanya)
Mersha : "Adik Lycia hanya khawatir terhadap mu Tuan, jadi bersabarlah lebih lama lagi."
Xa'an : "Iyah aku tau...."
Orokus : "BWAHAHAHAHA!!!." (Tertawa terbahak-bahak)
Orokus : "Tak Kusangka jika anda bisa seperti itu Tuan!!."
Xa'an : ".....?!!." (Menatap Tajam dengan Aura penuh mencengkram serta Hawa Membunuh yang sangat kuat menuju ke arah Orokus)
"Bruuugghh...!!!" (Orokus terjatuh lalu tak sadarkan diri)
Mersha : "Cari gara-gara sih...." (Sambil melihat tubuh Orokus yang tergeletak)
Xa'an : "Huft......"
Xa'an : (suara dalam hati) "Sudah 1 Minggu, Aku semakin penasaran dengan sosok si Masked ini." (Melihat ke arah jendela)
"Terlihat seperti seseorang sedang memperhatikan Xa'an dari atas."
Alkri : "Sepertinya takdir akan mempertemukan mereka berdua cepat atau lambat, Threesomebody......!" (Tersenyum)
Alkri : "Pertemuan antara Sang Jenius dan Sang Pahlawan Baru."
Alkri : "Mungkin yah..... Karena aku juga tak mau menspoiler kan hal ini hehe....." (Terlihat seperti sedang bercanda)
"Terlihat seperti seseorang yang sedang berjalan pulang dari pasar dengan membawa sekantong bahan-bahan, dan peralatan Pengobatan."
Masked? : "......" (Menengok ke langit)
SELESAI..........!!!
"Arc Di Balik Penggelapan Terbesar Pasar Krista Telah Selesai!."
"Namun masih memiliki banyak sekali misteri di dalam nya!, Seperti siapakah sosok yang memimpin atau memerintah Pasar gelap tersebut, dan siapakah Masked tersebut, dan bagaimana Nasib Alkri yang sekarang?!."
"Tetap selalu baca The King After Reincarnation di Noveltoon yah, karena cerita ini masihlah akan terus berlanjut!."
__ADS_1
"Sampai Jumpa Lagi....!"