The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Klub Pelindung Sekolah Menuju Algresia!


__ADS_3

*CHAPTER* 79 Season 02


Judul : Klub Pelindung Sekolah Menuju Algresia!


Tempat : Sekolah Galantic tepatnya di ruang Klub Pelindung Sekolah


"Sylfia, Dasai, dan Rafel sedang berada di dalam ruangan."


"Sylfia sedang membaca sebuah buku, Rafel sedang duduk di kursinya sambil mencatat sesuatu, dan Dasai pun sepertinya sedang sibuk akan sesuatu."


"Beg!." (Suara buku yang di baca Sylfia ditutup)


Sylfia : "Aku ingin mengambil sesuatu..." (Berdiri)


"Sylfia, Sylfia adalah seorang gadis Warna Rambut Blonde, Dia memiliki Kekuatan Warna Mata Merah, Dan Mahir Dalam Sihir 3 Elemen!, Dan Sylfia adalah orang dari suku Goldan, suku itu dapat membaca pikiran orang lain dan juga pastinya tidak hanya itu!."


Rafel : "Kau mau kemana?." (Sambil mencatat sesuatu)


Sylfia : "Bukan urusanmu...." (Pergi keluar dari ruangan)


"Brak!." (Suara pintu tertutup)


Dasai : "Seorang perempuan memang sulit untuk di tebak yah..." (Sedang sibuk sendiri)


Rafel : "Iyah, karena hal itulah aku malas untuk berurusan dengan mereka."


Dasai : "Kalau itu si kau, aku si engga, Ahhh?!!." (Panik)


Rafel : "Kau.....?." (Merasa aneh)


Rafel : "Apa si yang sedang kau lakukan?." (Menengok ke arah Dasai)


Dasai : "Ini?, Aku sedang membuat alat komunikasi dengan bantuan sihirku." (Berdiri)


Dasai : "Nih!." (Melempar alat nya)


Rafel : "....?!" (Menangkap alat nya)


Dasai : "Halo!." (Dengan tangan kanan nya membawa sebuah alat yang mendekatkan ke arah mulut Dasai)


Rafel : "Hmmm?." (Menunggu reaksi)


Rafel : "Kau sedang ap-"


"Halo!." (Suara Dasai keluar dari alat yang di pegang Rafel)


Rafel : "Anjir?!!!." (Kaget)


Rafel : "Alat ini berbicara?!."


Dasai : "Itu benar....."


Dasai : "Aku memasang segel sihirku di dalam alat ini, namun sepertinya alat ini agak besar untuk di bawa kemana-mana yah." (Alat berbentuk bulat yang seukuran telapak tangan)


Rafel : "Tapi alat ini sepertinya bagus, kenapa kau ingin membuat alat seperti ini?."


Dasai : "Yah kau tau, Landi dan Xa'an sekarang sedang berada di Negri Timur, mereka sangat jauh dari sini, dan hal itu membuat ku berfikiran untuk berkomunikasi dengan mereka, namun jarak memisahkan kita untuk saling berbicara."


Rafel : "Begitu yah, kenapa tidak memakai surat saja?."


Dasai : "Untuk memakai surat itu membutuhkan cukup banyak uang dan waktu, tempat itu sangat jauh, mestinya mahal untuk mengirim surat kesana, dan juga kata-kata yang harus di ucapkan di surat juga terbatas." (Sambil mengambil alat yang kedua di Rafel)


Rafel : "Oh...!."


Dasai : "Haaaah..... Jika saja ada Xa'an disini, pasti dia menemukan sebuah ide untuk desain dari alat ini supaya lebih praktis di pakai dimana saja dan kapanpun."


Dasai : "Apa tidak ada cara lain untuk berbicara dengan nya langsung yah." (Berfikir keras)


Rafel : "Hmmm....." (Berfikir)


Rafel : "Apa kita coba untuk bertemu dengan orang tuanya?."


Dasai : "Oh..?!!" (Menengok dengan cepat)


Dasai : "Itu ide yang bagus!!, Orang tua Xa'an kan orang yang kaya!, Mereka pasti akan mengirimkan suratnya dengan cepat kesana karena berani membayar mahal!."


Dasai : "Ayo kita kesana Rafel!!!, Ke Algresia!." (Menarik Rafel untuk pergi)


Rafel : "Hey tunggu!, Kita langsung kesana?!, Bagaimana dengan ekspresi beliau nanti?!." (Menahan)


Dasai : "Tenang saja!, Kita bilang saja bahwa kita adalah teman nya!."


Rafel : "Yah..... Itu ga salah sih, ta-tapi Algresia...." (Berfikir)


Dasai : "Sudah ayo cepat ikut denganku, daripada kau disini mencatat semua nama siswa itu meskipun sudah di atasi, mending bersamaku untuk menemui orangtuanya!."


Rafel : "Ba-baiklah!, Jangan tarik-tarik aku lagi, aku akan mengikuti mu!."


Dasai : "Bagus!!." (Berhenti menarik)


Rafel : "Hmm....." (Membenarkan Bajunya)


Dasai : "Ayo kita berangkat." (Berjalan ke arah luar)


Rafel : "Iyaah....!" (Berjalan ke arah luar)


"Sementara itu."


Sylfia : "Jadi, bagaimana keadaan nya sekarang?." (Sedang berhadapan dengan seseorang)


Seseorang : "Hmmm....." (Melihat sesuatu)


Sylfia : "Cepat katakan....."


Jullian : "Dia baik-baik saja sekarang, dia sedang berada di kamar akhir-akhir ini, aku tidak tau apa alasan nya dia berada di kamar terus."


Sylfia : "Begitu yah."


Jullian : "Hmm Dik Sylfia, aku ingin bertanya sesuatu denganmu." (Dik \= Adik)


Sylfia : "Apa?."


Jullian : "Kenapa kamu selalu menanyakan terus tentang kabar dari Tuan Pangeran Xa'an?."


Sylfia : "........"


Sylfia : "Itu......"


Sylfia : "Bukan urusanmu Pak kepala sekolah."


Sylfia : "Jika dia sekarang baik-baik saja maka syukurlah....." (Berbalik badan)


Jullian : "Hmmm..... Oh?!." (Seperti sebuah naluri yang datang di pikiran Jullian)


Jullian : "Sepertinya kedua teman mu sedang melakukan sesuatu, apa kamu tidak ingin mengikuti mereka?." (Sambil memperlihatkan Rafel dan Dasai yang sedang keluar dari sekolah)


Sylfia : "Itu merepotkan...." (Hendak pergi dari ruangan)


Jullian : "Hmm? Eeeh.... Sepertinya mereka ingin pergi ke arah Wilayah Algresia, kenapa yah...."


Sylfia : "Uk...?!." (Berhenti)

__ADS_1


Sylfia : "Ke-kenapa mereka berdua mau pergi kesana?." (Menghampiri Jullian dengan cepat)


Jullian : "Aku tidak tau, tapi yang pasti mungkin menemui kedua orangtuanya kan?." (Senyum licik)


Sylfia : "Ummm....?!." (Menahan malu)


Sylfia : "Cepat antar aku menuju kedua anak itu!, Apa kau bisa?!." (Berbalik)


Jullian : "Tentu aku bisa, karena mereka masih di wilayah sekolah juga, aku akan memindahkan mu kesana tak jauh dari mereka." (Mempersiapkan sihirnya)


Sylfia : "Hmm...!." (Perlahan Sihir menyelimuti tubuh Sylfia lalu perlahan tubuh nya pun hilang)


Jullian : "......." (Senyum)


Jullian : "Masa depan Sylfia itu ibaratnya seperti Taichi yah, ada buruknya dan ada juga baik nya, baik nya mungkin itu lebih!, Karena dia akan menjadi Pa-." (Ucapan terhenti)


Jullian : "Ups, aku terbawa suasana, kita tunggu saja untuk kedepannya nanti." (Tersenyum)


"Di lain sisi, dekat gerbang keluar sekolah."


Rafel : "Kita akan naik apa Dasai?."


Dasai : "Kita pakai kereta kudalah, apalagi!."


Rafel : "Ta-tapi...."


Dasai : "Apa?."


Rafel : "Kau bawa uang ga?."


Dasai : "......." (Berhenti)


Dasai : "HAAGHH...?!!!" (Terkejut)


Dasai : "Ka-kau kan dari keluarga kaya, apa kau tidak membawa uang Rafel?." (Sambil gemetaran)


Rafel : "A-aku, aku sudah menyetorkan uang jajan ku untuk memahat patung dari Tu-tuan Xa'an......" (Sambil saling menempelkan ujung jari telunjuknya 👉👈)


Dasai : "??????." (Ekspresi Emote Batu)


Rafel : "Aku masih ada uang tabungan!."


Dasai : "Ohhh?!, Ayo cepat ambil itu!."


Rafel : "Tapi itu dirumahku......"


Dasai : "Jangan ngomong kalau gitu brengs*k!!." (Sambil mendekap kepala Rafel)


Rafel : "Ma-maaf!!."


"Sret....." (Seseorang menawari Uang nya kepada Dasai dan Rafel)


Dasai dan Rafel : "Haaa......?." (Melihat ke arah orang itu)


Sylfia : "Pakailah uang ini untuk pergi kesana, kalian mau ke istana Algresia kan?." (Sambil menawarkan uangnya)


Dasai : "Waah!, Terimakasih banyak Nona Sylfi-!." (Melepas dekapannya dan langsung mau mengambil uang Sylfia)


Sylfia : "Eits...!" (Menarik kembali uang nya)


Sylfia : "Tapi ada syaratnya." (Senyum)


Dasai : "Hah?, Iyah Iyah, cepat katakan."


Rafel : "......." (Melihat dengan eskpresi bingung)


Sylfia : "Aku akan ikut bersama kalian...." (Senyum)


Dasai : "Boleh!!!." (Tanpa pikir panjang langsung bicara)


Rafel : "Apa kau yakin Dasai?."


Dasai : "Tentu saja aku yakin, Toh dia cuma ikut kita saja kesana!."


Rafel : "Hmmm......"


Sylfia : "Bagus, nih uang nya-." (Senyum sambil memberikan uang nya)


"Set!!!." (Langsung di ambil dengan cepat oleh Dasai)


Sylfia : "He-hei!, Ga sopan banget!." (Kaget)


Dasai : "Ayo cepat lah, nanti kami tinggal kalau kelamaan." (Mulai berjalan bersama Rafel)


Sylfia : "Tu-tunggu!." (Mengejar Dasai dan Rafel)


"Beberapa saat kemudian, di dalam kereta kuda."


Sylfia : "Waah!, Jadi ini yah wilayah Algresia?." (Terpesona)


Dasai : "Kau sepertinya terlihat sangat senang."


Dasai : "Apa kau tidak pernah pergi ke wilayah lain sebelumnya?." (Senyum sambil aga tertawa)


Sylfia : "Tidak, tidak pernah, ini pertama kalinya bagiku!." (Sambil melihat ke arah luar jendela dengan ekspresi senang)


Dasai dan Rafel : "Ughhh....?!!!" (Merasa tak enak)


Rafel : "Hmmm...." (Melihat ke arah Dasai)


Dasai : "Syl-sylfia apa kamu ingin makanan enak khas dari wilayah Algresia?, Aku akan mentraktir mu." (Mengambil uang dari sisa tabungan nya di dompetnya, sambil menahan tangis nya)


Sylfia : "Eh benarkah?, Kalau begitu akan kucoba."


Dasai : "I-iyah.....!" (Menahan tangisnya)


Dasai : (suara dalam hati) "Uang simpanan ku....!."


Rafel : (suara dalam hati) "Kau harus bertanggung jawab Dasai, Hmm Hmm..." (Mengangguk)


"Setelah itu Rafel, Dasai, dan Sylfia menuju pasar terlebih dahulu dan membeli beberapa makanan kepada Sylfia, serta membawa bingkisan untuk di berikan kepada Orangtuanya Xa'an, Rafel, Dasai, dan Sylfia pun menuju Istana Algresia dan meminta izin di gerbang dan masuk ke dalam istana."


Dasai : "Assalamualaikum.....!." (Sedang berada di depan pintu istana Algresia, bersama Rafel dan Sylfia)


??? : "Hmmm?." (Mendengar suara orang dari luar, lalu menghampirinya)


"Waalaikum Salam......" (Sambil membukakan pintunya)


Rafel, Dasai, dan Sylfia : "Hmmm?."


Elena Algreasia : "Ada perlu apa yah?."


Dasai : "Halo dik Elena....!." (Senyum)


Rafel : "Halo....." (Senyum)


Elena : "Kakak penghabis makanan?." (Mengingat Dasai dan Rafel memakan semua makanan enak saat pesta pertunangan Xa'an)


Dasai dan Rafel : "Ahk....?!." (Kaget)


Sylfia : "Pffft, hahahaha!."

__ADS_1


Elena : "Ahahaha maafkan aku Kak Dasai dan Kak Rafel." (Tersenyum)


Dasai dan Rafel : "Waaah......" (Meleleh melihat keimutan Elena)


Informasi : (Beneran, kalau ada Xa'an disana pasti sudah di gebuk tuh :v)


Sylfia : "Kamu sungguh imut yah...." (Menghampiri Elena lalu jongkok untuk memberikan bingkisan nya)


Elena : "Eh.....?." (Kaget)


Elena : (suara dalam hati) "Kakak ini sangat cantik dan menawan.....!." (Terpesona)


Sylfia : "Ini...." (Memberikan bingkisan nya ke Elena)


Elena : "Eh?!, Terimakasih banyak Kakak...." (Menerima bingkisan nya)


Elena : "E-ehh, kalau boleh tau nama Kakak siapa?."


Sylfia : "Eh namaku?."


Elena : "I-iyah!." (Mengangguk)


Sylfia : "Namaku Sylfia, Sylfia Adres...." (Senyum)


Elena : "Kakak Sylfia......"


Elena : "Salam kenal Kak Sylfia, namaku Elena, Elena Algreasia!."


Sylfia : "Salam kenal yah, Elena...." (Mengelus rambut Elena)


Elena : "......?!." (Merasa senang)


Dasai : "Sepertinya dia telah mendapatkan hatinya."


Rafel : "Benar...."


Sylfia : "Elena, apa kedua orang tuamu ada di istana?."


Elena : "Tentu ada kak, aku akan segera panggilkan mereka."


Elena : "Kakak sekalian silahkan menunggu di ruang tamu yah."


Sylfia : "Terimakasih Dik Elena...."


Elena : "Silahkan lewat disana." (Mempersilahkan Rafel, Dasai, dan Sylfia menuju Ruangan Tamu)


Elena : "Bibi, tolong antar mereka yah."


Bibi : "Baik Nona Putri Kecil......" (Mengangguk)


Bibi : "Mari Tuan sekalian......" (Menuntun Rafel, Dasai, dan Sylfia)


Elena : (suara dalam hati) "Kak Sylfia tadi sangat menawan sekali, Kak Lycia pun tak kalah menawan juga, Jika mereka bertiga disini......" (Sambil membayangkan Ke Xa'an, Lycia, dan Sylfia bersama)


Elena : "Hmm..! Hmm..!" (Menggelengkan kepalanya)


Elena : "Tapi itu bagus juga...." (Sudah dapet restu dari adiknya nih)


Elena : "Oh!, Aku harus cepat memanggil Papa dan Mama.....!" (Bergegas)


"Tak lama kemudian, di ruang Tamu."


Theo : "Halo semuanya...." (Theo datang bersama Zifa dan Elena)


Zifa : "Halo....." (Senyum)


Elena : "......."


Dasai : "Selamat Siang Tuan Raja Theo!!!, Tuan Putri Zifa!!!." (Membungkuk)


Rafel : "Tuan Raja Theo!, Tuan Putri Zifa!." (Membungkuk)


Sylfia : "Tuan Raja Theo, Tuan Putri Zifa...." (Membungkuk)


Theo : "Sudah, angkat kepala kalian..."


Rafel, Dasai, dan Sylfia : "....." (Berdiri Tegak)


Theo : "Silahkan duduk semuanya." (Duduk di sofa)


Zifa dan Elena : "...." (Duduk di Sofa yang sama)


Rafel, Dasai, dan Sylfia : "Baik!." (Duduk di sofa yang berbeda)


Theo : "Jadi?, ada perlu apa kalian datang jauh-jauh dari sekolah Galantic menuju kesini?."


Rafel dan Dasai : "Gluk...." (Menelan ludahnya)


Sylfia : "......."


SELESAI...........! (Harusnya)


T.K.A.R COMEDY


Sylfia : "Waah!, Ini indah sekali!."


Dasai : "Heh!, Apa kau tidak pernah sekalipun keluar Sylfia?."


Sylfia : "Tidak, tidak pernah!." (Terpukau dengan pemandangan sekitar)


Dasai : "Ughh?!!." (Terkejut)


Rafel : "Eee...." (Tatapan jijik ke arah Dasai)


Dasai : "Ba-baiklah!, Aku akan bertanggung jawab Rafel!."


Rafel : "Kau harus melakukannya Tuan Dasai....." (Mengangguk)


Dasai : "Huhu uang simpanan untuk alat ku....!." (Menahan tangis)


Selanjutnya Di The King After Reincarnation!.


Theo : "Jadi ada perlu apa kalian jauh-jauh datang kesini?."


Dasai : "Eeee ka-kami......"


Dasai : (suara dalam hati) "I-ini sulit sekali untuk meminta nya secara langsung!."


Sylfia : "Cepat bilang bodoh!."


Rafel : "Kami ingin uangmu Tuan!."


Dasai dan Sylfia : "Hah...?!." (Kaget)


"Selanjutnya di The King After Reincarnation!."


"Impian Putri Kecil."


"Di tunggu Yah....!!!."


SELESAI...................!

__ADS_1


__ADS_2