
*CHAPTER* 78.5 Season 02
Judul : Di Balik Penggelapan Terbesar Pasar Krista! (05)
Tempat : Kamar Pribadi Gisu
"Tepat seperti kemarin, Xa'an di panggil oleh gisu untuk menuju kamarnya."
Gisu : "Jadi seperti ini Tuan..."
Xa'an : "Lanjutkan...."
Gisu : "Saya dengar-dengar anda telah mendirikan sebuah Toko yang berada di benua tengah, apakah kabar itu benar?."
Xa'an : "Hmmm, tak Kusangka jika kabar ini akan bisa sampai menuju Benua ini."
Xa'an : "Anda memang pembisnis sejati Paman Gisu."
Gisu : "Anda terlalu menyanjung ku Tuan Xa'an, itu adalah hal yang biasa bagiku."
Xa'an : "Jadi apa yang ingin kau mau Paman Gisu?."
Gisu : "Ohhh, hanya sebuah Kerjasama sedikit saja Tuan Xa'an, jika anda bekerja sama dengan saya, anda tak perlu khawatir dengan semua hal seperti Bahan pokok dan segala jenisnya."
Xa'an : "Di benua tengah sudah memiliki semua hal yang di perlukan di toko, memangnya apalagi yang harus di tambah kan Paman Gisu?."
Gisu : "Jika memang seperti itu yang anda bicarakan, maka sepenuhnya bahan pokok disana tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal untuk kedepannya." (Senyum)
Gisu : "Apalagi dengan harganya, aku yakin harga bahan-bahan pokok untuk makanan disana lebih mahal 30% dari bahan-bahan pokok dari benua ini Tuan Xa'an."
Xa'an : "........." (Terdiam)
Xa'an : (suara dalam hati) "Semua perkataan nya memang benar, Benua tengah memang masih sangatlah cukup untuk membeli semua bahan-bahan pokok."
Xa'an : (suara dalam hati) "Namun semua itu berbeda dengan namanya Harga, Harga bahan-bahan pokok dari Negri Timur jauh lebih murah dan terjamin kualitasnya."
Xa'an : (suara dalam hati) "Di saat ini aku harus memilih pilihan yang sangat tepat untuk kedepannya."
Gisu : "......." (Tersenyum)
Xa'an : "Tak Kusangka jika anda akan berfikir sampai disitu Paman Gisu."
Gisu : "Benarkan?."
Xa'an : "Tapi......"
Gisu : "Hmm?."
Xa'an : "Kami hanya menerima semua bahan dan barang nya di saat datang dari pelabuhan saja." (Senyum)
Gisu : "Ugh?!!." (Kaget)
Xa'an : (suara dalam hati) "Semua bahan-bahan dan barang itu memang sangat murah, tapi pajak dari pengantaran itu juga harus di hitung juga kan?." (Senyum)
Gisu : "Tuan Xa'an, tolong jelaskan kenapa anda hanya menerima barang nya di saat datang di pelabuhan saja?."
Gisu : "Tolong berikan penjelasan yang dapat saya pahami."
Xa'an : (suara dalam hati) "Beri aku alasan yang jelas kenapa kau tidak mau bayar Pajaknya kan?, Itu yang dia maksudkan."
Xa'an : "Restoran ku jauh terletak di daerah pesisir lautan, dan juga kami sekarang hanyalah sebuah restoran kecil-kecil an saja, namun berbagai penjuru benua pun mengetahui tempat kami."
Xa'an : "Jadi para kru kami tidak akan mempunyai banyak waktu untuk pergi menuju Negri Timur untuk mengambil bahan-bahan nya."
Xa'an : "Itu akan merugikan kami."
Gisu : "Ba-baiklah.....!" (Kaget)
Gisu : (suara dalam hati) "Anak ini bukan sembarang pembisnis saja, dia kuat dalam berbagai hal, termasuk bisnis!."
__ADS_1
Xa'an : "Karena anda setuju dengan apa yang saya katakan maka kita lanjutkan dengan pembagian persenan nya." (Senyum)
Gisu : "Ba-baiklah, bagaimana kalau dengan 50 banding 50 Tuan Xa'an?."
Gisu : (suara dalam hati) "Akan ku pancing dia dengan Awalan sama rata, setelah itu lama kelamaan dia akan menentukan lagi apa yang bagus untuk dirinya."
Gisu : (suara dalam hati) "Paling sedikit adalah 40 banding 60, di saat itu pun dia pasti merasa tak enak karena mencakup banyak sekali keuntungan untuk terlalu memerasku."
Gisu : (suara dalam hati) "Tapi itu semua tak masalah bagiku, Toh hanyalah Uang bahan-bahan dan juga Pajak." (Senyum)
Xa'an : "50 banding 50 yah......"
Xa'an : "Masih kurang...."
Gisu : "Bagaimana kalau dengan 45 Banding 55 Tuan?."
Xa'an : "Masih kurang."
Gisu : "40 banding 60?." (Senyum)
Xa'an : "Kurang!."
Gisu : "?!!." (Kaget)
Gisu : "Ka-kalau begitu, 35?."
Xa'an : "Masih sangatlah Kurang!."
Gisu : "Ja-jangan bilang 30 banding 70 Persen?!!!!." (Berteriak)
Xa'an : "Tidak, siapa memang nya yang berkata seperti itu?." (Menatap Gisu)
Gisu : "A-apa?!."
Gisu : (suara dalam hati) "Tidak hanya pintar!, Dia juga licik dan tidak ber perasaan!!!."
Gisu : "Jadi, Berapa yang ingin anda minta?."
Xa'an : "10 banding 90!!!."
Gisu : "1-10 banding 90?!!!!." (Terkejut)
Gisu : "Tuan Xa'an!!, Apa anda tidak terlalu memeras saya?!!."
Xa'an : "Paman, Dari awal yang terlalu memeras adalah anda sendiri, pendapatan dari restoran ku sangatlah besar, dan anda ingin mendapatkan lebih dari apa yang di dapatkan ku sebelumnya."
Xa'an : "10 Persen adalah lebih dari cukup untuk anda miliki."
Xa'an : "Apa paman tidak keberatan dengan apa yang aku katakan?."
Gisu : "A-aku tidak keberatan......" (Lesuh)
Xa'an : "Baiklah Paman, aku akan pergi dulu." (Berdiri)
Xa'an : "Ingat ini Paman, jangan sesali kalau anda telah mendapatkan 10% dari Saham Milikku, itu bukanlah angka yang biasa." (Sedang berada di pintu keluar dan menengok ke belakang ke arah Gisu)
Gisu : "Ba-baiklah, akan saya ingat itu Tuan Xa'an."
"Xa'an pun pergi dari tempat itu."
Gisu : (suara dalam hati) "Huft.... Tak Kusangka jika aku akan kalah debat tentang bisnis oleh seorang anak kecil."
Gisu : (suara dalam hati) "Sudah berapa lama yah di saat aku kalah debat tentang bisnis...." (Sambil mengingat sesuatu, dengan menyeduh secangkir Teh)
Gisu : (suara dalam hati) "Ah aku tau.....!."
Gisu : "Dia adalah Seorang Pemuda juga, dan dia sangatlah hebat."
Gisu : "Emmmm, dia di sebut apa yah, kalau tak salah ingat Yang Terjenius dari apalah itu."
__ADS_1
Gisu : "Aku tak ingat dengan dia yang berasal dari mana, tapi kalau tak salah ingat namanya itu...."
Gisu : "Ohhh.....!"
Gisu : "Adya Trimarga......!"
Gisu : "Hahahaha aku masih tak lupa dengan nama dan wajah pemuda itu!."
"Seperti tak asing dengan Sebutan Yang Terjenius Adya Trimarga......"
"Setelah itu."
Xa'an : (suara dalam hati) "Paman Gisu tadi bisa saja mengambil sebuah keuntungan dari sela-sela kecil dariku, tapi untung saja aku masih saja paham akan tentang hal itu semua." (Sambil berjalan menuju kamarnya)
Xa'an : (suara dalam hati) "Yah karena mungkin aku sudah melakukan banyak sekali perdebatan di saat kehidupan ku yang sebelumnya dengan beberapa negara." (Sambil mengingat ingat kejadian itu.)
"Krieeet....." (Membuka pintu)
Xa'an : ".....?."
Lycia : "........." (Lycia Sedang tertidur pulas di ranjang)
Xa'an : "Hmmm...." (Senyum)
Xa'an : "Minimal pakailah selimutnya Cia...." (Sambil membenarkan selimut nya.)
Lycia : "Ummm?, An Kun?." (Melek sedikit)
Xa'an : "Ohh, apa aku Membangun kan mu?."
Lycia : "Tidak... Aku tadi hanya sedang menunggu mu, tak Kusangka malah aku ketiduran karena menunggu." (Sambil mengusap matanya)
Xa'an : "Lanjutkan tidurmu Cia, nanti malam kita akan sangat sibuk sekali." (Membaringkan Lycia)
Lycia : "Apa kamu tidak ber istirahat juga?, Seingatku kamu tidak ber istirahat akhir-akhir ini."
Xa'an : "Eh? Aku?, Kamu duluan saja Cia."
Lycia : "Kalau begitu aku tidak akan tidur, Humph!."
Xa'an : "Ba-baiklah......" (Berada di samping Lycia di ranjang)
Xa'an : "Tidurlah Cia....." (Menghadap ke arah Lycia)
Lycia : "Nah, begini baru bagus, kamu juga perlu istirahat...." (Mengelus rambut Xa'an)
Lycia : "Umm....." (Perlahan tidur kembali)
Xa'an : "Hmmm......" (Senyum)
"Grep...." (Xa'an memegang tangan Lycia yang tadi mengelus rambutnya)
Xa'an : (suara dalam hati) "Ber istirahat yah.... Hanya melihatmu saja aku sudah sangat semangat sekali Lycia....." (Perlahan mengantuk)
Xa'an : "........." (Tertidur)
"Dan Kemudian."
Mersha : "Apa kita tak perlu untuk membangun kan mereka Orokus?." (Sedang melihat Xa'an dan Lycia, dan berada di dekat Ranjang Xa'an dan Lycia, bersama Orokus)
Orokus : "Biarkan mereka ber istirahat dulu, Tuan kita terlalu bekerja keras hari ini, dia pantas mendapatkan nya." (Senyum)
Mersha : "Itu benar juga....."
Xa'an dan Lycia : "............." (Tertidur Pulas, dengan saling berhadapan)
SELESAI...............!
"Di Balik Penggelapan Terbesar Pasar Krista Masih Akan Terus Berlanjut!"
__ADS_1
"Judul : Di Balik Penggelapan Terbesar Pasar Krista (06)"