The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Petualang


__ADS_3

*CHAPTER* 18


Judul : Petualang


(Beberapa Hari Kemudian)


Xa'an : "Papa Mama... Aku nanti akan pergi menjadi Petualang bersama Landi"


Zifa : "Hmm....apa kamu beneran yakin An Kun menjadi petualang sangat beresiko dengan nyawamu loh Mama tidak mau kehilangan mu lagi"


Elena : "Mama....?" (Khawatir)


Xa'an : "Tenang saja mama aku sudah melatih semua Mata warna ku bersama dengan Raja elf selama 3 tahun jadi aku ingin membiasakan diriku untuk melawan monster² yang ada di luar sana"


Zifa : "Tapi tetap...saja...."


Theo : "Aku sih tidak masalah"


Zifa : "Papaa...?!"


Theo : "Lihat lah Ma...An Kun sekarang Sudah sangat kuat di umur nya yang segini bukankah baik dia Menjadi lebih kuat supaya di sekolahan dia bisa mengalahkan orang² yang sombong dan Semena-mena? Lagi pula Landi juga bersamanya..."


Xa'an : "Eh sekolah..?"


Theo : "Iyah An Kun di umur mu yang ke 12 kamu harus pergi untuk sekolah jadi Kamu harus kembali kepada kami untuk persiapan sekolah"


Xa'an : (Suara dalam hati) "Disini ada sekolah yah Hehe aku ingin bertemu dan membuat Group atau melawan orang² yang kuat" (senyum jahat)


Theo : "Senyuman mu sungguh terlibat loh kalau kamu ingin Bertemu orang² yang kuat jadi tahan lah rasa itu yah..."


Xa'an : "Huft.... Baiklah Papa"


Zifa : "Jika Papa menyetujui nya aku akan juga menyetujui nya"


Xa'an : "Waah Terimakasih mama"


Zifa : "Tapi dengan syarat"


Xa'an : "Apa itu?"


Zifa : "Kamu harus Selalu Mengabari Kesehatan mu kepada kami, Dan Harus ada Orang dewasa yang harus bersamamu"


Xa'an : "Eh orang dewasa...?"


Zifa : "Iyaah Dengan orang yang berpengalaman nanti akan mempermudah bagimu untuk berpetualang di luar sana"


Xa'an : "Siapa yang akan bersama ku nanti?"


Theo : "Dia ada di salah satu Party kami An Kun Tidak lama lagi mereka akan datang"


Xa'an : (suara dalam hati) "Eh ada di party Papa dan Mama..? Jangan bilang Tante Reini atau Paman Reynold atau Kak Akira? Huh..itu tidak mungkin"


Knok knok : (suara pintu di ketok)


Theo : "Wah lebih cepat dari yang di duga yah..."


Reynold : "Halooo semuanya lama tidak bertemu"


Xa'an : "Halo Paman ReynOOLDD!!----" (Tiba² Xa'an di peluk seseorang)


Reini : "Haloo~ Xa'an Kamu sudah besar dan Tampan Yaah untung saja kamu selamat..."


Xa'an : "Iyah Iyah terimakasih Tante Reini sekarang tolong lepaskan" (suara redup)


Reini : "Baik~~~"


Xa'an : "Fyuuhhh....." (Baru lepas dari pelukan Reini)


"Begh....." (Suara seseorang memeluk Xa'an)


Xa'an : "Eh Kak Akira....?"


Akira : "Xa'an Kamu selamat Untung lah..."


Xa'an : "Iyaah terimakasih telah mengkhawatirkan ku kak Akira"

__ADS_1


Akira : (melepas pelukan) "Hump..." (Meng ngangguk)


Xa'an : (Suara dalam hati) "Tidak kuduga kalau Kak Akira bisa seperti ini"


Theo : "Baik semuanya Jadi siapa yang akan Menjaga An Kun nanti untuk Berpetualang?"


(Mengangkat Tangan)


Zifa : "Ehh..?"


Theo : "Eh....?"


Xa'an : "Ehh....?"


"Tiba-tiba Akira langsung mengangkat tangan untuk pergi bersama Xa'an untuk Berpetualang"


Akira : "Aku akan Pergi"


Reynold : "Akira jarang² kamu mengacungkan diri untuk hal ini apakah hal ini menarik bagimu?"


Reini : "Iyaah Baiklah jika itu mau mu Akira Sepertinya dia yang lebih cocok untuk pergi bersama Nak Xa'an"


Theo : "B-baik Akira Saat Waktunya tiba nanti Pergilah bersama An Kun untuk memanduny untuk Berpetualang"


Akira : "Baik Tuan Theo"


Xa'an : "Mohon Bimbingan nya Kak Akira" (Membungkuk)


Akira : "Aku juga" (membungkuk)


Zifa : "Baik Sepertinya Semuanya sudah selesai karena kalian sudah berkumpul disini mari kita merayakan nya dengan Pesta Makan²"


Semuanya : "Ayooooo.....!!!"


(Setelah Pesta Makan)


Theo : "An Kun Ikutlah dengan ku Ayah Sepertinya sudah selesai dengan semua permintaan mu"


Xa'an : "Apa sudah selesai Semuanya? Cepat Sekali"


Dheo : "Ohhh Nak An Sudah sampai yah...."


Xa'an : "Jadi Kakek Apakah sudah selesai semua yang ku inginkan?"


Dheo : "Tentu saja Sudah selesai semua Nak An semua yang kamu inginkan"


Dheo : "Dimulai dari ke inginan mu yang ingin membiayai Semua kebutuhan mu ini ku berikan padamu sebuah Kartu untuk Di Tukarkan dengan semua benda yang dijual, Jika kamu Memperlihatkan kartu ini pada penjual dia akan langsung memberikan nya kepadamu Secara gratis Akan ku Beri 2 karena katanya temanmu ingin kau biayai jadi terimalah."


Xa'an : "baik Terimakasih banyak kakek..!"


Xa'an : (suara dalam hati) "Kartu untuk Membeli barang apapun yah keren sekali Landi pasti akan menyukainya"


Dheo : "Untuk permintaan Mu yang lain Sebelum aku Memberikan mu itu aku akan Mengenal kan seseorang terlebih dahulu"


Dheo : "Hafid Keluar lah...."


Hafid : "Baik Raja...!"


Dheo : "Perkenalkan Xa'an dia adalah Pengrajin Jenius Terkenal yang ada di Kerajaan Algresia"


Hafid : "Senang bertemu denganmu Pangeran"


Xa'an : "Senang Bertemu dengan mu juga Tuan Hafid


Dheo : "Jadi Barang yang kamu ingin kan Semua ada di Hafid jadi lihat² lah dulu"


Hafid : "Baik Raja. jadi Pangeran Saya ada Beberapa barang yang sesuai dengan Keinginan Pangeran Yang Pertama Adalah Sebuah Topeng Untuk Menutupi wajah anda dan bisa merubah suara pangeran dengan Sihir yang terdapat dari Topeng ini.."


Xa'an : "Dia benar sepeti ada sebuah sihir yang bisa merubah suara ku berada di topeng itu" (mengecek dengan mata warna emas)


Xa'an : "Ini yang ku perlukan terimakasih Hafid"


Hafid : "Terimakasih Pangeran jadi benda yang kedua adalah pedang sihir"


"Hafid mengeluarkan Barang nya"

__ADS_1


Xa'an : "Hohoo...."


Hafid : "Jadi Pangeran ini adalah pedang Sihir Naga Semua Elemen, pedang ini tercipta Dari inti jiwa dari Naga semua Elemen pedang ini sangat kuat tapi juga sangat Bahaya jika pengguna dan barang nya tidak cocok"


Xa'an : "Hmm..." (Melihati pedang) "pedang ini sungguh menarik..! Ada kekuatan tersembunyi dari dalam pedang ini..!"


Airin : "Papa.... Padahal papa punya Airin mengapa ingin pedang lagi?"


Xa'an : "Airin Papa juga pasti akan Menggunakan mu tetapi aku tidak ingin Airin Terus terusan Menebas seseorang papa akan menggunakan Airin di saat Melawan Monster² yang sangat Kuat Saja"


Airin : "Baiklah Papa...!"


Xa'an : "Baik akan ku terima pedang itu"


Hafid : "Eh Apa pangeran yakin bisa mengendalikan pedang ini?"


Xa'an : "Akan ku coba dulu" (mengambil pedang)


Xa'an : (suara dalam hati) "Jadi ini yah pedangnya Sungguh kekuatan tersembunyi yang kuat.... Oho.....pantesan ini bisa menjadi tidak cocok dengan penggunanya.... Akan kucoba huftt...."


Xa'an : "Pelepasan..!"


Hafid : "Eh pangeran apa yang Kamu lakukan...!! Ughh!! (Kaget)


(Mana yang besar menyelimuti ruangan Singgasana)


Xa'an : "Hufft... Sepertinya sudah selesai..."


Hafid : "Tidak mungkin...?!"


Hafid : "P-pangeran Apa yang kamu lakukan tadi?"


Xa'an : "Aku hanya mengendalikan pedang Ini karena ada kekuatan Kutukan yang berada di dalam pedang ini"


Dheo : "Hebat sekali Cucuku ini"


Hafid : "Luar biasa sungguh luar biasa Pangeran..."


Xa'an : "Hehe Terimakasih Hafid sudah Memberikan ku semua ini"


Hafid : "Tidak Masalah Pangeran melainkan saya yang terkejut karena Akhirnya ada yang bisa mengendalikan Pedang Sihir ini"


Xa'an : "Baiklah dan Kakek Terimakasih karena memberikan Kartu ini Aku sungguh senang"


Dheo : "Hehe Tidak Masalah Nak An aku juga ikut senang"


Xa'an : "Baik Saya izin untuk pergi selamat Tinggal semua"


Dheo : "Iyah hati-hati nak An"


Hafid : "Semoga Kita bisa berjumpa Lagi Pangeran"


Xa'an : "Iyaah....."


Hafid : "Tidak Kusangka Pangeran bisa mengendalikan pedang itu"


Dheo : "Kalo aku sih sudah menduganya"


Hafid : "Aku jadi tidak sabar menanti nya di Sekolahan Nanti..!"


"Sementara Itu di Kerajaan Elf"


Lycia : "Ayah...Sampai kapan latihan ini Selesai...Huft Huft ( Kelelahan )


Elgar : "Sampai kamu Pergi untuk sekolah Lycia"


Lycia : "Ehh...!!! Jadi aku tidak bisa bertemu dengan An Kun untuk waktu yang Lama dong..."


Elgar : "Itu tidak sepenuhnya benar loh saat kamu di sekolah nanti kamu akan menjadi Senior dia karena kamu lebih tua satu tahun ketimbang dia jadi kamu bisa Menyombongkan diri di saat itu"


Lycia : "Uwah.....(sambil menghayal Lycia Menyuruh² Xa'an untuk selalu Patuh padanya)


Lycia : "Baiklah aku akan berusaha sampai Di sekolah nanti..."


Lycia : "Tunggu aku An Kun..!"

__ADS_1


SELESAI.......


__ADS_2