
*CHAPTER* 48
Judul : Sang Raja Telah Mengamuk!
Tempat : Area Luas Sekolah Galantic
"Deg deg deg deg deg deg" (Xa'an Berlari Mencari Sumber Suara tersebut)
Xa'an : "Ada Dimana....?!" (Mencari-cari)
Xa'an : "Cih...! Aku harus Melakukan ini.." (bersiap melakukan sihir)
Xa'an : "Sihir Tanah, Getaran Kehidupan..." (Xa'an Menyiapkan sihir itu untuk Mengetahui keberadaan Seseorang)
Xa'an : "Hmmm........" (Mencari Dan terus mencari)
Xa'an : "Uhh....! Ketemu...." (Menemukan Sumber)
Xa'an : "Ada disana...!" (Berlari Kencang)
"Deg deg deg deg deg" (Xa'an Berlari Sekuat Tenaga Untuk Mencari sumber yang di temuinya)
"Dan Saat yang Tidak disangka Pun Datang...."
Xa'an : "Itu Mereka.....!" (Menemukan)
Xa'an : "Ugh...!!" (Kaget)
"Xa'an Kemudian Melihat Beberapa Temannya yang Tersungkur di Tanah"
Rafel : "Hiks...!" (Menangis Tersungkur)
Dasai : "Asriel....." (Lemas)
Landi : "......." (Pingsan)
Asriel : "............" (Tak Sadarkan diri)
Xa'an : "Uhk....Ukh......?!" (Terkejut setengah Mati)
Vaan : "Hmm...?" (Menoleh ke Xa'an)
Baron : "Haaah...?!" (Menoleh ke Xa'an)
Cylone : "Eeeh...?" (Menoleh ke Xa'an)
Eskarl : "......" (Menoleh Ke Xa'an)
Rafel : "Tu-tuan Xa'an...... Kumohon.... Bantu Asriel...." (Lemas)
Dasai : "Xa-xa'an......" (Lemas)
Xa'an : "..........?!" (Xa'an Berdiam diri Terkejut Tidak Percaya dengan apa yang di lihat)
Airin : "Papaa.....?" (Airin sedang Khawatir)
Xa'an : "Ciihh.....!!!! Blaaaaaaarrrrr.....!!!!!!!" (Sebuah Ledakan Mana keluar dari Xa'an)
Vaan : "Hmm..?!" (Kaget)
Cylone : "Apa yang...?!"
Baron : "Apa apaan itu..?!"
Eskarl : "Cih...!"
Xa'an : "Airin Bentuk pedang....." (Dengan Kekuatan yang Berluap-luap Xa'an Berbicara dengan Tenang)
Airin : "Baik Papa.....!" (Airin berubah ke wujud pedang)
Xa'an : "Greb..!" (Memegang pedang)
Xa'an : "Sekarang Kalian Ingin Mati dengan Cara Apa....?!" (Mata Xa'an berubah menjadi warna Emas dan Melirik dengan tatapan Membunuh)
Baron : "Ugh...?!!" (Terkejut ketakutan)
Cylone : "Aahk...?!" (Terkejut Ketakutan)
Eskarl : "Hihhh...?!" (Terkejut Ketakutan)
Vaan : "Oh Dia Seorang Pahlawan ini hebat....."
Vaan : "Pantas saja aku tidak bisa menariknya ke dalam Sihir Ruanganku..."
Vaan : "Ugh....?!" (Terkejut dengan Tebasan Pedang yang mengarah kepadanya)
"Blaaaar...!!!" (Suara ledakan)
Cylone. : "Tuan Vaan...!!!"
Baron : "Tuan Vaan...!"
Eskarl : "Tuan....!!"
Vaan : "Cih......! Kau boleh juga nak...!" (Berhasil menahan Serangan Xa'an)
Xa'an : "Hmm.....?!" (Kaget)
Baron : "Dasar kau Bocaaaaah....!!!" (Maju kedepan untuk Memukul Xa'an)
Baron : "Hyaat Hyat Hyat Hyat...!!" (Baron meluncurkan semua Pukulan ke arah Xa'an)
__ADS_1
Xa'an : "Tang tang tang tang tang...!" (Xa'an menangkis semua pukulan Baron)
Cylone : "Bagus Baron...! Pukul dia terus aku akan membunuhnya...!" (Cylone Secara tiba² datang dari arah belakang Xa'an)
Cylone : "Hum...!!" (Mengayunkan Belati)
Xa'an : "Sieeeeet...!" (Berbalik dengan Cepat dan Menahan Belati dengan tangan Kiri)
Cylone : "Ugh....! Apa yang...?!" (Kaget)
Xa'an : "Grep...." (Menahan Belati Cylone)
Cylone : "Huh..! Itu beracun Bodh..!!! A-apa...?!" (Terkejut)
"Cylone menyadari kalau Xa'an menyelimuti Tangan nya dengan Mana yang sangat Kuat"
Cylone : "Ti-tidak mungkin...!"
Xa'an : "Matilah......"
Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang, Putaran Pedang....."
Xa'an : "Uweeeeshh....!" (Xa'an Berputar dengan Cepat dan Menebas Tubuh Cylone Dengan pedang di tangan kanan nya)
"Craaaaaaashh...!!!" (Suara tebasan pedang Xa'an membelah tubuh Cylone)
Cylone : "......!" (Mati terbelah)
Vaan Eskarl dan Baron : "Ugh....?!" (Kaget tidak percaya)
Baron : "Cyloneeeeee....!!!!!"
Eskarl : "A-ap-Ap-Apaa... Yang Terjadi..?!!"
Vaan : "Hmm...?!"
Baron : "Dasaaaar Kau Bocaaaaah Beraninya Kau....!!!!" (Memukul Xa'an)
Xa'an : "......" (Melirik Baron)
Baron : "Ugh...?! Ini kenapa ini...?! Kenapa aku tidak bisa bergerak..?! HAAAAAA...!!!!!" (Baron tidak bisa menggerakkan Tubuhnya)
Xa'an : "Sihir Telekinesis, Pengendalian Tubuh"
Eskarl. : "dia bisa memakai berapa sihir ..?!"
Vaan : "I-ini...."
Baron : "Haaaaaaaaaaaaaaaaaaa...!!!!!!!!!" (Berteriak keras)
Xa'an : "Kau tidak akan lepas..... Maka Diamlah dan matilah....!" (Bersiap menebas)
Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang, Tebasan Pedang Bertubi-tubi"
"Zing... Zing zing zing zing zing zing zing zing.....!!!" (Xa'an Menebas nebas Tubuh Baron dengan cepat Hingga tidak ada Sisa....!)
Eskarl : "Uk...!Uk.." (Terkejut Tidak Percaya Setengah Mati)
Vaan : ".......?!" (Terkejut)
Xa'an : "........" (Berdiam)
Xa'an : ".....!" (Melirik Ke Eskarl)
Eskarl : "Ti-tidaaaaaaaakkkk...!!!!" (Panik)
Xa'an : "Bats...!!!" (Xa'an dengan sangat cepat Datang ke arah Eskarl)
Vaan : "Tidak Eskarl...!!" (Berusaha menyelamatkan Eskarl)
Vaan : "Dia Terlalu Cepat Cih...!!!" (Tidak sempat menyelamatkan karena Xa'an terlalu Cepat)
Eskarl : "Hihhh....!! Tolong Maafkan aku maafkan aku...!!!" (Terjatuh panik)
Xa'an : "Sreet...." (Bersiap menebas)
Eskarl : "A-aku akan Menuruti semua keinginan mu jadi Tolong Maafkan Aku...!!!!"
Xa'an : "Tidak Akan...." (Wajah dingin)
Eskarl : "Uhk...!!! Uwaaaaaaakkhh...!!!!!"
"Sraaaaaaasssshhhh...!!!!!" (Xa'an Memenggal Kepala Eskarl)
Xa'an : "......." (Berdiam)
Rafel : "Tu-tuan Xa'an......." (Lemas)
Dasai : "Su-sungguh Hebat...." (Lemas)
Vaan : "Kau Hebat juga Bocah....!"
Vaan : "Siapa Namamu...!"
Xa'an : "Xa'an..... Xa'an Algreasia..!"
Vaan : "Baiklah Xa'an.....!"
Vaan : "Bagaimana kalau kau bergabung denganku...?!"
Xa'an : "Apa Untungnya bagiku...."
__ADS_1
Vaan : "Kau Bisa Saja Menjadi Raja Dunia Loh...! Banyak Wanita² cantik bersamamu...! Ada banyak orang² yang akan tunduk kepadamu..!"
Xa'an : "Apa Cuman itu...?"
Vaan : "Hmm..?"
Xa'an : "Kalau Itu semua aku sudah Punya....! Seorang Wanita yang Cantik (Lycia), Orang² yang Bersamamu (Teman² Xa'an)"
Xa'an : "Itu semua Sudah Kupunyai...!!!"
Vaan : "Heh....! Jadi kau menolaknya yah baiklah....."
Vaan : "ingat ini Xa'an...! Suatu hari nanti aku akan kembali kepadamu dan Membalaskan semua ini ingatlah...!" (Perlahan Menghilang)
Xa'an : "Dia Mau Menghilang....!"
Vaan : "Nih....! Sebagai tanda Perpisahan kita..." (Vaan Mengeluarkan Jullian dari sihir ruang)
Jullian : "Bug...!" (Tersungkur)
Jullian : "Ugh......!" (Menahan Sakit)
Xa'an : (suara dalam hati) "Ap-apa...?! Dia bisa Membawa seseorang kedalam Sihir ruangan...! Siapa dia sebenarnya..?!"
Vaan : "Dadaaah Xa'an........ Semoga kita bertemu lagi.....!" (Senyum dan menghilang)
Xa'an : "......." (Berdiri terdiam)
Rafel : "Tuan Xa'an...!"
Xa'an : "Uhk..! Rafeeel....!" (Berlari ke arah Rafel)
Xa'an : "Rafel....! Akan ku bantu kau untuk Menahan Racunmu...." (Xa'an Menyalurkan Kekuatan mana di tubuh Rafel)
Xa'an : "Ini akan Menguatkan Tubuhmu dari Racun"
Rafel : "Terimakasih Tuan Xa'an....."
Xa'an : "Iyaah....."
Rafel : "Tuan Xa'an.... Asriel.....?"
Xa'an : "...?!" (Kaget)
Xa'an : "Asriel........ Dia.....!" (Menggenggam tangan Dengan Erat)
Xa'an : "Dia sudah mati......" (Murung)
Rafel : "Tidak Mungkin.... Asriel........" (Murung)
Dasai : "Xa'an.....!"
Xa'an : "Dasai...... Uh...! Landi....!"
Xa'an : "Dasai apakah Landi baik² saja...?!"
Dasai : "Dia terluka parah dan Pingsan akibat melawan pria besar tadi bersamaku...."
Xa'an : "Syukurlah......"
Dasai : "Tetapi Asriel......."
Xa'an : "Aku Tau......"
Xa'an : "Maafkan aku Teman-teman.......! Aku telat datang...! Jika aku lebih cepat..! Jika aku lebih kuat lagi...! Ini semua tidak akan terjadi......!"
Rafel : "......." (Diam merenung)
Dasai : "Emm...." (Diam merenung)
Jullian : "Ini semua bukanlah salahmu Pangeran....." (Berusaha bangkit)
Xa'an : "Jullian.....?"
Jullian : "Ini karena aku lengah, aku tidak mengira kalau musuh kita sangatlah kuat dan aku terbawa masuk kedalam Sihir Mereka...!"
Xa'an : "Jullian......"
"Suasana Di sekolah Berakhir Sangat Menyedihkan, Meskipun Lawan Ada yang rugi Tetapi Xa'an Masih saja merasakan Kekalahan nya, Sebab Dia tidak bisa datang tepat waktu dan Melindungi Sekolah"
"Di saat Semua terlihat Aman semua murid Lekas Keluar dan beristirahat Di kamar masing²"
"Murid yang terluka sedang di Rawat untuk cepat sembuh"
"Dan Mayat Asriel Pun di Kuburkan di Tempat yang Khusus Karena Permintaan dari Xa'an"
Xa'an : "Asriel.... Maafkan aku....." (Berdiri di Depan Makam Asriel)
Xa'an : "Kita baru saja Terlihat Sangat dekat dan sering meluangkan waktu bersama..."
Xa'an : "Tetapi aku tidak bisa melindungi mu...."
Xa'an : "Padahal aku masih belum menjadi raja dunia, Tetapi kau mati sebelum Se izin ku."
Xa'an : "Maafkan Aku Asriel..... Aku tidak akan mengulanginya lagi...! Aku berjanji akan melindungi Semua Teman² ku dan Rekanku apapun Konsekuensinya....!"
Xa'an : "Selamat Tinggal Asriel.... Semoga tenang disana........" (Senyum sedih)
"Deg deg deg" (berjalan pergi dari makam Asriel)
SELESAI..........
__ADS_1