The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Reuni


__ADS_3

*CHAPTER* 16


Judul : Reuni


"Tempat : Ruang Tamu istana"


Informasi : ( Di Sofa Elena adik Xa'an Duduk di pangkuan Xa'an Airin Melihati Xa'an dan Elena dengan rasa cemburu karena ingin di pangkuan Xa'an sementara Landi ada di Kursi satunya )


Bbraakkk..!! (Suara pintu di dobrak)


Theo : "Dimana....!!! Dimana An Kun...!!!!!"


Xa'an : "Huwah.... seperti biasa dia berisik sekali"


Theo : "Ann...Kun..!!!!" (Sambil berlari menuju An Kun)


Theo : "Akhirnya kau pulang juga anak kampret...."


Xa'an : "Kau juga sifat mu tak berubah sama sekali dan kau kelihatan bertambah kuat Papa..!"


Airin : "grrr......" (Airin Menggerutu makin kesal karena di tambah oleh Theo yang sangat dekat dengan Xa'an)


Theo : "Heh tentu saja..."


Landi : (suara dalam hati) "Tak Kusangka Raja Theo akan Seperti ini saat bersama Xa'an"


Zifa : "Ekhem kita mulai pembicaraan nya sekarang"


Landi : "Tunggu Sebentar Ratu Zifa Mohon Maaf atas kelancangan saya, Saya ingin bertemu dengan penguasa Algresia untuk berbincang (maksud Landi adalah bertemu dengan kakek Xa'an)


Zifa : "Oh baiklah silakan"


Landi : "Baik Terimakasih Ratu Zifa" (Membungkuk)


Landi : "Selamat Tinggal Xa'an Aku berharap semoga kita bisa bertemu kembali"


Xa'an : "Oke Hati-hati Landi...."


Landi : "Iyah terimakasih"


Zifa : "Temanmu Cukup sopan yah An Kun"


Xa'an : "Iyah Aku tidak Sengaja Bertemu dengan nya saat perjalanan menuju kesini"


Elena : "Kakak memang Hebat..!"


Xa'an : "Hehe Terimakasih Elena..." (Sambil Mengelus kepala Elena)


Elena : "Hehe...."


"Theo dan Zifa baru sadar kalau ingin membicarakan Airin"


Theo : "Oouh jadi siapa teman kecil mu itu An kun?"


Zifa : "Iyah aku juga ingin tau"


Xa'an : (suara dalam hati) "Sepertinya aku harus bicara terus terang ke Papa dan Mama, Supaya mereka tidak Mencurigaiku terus..."


Xa'an : "Huuuft.....(menghela nafas)


Xa'an : "Bisa di bilang Di-dia adalah Anak ku...."


Theo dan Zifa : "A-an-anak Muuuu....!!!!"


Zifa : "J-j-j-ja-jadi dia a-a-an-anakmu dengan Anak Elf itu...?"


Theo : "Tidak Kusangka aku Sudah menjadi Kakek Huwaaaahhh...!!!" (Menangis)


Xa'an : "Tidak bukan itu maksudku"


"Lalu setelah itu Xa'an Mulai menceritakan semua nya kepada mereka semua tentang Airin"

__ADS_1


Theo : "A-apa Suku Roh..!!!"


Zifa : "Padahal Mereka adalah suku yang hanya Dapat di kendalikan oleh elf tapi kamu bisa mengendalikan nya yah An Kun"


Xa'an : "Iyaah Sejenis itulah"


Zifa : "Oouuhh..jadi begitu..."


Theo : "Aku tidak jadi menjadi Kakek" (kecewa)


Xa'an : "Iyaah Seperti itulah yang Terjadi aku pun juga sempat tidak percaya"


Elena : "Kakak apa itu suku Roh..?"


Xa'an : "Mereka adalah suku yang hanya di dunia lain sana mereka Hanya muncul di saat Orang² Elf memanggil mereka, Karena Suku Elf mempunyai ikatan dengan suku roh"


Elena : "Oooouhh...." (Sambil melihat Airin)


Airin : "Eh..?" (Baru sadar kalau dilihat oleh Elena)


Airin : "Hmph...." (sambil tersenyum manis ke arah Elena)


Elena : "Uwaaaah......" (kagum)


Theo : "Sepertinya Kamu jadi lebih Hebat yah An Kun Apakah kamu mau Sparing sebentar denganku...?"


Xa'an : "Heh....Aku sudah menantikan Kata² itu darimu"


Theo : "Hohoo...Baiklah ayo kita menuju Taman belakang...!"


"Tempat : Taman Belakang Istana"


Penjaga 1 : "Bukannya itu pangeran yang ada di gerbang tadi yah...."


Penjaga 2 : "Iyaah mari kita lihat seberapa kuatnya sih dia"


Xa'an : "Apakah kau siap Pa...?"


Airin : "Papaa Semangat....!" (Yang di maksud Papa adalah Xa'an)


Elena : "Semangat Kakak dan Papa....!"


Zifa : "Hmm...." ( Melihati )


"Theo dan Xa'an" : "Mata Biru..!"


(Pertarungan Xa'an dan Theo menggunakan Pedang Kayu)


Xa'an : "Batss..!" (Suara langkah kaki)


Theo : "Akhirnya dia maju! Aku harus bertahan" (posisi bertahan menggunakan pedang)


"Taaaak..!!!" (Suara pedang Xa'an mengenai pedang Theo)


Theo : "Ugh...! Tekanan apa ini...?, Ini berbeda dari dia yang dulu..!"


Xa'an : "Mengapa kau melamun papa ini baru dimulai..!"


Xa'an : "Sihir Angin..!" (Tangan Xa'an yang satunya mengeluarkan Sihir angin ke Perut Theo)


"Blaaarr...!!! Uweesshh" (suara Theo terkena sihir dan menjauh)


Theo : "Sihir angin yah...jadi itu Kekuatan dominan mu..!"


Xa'an : "Hoho Sepertinya Papa bisa bertahan dengan sihir itu"


Theo : "Heh..! Ayo majulah lagi..!"


Xa'an : "Oke....Hummp...! (Lempar) Uweshh" (Xa'an melempar pedang)


Theo : "Apa...! Dia melempar salah satu dari senjatanya aku hanya harus menghindari nya karena nanti dia tidak ada senjata yang dia pegang"

__ADS_1


"Uweesshh" (Theo menghindari Pedang tersebut)


Theo : "Hehh..!! Dengan kau melempar pedang mu apa yang kau Punya kali ini-- Ugh...!"


Theo : "Dimana dia..?"


Xa'an : "Aku di belakang mu Papa.."


Theo : "Ugh..!" (Menoleh)


Xa'an : "Hyat..." Tak (suara pedang )


Theo : "Cihh...!"


Xa'an : "Hoho Hebat Masih bisa bertahan dari serangan kejutan yah...Bagaimana dengan ini"


Xa'an : "Sihir Tanah....Permukaan Naik..!" (Permukaan tanah mengenai Perut Theo)


(Semuanya yang melihat Terkejut)


Theo : "Uaaagh...!!! (Suara dalam hati) "Dia bisa menggunakan 2 elemen sihir Sekaligus..?!"


Theo : (Terjatuh) "Cuh..." (Mengeluarkan ludah) "Kali ini kau menang An Kun kau sudah Bertambah kuat yah...!"


Xa'an : "Terimakasih Papa ini semua berkat papa yang mengajariku skill berpedang dulu"


(Xa'an mengangkat Theo untuk berdiri)


Elena : "Papa...! Papa tidak apa²?"


Theo : "Iyah Lena papa tidak apa apa kok!"


Airin : "Seperti biasa Papa sangat hebat!"


Xa'an : "Hehe Terimakasih Airin"


Elena: "Iyah kakak sangat Hebat...!"


Zifa : "An Kun bagaimana caramu bisa berpindah ke Belakang Theo dengan cepat?"


Theo : "Iyah An Kun bagaimana aku juga kaget karena itu"


Xa'an : "Ooh Itu gampang aku hanya melapisi Tubuh ku dengan sihir kecepatan dan Mana untuk melaju cepat ke arah belakang Papa disaat papa mulai fokus untuk menghindari Pedangku... itu saja..."


Informasi : (skill itu dia dapat saat pelatihan bersama ayah Lycia yaitu Elgar, ada di Chapter sebelumnya)


Zifa : "Baiklah Ayo kita rayakan hari ini karena An Kun Berhasil mengalahkan Theo Yah...!!"


Semuanya : "Iyaaaahh..!!!"


Theo : "An Kun setelah Pesta selesai kamu ikutlah Bersama ku untuk menunjukkan Warna Matamu itu.."


Xa'an : "Baik Papa...!"


Zifa : "Hei kalian ayo cepat..!"


Elena : "Papa..! Kakak..! Cepat"


Airin : "Papa....! Airin sudah lapar nih.."


Theo : "Iyah² kami akan kesana, Ayo An Kun!"


Xa'an : "Iyah Papa...."


Theo : "Tunggu Woii"


Xa'an : (suara dalam hati) "Apakah ini yang dimaksud dengan Perasaan menyenangkan bersama keluarga..? Aku harap Lycia juga ada disini bersama dengan Ayah Elgar dan Ibu Marin...!"


Xa'an : (Suara dalam hati) "Heh..! Apakah aku sang Raja ini sudah melemah...? Gara² Hal yang seperti ini..? Aku harus Bertambah Kuat dan Sangat kuat supaya Aku bisa melindungi orang² yang Bisa membuatku senang....!"


SELESAI.....

__ADS_1


__ADS_2