
*CHAPTER* 16
Judul : Reuni
"Tempat : Ruang Tamu istana"
Informasi : ( Di Sofa Elena adik Xa'an Duduk di pangkuan Xa'an Airin Melihati Xa'an dan Elena dengan rasa cemburu karena ingin di pangkuan Xa'an sementara Landi ada di Kursi satunya )
Bbraakkk..!! (Suara pintu di dobrak)
Theo : "Dimana....!!! Dimana An Kun...!!!!!"
Xa'an : "Huwah.... seperti biasa dia berisik sekali"
Theo : "Ann...Kun..!!!!" (Sambil berlari menuju An Kun)
Theo : "Akhirnya kau pulang juga anak kampret...."
Xa'an : "Kau juga sifat mu tak berubah sama sekali dan kau kelihatan bertambah kuat Papa..!"
Airin : "grrr......" (Airin Menggerutu makin kesal karena di tambah oleh Theo yang sangat dekat dengan Xa'an)
Theo : "Heh tentu saja..."
Landi : (suara dalam hati) "Tak Kusangka Raja Theo akan Seperti ini saat bersama Xa'an"
Zifa : "Ekhem kita mulai pembicaraan nya sekarang"
Landi : "Tunggu Sebentar Ratu Zifa Mohon Maaf atas kelancangan saya, Saya ingin bertemu dengan penguasa Algresia untuk berbincang (maksud Landi adalah bertemu dengan kakek Xa'an)
Zifa : "Oh baiklah silakan"
Landi : "Baik Terimakasih Ratu Zifa" (Membungkuk)
Landi : "Selamat Tinggal Xa'an Aku berharap semoga kita bisa bertemu kembali"
Xa'an : "Oke Hati-hati Landi...."
Landi : "Iyah terimakasih"
Zifa : "Temanmu Cukup sopan yah An Kun"
Xa'an : "Iyah Aku tidak Sengaja Bertemu dengan nya saat perjalanan menuju kesini"
Elena : "Kakak memang Hebat..!"
Xa'an : "Hehe Terimakasih Elena..." (Sambil Mengelus kepala Elena)
Elena : "Hehe...."
"Theo dan Zifa baru sadar kalau ingin membicarakan Airin"
Theo : "Oouh jadi siapa teman kecil mu itu An kun?"
Zifa : "Iyah aku juga ingin tau"
Xa'an : (suara dalam hati) "Sepertinya aku harus bicara terus terang ke Papa dan Mama, Supaya mereka tidak Mencurigaiku terus..."
Xa'an : "Huuuft.....(menghela nafas)
Xa'an : "Bisa di bilang Di-dia adalah Anak ku...."
Theo dan Zifa : "A-an-anak Muuuu....!!!!"
Zifa : "J-j-j-ja-jadi dia a-a-an-anakmu dengan Anak Elf itu...?"
Theo : "Tidak Kusangka aku Sudah menjadi Kakek Huwaaaahhh...!!!" (Menangis)
Xa'an : "Tidak bukan itu maksudku"
"Lalu setelah itu Xa'an Mulai menceritakan semua nya kepada mereka semua tentang Airin"
__ADS_1
Theo : "A-apa Suku Roh..!!!"
Zifa : "Padahal Mereka adalah suku yang hanya Dapat di kendalikan oleh elf tapi kamu bisa mengendalikan nya yah An Kun"
Xa'an : "Iyaah Sejenis itulah"
Zifa : "Oouuhh..jadi begitu..."
Theo : "Aku tidak jadi menjadi Kakek" (kecewa)
Xa'an : "Iyaah Seperti itulah yang Terjadi aku pun juga sempat tidak percaya"
Elena : "Kakak apa itu suku Roh..?"
Xa'an : "Mereka adalah suku yang hanya di dunia lain sana mereka Hanya muncul di saat Orang² Elf memanggil mereka, Karena Suku Elf mempunyai ikatan dengan suku roh"
Elena : "Oooouhh...." (Sambil melihat Airin)
Airin : "Eh..?" (Baru sadar kalau dilihat oleh Elena)
Airin : "Hmph...." (sambil tersenyum manis ke arah Elena)
Elena : "Uwaaaah......" (kagum)
Theo : "Sepertinya Kamu jadi lebih Hebat yah An Kun Apakah kamu mau Sparing sebentar denganku...?"
Xa'an : "Heh....Aku sudah menantikan Kata² itu darimu"
Theo : "Hohoo...Baiklah ayo kita menuju Taman belakang...!"
"Tempat : Taman Belakang Istana"
Penjaga 1 : "Bukannya itu pangeran yang ada di gerbang tadi yah...."
Penjaga 2 : "Iyaah mari kita lihat seberapa kuatnya sih dia"
Xa'an : "Apakah kau siap Pa...?"
Airin : "Papaa Semangat....!" (Yang di maksud Papa adalah Xa'an)
Elena : "Semangat Kakak dan Papa....!"
Zifa : "Hmm...." ( Melihati )
"Theo dan Xa'an" : "Mata Biru..!"
(Pertarungan Xa'an dan Theo menggunakan Pedang Kayu)
Xa'an : "Batss..!" (Suara langkah kaki)
Theo : "Akhirnya dia maju! Aku harus bertahan" (posisi bertahan menggunakan pedang)
"Taaaak..!!!" (Suara pedang Xa'an mengenai pedang Theo)
Theo : "Ugh...! Tekanan apa ini...?, Ini berbeda dari dia yang dulu..!"
Xa'an : "Mengapa kau melamun papa ini baru dimulai..!"
Xa'an : "Sihir Angin..!" (Tangan Xa'an yang satunya mengeluarkan Sihir angin ke Perut Theo)
"Blaaarr...!!! Uweesshh" (suara Theo terkena sihir dan menjauh)
Theo : "Sihir angin yah...jadi itu Kekuatan dominan mu..!"
Xa'an : "Hoho Sepertinya Papa bisa bertahan dengan sihir itu"
Theo : "Heh..! Ayo majulah lagi..!"
Xa'an : "Oke....Hummp...! (Lempar) Uweshh" (Xa'an melempar pedang)
Theo : "Apa...! Dia melempar salah satu dari senjatanya aku hanya harus menghindari nya karena nanti dia tidak ada senjata yang dia pegang"
__ADS_1
"Uweesshh" (Theo menghindari Pedang tersebut)
Theo : "Hehh..!! Dengan kau melempar pedang mu apa yang kau Punya kali ini-- Ugh...!"
Theo : "Dimana dia..?"
Xa'an : "Aku di belakang mu Papa.."
Theo : "Ugh..!" (Menoleh)
Xa'an : "Hyat..." Tak (suara pedang )
Theo : "Cihh...!"
Xa'an : "Hoho Hebat Masih bisa bertahan dari serangan kejutan yah...Bagaimana dengan ini"
Xa'an : "Sihir Tanah....Permukaan Naik..!" (Permukaan tanah mengenai Perut Theo)
(Semuanya yang melihat Terkejut)
Theo : "Uaaagh...!!! (Suara dalam hati) "Dia bisa menggunakan 2 elemen sihir Sekaligus..?!"
Theo : (Terjatuh) "Cuh..." (Mengeluarkan ludah) "Kali ini kau menang An Kun kau sudah Bertambah kuat yah...!"
Xa'an : "Terimakasih Papa ini semua berkat papa yang mengajariku skill berpedang dulu"
(Xa'an mengangkat Theo untuk berdiri)
Elena : "Papa...! Papa tidak apa²?"
Theo : "Iyah Lena papa tidak apa apa kok!"
Airin : "Seperti biasa Papa sangat hebat!"
Xa'an : "Hehe Terimakasih Airin"
Elena: "Iyah kakak sangat Hebat...!"
Zifa : "An Kun bagaimana caramu bisa berpindah ke Belakang Theo dengan cepat?"
Theo : "Iyah An Kun bagaimana aku juga kaget karena itu"
Xa'an : "Ooh Itu gampang aku hanya melapisi Tubuh ku dengan sihir kecepatan dan Mana untuk melaju cepat ke arah belakang Papa disaat papa mulai fokus untuk menghindari Pedangku... itu saja..."
Informasi : (skill itu dia dapat saat pelatihan bersama ayah Lycia yaitu Elgar, ada di Chapter sebelumnya)
Zifa : "Baiklah Ayo kita rayakan hari ini karena An Kun Berhasil mengalahkan Theo Yah...!!"
Semuanya : "Iyaaaahh..!!!"
Theo : "An Kun setelah Pesta selesai kamu ikutlah Bersama ku untuk menunjukkan Warna Matamu itu.."
Xa'an : "Baik Papa...!"
Zifa : "Hei kalian ayo cepat..!"
Elena : "Papa..! Kakak..! Cepat"
Airin : "Papa....! Airin sudah lapar nih.."
Theo : "Iyah² kami akan kesana, Ayo An Kun!"
Xa'an : "Iyah Papa...."
Theo : "Tunggu Woii"
Xa'an : (suara dalam hati) "Apakah ini yang dimaksud dengan Perasaan menyenangkan bersama keluarga..? Aku harap Lycia juga ada disini bersama dengan Ayah Elgar dan Ibu Marin...!"
Xa'an : (Suara dalam hati) "Heh..! Apakah aku sang Raja ini sudah melemah...? Gara² Hal yang seperti ini..? Aku harus Bertambah Kuat dan Sangat kuat supaya Aku bisa melindungi orang² yang Bisa membuatku senang....!"
SELESAI.....
__ADS_1