The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Pertarungan di sihir ruangan 2 (02)


__ADS_3

*CHAPTER* 91.2 Season 02


Judul : Pertarungan di sihir ruangan 2 (02)


"Drap! Drap! Drap! Drap!." (Xa'an mulai memasuki sebuah dungeon yang telah hancur)


Xa'an : "Tempat ini penuh dengan reruntuhan dungeon yang hancur." (Sambil melihat sekeliling)


"Hei kau berhenti." (Suara seseorang)


Xa'an : "Uhk...?!." (Berhenti)


"Dap!." (Seseorang muncul di depan Xa'an)


Xa'an : "Siapa kau...?."


Hao : "Kau bisa memanggil ku Hao, Kau pasti Xa'an kan, Maaf yah aku harus menghentikan mu sampai disini." (Mata Hao berubah menjadi warna merah)


Xa'an : "Kau percaya diri sekali yah, Tapi maaf aku tidak mempunyai banyak waktu lagi."


Hao : "Hmm?, Maksudmu?."


Xa'an : "Landi."


"Bats! Bats!." (Landi berdiri di samping Xa'an)


Hao : "A-apa?!, Bagaimana bisa?!, Ku kira cuma kau saja yang berada disini!."


Xa'an : "Itu karena semua prediksi kalian salah."


Hao : "Itu tidak mungkin, Tuan Adya pasti tidak akan pernah salah!."


Xa'an : "Itu karena yang dia lawan sebelumnya adalah dia." (Dia yang dimaksud adalah Taraa)


Xa'an : "Dan bukan aku...." (Senyum)


Hao : "Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan..."


Landi : "Hei Xa'an, Apa aku bisa menghajar nya sekarang?."


Xa'an : "Tentu saja, Kamu pasti bisa mengatasinya kan?."


Landi : "Santai saja, Akan kulawan dia." (Senyum)


Xa'an : "Hmmm." (Senyum)


Xa'an : "Baiklah, Terimakasih Landi!." (Xa'an mulai berlari ke arah Hao)


Hao : "Apa kau bisa melewati ku begitu saja?!." (Hendak mengeluarkan sihir petir)


Xa'an : "....." (Tenang dan masih lanjut berlari)


Hao : "Cih!, Storm-." (Ucapan Terpotong)


Landi : "Tak kan kubiarkan!." (Landi mengeluarkan sebuah cahaya silau yang membuat mata Hao terkena cahaya yang silau)


Hao : "Ahkk!, Ma-mataku?!!." (Tak dapat melihat apapun)


"Drap! Drap! Drap!." (Xa'an melewati Hao)


Hao : "Cih!, Sialan!, Dia berhasil lolos!."


Landi : "Hei, Jangan lupakan aku disini."


Hao : (suara dalam hati) "Pengguna sihir cahaya yah, Ini pasti akan sulit!." (Kesal)


Hao : (suara dalam hati) "Tapi...." (Serius)


Landi : "Aku maju!." (Landi menerjang ke arah Hao)


Hao : "Hmm!."


"Drap! Drap! Drap!." (Xa'an mulai masuk lebih dalam dungeon)


"Wuuuuuush!!!." (Sebuah sihir api datang)


Xa'an : "....?!." (Menyadari ada sihir yang datang ke arah nya)


"Sret!." (Xa'an menghindari sihir api itu)


Xa'an : "......." (Berhenti)


"Hebat juga kau bisa menghindari nya." (Perlahan seseorang datang ke arah Xa'an)


Feng : "Tapi sepertinya kau akan berakhir disini." (Sebuah sihir api dan air mengelilingi lengan Feng)


Xa'an : "Hmm...."


Xa'an : (suara dalam hati) "Sepertinya dia tipe Sihir petarung."


Xa'an : "Aline, Mora."


"Set! Set!." (Aline dan Mora muncul di samping Xa'an)


Xa'an : "Kamu dapat bertarung beladiri kan Mora?."


Mora : "Iyah, Aku mempelajari nya dengan bantuan sihirku."


Xa'an : "Maka dari itu, Kamu pasti bisa melawannya."


Mora : "....." (Melihat ke arah Feng)


Mora : "Penggabungan Sihir Fisik?."


Xa'an : "Benar, Dia dapat bertarung dengan fisik dan dapat mengeluarkan sihir."


Xa'an : "Kamu pasti bisa kan?, Aline juga akan menemani mu."


Mora : "Baik!, Akan ku lawan dia sampai kalah Xa'an!."


Xa'an : "Bagus..." (Senyum)


Xa'an : "Apa kamu bisa menjaga Mora, Aline?."


Aline : "Tenang saja, Akan kupastikan Mora tak akan menerima sepersen pun luka mengenai tubuhnya."


Xa'an : "Baiklah terimakasih semua, Aku pergi dulu."


Mora : "Hmm!." (Mulai berkuda kuda dan mengaktifkan sihirnya)


Feng : "Tak kan ku biarkan kau lolos Xa'an!." (Menerjang ke arah Xa'an)


"BLAAAR!!!." (Mora menahan serangan Feng)

__ADS_1


Feng : "Uhk?!, Dasar gadis sialan!." (Serangan Feng tertahan oleh Mora)


Mora : "Mmm!." (Menahan serangan Feng)


Aline : "....." (Aline membantu Mora dengan memberikan nya sebuah sihir tambahan)


"Drap! Drap! Drap!." (Xa'an melewati Feng)


Feng : "Cih!."


"Syuut!." (Mora menendang Feng)


Feng : "....?!." (Menghindari serangan Feng)


Feng : "Apa ini, Apa aku harus melawan kedua gadis ini?."


Aline : "Pertama-tama."


Aline : "Terimakasih karena telah memanggil ku gadis yah, Karena hal itu, Aku tidak akan ikut bertarung, Tugasku disini hanya menjaga keselamatan teman ku saja."


Aline : "Lagipula, itupun juga kalau kau bisa mengalahkan dia."


Feng : "Kau percaya diri sekali yah...."


Mora : "Tenang saja Aline, Aku pasti akan mengalahkan dia." (Mata Mora berubah menjadi warna biru)


Feng : "Akan ku buat kalian menyesal karena tidak menyerangku secara bersamaan." (Mata Feng berubah menjadi warna merah)


Feng : "Maju!." (Menerjang ke arah Mora)


Mora : "Hyat!." (Menerjang ke arah Feng)


"BLAAAAAR!!!." (Suara adu pukulan sihir antara Feng dan Mora)


Xa'an : "Ada cahaya." (Sebuah cahaya berada di depan Xa'an)


Xa'an : "......!." (Melewati cahaya tersebut)


"Xa'an berhenti di sebuah arena yang luas."


Xa'an : "Tempat ini..." (Melihat ke sekeliling)


"Tak kusangka, Kau datang lebih cepat dari yang kukira yah...."


Xa'an : "Kau...." (Melihat ke arah atas)


Xa'an : "Adya!."


Adya : "........" (Menatap dingin ke arah Xa'an)


"Bats!." (Adya pun mendarat tepat di depan Xa'an)


Adya : "Apa ini, Ku kira kau akan mengamuk saat datang kesini, Tapi kulihat lihat kau sekarang sangat tenang yah...."


Xa'an : "......" (Tenang)


Adya : "Apa kau tidak mengamuk karena gadis itu menjadi tawanan ku?."


Xa'an : "Aku tahu bahwa kamu bukanlah orang dengan tipe yang seperti itu, Adya."


Adya : "....?!."


Xa'an : "Lycia pasti sedang baik-baik saja sekarang, Aku yakin itu."


Adya : "Cih!, Apa kau yang mengatakan semua ini kepadanya?!, Zhanif!."


Zhanif : "Yaah, Ketahuan deh, Padahal aku ingin bersembunyi lebih lama lagi, Tapi aku akan jujur." (Zhanif muncul dari Sihir Ruangan)


Zhanif : "Aku tidak memberitahukan informasi apapun kepada Xa'an, Aku saja bingung kenapa dia bisa tahu."


Zhanif : "Kau sudah bilang kan bahwa jangan ikut campur dalam urusanmu, Makanya aku hanya diam kalau dia menyebut namamu atau mencari informasi dariku, Tapi tak kusangka dia sudah tau sebanyak itu darimu tanpa sepengetahuan ku."


Adya : "Kau ini sungguh orang yang sangat aneh yah, Xa'an Algreasia."


Xa'an : "Hmm..."


Xa'an : (suara dalam hati) "Adya adalah tipe orang yang tidak akan melukai seorang perempuan, Sebenci apapun dia terhadap perempuan, Dia pasti tidak akan melukai mereka."


Xa'an : (suara dalam hati) "Karena itulah aku yakin, Bahwa Lycia pasti akan baik-baik saja."


Adya : ".....!!." (Menatap Tajam Xa'an)


Adya : "Hei Zhanif, Menyingkirlah....."


Zhanif : "Baik baik....." (Perlahan menepi)


Adya : "Ini adalah pertarungan ku dengan nya!." (Tatapan membunuh)


Xa'an : "......" (Bersiap)


Xa'an : (suara dalam hati) "Dia pasti sangat kesal dengan sosok pahlawan, Karena aku tau semua itu."


Xa'an : (suara dalam hati) "Maafkan aku Adya, Ini semua karena ulahku."


"Sret...!." (Sebuah Tombak muncul di sihir ruangan milik Adya)


"Grep!." (Adya memegang Tombak itu)


Adya : "Sekarang, Semua akan terjawab, Bagaimana kau akan mengalahkan ku, Xa'an Algreasia." (Berkuda kuda)


Xa'an : "Aku pasti akan mengalahkan mu." (Mengeluarkan Pedang Inti Jiwa Naga)


"Grep!." (Xa'an memegang pedang nya)


Xa'an dan Adya : "......!." (Saling menatap)


Zhanif : "......" (Melihat dari kejauhan)


"Deg deg deg deg deg....."


Adya : "Hmm!!!." (Adya bersiap menyerang)


Zhanif : "Sudah dimulai!."


"WUUUUUSHHH!!!!!!." (Adya melempar dengan sangat cepat ke arah Xa'an)


Xa'an : "....?!." (Bersiap untuk menghindar)


"Sret Sret!." (Tombak Adya menjadi 3)


Xa'an : "Uhk...?!!." (Terkejut)


"Set! Set!." (Xa'an berhasil menghindari dua Tombak)

__ADS_1


Xa'an : "Tidak akan sempat!."


"Siiing!!." (Xa'an Menebas Tombak ke 3)


"Weeesh!." (Tombak itu menghilang di saat Xa'an menebas Tombak itu)


Xa'an : "Ilusi?!."


"Sweesh!." (Tombak 1 berubah wujud menjadi Adya, Dan Adya mengambil Tombak ke 2)


Xa'an : "Ugh?!, Di belakang!." (Dengan cepat berbalik ke belakang dan menahan serangan Adya)


Adya : "Haaaah!!!." (Adya mengayunkan Tombaknya)


"Ctaaaang!!!." (Serangan Adya berhasil di tahan oleh Xa'an)


"Sreeeeeeeet!." (Tubuh Xa'an terdorong jauh)


Xa'an : "......."


Adya : "Hmm..!."


Zhanif : "Insting Xa'an cukup tajam juga yah, Dia dapat dengan cepat menahan serangan kejutan milik Adya seperti itu."


Zhanif : "Namun, Saat melawan denganku dulu, Dia dapat dengan mudah ku tendang dengan di sihir ruangan, Si Xa'an ini seperti orang lain saja."


Adya : "Lumayan, Tapi tidak cukup dengan ini saja."


Xa'an : (suara dalam hati) "Aku harus lebih berhati-hati saat melawan dia, Karena tubuh ini bukanlah 100 persen dari tubuh Va'an Astansia."


Xa'an : "Teknik Pengeluaran Pedang!."


Adya : "Hmmm?!."


Xa'an : "Maju....!." (Xa'an menodongkan pedang nya ke arah Adya)


Adya : "Heh!, Kau mulai sedikit serius yah!."


Adya : "Baiklah!, Aku juga akan sedikit serius kali ini!." (Mata Adya berubah menjadi warna biru)


Adya : "Pelepasan Roh!."


Xa'an : "....?!." (Terkejut)


Zhanif : "Pelepasan Roh, Salah satu dari teknik dari suku Azure, Pelepasan Roh adalah teknik tahapan yang juga termasuk dalam teknik Penggabungan Roh, Itu kupakai langsung saat berhadapan dengan Xa'an dulu di sihir ruangan."


Zhanif : "Dengan melepaskan roh, Tubuh Adya kali ini akan terbantu oleh para roh yang Adya miliki sekarang, Tapi yang terpenting bukanlah itu."


Zhanif : "Sekarang aku tidak tahu berapa roh yang dimiliki oleh Adya kali ini!."


Adya : "Hmm!!!." (Adya menerjang langsung dengan cepat ke arah Xa'an)


Xa'an : "Cepat!!." (Kaget)


"Blaaaar!!!." (Xa'an menahan serangan Adya)


Xa'an : "Khuuk....?!!."


"Ctaaaaang!." (Adya mengayunkan Tombaknya)


Xa'an : "Ugh...?!."


Adya : "Haaah!."


"Sut! Sut! Ctang! Sut! Ctang!." (Xa'an menghindar menghindar menahan dan menghindari serangan Adya lagi)


Adya : "Apa ini?!, Apa segini saja?!, Jika hanya segini aku tidak akan membawamu ke dalam Sihir ruangan ku maupun melakukan teknik penggabungan roh!." (Masih menerjangi Xa'an dengan Serangan)


Xa'an : "Kheek...!!!." (Mencoba menahan beberapa serangan milik Adya)


Xa'an : (suara dalam hati) "Ternyata!, Memang sulit jika mengandalkan teknik ini saja!."


Xa'an : "Teknik Pengeluaran Pedang!, Slash!!!."


Adya : "Hup!." (Loncat ke atas)


Adya : "Gerakan pertama."


"Syuuuuush!." (Adya menusuk ke arah Xa'an)


Xa'an : "Ugh?!." (Menghindar)


Adya : "Gerakan kedua."


"Tang!." (Tombak Adya menancap tanah)


"Sreet!, BUAAAG!!." (Adya menendang perut Xa'an)


Xa'an : "UGH..?!!." (Xa'an terkena tendangan Adya, Lalu terhempas jauh)


Adya : "Pengakhiran....!." (Menerjang ke arah Xa'an)


Adya : "Gerakan ketiga!." (Bersiap menyerang Xa'an)


Xa'an : "Khuuk...?!!!." (Melihat tombak Adya berada di depan wajahnya)


Xa'an : "Sudah cukup....!."


Xa'an : "Ini membuatku kesal....!." (Mata Xa'an berubah menjadi warna emas)


"GREP!!!." (Tangan Xa'an menggenggam ujung Tombak Adya)


Adya : "Ugh..?!!." (Terkejut)


"Ziiiiing!!!." (Xa'an menebas ke arah Adya)


"Set set Bats!!." (Adya menghindari serangan Adya dan mundur)


Adya : "......" (Melihat ke arah Xa'an)


Xa'an : "Haah.... Haah....." (Xa'an kelelahan sambil memegangi perutnya dan mata Xa'an yang awalnya berubah menjadi warna emas sekarang perlahan berkedip dan menjadi warna biasa lagi)


Zhanif : (suara dalam hati) "Xa-xa'an?!, Ada apa denganmu?!, Kenapa kau sangat berbeda kali ini?!."


Zhanif : (suara dalam hati) "Apa Xa'an akan kalah semudah ini kali ini?!."


Adya : "Aku tidak akan berhenti sampai kau benar-benar mati, Xa'an Algreasia...." (Menatap Tajam ke arah Xa'an)


Xa'an : "Haah.... Haah......" (Menatap ke arah Adya)


SELESAI.........!


"Pertarungan di sihir ruangan 2 masih akan terus berlanjut!."

__ADS_1


"Pertarungan di sihir ruangan 2 (03)."


"Di tunggu yah!."


__ADS_2