
*CHAPTER* 67 Season 02
Judul : Saingan Baru Lycia!
"Seperti Chapter Sebelumnya Xa'an dan Lainnya Pun Tiba di Kerajaan Elgrasia Untuk bertemu dengan Kakek ke 2 Xa'an, Namun Sepertinya ada Sebuah Masalah Kecil yang Terjadi disana."
"Clara, Saudara Xa'an dari Elgrasia Pun Memeluk Xa'an dengan Erat."
Clara : "Ah~ Xa'an, Akhirnya kamu Tiba Juga Yah...." (Memeluk dan Mengelus Elus kepalanya ke Kepala Xa'an)
Xa'an : "Tu-tunggu...?!" (Panik)
Zhanif dan Aline : "Wow......." (Ter engah)
Landi : "Haaaa...." (Menghela Nafas)
Mora : "Tuan Xa'an..?" (Bingung)
Lycia : "Grrr....!!" (Geram dan Mengepalkan Tangannya)
Xa'an : "Ci-cia..?!, Tunggu dulu, Dia Adalah..!!" (Panik)
Clara : "Ahahahaha...." (Masih Memeluk Xa'an)
Lycia : "Aaannn Kuuuun......!!!" (Marah)
"Setelah itu Lycia Pun Menghampiri Xa'an dan Clara, Lalu Memisahkan Mereka berdua."
Lycia : "Hump..!!" (Memisahkan Xa'an dan Clara)
Clara : "Otto...." (Terdorong)
Xa'an : "Wahk...?!" (Terdorong)
Lycia : "Kamu!, Jangan Memeluk Dia Secara Sembarangan..!" (Marah ke Clara dan Cemburu)
Clara : "Eh..?, Memangnya Kamu itu siapanya Xa'an..?" (Bertingkah Sombong)
Lycia : "Ak-aku adalah!" (Sambil Malu malu)
Clara : "Hmmm..?" (Mendengarkan)
Lycia : "Aku Adalah Istri An Kun...!!!" (Dengan Suara yang Keras)
"Istri An Kun!, Istri An Kun!, Istri An Kun!" (Suara Lycia yang Menggema di Ruangan Itu)
Zhanif : "Akhirnya dia Mengungkapkan nya Hehe..!" (Menepuk Dahinya)
Aline : "Lycia Mah...."
Landi : "Keren..."
Mora : "Waah...."
Xa'an : "Ci-cia...?"
Lycia : "Eeeumm......" (Malu malu)
Clara : "Uhk...?!" (Kaget)
Clara : "Apa Itu Benar Xa'an..?!"
Xa'an : "Iyah, Itu Benar Clara, Aku dan Cia adalah Tunangan yang nantinya akan Menjadi Suami Istri di masa Mendatang..."
Clara : "O-ohh...." (Mundur Perlahan)
"Secara Tiba tiba Ayah dari Clara yaitu Adik dari Theo pun Datang Menuju Gerombolan Xa'an"
Ayah Clara : "Wah wah, ada apa ini?, Apa aku Terlambat akan Sesuatu?"
Xa'an : "Anda...?"
Ayah Clara : "Oh, Kamu pasti Anak Dari Theo kakak ku yah, Salam Kenal Pangeran Xa'an!" (Menunduk ala bangsawan)
Stheo : "Namaku Adalah Stheo Elgrasia, Semoga Kita bisa Akrab Kedepan nya..." (Senyum)
Xa'an : "Oh.... Baiklah Paman Stheo, Salam Kenal Juga..." (Menunduk ala Bangsawan)
Stheo : "Baiklah, Karena tidak baik Berbicara di depan Pintu Seperti ini, bagaimana kalau Kita Masuk Ke dalam Lalu Makan Bersama Untuk Membicarakan semuanya?"
Xa'an : "Baik, kami semua akan Menurutinya Paman Stheo"
Stheo : "Bagus, Ayo Clara, Kita Persiapkan Semuanya dulu untuk Teman teman dan Tunangan dari Pangeran Xa'an..." (Berbalik)
Clara : "Hmp!, Baiklah...." (Berbalik lalu Berjalan)
Stheo : "Hehe...." (Tertawa kecil)
Clara : "Ini masih belum Selesai, Istri Xa'an....." (Berhenti lalu Menoleh Ke Lycia)
Lycia : "Ka-kamu....!" (Geram)
Clara : "Hmph.!" (Berjalan lagi)
Xa'an : "Sudah sudah Cia, Dia Mungkin Seperti itu, maka biarkan lah..." (Menenangkan Lycia)
Lycia : "Ta-tapi dia..."
Xa'an : "Aku Tidak akan Tergoda Olehnya Cia, maka Tenangkan dirimu, dan percayakan Semua Padaku...." (Senyum)
Lycia : "Eum" (mengangguk)
Lycia : "Baiklah An Kun, aku akan Mempercayai mu...." (Memeluk Xa'an)
Xa'an : "Yosh....Yosh...." (Memeluk Balik Lycia dan Mengelus Punggungnya untuk Menenangkan nya)
Zhanif : "Pemandangan ini....." (Tidak percaya)
Aline : "Lycia Sangat Manja yah terhadap Xa'an..."
Landi : "Aku baru Pertama kali melihat mereka berdua Bisa Seakur ini"
Mora : "Iyah.."
"Setelah Itu Di ruang Makan"
"Xa'an, Lycia, Zhanif, Aline, Landi, dan Mora Pun Duduk di kursi yang sudah di siapkan, Di Meja Makan"
"Semuanya Pun Mulai Memakan Jamuan Di sana"
Stheo : "Jadi Pangeran Xa'an, Apakah kamu Baru Tiba di Negara kami?" (Sambil Makan)
Xa'an : "Iyah, Kami baru saja sampai di Negara ini Paman Stheo" (Sambil Makan)
Stheo : "Kudengar dengar Pangeran Mau Menuju ke Negri Timur yah?"
Xa'an : "Iyah, Itu memang ada benarnya.."
__ADS_1
Stheo : "Apakah kamu Sudah Mengetahui bagaimana Negri Timur itu Pangeran?"
Xa'an : "Tentu saja aku...."
Stheo : "Hmmmm?"
Xa'an : "Tidak Tau...."
Stheo : "Ugh..?!" (Kaget)
Xa'an : "Maka dari itu, Aku Mengajak Teman ku yang Memang Asli dari Negri Timur untuk Membimbing ku kesana" (sambil Memperkenalkan Landi)
Landi : "Halo Tuan Stheo...." (Menunduk kan kepalanya)
Stheo : "Oh jadi, Siapa Namamu Anak Muda?"
Landi : "Namaku adalah Landi Tuan, Landi Ekselen Anak Dari Kaisar Edko Ekselen" (Bersikap Tegar)
Stheo : "Ugh..?!, Maksudmu Kaisar Ekselen Yang memiliki Koneksi dan Perdagangan Yang Besar di Negri Timur?!" (Kaget lalu sedikit berdiri dari kursi nya)
Clara : "Hmm?" (Menoleh ke Stheo)
Landi : "Lebih Tepatnya Seperti itu Tuan...." (Senyum)
Stheo : "Be-begitu yah....." (Tenang dan duduk kembali)
Stheo : "La-lalu Pangeran Xa'an, Apakah kamu tidak Memperlukan Penjagaan untuk Pergi ke Negri Timur?"
Xa'an : "Oh, kalau itu aku sudah Serahkan ke Mereka Berdua..." (Memperkenalkan Zhanif dan Aline)
Zhanif : "Halo...."
Aline : "...." (Menundukkan kepalanya)
Stheo : "Kalian...?" (Tidak tau)
Xa'an : "Mereka adalah Zhanif Zhagaria, Dan Aline Zhagaria, Salah Satu dari Threesomebody dan Juga Istrinya Sang Mahir Sihir"
Stheo : "Ap-apaa..?!!" (Terkejut dan Berdiri lagi)
Stheo : "Tuan Zhanif Dan Juga Nona Aline...?!"
Clara : ".....?!" (Melihat tidak percaya)
Xa'an : (suara dalam hati) "Sudah Kuduga kalau dia akan Seterkejut Itu, Ek-eee..."
Stheo : "Uahk..?!!" (Masih Berdiri Terkejut)
Lycia : (suara dalam hati) "Paman An Kun pasti sangat Terkejut sih dengan Adanya Zhanif dan Aline, Karena memang Mereka adalah Orang-orang yang Kuat.." (Sedang Meminum Secangkir Teh)
Stheo : "E-ekhem!" (Duduk Kembali)
Xa'an : "....?"
Stheo : "Jadi Pangeran Xa'an, Apa yang Harus ku Lakukan Untuk Bisa Membantu untuk Perjalananmu?"
Xa'an : "Hmmm, Menurutku Tidak ada, Aku datang kemari untuk Bertemu dengan Kakek saja..."
Stheo : "Tidak Pangeran, aku akan Membantu mu, Lagipula Ayahku juga masih Memiliki Kerjaan Besar, dan tidak akan Pulang secara cepat ke istana."
Xa'an : "Oh, jadi Kakek sedang Tidak ada di istana yah...."
Xa'an : (suara dalam hati) "Ini Akan Memakan Banyak Hari, Tch!"
Stheo : "Iyah Pangeran, Maka Izinkan aku Untuk Membantu Ponakan ku sendiri Yah..!"
Xa'an : "Ba-baiklah jika kamu memaksa..."
"Setelah Percakapan Panjang, Mereka semua pun telah selesai Untuk Menyelesaikan Makanan Mereka, Malam Telah tiba Dan Mereka semua pun Di Bimbing Ke Kamar Mereka Secara Sepasangan."
"Zhanif Dan Aline, Landi Dan Mora, Xa'an Dan Lycia."
"Di kamar Xa'an dan Lycia"
Lycia : "Jadi ini yah Kamarnya...." (Melihat lihat kamarnya)
Xa'an : "Hmm..." (Melihat lihat)
Lycia : "Hup...!" (Duduk di Ranjang)
Lycia : "Wah..... Disini empuk sekali yah...."
Lycia : "An Kun cobalah, Ranjang ini sangatlah Lembut dan Empuk..." (Sambil Tangan Lycia Mengisyaratkan Xa'an untuk Kesana)
Xa'an : "Iyah...." (Menghampiri)
Xa'an : "Emm..?" (Duduk di ranjang)
Xa'an : "Ini, Lumayan......"
Lycia : "Benar kan....?" (Senyum)
Xa'an : "Iyah..." (Senyum)
Xa'an : "Cia...."
Lycia : "Hmm?, Ada apa An Kun...?"
Xa'an : "Kamu Tidurlah Terlebih dahulu, Aku akan Mencoba Sesuatu...."
Lycia : "Tidak, Tidak mau..!" (Melipatkan Tangan dan Ngambek)
Xa'an : "Eh?, Kenapa...?"
Lycia : "Apakah Nanti Kamu akan Pergi Ke Saudara mu itu dan Meninggalkan ku Tidur sendiri?, Hmph!" (Ngambek)
Xa'an : "Ak-aku tidak Akan Melakukan Hal Seperti itu Cia!, Sungguh....!" (Panik)
Lycia : "Apa kamu Berjanji....?" (Melirik Secara perlahan ke arah Xa'an)
Xa'an : "Aa...!" (Terdiam, lalu Tersenyum)
Xa'an : "Iyah Aku Berjanji, Aku Hanya Berada di Ranjang sini saja Supaya Kamu Mempercayai nya..." (Mengelus atas Rambut Lycia)
Lycia : "Emm..?!" (Kaget dan Malu)
Lycia : "Ba-baiklah aku akan Mempercayai mu...." (Lycia pun Perlahan Untuk Berbaring di Ranjang)
Lycia : "Kamu Jangan Begadang Sampai Malam, Cepatlah Tidur....." (Menutup Matanya Perlahan)
Xa'an : "Iyah Iyah...." (Senyum)
Xa'an : "........" (Memastikan Lycia sudah Tidur)
Xa'an : "Baiklah....." (Xa'an pun Mulai duduk di ranjang dengan Menyilangkan Kakinya dan Mulai Menutup matanya)
Xa'an : (suara dalam hati) "Ini adalah Pertama kali ku untuk Mencoba ini, Yaitu Berkomunikasi Dengan Jiwa Airin Yang Tengah Beristirahat sekarang."
__ADS_1
Xa'an : (suara dalam hati) "Aku mulai Mengkhawatirkan Nya, Karena Tidak Kunjung Bangun, Aku tidak tau apakah ini akan Mengganggu Istirahat nya, tapi aku akan Mencoba nya sekali."
Xa'an : (suara dalam hati) "Karena Hati Kami Terikat Menjadi Satu, Maka ini akan Sedikit Gampang Untuk Mencoba Berkomunikasi dengannya."
Xa'an : (suara dalam hati) "Fokus......" (Xa'an Mulai Fokus untuk Menyentuh Isi Hati dari Airin, dan mencoba Berkomunikasi dengannya)
Xa'an : (suara dalam hati) "Dapat!, Mungkin ini akan cukup" (Ekspresi Muka Xa'an Senang)
Xa'an : (suara dalam hati) "Airin..!, Airin..!, Apa Kamu Baik baik saja....?!" (Mencoba Mengajak Berkomunikasi dengan Airin)
Xa'an : (suara dalam hati) "Airin..!, Kumohon Jawablah..!" (Masih tidak ada Jawaban)
Xa'an : (suara dalam hati) "Jadi, Percuma yah...."
Xa'an : (suara dalam hati) "Akh..?!, Apa ini...?!" (Tiba tiba Cahaya Terang Pun datang, Dan Menarik Jiwa Xa'an menuju Tempat seperti Ruangan Putih dan Juga seperti ruang Rapat yang Besar)
Xa'an : (suara dalam hati) "Ada apa ini..?!, Mengapa Menjadi Seperti ini?!" (Bingung)
Suara Seseorang : "Apakah Kamu, Orang Yang Menjadi Partner Dari Penerus kami...?"
Xa'an : "Hmm?, Siapakah Anda Tuan....?" (Bersikap Tenang)
Suara Seseorang : "Oh...?!" (Terkejut)
Suara Seseorang : "Tidak Kusangka Kamu akan Setenang itu Setelah Mendengar Suaraku...."
Xa'an : "Sebenarnya Aku Sedikit Bingung Dan tidak tau apa yang Terjadi, Tapi Sepertinya Anda bukanlah orang yang Jahat..."
Suara Seseorang : "Aku Menghargai Ketenangan mu....." (Pria Tersebut Mulai Menampakkan Dirinya)
Xa'an : "Anda.....?"
Leyford : "Perkenalkan Namaku adalah Leyford, Dan aku adalah Leluhur dari Airin..."
Xa'an : "Namaku adalah Xa'an Algreasia, Dan aku adalah Pahlawan Manusia Sekarang..."
Leyford : "Oh!, Jadi Kamu adalah Seorang Pahlawan yah...."
Xa'an : "Iyah Tuan Leyford...."
Leyford : "Baiklah Tidak perlu Berbasa-basi, Mari Kita Mulai Percakapan nya..."
Xa'an : "Hmm..?"
Leyford : "Jadi Tuan Xa'an, Kami Para Leluhur Roh Telah Mengamati Kalian Berdua, Dan kami Telah Meringkusnya....."
Xa'an : "Hmm?, Jadi Apakah aku Melakukan Kesalahan?"
Leyford : "Tidak Tuan, Anda Bahkan Tidak Melakukan Kesalahan Apapun, Anda Dan Airin pun bahkan bisa Mengeluarkan Kekuatan Tersembunyi Dari Roh Leluhur Secepat itu."
Leyford : "Itu Membuat Kami Semua Kaget akan Hati Kalian Berdua..." (Senyum)
Xa'an : "Eh?, Apakah itu Hal yang Tidak Wajar?, Bagiku itu adalah hal yang Normal Bagi Roh Leluhur."
Leyford : "Tidak Tuan, Meskipun Kami Tergolong Roh Yang Sangat Kuat, Kami Juga Memiliki Keterbatasan, Tapi Di saat kami Mengamati Kalian Berdua, Itu adalah Hal yang Paling Mengejutkan bagi kami...."
Xa'an : "Begitu yah, Aku Menjadi Merasa Terhormat karena Mendapatkan Pujian Dari Kalian Para Roh Leluhur."
Leyford : "Jadi Tuan Xa'an, Kami akan Berinisiatif Membantu Kalian Untuk Perjalanan kalian Di masa depan Nanti....." (Sedang Mengumpulkan Cahaya dari Semua Roh Leluhur)
Xa'an : "Hmm?!" (Kaget)
Xa'an : "Tunggu dulu...!, Apakah Airin Baik baik saja?!, Dan apa apaan Cahaya yang anda kumpulkan itu?!"
Leyford : "Untuk Pertama tama, Airin Sedang Berfokus untuk Menjadi Lebih Kuat Untukmu Tuan Xa'an, Tak lama dia pasti akan Bangun, Dia Baik baik saja sampai Sekarang, Dan Juga Cahaya Yang Kami Kumpulkan Ini adalah Cahaya Untuk Anda Dan Airin Di masa mendatang nanti Jika Terjadi Masalah Yang Besar!."
Leyford : "Jadi Terimalah Pemberian Kami Tuan Xa'an!"
Xa'an : "Eek...?!" (Bersiap)
Xa'an : "Baiklah...!, Aku akan Menerimanya!" (Bersikap Tegas)
Leyford : "Terimakasih Tuan Xa'an...!, Jadi Sekarang Kami Semua akan Bergantung padamu dan Menantikan Masa depanmu Nanti!"
Xa'an : "........" (Bersikap Tenang)
Leyford : "Terimalah Ini Tuan Xa'an...!" (Memberikan Bulatan Cahaya Terang dan Bersinar sinar Ke Xa'an)
Xa'an : "Ugh....?!!" (Membuka Mata dan Terbangun di dunia nyatanya)
Xa'an : "Apa yang Terjadi Padaku..?" (Melihat lihat Tangannya apakah Terjadi sesuatu di tubuhnya)
Xa'an : "kalau tidak salah ingat, Aku Bertemu dengan Leluhur Airin, dan Mereka sepertinya Memberikan ku Sebuah Bulatan Cahaya Yang sangat Bersinar, Apa itu...?" (Kepikiran)
Xa'an : "Yang Penting Airin Masih Baik baik saja aku sudah bersyukur akan hal itu..." (Mulai Berbaring Tidur dan Menutup Matanya)
SELESAI........... (Harusnya)
T.K.A.R Comedy....!
Lycia : "Tidaaaak...!, Tidak boleh...!" (Marah)
Clara : "Ehh..?, Mengapa tidak boleh, Kalian Masihlah Bertunangan Jadi Aku Masih Boleh untuk Dekat dengan Xa'an Wleeee...!" (Menjulurkan Lidahnya)
Lycia : "Ak-aku Sudah Menjadi Istri Nya...!" (Dengan Tampang Percaya Diri)
Xa'an : "Itu Maksudnya di saat mendatang nanti kan Cia......" (Senyum)
Lycia : "U-uk-uuuuk....." (Malu)
Zhanif : "Hadeh, Mereka ini yah....."
Landi : "Hahahaha..!"
"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!"
Xa'an : "Sepertinya Besok Akan Menjadi Lebih Menarik...."
Xa'an : "Sebuah Kejutan Mulai Datang Satu Persatu..."
Zhanif : "Tidak Kusangka Kalau Ada Orang Seperti Dia... Haha!"
Landi : "Kakek Xa'an, Dan Siapakah Dia itu..?!"
Seseorang Pria : "Yo..!"
Kakek : "Perkenalkan Dia adalah....."
Xa'an : "Selanjutnya Di The King After Reincarnation..!"
Xa'an : "Dia Siapa?!"
Zhanif : "Di Tunggu..!"
Landi : "Yah..!"
SELESAI..........!
__ADS_1
"Bentuk Dan Desain Lycia Arthem yang di gambar oleh Fans"