The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Terciptanya Komunikasi!


__ADS_3

*CHAPTER* 81 Season 02


Judul : Terciptanya Komunikasi!


Tempat : Istana Algresia


"Di malam harinya."


"Ckieeet......" (Xa'an membuka pintu)


Xa'an : "Hmm, Sepertinya semua sudah tidur."


Sylfia : "Ini juga sudah malam, pantas saja mereka sudah tidur saat jam segini."


Sylfia : "Oh yah, maafkan aku karena terlalu dekat denganmu Xa'an, karena ku kamu malah pulang selarut ini, padahal kamu juga sedang kelelahan." (Menghadap ke Xa'an)


Xa'an : ".......?."


Xa'an : "Tak masalah, lagipula aku juga ingin melihat pemandangan dari Wilayahku sendiri sejak lama."


Sylfia : "Begitu yah-."


Sylfia : "Emmm..?!!." (Mengingat tadi mengingat Xa'an dan menangis kepadanya)


Sylfia : "Da-dan juga yang tadi jangan di pikirkan yah!, Itu aku reflek saja karena aku tidak pernah mengalami itu semua!." (Malu)


Xa'an : "Iyah tenang saja, aku tidak akan mengingatnya."


Sylfia : "Sa-sampai jumpa yah!, Aku mau tidur dulu!." (Hendak pergi)


Xa'an : "Hmm?, Memangnya kamu tau dimana kamarmu?."


Sylfia : "Ekk...?!!." (Berhenti)


Xa'an : "Aku akan mengantarmu, ikuti aku." (Berjalan terlebih dahulu)


Sylfia : "Ba-baiklah....." (Mengikuti Xa'an)


"Tak lama kemudian."


Xa'an : "Ini kamarmu." (Sambil membukakan pintunya)


Sylfia : "I-iyah, Terimakasih...." (Masuk ke dalam kamar)


"Saat sylfia hendak masuk kamar, Xa'an memblokir tubuh sylfia dengan tangan kanan nya yang berpegangan ke sisi pintu lain, dan lengan Xa'an berada tepat di wajah Sylfia."


Sylfia : "Eh?!." (Kaget)


Sylfia : "Kenapa?." (Melihat ke arah wajah Xa'an)


Xa'an : "Sylfia, cobalah jujur kepadaku, apa yang telah kau lalui sampai saat ini?."


Xa'an : "Aku akan mencoba membantumu dengan sebaik mungkin."


Sylfia : "Hmmm......" (Termenung)


Xa'an : "......"


Sylfia : "Kenapa kau sangat ingin membantuku?."


Xa'an : "Kenapa?, Karena sudah jelas kan."


Sylfia : "........"


Xa'an : "Kamu adalah bagian dari Klub pelindung sekolah, dan sebagai ketua aku wajib untuk membantu semua anggota ku."


Sylfia : "........" (Ekspresi wajah mati)


Sylfia : "Heh, Lycia sungguh gadis yang sangat beruntung yah......" (Samar-samar)


Xa'an : "Apa?."


Sylfia : "Tidak, tidak jadi, kau tak perlu mengurusi kehidupan ku, dan hanya aku saja lah yang harus mengurusinya!." (Melirik tajam ke arah Xa'an)


Sylfia : "Sekarang singkirkan lah tanganmu, aku ingin lewat dan beristirahat."


Xa'an : "Tidak, aku tidak akan menyingkirkan tanganku sebelum kamu mengatakan sesuatu." (Melirik tajam ke arah Sylfia)


Sylfia : "Hah.....?!." (Melirik balik Xa'an)


Xa'an : "......"


Sylfia : "Jika aku berkata kau harus menjadi salah satu hubunganku, apakah kau masih bersedia membantu ku?." (Mendekat ke arah Xa'an)


Xa'an : "Kamu....."


Sylfia : "Tidak bisa kan?, Dan sekarang pergilah!." (Menepis lengan Xa'an)


Xa'an : "...?!." (Kaget)


"Beg!." (Xa'an menahan Pundak Sylfia)


Sylfia : "Jika kau teruskan, aku tidak akan segan-segan untuk membunuh mu, meskipun kekuatan ku kalah denganmu."


Xa'an : "Kamu terlalu meremehkan ku."


Sylfia : "Hah?." (Memutar balikkan badan nya)


Xa'an : "Apa kamu kira semuanya harus sesuai dengan apa yang dikatakan oleh orang lain?, Aku adalah Xa'an Algreasia, Calon Raja Dunia Selanjutnya, Jika aku bilang akan membantu, aku akan membantu, jika aku bilang tidak, maka aku akan bilang tidak." (Hawa aura Pahlawan keluar dari tubuh Xa'an)


Sylfia : "....??!!." (Kaget)


Xa'an : "Jadi, katakan apa dan siapa yang Mengganggu mu sampai saat ini?, Aku akan membantumu."


Sylfia : "........." (Melihat dengan ekspresi datar)


Sylfia : "Baiklah kalau kau terlalu memaksa...."


Xa'an : "......"


Sylfia : "Sekarang aku akan memberitahukanmu." (Sambil sedikit melepas Kerah bajunya, dengan menampakkan sedikit bagian dadanya)


Xa'an : "....."


Sylfia : "Jika aku tidak mencari seorang yang tepat untuk menjadi salah satu hubungan ku, maka aku dan masa depan suku ku akan musnah." (Melirik tajam Xa'an)


Xa'an : "Apa maksudnya itu?."


Sylfia : "Aku adalah seorang gadis yang terpilih oleh takdir untuk menjadi salah satu aset penting suku goldan."


Sylfia : "Jika semua suku goldan biasamya membaca pikiran lawan nya, maka aku tidak, atau lebih tepatnya tidak hanya itu."


Xa'an : "Itu artinya?."


Sylfia : "Iyah, kemampuan ku bukan hanya membaca pikiran lawan, namun bisa melihat masa depan secara sekilas!."


Xa'an : "....?!." (Kaget)


Sylfia : "Karena kekuatan inilah aku harus mencari seseorang yang cocok untuk berhubungan denganku, jika tidak aku akan mati karena kekuatan ku sendiri."


Sylfia : "Setiap aku membaca dan melihat masadepan, mana dari jiwa ku perlahan hilang dari tubuhku, karena itulah aku harus cepat-cepat menemukan orang nya."


Sylfia : "Apalagi, di suku ku terdapat banyak sekali orang yang ingin berhubungan denganku, tapi itu semua di tolak oleh bangsawan oleh keluarga ku karena aku tau mereka bukanlah orang yang cocok untukku dan jiwaku."


Sylfia : "Jika tidak mencari orang yang cocok dengan jiwaku, maka aku dan suku ku akan menghadapi masalah yang sangat besar, takdir akan mengutuk suku kami, dan jika aku berhasil menemukan orang yang cocok, maka anak dari kami akan menuruni kekuatan masa depan ini dengan sempurna, yaitu melihat masa depan."


Sylfia : "Dan saat itulah aku bermimpi bahwa aku melihat seorang yang sangat kuat dan cocok dengan jiwaku berada tepat di sampingku, di mimpi itu aku masih selamat dan masih hidup bersama dengan nya."


Sylfia : "Dan itu juga dia memiliki kalung yang sangat mirip dengan yang kau pakai sekarang."


Xa'an : "Ugh...?!." (Melihat ke arah kalung Airin)


Sylfia : "Dan karena itulah aku mencari-cari mu, dan aku tau bahwa kau sangat kuat karena kau adalah seorang pahlawan, dan kenapa aku bisa tau hal itu, itu karena aku membaca pikiran teman-teman mu."


Xa'an : ".......?!" (Ekspresi tidak percaya)


Sylfia : "Bagaimana?, Apa setelah mendengar itu semua apakah kau masih ingin membantu ku, Calon Raja Dunia Xa'an Algreasia?."


Sylfia : "Dan kau masih memiliki Lycia di sampingmu, apakah kau mau mengkhianati orang yang selama ini kau sukai untuk berhubungan denganku?." (Tersenyum sedih meneteskan air mata)


Xa'an : "Ahk-aaa........." (Membuka mulutnya, dan bingung ingin mengucapkan apa)


Sylfia : "Jika kamu tidak bisa, maka jangan dipaksakan." (Senyum sambil membenarkan bajunya)


Sylfia : "Pergilah, aku ingin beristirahat....." (Menutup pintunya secara perlahan)


"Breg....!" (Suara pintu tertutup)


Xa'an : "................." (Termenung di luar pintu sambil memikirkan hal itu)


Rafel : "Tuan Xa'an...."


Xa'an : "...?." (Menoleh ke arah Rafel)

__ADS_1


Xa'an : "Rafel?, Apa kau mendengarnya dari tadi?."


Rafel : "Iyah, itu Benar Tuan, Saya mendengar nya dari tadi."


Xa'an : "Begitu yah...." (Menengok ke atas)


Xa'an : "Rafel, apa yang akan kau lakukan setelah mendengar itu semua."


Rafel : "......"


Rafel : "Jika aku sudah mendengarkan itu semua, maka aku akan memilih untuk tidak melakukan apapun."


Xa'an : "...?."


Rafel : "Namun ini berbeda Tuan, Anda adalah anda, saya adalah saya, Jika itu anda, Maka saya jamin bahwa anda akan memilih sesuatu dengan cara yang terbaik."


Xa'an : "......." (Menoleh ke Rafel)


Xa'an : "Jadi seperti itu yah...." (Senyum)


Rafel : "Benar Tuan..." (Senyum)


Xa'an : "Terimakasih Rafel, sekarang pergilah tidur."


Rafel : "Baik Tuan, namun sebelum pergi izinkan saya membicarakan sesuatu."


Xa'an : "Iyah, Bicarakan saja."


Rafel : "Anda pasti sudah melihatnya sendiri Tuan, bagaimana keaslian dari Sylfia."


Xa'an : "Iyah aku tau."


Rafel : "Baiklah, saya akan menuju kamar saya, Beristirahat lah juga Tuan Xa'an." (Membungkuk)


Xa'an : "Iyah." (Mengangguk)


Rafel : "......" (Berdiri tegak lalu pergi dari tempat itu)


Xa'an : "Huft....."


Xa'an : (suara dalam hati) "Sebenarnya, Apa yang harus kulakukan?." (Melihat ke arah luar jendela, lalu berjalan pergi dari tempat itu)


Sylfia : "......." (Sedang duduk di atas ranjangnya, Sambil memegang erat selimutnya)


"Ke esokan harinya."


Dasai : "Waaah!, Jadi ini alat-alat dan bahan nya Xa'an?!!." (Melihat beberapa alat dan bahan)


Rafel : "Waa...?!."


Xa'an : "Itu benar, Sekarang tinggal ku rakit saja."


Dasai : "Apa aku boleh melihat nya?."


Xa'an : "Boleh....."


Dasai : "Waaah!, Terimakasih....!." (Mendekat ke samping Xa'an)


Rafel : "Hmmmm?." (Mengintip dari atas)


Sylfia : "........." (Sedang bersandar di dinding sambil melihat Mereka bertiga)


"Beberapa saat kemudian, Xa'an pun telah berhasil membuat alat komunikasi nya!, Dan segera di coba."


Dasai : "I-ini?!!." (Terkejut)


Dasai : "Benda sekecil ini??" (Bingung melihat benda seperti Earphone)


Xa'an : "Iyah sekarang coba dan pakailah." (Xa'an juga memakai satu di telinga kanan nya)


Dasai : "Ba-baiklah....." (Memasang satu di telinga kanan nya)


"Click...!." (Xa'an menekan Earphone sekali)


Xa'an : "Bagaimana?."


"Bagaimana?." (Suara Xa'an keluar dari Earphone Dasai)


Dasai : "La-langsung keluar?!!!." (Terkejut)


Rafel : "Keren....!."


Dasai : "Dan juga, Suaranya sangat jernih!!!."


Xa'an : "Kita pastikan saja langsung." (Senyum)


Xa'an : "Jika ingin membalas ku tekan saja alat itu sekali." (Sambil memeragakan gerakan menekan)


Dasai : "Ba-baiklah....!."


Xa'an : "Tunggu aku yah!." (Xa'an pergi dengan cepat menggunakan Sihir angin nya)


Dasai : "Iyaaaaah!!!."


Rafel : "Sekarang kita tinggal menunggu."


Dasai : "Iyah aku juga tau."


"Tak lama kemudian."


Rafel : "Bagaimana?, Ada kabar?."


Dasai : "Untuk sampai saat ini masih belum, apa alat ini rusak?."


Rafel : "Hmmm?." (Mendekat ke arah Dasai)


Dasai : "Apa perlu kita yang berbicara yah."


Rafel : "Kata Tuan Xa'an harus dia terlebih dahulu yang berbicara."


Dasai : "Iyah Iyah dasar Fanatik Xa'an...."


Rafel : "Haaaah...?!, Apa katamu?!." (Kesal)


Rafel : "Coba ulangi lagi brengs*k!."


Dasai : "Sudah kubilang dasar-?!."


"Halo apa kau dengar Dasai?." (Suara Xa'an)


Dasai : "....?!!!." (Terkejut)


Rafel : "Hmmm?."


Dasai : "Halo halo!, Aku mendengar mu Xa'an!, Kau sekarang ada dimana lama sekali kau!."


"Tak perlu seribut itu, aku dapat mendengar mu secara jelas disini." (Suara Xa'an)


Dasai : "Ba-baiklah maafkan aku, tapi sekarang kau ada dimana?."


Rafel : "......?." (Mendengar kan)


"Aku?." (Suara Xa'an)


Xa'an : "Aku sekarang sedang berada di Elgrasia." (Xa'an sedang berada di atas langit wilayah Elgrasia, di dekat istana)


Dasai : "El-Elgrasia?!!!!!." (Terkejut Sekali)


Rafel : "Ahk?!, Aaaahkkk?!...." (Terkejut)


"Benar...." (Suara Xa'an)


Dasai : "Itu jauh sekali!, Kau mencoba alat itu sampai di beda Wilayah?!!."


"Terkadang jika ingin melihat kualitas nya kita harus melakukan nya dengan serius kan?, Jika kita melakukan nya secara setengah setengah saja, nanti kita akan tidak tau alat itu bagus atau tidak." (Suara Xa'an)


Dasai : "I-itu benar sih....."


"Eh?, Saudara Xa'an...?, Saudara Xa'an!!!." (Suara orang lain)


Dasai : "Eh?, I-itu suara siapa Xa'an?, Kok seperti seorang Perempuan?."


Sylfia : "....?!." (Menoleh dengan cepat lalu mendengarnya secara dekat)


Rafel : "Uweh...?!." (Kaget karena Sylfia tiba-tiba datang ke arah mereka)


Xa'an : "Duh...... Aku pergi dulu yah, aku tidak akan menjawab pertanyaan mu dulu, sepertinya aku ketahuan." (Melihat seorang gadis dari jendela)


Clara : "Ahahaha...!." (Melambaikan tangannya ke arah Xa'an)


Dasai : "He-hei!, Tunggu dulu!."


"Sampai jumpa." (Suara Xa'an)

__ADS_1


Dasai : "Hei Xa'an!."


"......" (Tidak ada respon)


Sylfia : "Bagaimana?, Apa dia menjawab balik?."


Dasai : "Tidak, dia tidak menjawab balik, Sepertinya dia mematikan alatnya, dan juga...." (Melihat ke arah Sylfia)


Dasai : "Kenapa kau kesini?."


Sylfia : "Itu bukan urusanmu, dan cepat katakan siapa yang ada disana tadi?."


Dasai : "Ugh...?!." (Aga kesal)


Dasai : "Aku tak tau, tapi di dengar dari suara tadi dia seperti seorang gadis."


Rafel : "Itu mungkin Saudari Tuan Xa'an kan."


Dasai : "Bagaimana kau tau?."


Rafel : "Aku sempat mendengar gadis itu bilang, Saudara Xa'an..... Seperti itu, makanya aku simpulkan bahwa itu Saudari Tuan Xa'an."


Sylfia : "Tch...!."


Dasai : "Wah begitu yah."


Rafel : "Lagipula aku juga bingung, padahal yang pakai alat itu kau, tapi kau tidak mendengar nya dengan baik."


Dasai : "Ughh?!!." (Kesal)


Rafel : "Sihirmu dan Watak mu bertolak belakang sekali yah...."


Dasai : "Dasar kauuu!!!, Mau sampai kapan kau menghinaku?!!."


Rafel : "Kenapa?!!, Kau yang mulai duluan menghinaku!!."


Dasai : "Apa?!!, Bukannya itu faktanya?!!, Siapa yang mau membuat patung untuk orang lain kan?!!."


Rafel : "Itu bukan sembarang patung!!, Itu adalah mahakarya!!, Dasar orang tak Berfikir!!!."


Sylfia : "........" (Pergi dari tempat itu)


Dasai : "Hei!, Aku ini kakak kelasmu!, Jangan terlalu kasar seperti terhadap Senior mu sendiri!!."


Rafel : "Kenapa harus lembut kepada Senior tak berfikir seperti mu?!!!."


Dasai : "Kaauuu?!!!."


Rafel : "Apaa...?!!!."


"Sihir Air, Siraman kesadaran." (Suara Mantra Sihir)


"Byurrr!!!." (Rafel dan Dasai terkena siraman Air)


Rafel dan Dasai : "Hmmm?." (Mengedipkan matanya)


Sylfia : "Apa kalian sudah sadar sekarang?, Tempat Ini bukanlah sekolah, Tempat ini adalah istana Algresia kalian seharusnya tidak melakukan hal yang seharusnya tidak diperlukan."


Rafel dan Dasai : "Emm....."


Dasai : "Itu benar....."


Rafel : "......" (Mengangguk)


Sylfia : "Sekarang salinglah meminta maaf."


Dasai : "Maafkan aku Rafel, Padahal aku Senior mu, tapi aku tidak memikirkan perasaan Juniorku sendiri."


Rafel : "Aku juga meminta maaf, Aku juga Juniormu, tapi aku tidak bisa menjaga omonganku sendiri."


Dasai : "Baikan....?." (Mengajak salaman)


Rafel : "Baikan....." (Menerima ajakan salam Dasai)


Sylfia : "Bagus, dasar kalian anak kecil...."


"Weeeshh....!!." (Rafel mengeringkan bajunya dengan Sihir Apinya)


Dasai : "Hmm?." (Melihat ke arah Rafel)


Dasai : "Hei Sylfia, Apa kamu bisa membantu ku?." (Ekspresi memohon)


Sylfia : "Ehk...?!." (Merasa tak enak)


Sylfia : "Nggak!, Nggak mau!."


Dasai : "Hei ayolah, aku tidak bisa menggunakan sihir api!."


Sylfia : "Makanya belajar!."


Dasai : "Aku tidak se jenius itu woy!."


Sylfia : "Salah sendiri...." (Membalikkan badannya)


Dasai : "Dih!, Pelit banget...!."


Dasai : "Emmm?." (Melihat ke arah Rafel)


Dasai : "Nebeng yah....." (Mengeringkan bajunya di dekat Rafel)


Rafel : "Eh?, Iyah...." (Mengangguk)


Sylfia : (suara dalam hati) "Tch, ada berapa sih wanita simpanan nya si Xa'an itu?!." (Masih memikirkan hal itu)


SELESAI...............


T.K.A.R COMEDY!


Rafel : "Dasar tak mau mendengar!."


Dasai : "Dasar Fanatik!."


Rafel : "Dasar bodoh!."


Dasai : "Dasar tak tau etika!."


Sylfia : "Hei kalian berhentilah, seperti anak kecil saja."


Rafel dan Dasai : "Diam kau Tsundere!!!." (Tsundere adalah orang yang tak mau mengakui perasaannya)


Sylfia : "A-APA???!!!." (Sangat kesal)


Rafel dan Dasai : "Ehkk...?!." (Merasa Takut)


Sylfia : "Three Combo Magic!!." (Menatap Tajam Rafel dan Dasai)


Rafel : "To-."


Dasai : "Long!."


"AHKKKKKKKKK......!!!!."


Selanjutnya Di The King After Reincarnation!.


Clara : "Saudara Xa'an, lama sekali kita tak bertemu yah....!." (Tersenyum manis)


Xa'an : "Halo Clara, Sudah lama sekali yah."


"Di suatu tempat."


Elena : "Kakak Sylfia memang keren....!."


Elena : "Dia dapat menenangkan suasana yang seperti itu!." (Kagum)


"Di satu sisi lain."


Xa'an : "Bagaimana Clara?, Apa yang akan kamu lakukan jika mendengar hal itu?."


Clara : "........"


Clara : "Padahal udah lama kita ga bertemu, tapi sudah membicarakan hal yang berat yah."


Clara : "Sebagai Wanita, aku akan memberitahukanmu sesuatu."


Xa'an : "Iyah...."


"Apa yang di bicarakan oleh mereka?!."


"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."


"Pilihan Berat!."


"Di tunggu yah!!."

__ADS_1


SELESAI.....................!


__ADS_2