
*CHAPTER* 92 Season 02
Judul : Orang Baru
Tempat : Arena
"Zhanif sedang membantu Adya untuk berjalan."
Zhanif : "Bagaimana Adya?."
Adya : "Hmm?."
Zhanif : "Jangan berpura-pura tidak tau Adya, Bagaimana kau menilai dia?." (Senyum)
Adya : "......" (Menengok ke arah Xa'an, Lycia dan Airin)
"Mau sampai kapan papa akan seperti ini mama?." (Suara dari kejauhan)
"Sebentar lagi, Sabar yah..." (Suara dari kejauhan)
"......"
Adya : "Mungkin...."
Zhanif : ".....?."
Adya : "Ini sedikit lebih menarik." (Senyum)
Zhanif : "Hmm?!." (Kaget)
Zhanif : "Begitu kah...." (Senyum)
"TUAAAAN!!!!!." (Suara seseorang)
Adya dan Zhanif : "....?." (Menengok ke arah sumber suara)
Lycia dan Airin : "Eh?."
Lao : "Apa anda telah memenangkan pertarungan ini?!!!."
Zhanif : "Apa yang di bicarakan bedebah ini?." (Hendak maju)
Adya : "Tunggu, Biarkan aku Zhanif." (Menghadang Zhanif)
Zhanif : "Oh, Baiklah..."
(Adya perlahan berjalan ke arah Lao)
Adya : "Semuanya telah selesai Kaisar Lao, Aku kalah dan cepatlah kau tinggalkan tempat ini."
Lao : "A-a-ap?!!."
Adya : "Lagipula, Semuanya juga telah selesai." (Tersenyum)
Lao : "UHKK...?!!." (Terkejut)
Lao : "Bagaimana dengan perjanjian kita Tuan Adya?!!!."
Adya : "Itu hanyalah sebuah perjanjian berat sebelah, Sedari awal aku telah memperingatkan mu, Namun kau tidak mendengar kan ku."
Adya : "Kau terlalu banyak memendam rasa kebencian terhadap kesalahan mu sendiri."
Adya : "Dan mana mungkin juga aku membantu seorang penjahat sepertimu untuk mengambil keuntungan kan?!!."
Adya : "Kehidupan mu telah hancur Kaisar Lao, Semua usahamu telah aku bongkar dan semua para tahanan yang kau tahan telah aku amankan."
Adya : "Artinya....."
Adya : "Pasar budak mu telah selesai, Game Over...!." (Tersenyum Iblis)
Lao : "A-ahkk?!!!, Aaaahkkkkk!!!!!!." (Putus Asa)
Adya : "......." (Tersenyum)
Lao : "DASAR BAJ*NG*N!!!!, ADYAAA!!!!!." (Mata Lao berubah menjadi warna merah)
Lao : "Jangan remehkan kekuatan dari Kaisar!!!." (Lao mengaktifkan sihir tingkat atas dan hendak menerjang maju ke arah Adya)
Zhanif : "Ugh?!, Adya!."
Adya : "......" (Tenang)
"BLAAAAAR...!!!!."
Lao : "Uaahkkk...?!!!." (Terkena serangan dari atas, Dan Lao pun terbaring di tanah)
Zhanif : "A-apa?." (Terkejut)
Airin : "Waah...."
Lycia : "......"
Adya : "Kau tepat waktu Ari."
Ari : "Apa makhluk rendahan ini telah menyentuh anda Tuan?." (Ari sedang berada di atas tubuh Lao)
Adya : "Tidak."
Lao : "Unkk......?!!!."
Zhanif : (suara dalam hati) "Apa ini?, Aku merasakan kalau dia adalah orang yang kuat, Darimana Adya mendapatkan gadis seperti dia?."
Adya : "Bagaimana keadaan nya?."
Ari : "Semua para penggelapan pasar gelap telah di tangkap sesuai perintah anda Tuan, Dan sekarang para tawanan telah kembali ke keluarga mereka masing-masing."
Lao : "Si-sialan....!!." (Tidak dapat bergerak)
Adya : "Bagus...."
Adya : "Sekarang tinggal kau seorang diri Lao..." (Jongkok)
Lao : "Sialan kau Adya!!."
Adya : "Heh!."
Adya : "Bawa dia ke pihak berwenang Ari, Aku akan pergi ke lainnya untuk memberitahu kan tentang hal ini."
Ari : "Baik Tuan."
"Sret!." (Ari menyeret Lao lalu menghilang tanpa jejak)
Adya : "Hmm..."
Zhanif : "Da-darimana kau mendapatkan gadis itu Adya?."
Adya : "Dia?, Dia adalah pelayan pribadiku."
Zhanif : "Pelayan?, Pribadi?!!." (Berfikir aneh)
Adya : "Apa yang sedang kau pikirkan?."
Zhanif : "Ti-tidak!, Bukan apa-apa, Ternyata kau suka yang begituan yah."
Adya : "Apa yang kau katakan itu?, Dia adalah pelayan pribadi yang dipinjam kan kepadaku!."
Zhanif : "O-ohh!!, Baiklah!, Maaf aku telah salah paham hahaha!."
Adya : "Haaah......"
Adya : "Kau tau kan, Saudara Aline......"
Zhanif : "Iyah sekarang aku mengerti!."
__ADS_1
Adya : "Baguslah."
"Ada apa ramai-ramai ini...."
Zhanif dan Adya : "Ug...?!!." (Terkejut)
Xa'an : "Kalian menggangguku yang sedang beristirahat dengan tenang." (Duduk)
Lycia : "An Kun?!."
Airin : "Papa!!."
Zhanif : "Beristirahat apanya, Yang kau lakukan hanya tidur di pangkuan Lycia."
Xa'an : "Itulah yang kumaksud." (Senyum)
Adya : "Hmm...."
Xa'an : "Uk...." (Berusaha berdiri)
Lycia : "An Kun?!, Jangan memaksakan dirimu sendiri."
Xa'an : "Tidak apa-apa Cia, Aku harus berdiri."
"Sret!." (Dua orang sedang membopong kedua tangan Xa'an)
Xa'an : "....?!." (Terkejut)
Zhanif : "Disaat-saat seperti ini seharusnya kau meminta pertolongan kepada kami." (Senyum)
Adya : "Itu benar."
Xa'an : "Kalian...."
Lycia : "Hmm..." (Senyum)
Zhanif : "Ayo, Kita harus memberitahukan mereka semua sebelum terlambat."
Xa'an : "Iyah."
"Xa'an yang sedang dibantu berjalan oleh Zhanif dan Adya pun mulai berjalan keluar arena di ikuti oleh Lycia dan Airin, Lalu sepanjang perjalanan keluar mereka bertemu dengan yang lainnya."
Feng : "Haaaah....Haaah...!." (Kelelahan)
Mora : "Ukkk...."
Aline : "Kerja bagus Mora, Itu sudah lebih dari cukup."
Mora : "Aku berhasil, Meski ini sangat sulit."
Feng : "Anda berbohong Nona Aline, Katanya anda tidak ikut-ikutan."
Aline : "Eh, Hehehe...."
"Kalian."
Aline Mora dan Feng : "....?." (Menengok)
Mora : "Xa'an!."
Aline : "Kau berhasil yah..." (Senyum)
Feng : "Tuan Adya..."
Xa'an : "Mari kita kembali."
Lycia : "Aline!, Mora!."
Aline : "Hai Lycia..."
Mora : "Lycia!."
"Kemudian."
Landi : "Sialan!, Aku telah lama ga bertarung satu lawan satu!." (Terjatuh)
Xa'an : "Landi."
Landi : "Ha...?." (Menengok)
Landi : "Wah!, Xa'an!, Jadi kau telah menang yah!."
Xa'an : "Iyah!."
Hao : "Feng?!."
Feng : "....." (Mengangguk)
Hao : "Tuan Adya..."
Adya : "Sudahlah Hao, Terimakasih karena telah berjuang dengan keras yah."
Hao : "Tu-tuan!!." (Menangis)
Adya : "Sudah sudah...."
Landi : "Mau gantian gendong?."
Adya : "Tidak usah, Aku masih bisa."
Landi : "Ba-baiklah...."
Xa'an : "...." (Senyum)
Landi : "Apa kamu baik-baik saja Mora?."
Mora : "Aku baik-baik saja, Aline telah membantu ku juga."
Landi : "Begitu yah..."
Landi : "Terimakasih Aline."
Aline : "Iyah..." (Senyum)
Xa'an : "Mari kita keluar semua, Yang lainnnya juga pasti telah selesai."
"Iyah!."
"Tak lama kemudian."
Xa'an : "....?!."
Landi : "Uk?! Apa-apaan dengan pemandangan ini?."
Zhanif : "Waw...!."
Orokus : "Oh?!, Tuan!, Tuan Xa'an!." (Menengok ke arah Xa'an)
"Orokus sedang menduduki tubuh Raytos yang sedang berlutut."
Raytos : "Tidak kusangka, Aku bisa direndahkan seperti ini."
Orokus : "Diamlah tempat duduk!." (Tatapan tajam)
Adya : "Apa dia bawahan mu?."
Xa'an : "Tidak, Dia peliharaan ku."
Orokus : "Tu-tuan?!." (Terkejut)
Mersha : "Tuan Xa'an, Anda telah kembali." (Dengan cepat Mersha berada di depan Xa'an)
Xa'an : "Iyah, Terimakasih atas perjuangan mu Mersha."
__ADS_1
Mersha : "Tidak masalah Tuan." (Senang)
Orokus : "Apa ini!, Mersha di perlakukan berbeda!."
Rai Rei : "Tuan Adya!."
Adya : "Kalian berdua..."
Rai : "Apa-apaan dengan kecepatan wanita itu?!, Dia bukan manusia!." (Menunjuk Mersha)
Rei : "Hmm! Hmm! Hmm!." (Mengangguk dengan cepat)
Adya : "Haha...."
Mersha : "Apa salahku Tuan Xa'an?."
Xa'an : "Tidak, Kau benar kok."
Mersha : "Baiklah."
Orokus : "Hei!, Tolong dengarkan saya Tuan Xa'an!."
Lycia : "An Kun."
Xa'an : "Iyah Cia."
Xa'an : "Hei Orokus."
Orokus : "Tuan!- Eh?."
Orokus : "Iyah?!, Ada apa Tuan?!."
Xa'an : "Biarkan Raytos berdiri terlebih dahulu, Kau telah berlebihan." (Menatap dengan rasa kesal)
Orokus : "Ba-baik!." (Dengan cepat Orokus berdiri)
Orokus : "Hei kau berdirilah!, Nanti aku yang dimarahi jika kau tidak berdiri dengan cepat!." (Berbisik)
Raytos : "Ba-Baik..." (Berdiri)
Xa'an : "Baiklah semuanya."
Xa'an : "Terimakasih karena telah membantuku sampai disini."
Xa'an : "Aku sangat bersyukur bertemu dengan kalian semua, Berkat kalian, Sekarang aku telah bertemu dengan Sang Jenius Adya Trimarga."
Xa'an : "Selangkah lagi kita akan mendekati Raja Iblis Terbengis Va'an Astansia."
Xa'an : "Aku tau perjalanan kita masihlah sangat panjang, Tapi..."
Xa'an : "Jika bersama dengan kalian semua, Aku yakin semua pasti akan baik-baik saja!."
Orokus : "Hmm!." (Tersenyum)
Mersha : "....."
Landi : "Hehe...!." (Senyum)
Mora : "....." (Senyum)
Zhanif dan Aline : "....." (Senyum)
Lycia : "....." (Senyum)
Xa'an : "Sekarang!, Tujuan kita adalah!."
Xa'an : "Sang Termahir!."
Xa'an : "Ralif Brenhill Sang TerMahir Dari Three Somebody!."
"YAAAAAAAAH.....!!!."
"Saat itulah semuanya telah selesai, Semuanya kembali ke kediaman Kaisar Gisu, Adya beserta pengikutnya pun mengurus sisa-sisa penjahat pasar gelap."
"Xa'an pun bertemu dengan Melned, Bawahan Xa'an."
Xa'an : "Kerja bagus Melned, Terimakasih atas usahamu."
Melned : "Tentu saja Tuan Xa'an, Sungguh kehormatan bisa melayani anda."
Xa'an : "Apa aku bisa meminta bantuan lagi?."
Melned : "Hmm?."
Melned : "Kami menolaknya Tuan."
Xa'an : "Begitu yah."
Melned : "Jika itu bantuan, Kami tidak akan mau, Namun jika itu adalah sebuah perintah, Maka kami akan siap melayani anda!."
Xa'an : "Kau ini...." (Senyum)
Xa'an : "Baiklah!, Aku memerintahkan mu untuk mencari keberadaan dari Ralif Brenhill!, Menurut informasi, Dia sekarang sedang berada di Benua Barat!."
Xa'an : "Cepat cari dia!, Dan beritahu kepadaku!."
Melned dan bawahan : "Baik Tuan!!!."
"Flashback."
Adya : "Ralif?, Setahuku dia sekarang sedang berada di Benua Barat."
Xa'an : "Begitu yah, Barat...."
Zhanif : "Apa kita akan pergi ke sebelah barat sekarang?!, Ini sungguh perjalanan yang sangat jauh!!."
Xa'an : "Iyah...."
"Masa sekarang."
Xa'an : "Barat yah...."
Xa'an : "Kak Akira."
Xa'an : "Aku akan segera menemui mu juga!."
"Akira, Wanita yang membantu perjalanan petualangan Xa'an saat dulu!."
Xa'an : "Tapi, Sebelum itu...."
Xa'an : "Ada satu hal yang sangat penting yang harus aku lakukan terlebih dahulu."
Lycia : "An Kun, Apa kamu bisa jelaskan tentang masalah sebelum nya?."
Xa'an : "Iyah Cia..."
Airin : "Papa.... Mama....."
Xa'an : "Cia, Apa kamu bisa ikut denganku bertemu dengan dia?."
Lycia : "Baiklah, Aku akan ikut."
"Di suatu tempat."
Sylfia : "......." (Sylfia sedang duduk di jendela asrama melihat keluar pemandangan)
SELESAI...........!
"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."
"Ini Semakin Rumit!."
"Di tunggu yah!!!."
__ADS_1