The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Orang Baru


__ADS_3

*CHAPTER* 92 Season 02


Judul : Orang Baru


Tempat : Arena


"Zhanif sedang membantu Adya untuk berjalan."


Zhanif : "Bagaimana Adya?."


Adya : "Hmm?."


Zhanif : "Jangan berpura-pura tidak tau Adya, Bagaimana kau menilai dia?." (Senyum)


Adya : "......" (Menengok ke arah Xa'an, Lycia dan Airin)


"Mau sampai kapan papa akan seperti ini mama?." (Suara dari kejauhan)


"Sebentar lagi, Sabar yah..." (Suara dari kejauhan)


"......"


Adya : "Mungkin...."


Zhanif : ".....?."


Adya : "Ini sedikit lebih menarik." (Senyum)


Zhanif : "Hmm?!." (Kaget)


Zhanif : "Begitu kah...." (Senyum)


"TUAAAAN!!!!!." (Suara seseorang)


Adya dan Zhanif : "....?." (Menengok ke arah sumber suara)


Lycia dan Airin : "Eh?."


Lao : "Apa anda telah memenangkan pertarungan ini?!!!."


Zhanif : "Apa yang di bicarakan bedebah ini?." (Hendak maju)


Adya : "Tunggu, Biarkan aku Zhanif." (Menghadang Zhanif)


Zhanif : "Oh, Baiklah..."


(Adya perlahan berjalan ke arah Lao)


Adya : "Semuanya telah selesai Kaisar Lao, Aku kalah dan cepatlah kau tinggalkan tempat ini."


Lao : "A-a-ap?!!."


Adya : "Lagipula, Semuanya juga telah selesai." (Tersenyum)


Lao : "UHKK...?!!." (Terkejut)


Lao : "Bagaimana dengan perjanjian kita Tuan Adya?!!!."


Adya : "Itu hanyalah sebuah perjanjian berat sebelah, Sedari awal aku telah memperingatkan mu, Namun kau tidak mendengar kan ku."


Adya : "Kau terlalu banyak memendam rasa kebencian terhadap kesalahan mu sendiri."


Adya : "Dan mana mungkin juga aku membantu seorang penjahat sepertimu untuk mengambil keuntungan kan?!!."


Adya : "Kehidupan mu telah hancur Kaisar Lao, Semua usahamu telah aku bongkar dan semua para tahanan yang kau tahan telah aku amankan."


Adya : "Artinya....."


Adya : "Pasar budak mu telah selesai, Game Over...!." (Tersenyum Iblis)


Lao : "A-ahkk?!!!, Aaaahkkkkk!!!!!!." (Putus Asa)


Adya : "......." (Tersenyum)


Lao : "DASAR BAJ*NG*N!!!!, ADYAAA!!!!!." (Mata Lao berubah menjadi warna merah)


Lao : "Jangan remehkan kekuatan dari Kaisar!!!." (Lao mengaktifkan sihir tingkat atas dan hendak menerjang maju ke arah Adya)


Zhanif : "Ugh?!, Adya!."


Adya : "......" (Tenang)


"BLAAAAAR...!!!!."


Lao : "Uaahkkk...?!!!." (Terkena serangan dari atas, Dan Lao pun terbaring di tanah)


Zhanif : "A-apa?." (Terkejut)


Airin : "Waah...."


Lycia : "......"


Adya : "Kau tepat waktu Ari."


Ari : "Apa makhluk rendahan ini telah menyentuh anda Tuan?." (Ari sedang berada di atas tubuh Lao)


Adya : "Tidak."


Lao : "Unkk......?!!!."


Zhanif : (suara dalam hati) "Apa ini?, Aku merasakan kalau dia adalah orang yang kuat, Darimana Adya mendapatkan gadis seperti dia?."


Adya : "Bagaimana keadaan nya?."


Ari : "Semua para penggelapan pasar gelap telah di tangkap sesuai perintah anda Tuan, Dan sekarang para tawanan telah kembali ke keluarga mereka masing-masing."


Lao : "Si-sialan....!!." (Tidak dapat bergerak)


Adya : "Bagus...."


Adya : "Sekarang tinggal kau seorang diri Lao..." (Jongkok)


Lao : "Sialan kau Adya!!."


Adya : "Heh!."


Adya : "Bawa dia ke pihak berwenang Ari, Aku akan pergi ke lainnya untuk memberitahu kan tentang hal ini."


Ari : "Baik Tuan."


"Sret!." (Ari menyeret Lao lalu menghilang tanpa jejak)


Adya : "Hmm..."


Zhanif : "Da-darimana kau mendapatkan gadis itu Adya?."


Adya : "Dia?, Dia adalah pelayan pribadiku."


Zhanif : "Pelayan?, Pribadi?!!." (Berfikir aneh)


Adya : "Apa yang sedang kau pikirkan?."


Zhanif : "Ti-tidak!, Bukan apa-apa, Ternyata kau suka yang begituan yah."


Adya : "Apa yang kau katakan itu?, Dia adalah pelayan pribadi yang dipinjam kan kepadaku!."


Zhanif : "O-ohh!!, Baiklah!, Maaf aku telah salah paham hahaha!."


Adya : "Haaah......"


Adya : "Kau tau kan, Saudara Aline......"


Zhanif : "Iyah sekarang aku mengerti!."

__ADS_1


Adya : "Baguslah."


"Ada apa ramai-ramai ini...."


Zhanif dan Adya : "Ug...?!!." (Terkejut)


Xa'an : "Kalian menggangguku yang sedang beristirahat dengan tenang." (Duduk)


Lycia : "An Kun?!."


Airin : "Papa!!."


Zhanif : "Beristirahat apanya, Yang kau lakukan hanya tidur di pangkuan Lycia."


Xa'an : "Itulah yang kumaksud." (Senyum)


Adya : "Hmm...."


Xa'an : "Uk...." (Berusaha berdiri)


Lycia : "An Kun?!, Jangan memaksakan dirimu sendiri."


Xa'an : "Tidak apa-apa Cia, Aku harus berdiri."


"Sret!." (Dua orang sedang membopong kedua tangan Xa'an)


Xa'an : "....?!." (Terkejut)


Zhanif : "Disaat-saat seperti ini seharusnya kau meminta pertolongan kepada kami." (Senyum)


Adya : "Itu benar."


Xa'an : "Kalian...."


Lycia : "Hmm..." (Senyum)


Zhanif : "Ayo, Kita harus memberitahukan mereka semua sebelum terlambat."


Xa'an : "Iyah."


"Xa'an yang sedang dibantu berjalan oleh Zhanif dan Adya pun mulai berjalan keluar arena di ikuti oleh Lycia dan Airin, Lalu sepanjang perjalanan keluar mereka bertemu dengan yang lainnya."


Feng : "Haaaah....Haaah...!." (Kelelahan)


Mora : "Ukkk...."


Aline : "Kerja bagus Mora, Itu sudah lebih dari cukup."


Mora : "Aku berhasil, Meski ini sangat sulit."


Feng : "Anda berbohong Nona Aline, Katanya anda tidak ikut-ikutan."


Aline : "Eh, Hehehe...."


"Kalian."


Aline Mora dan Feng : "....?." (Menengok)


Mora : "Xa'an!."


Aline : "Kau berhasil yah..." (Senyum)


Feng : "Tuan Adya..."


Xa'an : "Mari kita kembali."


Lycia : "Aline!, Mora!."


Aline : "Hai Lycia..."


Mora : "Lycia!."


"Kemudian."


Landi : "Sialan!, Aku telah lama ga bertarung satu lawan satu!." (Terjatuh)


Xa'an : "Landi."


Landi : "Ha...?." (Menengok)


Landi : "Wah!, Xa'an!, Jadi kau telah menang yah!."


Xa'an : "Iyah!."


Hao : "Feng?!."


Feng : "....." (Mengangguk)


Hao : "Tuan Adya..."


Adya : "Sudahlah Hao, Terimakasih karena telah berjuang dengan keras yah."


Hao : "Tu-tuan!!." (Menangis)


Adya : "Sudah sudah...."


Landi : "Mau gantian gendong?."


Adya : "Tidak usah, Aku masih bisa."


Landi : "Ba-baiklah...."


Xa'an : "...." (Senyum)


Landi : "Apa kamu baik-baik saja Mora?."


Mora : "Aku baik-baik saja, Aline telah membantu ku juga."


Landi : "Begitu yah..."


Landi : "Terimakasih Aline."


Aline : "Iyah..." (Senyum)


Xa'an : "Mari kita keluar semua, Yang lainnnya juga pasti telah selesai."


"Iyah!."


"Tak lama kemudian."


Xa'an : "....?!."


Landi : "Uk?! Apa-apaan dengan pemandangan ini?."


Zhanif : "Waw...!."


Orokus : "Oh?!, Tuan!, Tuan Xa'an!." (Menengok ke arah Xa'an)


"Orokus sedang menduduki tubuh Raytos yang sedang berlutut."


Raytos : "Tidak kusangka, Aku bisa direndahkan seperti ini."


Orokus : "Diamlah tempat duduk!." (Tatapan tajam)


Adya : "Apa dia bawahan mu?."


Xa'an : "Tidak, Dia peliharaan ku."


Orokus : "Tu-tuan?!." (Terkejut)


Mersha : "Tuan Xa'an, Anda telah kembali." (Dengan cepat Mersha berada di depan Xa'an)


Xa'an : "Iyah, Terimakasih atas perjuangan mu Mersha."

__ADS_1


Mersha : "Tidak masalah Tuan." (Senang)


Orokus : "Apa ini!, Mersha di perlakukan berbeda!."


Rai Rei : "Tuan Adya!."


Adya : "Kalian berdua..."


Rai : "Apa-apaan dengan kecepatan wanita itu?!, Dia bukan manusia!." (Menunjuk Mersha)


Rei : "Hmm! Hmm! Hmm!." (Mengangguk dengan cepat)


Adya : "Haha...."


Mersha : "Apa salahku Tuan Xa'an?."


Xa'an : "Tidak, Kau benar kok."


Mersha : "Baiklah."


Orokus : "Hei!, Tolong dengarkan saya Tuan Xa'an!."


Lycia : "An Kun."


Xa'an : "Iyah Cia."


Xa'an : "Hei Orokus."


Orokus : "Tuan!- Eh?."


Orokus : "Iyah?!, Ada apa Tuan?!."


Xa'an : "Biarkan Raytos berdiri terlebih dahulu, Kau telah berlebihan." (Menatap dengan rasa kesal)


Orokus : "Ba-baik!." (Dengan cepat Orokus berdiri)


Orokus : "Hei kau berdirilah!, Nanti aku yang dimarahi jika kau tidak berdiri dengan cepat!." (Berbisik)


Raytos : "Ba-Baik..." (Berdiri)


Xa'an : "Baiklah semuanya."


Xa'an : "Terimakasih karena telah membantuku sampai disini."


Xa'an : "Aku sangat bersyukur bertemu dengan kalian semua, Berkat kalian, Sekarang aku telah bertemu dengan Sang Jenius Adya Trimarga."


Xa'an : "Selangkah lagi kita akan mendekati Raja Iblis Terbengis Va'an Astansia."


Xa'an : "Aku tau perjalanan kita masihlah sangat panjang, Tapi..."


Xa'an : "Jika bersama dengan kalian semua, Aku yakin semua pasti akan baik-baik saja!."


Orokus : "Hmm!." (Tersenyum)


Mersha : "....."


Landi : "Hehe...!." (Senyum)


Mora : "....." (Senyum)


Zhanif dan Aline : "....." (Senyum)


Lycia : "....." (Senyum)


Xa'an : "Sekarang!, Tujuan kita adalah!."


Xa'an : "Sang Termahir!."


Xa'an : "Ralif Brenhill Sang TerMahir Dari Three Somebody!."


"YAAAAAAAAH.....!!!."


"Saat itulah semuanya telah selesai, Semuanya kembali ke kediaman Kaisar Gisu, Adya beserta pengikutnya pun mengurus sisa-sisa penjahat pasar gelap."


"Xa'an pun bertemu dengan Melned, Bawahan Xa'an."


Xa'an : "Kerja bagus Melned, Terimakasih atas usahamu."


Melned : "Tentu saja Tuan Xa'an, Sungguh kehormatan bisa melayani anda."


Xa'an : "Apa aku bisa meminta bantuan lagi?."


Melned : "Hmm?."


Melned : "Kami menolaknya Tuan."


Xa'an : "Begitu yah."


Melned : "Jika itu bantuan, Kami tidak akan mau, Namun jika itu adalah sebuah perintah, Maka kami akan siap melayani anda!."


Xa'an : "Kau ini...." (Senyum)


Xa'an : "Baiklah!, Aku memerintahkan mu untuk mencari keberadaan dari Ralif Brenhill!, Menurut informasi, Dia sekarang sedang berada di Benua Barat!."


Xa'an : "Cepat cari dia!, Dan beritahu kepadaku!."


Melned dan bawahan : "Baik Tuan!!!."


"Flashback."


Adya : "Ralif?, Setahuku dia sekarang sedang berada di Benua Barat."


Xa'an : "Begitu yah, Barat...."


Zhanif : "Apa kita akan pergi ke sebelah barat sekarang?!, Ini sungguh perjalanan yang sangat jauh!!."


Xa'an : "Iyah...."


"Masa sekarang."


Xa'an : "Barat yah...."


Xa'an : "Kak Akira."


Xa'an : "Aku akan segera menemui mu juga!."


"Akira, Wanita yang membantu perjalanan petualangan Xa'an saat dulu!."


Xa'an : "Tapi, Sebelum itu...."


Xa'an : "Ada satu hal yang sangat penting yang harus aku lakukan terlebih dahulu."


Lycia : "An Kun, Apa kamu bisa jelaskan tentang masalah sebelum nya?."


Xa'an : "Iyah Cia..."


Airin : "Papa.... Mama....."


Xa'an : "Cia, Apa kamu bisa ikut denganku bertemu dengan dia?."


Lycia : "Baiklah, Aku akan ikut."


"Di suatu tempat."


Sylfia : "......." (Sylfia sedang duduk di jendela asrama melihat keluar pemandangan)


SELESAI...........!


"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."


"Ini Semakin Rumit!."


"Di tunggu yah!!!."

__ADS_1


__ADS_2