
*CHAPTER* 76 Season 02
Judul : Kraken Dan Megalodon (Bagian 2)
"Melanjutkan Bagian Ke 1."
Kraken : (suara dalam hati) "Si Lycia Ini, Dia Bertunangan Dengan Seorang Pahlawan?!, Apakah Dia tau tentang Itu?, Coba aku Tanyakan Deh."
Kraken : "Hei Lycia, Apa Kamu Tau, Bahwa Kekuatan Asli Dari Pasangan Mu ini....?"
Lycia : "Bahwa dia adalah Seorang Pahlawan?"
Kraken : "A-apa?!, Jadi Kamu Sudah Tau yah...."
Lycia : "Sejak Aku Masih Kecil, Aku sudah Tau kalau An Kun adalah Seorang Pahlawan, dia menyelematkan Ku dari Pencuri Kala Itu."
Kraken : "Ohh....!" (Tertarik)
Kraken : "Bolehkah Aku Mendengar Cerita Tentang Xa'an Ini, Sepertinya aku sangat Tertarik dengan Ceritanya Denganmu."
Lycia : "Hmmmm, dimulai darimana yah...."
"Setelah Itu Lycia Pun Menceritakan Semuanya, Di saat dia bertemu dengan Xa'an Sampai Dengan Saat ini dengan Padat Dan Rinci, Kraken Pun Sepertinya Tertarik dengan Cerita nya, Kraken Menyimak Dengan Baik Semua Cerita Perjalanan Xa'an Lycia dan yang Lainnya."
Kraken : "Oooooohh...!!!, Jadi Seperti itu Yah....!"
Kraken : "Intinya, Sekarang Kalian Sedang Mencari Keberadaan Lain Dari Threesomebody, Untuk Melawan Pahlawan Jahat Va'an Astansia?!"
Lycia : "Iyah Itu Benar....!" (Senyum)
Kraken : "Setelah itu Kalian Berhasil Menemukan Satu dari mereka, Dan sekarang Sedang Mencari Keberadaan Yang Lainnya yah...."
Lycia : "Benar Sekali...."
Kraken : (suara dalam hati) "Tak Kusangka, Bahwa Dia Menceritakan Semua Kejadian² itu Dengan Rinci dan sangat Jelas!, Aku saja Kaget dengan Cara Bicara nya!."
Kraken : (suara dalam hati) "Si Lycia ini, Pasti Akan Bisa Memimpin Bangsa nya Kelak dengan Baik, aku Berani Jamin!."
Kraken : "Oh yah Lycia ku perjelas lagi, Jadi Kamu ini adalah Dari Keluarga Arthem yah, Keluarga Yang Memimpin Bangsa Elf Dari Turun Temurun yah..."
Kraken : "Dan si Xa'an ini adalah Dari Keluarga Algreasia, Aku baru tau Tentang Keluarga ini."
Lycia : "Keluarga An Kun Ada sejak Kerajaan Algresia dan Elgrasia Berdamai, Keluarga mereka adalah Simbol Perdamaian Bagi Kedua Kerajaan Besar itu."
Kraken : "Ohhhhh......"
Kraken : (suara dalam hati) "Keluarga Arthem Sangat Terkenal dulu, aku Tau tentang Keluarga Mereka, tapi Keluarga Si Xa'an ini, aku baru mengetahui nya."
Lycia : "Oh yah Pak Kraken, sebenarnya sedari tadi aku ingin Bertanya."
Kraken : "Oh...!, Mau tanya tentang apa, tanya saja...!"
Lycia : "Apa Megalodon Itu adalah Pasangan mu juga?." (Bertanya dengan Polosnya)
Kraken : "Ehkk....?!!!!" (Kaget)
Kraken : "Bu-bukan....!, D-dia hanyalah Partner!, Partner...!" (Kaget)
Lycia : "Begitu yah, Tak disangka yah, Pasangan kita Pingsan Dalam Waktu yang Sama..."
Kraken : "A-apa Maksudmu Itu Lycia....!"
Lycia : "Hahahaha....."
Kraken : (suara dalam hati) "Tapi....." (Melihat ke arah Xa'an)
Kraken : (suara dalam hati) "Xa'an Algreasia, Pahlawan Baru Yang akan Melawan Pahlawan Terdahulu Yah, Aku Tak Yakin kalau dia bisa Menang....."
"Sementara Itu, Di suatu Dimensi Yang Lain."
Xa'an : "........." (Menutup Matanya)
Xa'an : "Ugh.....?" (Mulai Sadarkan Diri)
Xa'an : "Ummm.....?" (Membuka Matanya)
Xa'an : "........" (Berdiri)
Xa'an : "Ada dimana aku?" (Melihat Sekeliling)
"Xa'an sedang berada di tempat yang Sangat Luas, dan dibawah nya terdapat air yang menggenang sampai tak terujung."
Selefia : "Yoo...!, Xa'an....!"
Xa'an : "Hmm?, Jadi Kau lagi yah, Dewi Sialan..."
Selefia : "Kamu Masih Memanggilku Dewi Sialan Yah, Padahal aku Banyak Membantumu..." (Melihat Xa'an dengan Satu Mata Tertutup)
Xa'an : "Iyah², ada apa Dewi?"
Selefia : "Aku Memiliki Nama loh, Jangan Hanya memanggilku Dewi saja, kita kan sudah Cukup Dekat...." (Sambil Menggoda)
Xa'an : "Hmmm?, Hatiku hanya cukup untuk Satu orang saja, jadi Maaf...."
Selefia : "Pasti Si Gadis Elf itu kan...." (Mendekat ke arah Xa'an)
Xa'an : "It-itu bukan Urusanmu....!"
Selefia : "Hahahahaha...!"
Xa'an : "Jadi, ada apa, Selefia....."
Selefia : "Akhirnya Kamu Menyebut Namaku..."
Selefia : "Apa kamu tau, kenapa kamu berada disini?"
Xa'an : "Iyah aku tau, Sepertinya Aku Kehabisan Mana lagi."
Selefia : "Kamu Terlalu Berlebihan Memberikan Manamu kepada Kedua Monster itu."
Xa'an : "Menurut ku, nyawa itu lebih penting."
Selefia : (suara dalam hati) "Bukannya Nyawanya juga ikut Terancam yah....?"
Selefia : "Sepertinya kamu Harus lebih banyak Berlatih."
Xa'an : "Iyah aku tau, Aku Harus berlatih Untuk Menjadi Semakin Kuat, Aku harus Melawan dia Nantinya."
Selefia : "......?!" (Sontak Kaget)
Selefia : "........." (Termenung)
Xa'an : "Ada Apa?, Apa Kamu Baik² saja?"
Selefia : "Ti-tidak apa apa, Tenang Saja!, Lihat...!" (Bersemangat)
Xa'an : "Hmmm......"
Xa'an : "Apa aku Boleh Kembali sekarang?, Aku tidak mau membuat Mereka semua khawatir tentang ku kalau aku Pingsan Dengan lama."
Selefia : "Ba-baiklah!, Aku akan mulai menyalurkan Manaku kepadamu, Jadi Bersiap lah...." (Bersiap untuk Menyalurkan mananya kepada Xa'an)
Xa'an : "Iyah...." (Bersiap)
Selefia : "Oh yah Xa'an ada yang ingin Aku Sampaikan Padamu."
Xa'an : "Hmm?, Apa itu?"
Selefia : "Nantinya kamu akan Menerima Banyak Sekali Informasi, Kamu harus mempercayai nya, Karena semua ceritanya itu benar adanya." (Sambil Menyalurkan Mananya)
Xa'an : "Begitu Yah, Baiklah Terimakasih Atas Pesan nya Selefia, Aku Pasti akan mengingatnya."
Selefia : "Sebentar lagi Kamu akan Bangun, Jadi....."
Xa'an : "......."
Selefia : "Berhati-hati lah Di Dunia Sana Xa'an, Aku Pasti Akan Membantumu.....!" (Tersenyum Manis)
Xa'an : ".........?!" (Kaget)
Xa'an : (suara dalam hati) "Kalau Saja Saat Pertama kali aku bertemu denganmu di Petualangan ku, Pasti aku akan Jatuh cinta padamu." (Sambil Memejamkan Mata)
"Setelah Itu, Cahaya Pun Mulai Bersinar, Dan Xa'an pun Mulai Memejamkan matanya kembali."
Lycia : "........." (Sedang Menata Perlengkapan Untuk Merawat Xa'an)
Xa'an : "Ugh......" (Xa'an kembali sadar, Lalu Tubuhnya berdiri, dan duduk di Ranjang)
__ADS_1
Kraken : "Hei Lihat, Sepertinya dia sudah pulih Kembali."
Xa'an : "Ci-cia.....?" (Xa'an melihat Lycia yang Tepat Berada di sampingnya)
Lycia : "An Kun?, An Kun......!!" (Segera Berlari ke arah Xa'an)
Lycia : "Syukurlah Kamu Baik Baik saja.....!" (Lycia Menangis Sambil Memeluk Xa'an)
Xa'an : "A-aku baik baik saja Cia, Aku hanya Kehabisan Mana, jadi Jangan Menangis...." (Membalas Pelukan Lycia Dengan Erat)
Lycia : "Tidak!, Aku khawatir padamu kalau Mengalami Apa² selain kehabisan Mana...!"
Xa'an : "Tidak tidak, Tidak apa apa kok....." (Tersenyum)
Lycia : "Hiks.....!" (Menahan Tangis, Dan masih memeluk Xa'an)
Xa'an : (suara dalam hati) "Sepertinya, Aku Pasti hanya Jatuh cinta kepada Selefia kalau saja kami Berpetualang bersama, Tapi Pasti Aku akan Memilih Lycia Untuk Berada di Samping Ku Selamanya......" (Masih Memeluk Lycia)
Kraken : "Hei.... Kalian Melupakan kami yah...."
Megalodon : "Umm......."
Xa'an : "Ah..... Kraken, Megalodon, Kalian Juga sudah Sadar yah..."
Kraken : "Heh!, kami lebih dulu Sadar ketimbang darimu..."
Xa'an : "Iyah Iyah...." (Sambil Masih Memeluk Lycia)
Kraken : "Bisakah kalian sopan sedikit kepada kami, ataukah kalian biasanya Seperti itu...?!" (Agak kesal)
Xa'an : "Iyah, Kami Biasanya Seperti ini...."
Lycia : "An Kun.....?!" (Kaget, lalu melepas pelukan nya)
Xa'an : "Aku hanya Bercanda Cia....." (Senyum)
Lycia : "It-itu Berlebihan.....!" (Sambil Mendorong-dorong Badan Xa'an)
Xa'an : "Oaa,oaa,Oaa...." (Goyang)
Megalodon : "Kuu......."
Kraken : (suara dalam hati) "Tidak Kusangka kalau Pahlawan baru akan seperti ini di depan pasangan nya."
Kraken : (suara dalam hati) "Saat Pertempuran Tadi saja dia sangat Berbeda, dan Sangat Menakutkan......" (Mengingat kembali kejadian Pertarungan nya dengan Xa'an)
Xa'an : "Oh yah Kraken, Sepertinya aku harus menjelaskan semuanya kepadamu."
Kraken : "Itu tak perlu, Nona Lycia ini telah Menceritakan Banyak Sekali Tentang Kalian semua."
Xa'an : "Cia...?"
Lycia : "Hehehe...."
Kraken : "Kami Langsung paham dengan apa yang diceritakan nya, Xa'an Algreasia."
Xa'an : "Hmmm...."
Kraken : "Dan Kami juga ingin Memberikan Mu Informasi Yang sangat Penting Kepadamu sebelum Terlambat."
Xa'an : (suara dalam hati) "Informasi....?!"
Xa'an : "Apa itu Kraken?"
Kraken : "Dari Cerita yang dikatakan oleh Lycia, Kau ingin Melawan Va'an Astansia yah..."
Xa'an : "Iyah Itu Benar sekali...."
Kraken : "Aku Akan Mengatakan nya ini Kepadamu."
Xa'an : "......?"
Kraken : "Hal yang Kau Lakukan Selama ini Itu...."
Xa'an : "........."
Kraken : "Yang Kau Lakukan Sampai saat ini itu, adalah Tindakan hal yang Mustahil....!"
Xa'an : "........"
Lycia : "Apa.....?!" (Kaget)
Kraken : "Terlebih Lagi, dia memiliki beberapa jurus andalan dan juga Senjata yang mematikan."
Xa'an : "Apa Saja Yang dimilikinya?"
Kraken : "Dia Memiliki Semua Sihir Elemen, Dan Juga Pedang Pahlawan." (Menatap Serius)
Xa'an : "Pedang Pahlawan?"
Kraken : "Iyah benar, Pedang itu adalah pedang di saat Va'an Astansia Masih Menjadi Pahlawan yang Baik hati, dia mengalahkan Raja Iblis Lugh, dengan Pedang itu."
Kraken : "Pedang Itu tidak bisa diremehkan Tentang Masalah Kekuatan nya, Jika Pedang Pahlawan itu Di pegang oleh Orang Bermata Warna Emas atau lebih tepatnya Pahlawan itu sendiri, itu akan Membuat Kekuatan Penggunanya Menjadi 10× Lipat Dari Biasanya."
Xa'an dan Lycia : "1-10 Kali Lipat...?!" (Terkejut)
Xa'an : (suara dalam hati) "Bahkan Tanpa pedang nya saat itupun, dia masih sanggup menahan Tebasan ku Tanpa Terluka Sedikit Pun...." (Mengingat kembali Insiden Penyerangan Sekolah Galantic)
Kraken : "Tidak hanya itu, Dia bahkan bisa Mengeluarkan Sihir Ruangan, Padahal Dia bukan Suku Asli dari Pengguna Sihir Itu, Tapi dia Bisa Menguasai Nya dengan Cepat."
Lycia : "Tidak Mungkin....?!" (Sambil Menutup Mulutnya dengan tangan nya)
Kraken : "Dan Juga Masih ada Hal lain Yang sangat Berbahaya darinya, Inilah salah satu Va'an Astansia ditakuti Oleh Semua orang."
Xa'an : "Ada lagi...?"
Kraken : "Iyah..." (Mengangguk)
Kraken : "Kekuatan Yang sangat Berbahaya, Dapat Membuat Lawan nya tidak bisa kabur dari pertarungan, Lawan yang dia lawan pasti sudah mati terbunuh olehnya, tidak ada kesempatan Untuknya untuk Melawan nya jika Dia Mengeluarkan Benda Itu."
Xa'an : "Benda?, Apa itu Sejenis Seperti Senjata?"
Kraken : "Itu benar, Kekuatan Yang sangat Berbahaya itu dinamai dengan, Sword Of Chaos.....!" (Menatap Tajam)
Xa'an : "Sword Of Chaos....?"
Lycia : "Aku Bahkan Tidak tau itu Senjata apa..."
Xa'an : "Cia Pun Juga...?"
Kraken : "Tidak heran jika kalian Tidak mengetahui nya, Pedang itu Hanya di ketahui oleh Suku Klan Iblis, Hanya Pengguna Terpilih Yang dapat menggunakan nya, Atau Raja Iblis Terbengis saja yang dapat memakai nya."
Kraken : "Senjata itu Menjadi Privasi suku iblis untuk Menunggu Seseorang yang terpilih lalu untuk menguasai seluruh dunia."
Xa'an : "Bagaimana Kau Bisa tau cerita itu semua?."
Kraken : "Aku mengetahui nya karena aku sudah Hidup dari jaman Terdahulu."
Kraken : "Dia Sangatlah Kuat, Kalau Bisa dia dapat menguasai seluruh dunia ini, Tapi aku Sangat tidak mau itu terjadi."
Kraken : "Aku tidak mau menjadi Bawahan dari orang yang tidak Berkompeten dalam Menjadi Pemimpin."
Kraken : "Tapi Kau Berbeda Nak Xa'an, Dari dalam matamu, Kau memiliki Sisi Kepemimpinan Yang Baik, Dan Tujuanmu sangatlah jelas."
Kraken : "Juga Karena Kau adalah Pahlawan yang baru, Dan Sudah Mengalahkan Kami Berdua."
Megalodon : (Mengangguk)
Kraken : "Kumohon, Selamat kan lah Dunia ini dari Ancaman Pahlawan Va'an, Tidak!, RAJA IBLIS VA'AN."
Kraken : "Aku dan Megalodon akan Senantiasa Membantumu, Jadi...."
Kraken : "Mohon Bantuannya....!"
Xa'an : "............" (Melihati)
Lycia : "An Kun...?" (Melihat ke arah Xa'an)
Kraken dan Megalodon : "Emm....."
Xa'an : "Ku Tolak....." (Menatap Tajam)
Kraken Dan Megalodon : ".....?!!" (Terkejut)
Lycia : ".....?" (Kaget)
Kraken : "Ke-kenapa?!, Apa kau ingin dunia ini dikuasai oleh orang yang salah?!"
__ADS_1
Xa'an : "Siapa yang Bilang kalau aku ingin hal yang seperti itu...." (Berdiri)
Kraken : "Huh...?!" (Bengong)
Xa'an : "Aku Tidak Mau Diperintah Maupun Di suruh² oleh orang lain."
Xa'an : "Dan Juga, Tujuan ku Hanyalah Melindungi Semua Orang Yang Ku sayangi Saja." (Menatap ke arah Kraken)
Kraken : "A-apa...?!"
Xa'an : "Tapi....."
Kraken dan Megalodon : ".....??"
Xa'an : "Jika Dunia Yang Dihuni Oleh Orang-orang yang ku sayangi tidak baik-baik saja, Maka Aku Harus Bertindak."
Xa'an : "Siapapun Musuhnya, Sekuat Apapun Musuhnya, akan Tetap ku hadapi...." (Serius)
Lycia : "........" (Senyum)
Kraken : "Ak-akk....?!" (Kaget)
Xa'an : "Karena Aku Adalah Xa'an Algreasia, Yang Akan Menjadi Raja Dunia Selanjutnya."
Kraken : "Ra-raja Dunia....?!"
Xa'an : "Dan Salah Satu Cara untuk Menjadi Raja dunia adalah Untuk Membunuh Ancaman Dari Dunia Saat ini."
Xa'an : "Akan Ku hadapi Va'an Astansia Apapun Konsekuensinya!."
Kraken : "Hem...!" (Senyum)
Kraken : "HAHAHAHA....!"
Kraken : "Tidak Kusangka Jika Tujuanmu ternyata Lebih Besar dari Dugaanku!!"
Kraken : "Sudah Ku Pastikan Pahlawan Xa'an....!!"
Xa'an : "......." (Menoleh Ke Kraken)
Kraken : "Kami Berdua Akan Ikut Denganmu.....!!!"
Kraken : "Perintah saja Kami Apapun Maumu, Akan Kami Lakukan Semampu Kami!, Sampai Batas Maksimal Kami!"
Megalodon : "Guaaaarrr...!!!"
Xa'an : "Iyah, Terimakasih Kalian Berdua..." (Senyum)
Kraken : "Jadi, Sekarang Tidak ada Rahasia Apapun dari kita ber empat."
Xa'an : "Hmmm...?" (Bingung)
Lycia : "Apa maksudnya Pak Kraken?"
Kraken : "Yang Kumaksud adalah Ini...."
Kraken : "Megalodon....." (Memberi Aba aba ke Megalodon)
Megalodon : (mengangguk)
"Booooom....!!!" (Sebuah Kabut Putih Muncul, Dan Membuat Xa'an dan Lycia Terkejut)
Xa'an : "Apa...?"
Lycia : "Ada apa ini...?!"
"Sebuah 2 Wujud Seperti Manusia Pun Muncul, dari balik Kabut."
Kraken : "Inilah Wujud Kami Xa'an....." (Dengan Gigi Putih, dan senyuman)
Megalodon : "Kalau Dengan Wujud ini Saya Bisa Berbicara." (Senyum)
Xa'an : ".......?!" (Terkejut)
Lycia : "Ka-kalian Berdua...?!" (Terkejut)
Kraken : "Benar!, Ini adalah Wujud Kedua kami...!"
Megalodon : "Halo~"
"Kraken, Dengan Wujud Manusia nya bergender Laki laki, Rambut Bewarna Coklat, Dengan Kulit Aga Coklat."
"Megalodon, Dengan Wujud Manusia nya Bergender Perempuan, Rambut Panjang Bewarna Biru Dengan Warna Putih sedikit, Dengan Kulit Putih."
Lycia : "P-pak Kraken dan Bu Megalodon Berubah....!"
Kraken : "Itu Benar Nak Lycia."
Megalodon : "Akhirnya Kita bisa Berkenalan." (Menghampiri Lycia Lalu Berjabat Tangan)
Lycia : "I-i-iyah...." (Menerima Jabat Tangan Megalodon)
Megalodon : "Kamu Anak yang sangat Cantik dan Lucu yah....." (Sambil Masih Menjabat Tangan)
Lycia : "Te-terimakasih Bu....!" (Gugup)
Megalodon : "Hahahaha...."
Xa'an : "Hem....." (Senyum)
Kraken : "Jadi Bagaimana Xa'an?" (Menghampiri Xa'an, dan Memintanya untuk berjabat tangan)
Xa'an : "Iyah, Tentu saja...." (Menerima Jabat Tangan dari Kraken)
Kraken : "Mohon Kerjasama nya Pahlawan Xa'an...!"
Xa'an : "Yah.....!" (Senyum)
Kraken : "Heh....!!" (Senyum)
Megalodon : "Hmmm....." (Senyum, Melihat ke arah Kraken, Xa'an, dan juga masih menjabat tangan Lycia)
Lycia : "E-eh,eumm...." (Gugup)
SELESAI........ (harusnya)
T.K.A.R Comedy...!
Kraken : "Halo Aku Kraken, dan aku adalah Se ekor Gurita....!" (Dalam Wujud Binatang)
Megalodon : "Gaaar.....!" (Dalam Wujud Binatang)
Kraken : "Dan Kami berdua akan mengambil alih cerita ini...!" (Sambil Menatap Dekat)
Megalodon : (Angguk²)
Kraken : "Dan Judul Dari Cerita ini adalah, The Journey of Kraken and Megalodon..!"
Xa'an : "Hal yang seperti itu tidak akan Terjadi....."
Kraken : "Ugh...?!"
Selanjutnya Di The King After Reincarnation!
Lycia : "Pak Kraken Dan Bu Megalodon Berubah Menjadi Wujud Manusia!"
Lycia : "Kedatangan Mereka berdua Membuat Terkejut Semua Orang yang ada di kapal."
Lycia : "Apalagi Paman Lao Yang Mengetahui Hal itu...."
Xa'an : "Dan Juga, Kita Semua Pun Hampir sampai Menuju Negri Timur Untuk Mengetahui Keberadaan Threesomebody yang Lain."
Lycia : "Itu Benar!"
Xa'an : "Selanjutnya Di The King After Reincarnation."
Xa'an dan Lycia : "Daratan Negri Timur!"
Xa'an : "Di tunggu."
Lycia : "Yah...!"
Xa'an dan Lycia : "Sampai Jumpa....!"
SELESAI................!
"***Lycia Arthem***"
__ADS_1