
*CHAPTER* 89 Season 02
Judul : Aura!
Xa'an : "Aura!." (Sebuah kekuatan muncul mengalir ke seluruh wilayah)
Xa'an : (suara dalam hati) "Tak kusangka, Akhirnya Aura ini dapat aku pakai!." (Xa'an melihati tangan nya)
Xa'an : (suara dalam hati) "Dengan ini, Seluruh wilayah akan dapat ku ketahui."
"Aura!, Aura adalah sebuah pancaran kekuatan yang dipakai oleh semua orang yang dapat menahan kekuatan yang besar di dalam tubuh nya, Biasanya Aura dapat membuat tubuh pengguna naik semua kekuatan 2× lipat dari biasanya, Dan orang-orang yang kuat saja yang dapat menguasai Aura ini!."
Xa'an : (suara dalam hati) "Terimakasih untukmu Xa'an, Semasa aku kecil aku tidak dapat mengeluarkan kekuatan ini, Mungkin karena tubuhku masih belum kuat untuk menahan nya." (Mengingat saat Xa'an berumur 10 tahun yang memaksakan dirinya untuk mengeluarkan kekuatan Aura)
Xa'an : "Aura!, Aura!, Auraaaaa!!!." (Xa'an waktu berumur 10 tahun)
Xa'an : "Dan sekarang...." (Melihat ke arah teman-teman nya yang sudah siap)
Xa'an : "Cia."
Lycia : "Iyah!." (Mengangguk)
Lycia : "Karena sekarang kita masih belum tau posisi musuh ada dimana, Kita hanya bisa menunggu dan berhati-hati dari serangan musuh."
Lycia : "Karena hal itu, Aku mempunyai rencana."
TEMPAT : PASAR KRISTA
Xa'an : "......." (Xa'an berjalan)
Lycia : "Pertama, Karena musuh kita kali ini mengincar An Kun, Maka kita harus memancing mereka keluar dengan membuat An Kun seolah-olah lengah di perjalanan."
Lycia : "An Kun, Kalau bisa luaskan manamu secara meluas, Supaya musuh dapat mengincarmu dengan luas."
Xa'an : "Iyah, Serahkan padaku."
Xa'an : "......" (Xa'an berjalan dengan mana nya yang meluap-luap dari tubuh nya)
Lycia : "Kedua, Untuk Aline dan Mersha, Kalian berdua bertugas untuk membatalkan sihir bunuh diri dari musuh, Dan mengejar mereka yang berhasil kabur."
Aline dan Mersha : "Iyah!."
Aline dan Mersha : "......" (Menunggu di balik para kerumunan orang)
Lycia : "Dan yang ketiga untuk Zhanif dan Orokus."
Lycia : "Aku ingin kalian membantu An Kun saat melawan beberapa penjahat disana, Siapa tau mereka akan menyerbu An Kun disana."
Orokus : "Baik...." (Senyum)
Zhanif : "Yaah!."
Orokus : "...." (Menunggu di balik bayang-bayang)
Zhanif : "...." (Menunggu di atap rumah)
Lycia : "Aku dan Mora akan menunggu disini untuk menunggu kedatangan kalian."
Mora : "Hmm!." (Mengangguk)
Xa'an : "....." (Xa'an masih berjalan dengan mana nya yang berluap-luap)
Zhanif : (suara dalam hati) "Xa'an sudah berjalan selama 10 menit, Dan kita masih belum melihat pergerakan mereka."
Xa'an : (suara dalam hati) "Mereka ada banyak, Tapi kenapa mereka masih belum mulai bergerak?." (Mata Xa'an melirik ke arah kanan dan kiri)
Xa'an : (suara dalam hati) "Sepertinya ada yang aneh..." (Xa'an berhenti berjalan)
Zhanif : (suara dalam hati) "Di-dia berhenti?, Kenapa?." (Kaget)
Aline : "Kenapa dia berhenti Mersha?."
Mersha : "Tuan memiliki caranya sendiri."
Aline : "Hmm..."
Xa'an : "Aahhg....!, Aduh!."
"Brug!." (Xa'an terjatuh dengan sengaja)
Zhanif dan Aline : "A-apa apaan itu tadi?!!." (Terkejut)
"Weeesh...!!!." (5 orang muncul melingkari Xa'an)
Xa'an : "Emm....." (Mengintip sedikit)
Zhanif : "Ca-cara itu berhasil?!!!."
Aline : "Gi-gilak....?!."
Penjahat 1 : "Cepat perangkap dia Wuan!."
Wuan : "Yaah!!." (Wuan mengeluarkan sihir rantai untuk merangkap tubuh Xa'an)
Xa'an : "......" (Tubuh Xa'an dililit oleh sihir rantai)
Zhanif : "Sekarang kah?!." (Hendak bergerak)
Orokus : "Tunggu dulu." (Menghentikan Zhanif)
Zhanif : "Hmm?."
Xa'an : "......"
Penjahat 1 : "Heh, Sekarang dia tidak akan lepas dari itu."
Penjahat 2 : "Apa kita langsung bunuh saja disini?."
Penjahat 3 : "Rantai milik Wuan sangatlah kuat, Kita bawa saja dulu ke Kaisar Lao."
Penjahat 4 : "Itu benar."
Wuan : "Aku masih dapat menahan nya!."
Xa'an : "Hoaam....."
Penjahat 1-5 : "....?!!!." (Terkejut)
Xa'an : "Aura....." (Tubuh Xa'an di penuhi oleh kekuatan yang mengalir)
"Ctaaar!!!." (Rantai yang melilit Xa'an hancur)
Wuan : "Di-dia menghancurkan rantaiku dengan Fisik nya?!!."
Penjahat 1 : "He-hei!, Cepat bunuh saja dia sekarang!, UGHH..?!!." (Terkejut)
"Semua penjahat seketika tidak dapat bergerak, Karena suatu Tekanan Aura yang menahan tubuh mereka."
Xa'an : "Mau ngapain?."
Penjahat 2 : "Tu-tubuhku berat sekali!."
Penjahat 3 : "Eekkk...?!!."
Penjahat 4 : "Aaahkkk...?!!!."
Wuan : "Khek!."
__ADS_1
Orokus : "Sekarang..." (Orokus bergerak cepat ke arah Xa'an)
Zhanif : "Yah." (Zhanif bergerak cepat ke arah Xa'an)
"Buag! Buag! Buag! Buag! Buag!." (5 orang penjahat di pukul keras oleh Zhanif dan Orokus)
Xa'an : "Bagus kalian berdua..." (Menepuk bahu Zhanif dan Orokus)
Xa'an : "Dan sekarang..." (Xa'an berjalan ke arah penjahat-penjahat yang terjatuh)
Xa'an : "Hmm?, Ada apa dengan tubuh orang ini?." (Tubuh penjahat 4 terlihat membeku tak bergerak)
Xa'an : "Jangan-jangan..." (Mendeteksi penjahat 4 menggunakan Aura)
Penjahat 4 : "Me-mereka kuat!, Aku harus lari!."
"Set!." (Tiba-tiba Mersha berada di atas kepala penjahat 4)
Penjahat 4 : "Huh?!."
"Blaaar!!." (Mersha menendang penjahat 4 sehingga tak bisa bergerak lagi, lalu membawa tubuh nya ke arah penjahat yang lain)
"Bug!." (Mersha melempar tubuh penjahat 4 ke kerumunan penjahat lainnya)
Xa'an : "Bagus Mersha..."
Mersha : "...." (Mengangguk)
Xa'an : "Sekarang tinggal."
"Swueeesh...." (Aline datang lalu mendarat di depan Xa'an)
Xa'an : "Aline, Jika terdapat sihir bunuh diri itu lagi, cepatlah batalkan itu."
Aline : "Iyah."
Xa'an : "Naah, Kalian berlima cepat beritahu, Dimana letak pemimpin kalian?." (Menatap tajam ke arah mereka berlima)
Penjahat 1-5 : "....?!!!." (Merinding)
"Sing sing sing sing sing." (Sebuah sihir bunuh diri muncul di atas kepala para penjahat)
Aline : "Cancel!." (Aline berusaha melepas sihir bunuh diri)
"Ctaar!." (Semua sihir bunuh diri hancur)
Xa'an : "Naah sekali lagi ku tanya."
Xa'an : "Dimana.... Posisi.... Pemimpin.... Kalian....?." (Xa'an mencekik penjahat 1 hingga mengangkat tubuhnya)
Penjahat 1 : "Uk?!-Ukk..?!!, Ka-kalau kalian melepaskan kami, Apakah kami bisa pergi?!." (Masih tercekik)
Xa'an : "Tentu saja..." (Tatapan membunuh)
Penjahat 1 : "Me-mereka ada di area gunung su-!!." (Ucapan terpotong)
"Craaaassh...!!!." (Kepala penjahat 1 terpenggal)
Xa'an : "....?!!." (Terkejut)
Zhanif Orokus Mersha Aline : "...?!!." (Terkejut)
"Penjahat 1 mati."
Penjahat 2 : "Ugh....??!!!, Di-dia datang!!."
Penjahat 3 : "Ti-tidak!, Tapi mereka datang!."
Xa'an : "Hei!, Kalian!, Cepat beritahu kami dimana tempat pemimpin kalian!."
Penjahat 2-5 : "Ughhh..?!!." (Merinding ketakutan)
Xa'an : (suara dalam hati) "Aura ini, Dia ada di belakang!."
Xa'an : "Si-sialan!." (Menengok ke belakang)
(Seseorang datang ke arah Xa'an Zhanif Aline Orokus dan Mersha)
Xa'an : "Hmmm...."
Orokus : "Apakah dia datang sendiri kesini?."
Orokus : "Maka, Biarkan aku maju melawan nya Tuan Xa'an....." (Orokus berjalan ke arah orang itu)
Xa'an : "Ti-tidak Orokus berhenti, Di-dia kuat!."
Orokus : "Hei Kau!, Kau membunuh semua bukti kami, Aku tak akan memaafkan mu loh...." (Orokus berada di depan Orang itu)
"Weeeshh!!!." (Orang itu mencoba menyerang Orokus dengan pukulan nya)
Orokus : "Cepat....." (Kaget)
"BUAAAAGHH....!!!." (Orokus terkan serangan orang itu)
Xa'an : "Orokus!."
"......" (Orokus terkena pukulan di pipinya dan masih terdiam disana)
Orokus : "Ugh, Sakitnya.... Ini baru pertama kali aku merasakan sakit ini dalam bentuk ini."
"Beg." (Orokus menyingkirkan tangan orang itu dari pipinya)
Zhanif : "Tu-tunggu dulu?!, Bu-bukannya dia?!!."
Xa'an : "Huh...?!!."
Xa'an : "Sang pembawa bencana!, Raytos!."
Raytos : "......" (Ekspresi dingin)
"Raytos, Raytos sang pembawa bencana dalam medan perang, Kekuatan warna mata merah, Dia akan sangat amat kuat saat dalam mode bertempur nya dengan menggunakan se ekor kuda."
Xa'an : "Orokus!, Berhati-hatilah!, Dia mempunyai banyak pengalaman saat berperang!, Dia bukan orang yang gampang!."
Orokus : "Tenang saja Tuan, Aku percaya diri dengan kekuatan ku." (Orokus berdiri di hadapan Raytos dengan tegak)
Orokus : "Kau cukup tinggi yah, Pembawa bencana...."
Raytos : "......"
Xa'an : (suara dalam hati) "Raytos!, Aku telah membaca semua kisahnya di buku cerita yang di punyai oleh perpustakaan kaisar gisu."
Xa'an : (suara dalam hati) "Dia orang yang sangat kuat, Dia dapat membunuh semua orang dengan sangat gampang saat berperang, Karena terlalu banyak korban yang dibunuh oleh Raytos, Pemerintahan pun tidak tau berapa kali dia ikut perang dan membunuh semua orang."
Xa'an : (suara dalam hati) "Tapi, Sekarang dia tidak membawa kudanya, Orokus pasti dapat menahan nya!."
Orokus dan Raytos : "....." (Hawa mereka memencar dengan kuat dan deras)
Zhanif : (suara dalam hati) "Orokus!, Jangan sampai kalah!."
Mersha : "Hmmm......" (Sedikit khawatir)
Orokus : "Hei, Pukul lagi sini, Di sebelah sini..." (Orokus menunjuk pipi sebelah kanan nya)
Raytos : "......" (Menatap dingin Orokus)
Orokus : "Hei, Cepa-."
__ADS_1
"BUAAAAAGGHH.....!!!!." (Raytos memukul pipi kanan Orokus dengan cepat dan kuat)
Orokus : "Sial..... Itu nyaris aja bro....." (Orokus menahan serangan Raytos)
Orokus : "Apa cuma segini saja...?, Eekk...?!!." (Kaget)
"Suuuut....!!!." (Tangan Orokus terdorong dengan pukulan Raytos)
Orokus : "E-ehkk...?!!." (Mencoba menahan pukulan Raytos yang masih Orokus tahan dengan tangan nya)
Raytos : "......"
"Set!." (Tangan Raytos berhasil menembus pertahanan Orokus)
Orokus : "...?!!."
"BUAAAAAAGHH....!!!!!!." (Serangan Raytos mengenai wajah Orokus)
"Duaaaar!!!!." (Tubuh Orokus terpental lalu mengenai rumah)
(Para warga yang melihat pun mulai berteriak dan ramai-ramai lari dari tempat itu)
Xa'an : "Orang itu, Seberapa kuat dia...?!."
Orokus : "......." (Tubuh Orokus terjatuh di retakan rumah yang rusak)
Raytos : "Ini selesai kan...."
Zhanif : "Tch!, Aku yang akan maju sekarang!."
Orokus : "Berhenti, Aku baru mau serius melawan nya...."
Raytos : "...?!."
Orokus : "Sial.... Aku lengah....."
"Bet bet." (Orokus Membersihkan tubuhnya dari puing puing rumah)
Orokus : "Dan sekarang.....!." (Menatap Tajam ke arah Raytos)
"BAAAATSS...!!!!." (Orokus menerjang cepat lalu hendak menyerang Raytos)
Orokus : "HMMMMMM....!!!." (Melancarkan serangan)
Raytos : "...?!." (Mencoba menahan)
"BUAAAGH!!!." (Orokus memukul dengan kuat ke arah Raytos)
"Weeesh....!." (Raytos berhasil menahan serangan Orokus namun terdorong jauh)
Raytos : "Hmmm..." (Melihat pergelangan tangan nya yang memerah karena serangan dari Orokus)
"Deg deg deg..." (Orokus berjalan ke arah Raytos dengan tatapan membunuh)
Raytos : "....." (Raytos berkuda kuda)
Xa'an : (suara dalam hati) "Kuda-kuda itu?!, Sekarang dia mulai agak serius...."
"Bats!, Bats!." (Orokus menerjang ke arah Raytos, Dan Raytos menerjang ke arah Orokus)
"BLAAAAAR!!." (Orokus dan Raytos beradu kekuatan mereka)
Orokus : "Khek....!!!."
Raytos : "Emm....!!!."
"Set!." (Raytos mendorong tubuh Orokus kebawah)
Orokus : "....!!!." (Memikirkan Cara)
Zhanif : "Orokus kalah beradu?!!."
Mersha : "Tidak!, Dia berusaha berfikir!."
Orokus : "Ekk....!!."
Raytos : "......" (Semakin menekan Orokus)
Orokus : "Heh...!!!." (Senyum)
Raytos : "Ugh...?!!." (Terkejut)
"SET!, BLAAAAARR!!!!!." (Orokus sengaja melemaskan sedikit tubuhnya, Lalu sekuat tenaga membanting badan Raytos!)
Raytos : "....?!!." (Tak percaya badan nya berhasil di banting oleh Orokus)
"Blaaar!!!, Set! Set!." (Orokus hendak memukul wajah Raytos, Namun Raytos berhasil menghindari pukulan keras Orokus dan sedikit menjauh)
Raytos : "Hmm...." (Menatap ke arah Orokus)
Orokus : "......" (Perlahan melirik Raytos)
Xa'an : (suara dalam hati) "Sekarang pasti sedang berfikir bahwa terkena serangan sekali, Maka pertarungan ini akan selesai...."
Zhanif : "Ayo Xa'an!, Kita bantu Orokus!."
Xa'an : "Iyah!, Kita harus menangkap dia juga!."
Xa'an : "Mersha!."
Mersha : "Iyah Tuan!."
Zhanif : "Aline pasang zona."
Aline : "Iyah!." (Aline mengeluarkan sihir area luas untuk menahan Raytos supaya tidak kabur)
Xa'an : "Orokus, Apapun yang terjadi kita harus menangkap nya."
Orokus : "Tuan...."
Zhanif : "Hmm...."
Mersha : "......."
Aline : "....." (Sedang mempertahankan sihirnya)
Raytos : "Satu lawan Lima yah....."
Raytos : "Karena inilah takdirku, Aku selalu di keroyok oleh musuhku." (Mengambil pedang dan tameng nya yang di bawah di belakangnya)
"Syuuut......." (Raytos bersiul)
Xa'an : "A-apakah?!."
"Grudug grudug grudug!." (Suara larian kuda)
"Kieeek...!!." (Raytos sekarang menaiki kudanya!)
Raytos : "Sekarang, Aku siap melawan kalian semua!." (Raytos mode tempur!)
Xa'an : "Tcih!."
SELESAI.............!.
"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."
"Pengalihan."
__ADS_1
"Di tunggu yah!."