The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Rencana (01)


__ADS_3

*CHAPTER* 84.1 Season 02


Judul : Rencana (01)


"......."


"......."


"......."


"......."


"Mulailah...!." (Suara seseorang seperti Bos)


Lycia : "Kita bagi beberapa Team untuk keberangkatan kita dan dengan sesuai rencana kita."


Lycia : "Saat ini kita sudah mengetahui semua rute tersembunyi dari mereka untuk menyelundupkan perdagangan manusia ini."


Lycia : "Kita akan membaginya menjadi 3 Team."


Lycia : "Pak Orokus dan Nona Mersha akan pergi di daerah pegunungan."


Orokus : "Serahkan saja kepadaku...." (Senyum)


Mersha : "Kami akan menyelamatkan para manusia itu."


Lycia : "Bagus..." (Mengangguk)


Lycia : "Selanjutnya..."


Lycia : "Zhanif dan Aline akan pergi di daerah danau."


Zhanif : "Daerah danau yah, Baiklah serahkan kepada kami, aku akan menghajar para penjahat yang menahan ku!."


Aline : "Daerah danau, Itu sangat bagus untukku sih..." (Senyum)


Lycia : "Aku mengandalkan kalian..." (Senyum)


Lycia : "Dan yang terakhir, di daerah Hutan, Aku Landi, Dan juga An Kun."


Xa'an : "Hmm.." (Mengangguk)


Landi : "Kita akan bertarung bersama lagi Xa'an."


Lycia : "Untuk Mora, Kamu akan menjaga di daerah pertengahan dengan beberapa pasukan untuk menunggu panggilan dari kami supaya para korban bisa di bawa dengan aman."


Lycia : "Karena alat komunikasi yang di buat oleh An Kun dan Dasai sangat berguna disini, Posisi kita sekarang sangat di untungkan."


Lycia : "Mora, Kalau dari setiap Team sudah memberitahukan mu kalau masalah sudah selesai, Tolong kirim pasukan untuk menjemput mereka yah."


Mora : "Iyah, Serahkan Padaku Lycia."


Lycia : "Dan sekarang."


Lycia : "Waktunya kita berangkat!."


"Iyaaaaah....!!!." (Semuanya)


(Di daerah Pertengahan.)


Mora : "Hmmmm......" (Mora sedang menunggu dengan beberapa Pasukan)


(Di daerah Pegunungan)


Orokus : "......." (Tersenyum sambil duduk di atas batu besar yang sepertinya bekas di belah oleh Orokus)


Mersha : "......" (Sedang berdiri di samping Orokus)


(Di daerah Danau)


"BAAAAATSSS......!!!." (Zhanif memukul ke arah danau, karena hal itu membuat danau terbelah lalu menyatu lagi.)


Zhanif : "Bagus...." (Senyum)


"Nging......nging.....nging....." (Aline sedang terbang memasang beberapa mantra sihir di daerah tertentu.)


Aline : "Sepertinya ini cukup." (Sedang berada di langit-langit)


(Di daerah Hutan)


Xa'an : "......" (Sedang menunggu di dekat Lycia)


Lycia : "....…." (Lycia seperti sedang merapal sihir, dan sekeliling nya pun bermunculan beberapa Roh)


Landi : "........" (Landi sedang berada di atas pohon lalu mengepal melebar dan mengepalkan lagi tangannya)


Lycia : "Huft......"


Xa'an : "Bagaimana Cia?."


Lycia : "Semua sudah selesai, Sekarang kita tinggal menunggu mereka saja."


Xa'an : "Baguslah...."


Lycia : "Huft....." (Menghela nafasnya)


Xa'an : "Cia...."


Lycia : "Hmm?, Ada apa An Kun?." (Menoleh ke arah Xa'an)


Xa'an : "Aku hanya ingin memberitahu kan mu sesuatu bahwa."


Lycia : "...."


Xa'an : "Berhati-hatilah Lalu, Jika ada hal yang buruk mengancam nyawamu maka, Langsung pergi selamatkan nyawamu, Karena itu sangat penting."


Lycia : "Eeeeeh..... Kamu mengkhawatirkan ku yah?."


Xa'an : "T-tidak, Ini serius."


Lycia : "Iyah aku tau...."


Lycia : "Memangnya di saat kamu pergi, Aku hanya tidur tiduran saja di Rumah?, Ayah telah melatihku dengan sangat keras karena nanti aku pasti akan menjadi penerus nya."


Lycia : "Karena itulah, jangan meremehkan ku lagi, An Kun~~" (Tersenyum)


Xa'an : "Emm....?!." (Kaget)


Landi : "Mereka Datang Xa'an!, Lycia!."


Xa'an : "....?!." (Reflek melakukan kuda-kuda, Dan mengeluarkan Pedang Inti Jiwa Naga)


Lycia : ".....?!." (Reflek melakukan kuda-kuda)


"Wuueeesh, Beg!." (Landi mendarat dari atas lalu turun di dekat Xa'an dan Lycia)


Xa'an : "Ada berapa orang yang menjaga Kereta kuda itu Landi?."


Landi : "3, 3 Orang....."


Xa'an : "3?."


Lycia : "Jumlah mereka sama seperti kita."


Xa'an : "Aku akan menghubungi yang lainnya." (Xa'an menghubungi yang lainnya dari alat komunikasi yang di buat)


Xa'an : "Zhanif, Orokus, Apa kalian disana sudah bertemu dengan mereka?."


Zhanif : "Halo Xa'an, Aku dan Aline disini masih belum melihat mereka."

__ADS_1


Orokus : "Aku pun sama."


Orokus : "Alat ini keren juga!."


Mersha : "Tetap Fokus...." (Kesal)


Orokus : "Ba-baik."


Xa'an : "Begitu yah, Disini kami sudah melihat mereka, Dan jumlah mereka ada 3 orang."


Zhanif : "3 Orang?, Seperti jumlah kalian disana yah."


Orokus : "Waah, Sepertinya aku melihat seseorang mendekat ke arah kami Tuan."


Xa'an : "Berapa orang Orokus?."


Orokus : "Hmmm....."


Orokus : "Dua, Dua orang..."


Orokus : "ANJIR...?!!!, BLAAAARRR!!!!." (Suara Orokus berhenti dari situ)


Xa'an : "O-orokus?!!, Apa yang terjadi?!."


Zhanif : "Sepertinya Orokus sedang diserang."


Aline : "Sayang, Sepertinya mereka sudah tiba..." (Suara Aline dari kejauhan)


Zhanif : "Iyah!."


Zhanif : "Xa'an, Akan ku tutup dulu, mereka juga telah sampai disini."


Xa'an : "Iyah!, Berhati-hatilah."


Zhanif : "Iyah....!."


Xa'an : "Hmmm..."


Lycia : "Bagaimana?, Apa yang terjadi?."


Xa'an : "Orokus dan Mersha sedang di serang oleh dua orang, Zhanif dan Aline juga sudah melihat orang-orang yang mendekat ke arah mereka."


Lycia : "Pak Orokus dan Nona Mersha?!, Apa mereka baik-baik saja?!."


Xa'an : "Aku yakin mereka sekarang masih baik-baik saja."


Lycia : "Begitu yah...."


Xa'an : "Landi, tetap pantau mereka ber tiga dan kereta kudanya."


Landi : "Baiklah!." (Langsung pergi untuk mengecek)


Xa'an : (suara dalam hati) "Kalian semua, Aku hanya bisa berharap kalian baik-baik saja."


"Xa'an, Lycia!, Mereka sudah mendekat!." (Suara Landi dari jauh)


Xa'an : "Kami akan segera kesana!, Ayo Cia."


Lycia : "Iyah!."


"Di tempat lain."


Orokus : "Anjir......!, Hampir kena coy!." (Sebuah pedang besar menancap di bawah tepat kaki Orokus)


Mersha : "Sudah kubilang kan untuk Fokus."


Orokus : "Yaaah, namanya juga sedang kagum, jadi ga tau kan harus berbuat apa."


Mersha : "Huft, Kamu ini....." (Geleng-geleng)


"Duh, Kau ini sedang meleset atau memang ga jago melempar alat itu sih?." (Suara orang dari kejauhan)


Fal Pal : "Wah wah, Halo kalian berdua!, Tuan dan Nyonya, Sepertinya kalian yah yang sedang menunggu kami."


Ken : "Hmmmmm!."


Orokus : "Hei!, Kalau melempar sesuatu yang besar seperti ini ngomong dulu dong!."


Fal Pal : "Itu bukan aku yang lempar!, Tapi orang yang di samping ku ini!." (Berteriak dari jauh)


Orokus : "Ga tanggung jawab banget itu orang!."


Fal Pal : "Benarkan?!, Padahal aku yang menyuruh nya!."


Orokus : "Tsk!." (Aga kesal)


Orokus : "Orang Ini asik juga njir!."


Mersha : "Hihihi!."


Orokus : "Kenapa kamu cengingisan seperti itu?." (Langsung menoleh ke arah Mersha)


Mersha : "Habisnya, Anak itu dengan hebat mengcounter ucapan menyebalkan mu sih, Jadinya aku tertawa karena hal itu."


Orokus : "Aku memang aga kesal dengan Pria besar itu, tapi aku lebih kesal dengan anak banyak omong itu."


Mersha : "Iyah, Anak itu memang seperti mu, kalian sangat cocok."


Orokus : "Yaaah, Baiklah....." (Berdiri)


Fal Pal : "Hei!, Apa salah satu dari kalian berdua bisa mengembalikan pedang besar merepotkan itu?, Kami kejauhan untuk mengambilnya."


Orokus dan Mersha : "Hmm?."


Fal Pal : "Bisakah kalian melemparkan nya?, Yah kalau kalian berdua bisa sih, Hahahahaha!."


Orokus : "Yaaah!, Aku akan mengembalikan nya!, Tolong di tangkap yah."


Fal Pal : "Hmm?, Hei candaanmu itu ga lucu, Alat itu hanya bisa di angkat oleh pria ini, mana mungkin Pria seperti mu bisa- Ugh..?!!." (Terkejut)


"Kret!, Wesh....." (Orokus menarik pedang yang tertancap itu lalu menahan pedang besar itu di salah satu bahunya)


Orokus : "......" (Senyum)


Fal Pal : "U-ugh...?!." (Kaget)


Ken : "Hmmmmm!." (Kaget)


Orokus : "Nih!, Ambil Ini!." (Orokus sedang bersiap-siap untuk melempar pedang nya ke arah Fal Pal dan Ken)


"WUUUEEEESHH.....!!!." (Orokus Melempar dengan cepat dan kuat ke arah mereka berdua)


Fal Pal : "....?!!."


Ken : "......?!!."


"BLAAAAAR!."


Fal Pal : "Waah!, Sulit di percaya!, Lemparan nya saja dapat sedikit menembus badan mu Ken..." (Melihat ke arah dada Ken yang sedikit tertancap pedang besar miliknya sendiri)


Ken : "Hmmmm!." (Melihat pedang yang sedikit tertancap di dadanya)


"Jep...!." (Ken menarik pedang nya lalu bersiap)


Fal Pal : "Pria itu pasti sangat kuat, tapi untuk wanita itu, aku masih belum bisa memastikan nya." (Melihat ke arah Mersha)


"Set set!." (Fal Pal mengeluarkan dua belatinya)


Fal Pal : "Hei Ken, Ku serahkan si Pria itu untukmu, aku akan mengurus Wanita itu."

__ADS_1


Ken : "Hmmmmm!." (Mengangguk)


"Bats... Bats.... Bats.... BAATS...!...BAATS....!....BAATS....!." (Ken berawal dari perlahan berlari langsung dengan cepat menuju ke arah Orokus dan Mersha)


Orokus : "Hei hei, Pria besar itu sedang berlari menuju kesini loh, nyeremin banget coy!."


Mersha : "Sepertinya dia sedang ingin melawan mu."


Orokus : "Begitukah, Kalau begitu, Begitu dong." (Bersiap)


"BAAAATSSS!!." (Orokus bergerak dengan cepat ke arah Ken)


Orokus : "Terima ini b*j*ng*n...!!!." (Orokus melontarkan sebuah Pukulan keras ke arah Ken)


"Set!." (Ken mencoba menahan dengan Pedang besarnya)


"BLAAAAAR....!!!!."


Mersha : "Hmm...."


"Set....!." (Seseorang tiba-tiba berada di belakang Mersha)


Fal Pal : "Untuk seorang wanita seperti mu, kau ini cukup terlalu santai." (Hendak menyerang Mersha)


"Siiing.....!." (Fal Pal mengayunkan kedua tangan nya ke arah kosong)


Fal Pal : "Eh?!, Ga ada orang?!." (Bingung)


"Bukannya aku terlalu santai...." (Suara Mersha)


Fal Pal : "Ugh...?!!." (Menoleh ke belakang)


Mersha : "Aku hanya ingin melihat seperti apa kekuatan dari musuhku saja."


Mersha : "Dan dilihat dari tadi, sepertinya kekuatan mu berpusat dari kecepatan yah, Menarik...." (Senyum)


Fal Pal : "Ini masih belum saja....." (Tersenyum)


Mersha : "Begitukah, Kalau begitu kek gitu dong."


Fal Pal : "Iyaaaaah....!." (Mengaktifkan Kekuatan Warna Birunya)


Mersha : "........" (Senyum)


Fal Pal : "Bersiaplah....!." (Berkuda kuda menyerang)


"Sret Sret...!" (Fal Pal memposisikan kakinya)


"BAAAATSS...!!." (Badan Fal Pal Menghilang)


Mersha : "Waaaaaah......"


"BAAAAAATSS...!!!." (Badan Mersha Menghilang)


"Di Lain Sisi."


Cen Lin : "Hei Chen Sun, Bagaimana dengan adik perempuan mu di Team lain, apa kamu tidak mengkhawatirkan nya?."


Chen Sun : "Tentu saja aku khawatir, Tapi sekarang dia sedang bersama dengan Orang Paling Kuat di Pembunuh Bayaran, Tentu saja aku aga sedikit tenang..."


Cen Lin : "Begitu yah, Kalau aku sih juga sama..."


Chen Sun : "Bagaimana dengan keadaan adikmu Cen Lin?."


Cen Lin : "Dia sekarang agak baikan berkat obat-obatan yang telah aku beli dari hasil pekerjaan ini."


Chen Sun : "Ohhh, Aku cukup senang mendengar hal itu."


Cen Lin : "Berhenti Chen Sun!."


Chen Sun : "Eh?, Kenapa?." (Berhenti)


Cen Lin : "Aku merasakan keberadaan hawa sihir di sini."


Chen Sun : "Be-benarkah?!, Aku tidak tau akan hal itu!."


Cen Lin : "Itu memang wajar, Karena Sihir sihir ini di sembunyikan secara bagus sehingga tidak bisa dilihat dengan mata biasa ataupun dirasakan saja."


Chen Sun : "Itu berarti musuh kita sedang berada disini yah."


Cen Lin : "Aku akan segera menghapus semua keberadaan sihir ini."


"Hapuskan!." (Cen Lin menghapus sihir sihir yang terlihat olehnya)


Cen Lin : "Selesai...."


Chen Sun : "Waah keren banget."


Cen Lin : "Kita harus waspada Chen Sun musuh pasti akan segera menyerang kita."


Chen Sun : "Iyah...."


(Tanpa di ketahui oleh Cen Lin dan Chen Sun, Sebuah mantra sihir dari Danau keluar secara tiba-tiba, dan mengagetkan Cen Lin dan Chen Sun.)


"Craaaaas.....!!." (Sebuah Sihir Air keluar dari Danau menuju Cen Lin)


Cen Lin : "Ahk...?!!." (Kaget dan tak sempat menghindar)


Chen Sun : "Awas Cen Lin!." (Chen Sun bergegas melindungi Cen Lin dengan perisai nya)


"Blaaaaaar!." (Sihir Air tertahan oleh Perisai Chen Sun)


Chen Sun : "Uhkkk...!!." (Berhasil menahan Sihir Air kuat tersebut)


Zhanif : "Haaaaaaahhh...!!!." (Zhanif dengan cepat menerjang ke arah Chen Sun)


Cen Lin : "Chen Sun Awas...!!!."


Chen Sun : "Ugh...?!." (Kaget)


"BLAAAAAR.....!!." (Chen Sun terkena pukulan keras Zhanif)


Cen Lin : "C-chen sun?!!!."


Chen Sun : "A-aku baik-baik saja......" (Mencoba untuk berdiri)


Zhanif : "Jangan bercanda dek dek, Mana ada orang yang terkena pukulan ku ini masih baik-baik saja...?." (Sambil mengepalkan tangannya)


Chen Sun dan Cen Lin : "Ughh...?!!." (Terkejut)


Aline : "Tidak langsung kelar yah...." (Aline datang dari atas langit, lalu turun ke bawah di samping Zhanif)


Zhanif : "Sialan, Ku kira tadi bakalan kena sama si pengguna sihir itu, ternyata malah kena Pria Perisai itu."


Zhanif : "Tidak hanya Perisai nya saja yang bertahan, Namun Tubuhnya juga."


Cen Lin : "Apa kau bisa bertahan Chen Sun?."


Chen Sun : "Te-tenang saja, Aku masih bisa menahan nya."


Zhanif : "Ternyata yang dikatakan oleh Xa'an itu benar....."


Aline : "Sekarang kita hanya melakukan apa yang harus dikatakan oleh Lycia."


"Zhanif dan Aline bersiap melawan Cen Lin dan Chen Sun."


SELESAI..........!


Rencana, Masih akan terus berlanjut!

__ADS_1


__ADS_2