The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Sesuatu yang aneh


__ADS_3

*CHAPTER* 88 Season 02


Judul : Sesuatu yang aneh


Xa'an : "Kenapa aku harus berada disini......" (Lemas)


Xa'an : "Hmmm....." (Melihat ke arah Lycia)


"Lycia sedang sibuk mencari barang-barang yang bagus untuk dijadikan oleh-oleh."


Xa'an : "Terlebih lagi, Ini ada banyak sekali, Huft......" (Xa'an membawa beberapa kantong belanja di tangan nya)


TEMPAT : PASAR KRISTA AREA PEMBELANJAAN


"30 Menit yang lalu."


Xa'an : "......" (Sedang membaca buku tentang sejarah negri timur)


Lycia : "Oh yah!."


Lycia : "An Kun...!."


Xa'an : "Hmm?, Ada apa Cia?." (Masih membaca bukunya)


Lycia : "Aku masih belum memenuhi rencana ku saat datang kesini!, Maukah kamu menemani ku pergi?."


Xa'an : "Memangnya kamu mau pergi kemana?, Dan mau beli apa?."


Lycia : "Aku mau kita pergi ke Pasar Krista, Dan membeli beberapa pakaian dan aksesoris disana untuk di bawa pulang."


Xa'an : "Pakaian?, Itu pasti akan sangat lama...."


Lycia : "Kita akan berbelanja beberapa makanan juga."


Xa'an : "Ayo cepat!." (Langsung menutup bukunya)


Lycia : (suara dalam hati) "Sudah kuduga...." (Senyum)


Xa'an : "Ayo Cia!, Apa lagi yang kamu tunggu?!."


Lycia : "Iyah Iyah...."


"Masa sekarang."


Xa'an : (suara dalam hati) "Haaah...... Sekarang sudah setengah jam dan masih belum membeli satupun makanan."


Xa'an : "......" (Melihat Lycia yang masih sibuk mencari-cari baju dan mencobanya)


"Srek!." (Suara seseorang dari balik bayangan)


Xa'an : ".....?!." (Langsung menatap tajam ke arah sumber suara tersebut)


??? : "Gluk...!." (Menelan ludahnya)


??? : "Di-dia masih menatap disini?!." (Panik)


Lycia : "An Kun!, Semuanya sudah selesai!."


Xa'an : "Ah!, Baiklah sini biar kubawa."


??? : "Ugh!, Waktunya pergi!."


"Bats!." (Orang misterius itu pun pergi dengan cepat)


Lycia : "Kamu sedang melihat apa?."


Xa'an : "Tidak, Bukan apa-apa kok."


Lycia : "Eh...."


Xa'an : "Cincin Ruang...."


"Weeeesh......" (Semua barang-barang yang di bawa oleh Xa'an masuk kedalam cincin ruang tersebut)


Xa'an : "....."


Lycia : "Sekarang, Ayo kita mencari makanan..." (Senyum)


Xa'an : "Iyah, Ayo!."


Lycia : "Iyah Iyah dasar ga sabaran...."


Xa'an : "Itu karena kamu lama sekali Cia."


Lycia : "Hehe...."


"Setelah itu Xa'an dan Lycia pun pergi berbelanja makanan."


Xa'an : "......" (Melirik ke sebelah kanan dan kiri)


Lycia : "Emmm...." (Bingung memilih daging)


Lycia : "Hei An Kun."


Xa'an : "......" (Masih fokus)


Lycia : "An Kun!."


Xa'an : "Eh?!, Ke-kenapa Cia?."


Lycia : "Ini daging apa yang akan kamu pilih?, Bukannya kamu sangat antusias jika ada sesuatu seperti makanan di depanmu?."


Xa'an : "Ah!, Maafkan aku Cia, Baiklah Paman saya ingin membeli daging itu satu, Dua yang itu, Dan 4 yang ini."


Paman Penjual : "Baik Tuan!."


Lycia : "Ada apa denganmu An Kun?, Tidak biasanya kamu seperti ini."

__ADS_1


Xa'an : "Sepertinya ada sesuatu yang aneh di sini Cia."


Lycia : "Sesuatu yang aneh?."


Xa'an : "Iyah, Aku merasa seperti ada yang mengawasi kita terus menerus."


Lycia : "Hmmm, Kalau begitu." (Lycia memanggil beberapa Roh)


Paman Penjual : "Ini Tuan, Silahkan!."


Xa'an : "Iyah, Terimakasih Paman."


Paman Penjual : "Tentu!."


Lycia : "Kamu benar An Kun, Ada beberapa orang yang berniat buruk kepada kita yang sedang memata matai kita disini."


Xa'an : "Apa kamu tau dimana saja mereka Cia?."


Lycia : "Satu di balik toko yang tutup itu, Satu di keramaian orang, Dan satu di jendela rumah itu."


Xa'an : "Bagus, Terimakasih Cia...." (Sambil memasukkan kantong makanan ke dalam cincin ruang)


Xa'an : (suara dalam hati) "Tiga orang, Hmmm disana yah, Baiklah..." (Mata Xa'an berubah ke warna biru)


"BATS.....!!!, BATS....!!!, BATS...!!!." (Xa'an bergerak dengan cepat)


"10 menit kemudian di area kosong."


"Brug brug!." (Dua orang di jatuhkan oleh Xa'an)


Lycia : "Eh?, Dimana yang satunya lagi?."


Xa'an : "Dia berhasil kabur, Dia memanfaatkan orang lain seperti mendorongnya ke arahku."


Lycia : "Begitu yah.... Jadi apa yang akan kamu lakukan dengan dua orang ini?."


Xa'an : "Entahlah, Tergantung seperti apa jawaban mereka nantinya." (Berjalan menghampiri dua orang itu)


Xa'an : "Hey kalian berdua."


Xa'an : "Jawab dengan jujur selagi aku lagi anteng." (Tenang)


Stalker 1 dan 2 : "Ugh...?!." (Panik)


Xa'an : "Siapa yang menyuruh kalian berdua?."


Stalker 1 dan 2 : "Emmm...!!."


Xa'an : "......."


Xa'an : "Siapa-."


Stalker 1 : "Kau tidak akan menerima informasi satupun dari kami!."


"CRAAAAAASHH.....!!!." (Tubuh Stalker 1 hancur karena sihir angin milik Xa'an)


Stalker 2 : "Hiikkk..?!!!."


Stalker 2 : "A-aku...!." (Seketika itu pun sebuah sihir muncul dari atas kepala stalker 2)


Stalker 2 : "HAAAAAGHHHH.....?!!!!!!."


"Buuuushh....!!!." (Sebuah sihir api mulai membakar tubuh stalker 2 hingga hangus)


Xa'an : "Uhk....?!." (Kaget)


Lycia : "....?!." (Kaget)


Xa'an : "Sialan!, Musuh kita kali ini cukup cerdas!."


Lycia : "Menghapus satu-satunya bukti dengan sangat bersih yah...."


Xa'an : "Ayo Cia, Kita harus segera diskusikan ini kepada semuanya." (Berjalan)


Lycia : "Iyah..." (Berjalan)


Xa'an : "Mersha...."


Mersha : "Iyah Tuan!." (Mersha muncul dengan cepat dengan wujud Manusia)


Xa'an : "Selidiki ini semua, Temukan informasi yang berguna untukku."


Xa'an : "Cepat temui orang yang kabur tadi."


Xa'an : "Dan ingatlah, Jika terdapat bahaya yang datang, Maka cepatlah selamat dirimu."


Mersha : "Baik Tuan Xa'an!."


Xa'an : "Pergi."


Mersha : "Iyah!." (Seketika itu pun Mersha pergi dengan sangat cepat)


"Beberapa saat kemudian."


TEMPAT : KAMAR XA'AN DAN LYCIA


Xa'an : "Teman-teman, Sepertinya ada orang lagi yang sedang mengawasi kita."


Aline, Landi, Dan Mora : "....?!!." (Terkejut)


Lycia : "Itu benar, Di saat aku dan An Kun pergi berbelanja, Ada 3 orang yang mengawasi kami sepanjang perjalanan."


Landi : "Orang mana lagi yang berani membuat masalah terhadap kita."


Lycia : "Pikirku, Ini semua adalah ulah dari Pemimpin pasar gelap bawah tanah itu."


Lycia : "Kita telah berbuat sejauh ini untuk menghentikan mereka, Sepertinya sekarang dia mulai bergerak untuk membunuh kita semua."

__ADS_1


Aline, Landi, Mora : "....?!." (Kaget)


Mora : "Apa yang akan kita lakukan sekarang?."


Lycia : "Untuk itu..."


Xa'an : "Hmm?." (Menyadari bahwa Zhanif tidak ada di disana)


Xa'an : "Aline, Dimana Zhanif?."


Aline : "20 menit yang tadi dia izin kepadaku untuk pergi keluar melatih tubuhnya yang mulai agak kaku."


Aline : "Mungkin sebentar lagi dia akan kembali."


Xa'an : "Begitu yah...."


"20 Menit yang lalu di tempat Zhanif."


"Wuush!, Wuush!." (Suara latihan pukulan Zhanif)


"Bats!, Wuuush!." (Zhanif bergerak lalu menendang)


Zhanif : "Hmmm?." (Melihat ke arah batu besar di sampingnya)


Zhanif : "Huft....." (Bersiap)


"WUUUUUSH.....!!." (Zhanif memukul ke arah depan dengan kencang)


"BLAAAAAR...!!!." (Batu besar itu pun hancur demikian dengan belakang batu tersebut)


Zhanif : "Emm... Sepertinya aku harus lebih melemaskan tubuhku."


Zhanif : "Coba lagi deh...." (Bersiap)


"Bet! Bet!" (Dua kunai muncul di depan Zhanif)


Zhanif : "Hmmm?." (Melihat dua Kunai itu berada di depan nya)


"Wesh wesh!." (Dua orang muncul seketika dari tempat tertancapnya kunai itu)


Zhanif : "Hah?, Apa ini?, Rencana pembunuhan kah?."


Ninja 1 : "Ayo cepat dik, kita selesaikan ini."


Ninja 2 : "Baik kak!."


Zhanif : "....?."


"Swesh swesh!." (Dua kunai di lemparkan ke arah Zhanif)


Zhanif : "......" (Tenang)


"Set set" (Zhanif menghindari dua kunai tersebut)


Zhanif : "Hmm, Dimana mereka..." (Melihat ke sekeliling)


"Syuuut!." (Seseorang menendang ke arah kepala Zhanif)


"Set!." (Zhanif menunduk dengan cepat lalu bersiap memukul Ninja 1)


Zhanif : "Mati...."


"Suut!, Paaak!." (Zhanif hendak menyerang Ninja 1, Namun tangan Zhanif di tendang oleh Ninja 2)


Zhanif : "Ooh.... Bagus...."


"Set!, Wuuush!." (Tangan Zhanif yang terkena tendangan langsung memutar badan nya lalu menendang Ninja 2 dengan keras sehingga mengenai badan Ninja 1)


Ninja 1 dan 2 : "Uaaghh...?!!!." (Terkejut)


"Bruaaakk!." (Ninja 1 dan 2 terjatuh)


Ninja 2 : "Uhk......" (Kesakitan)


Ninja 1 : "Adik, apa kamu tak apa-apa."


Ninja 2 : "Uh?!, Kakak!." (Melihat ke arah Zhanif)


Zhanif : "Penghabisan......!." (Zhanif berkuda kuda ingin menyerang dari jarak jauh dengan menciptakan sebuah pukulan dahsyat)


Ninja 1 : "Si-sial!."


Zhanif : "Mati....!."


"WEEEEEESH......!!!." (Zhanif Memukul ke arah Ninja 1 dan 2 dengan sangat keras sehingga membuat kekuatan dahsyat mengarah ke pada mereka)


Ninja 1 dan 2 : "UKKK....?!!." (Menutup mata)


"Blaaar!!." (Pukulan dahsyat Zhanif mengenai seseorang yang datang)


Zhanif : "Hmmm?."


??? : "Waah, Kau ini masih saja sangat kuat yah, Mereka saja sampai kewalahan begini karenamu." (Sambil membawa tombak nya)


Zhanif : "Ka-kau....?!." (Terkejut)


Adya : "Halo, Zhanif....."


Zhanif : "Adya!."


Adya : "Hmmm...." (Senyum)


"Adya, Adya Trimarga, Sang Terjenius dari Three Somebody, Kekuatan warna mata Merah dan Biru."


SELESAI........!.


"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."

__ADS_1


"Pengkhianatan."


"Di tunggu yah!."


__ADS_2