The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Cerita Sebenarnya!


__ADS_3

*CHAPTER* 62


Judul : Cerita Sebenarnya!


"Di sekolah Galantic"


"Xa'an Lycia Dan Zhanif Pun Berjalan Masuk Menuju Sekolah Galantic"


"Xa'an Lycia dan Zhanif Berjalan menuju ruang Kepala Sekolah, Melewati Beberapa Lorong, Para Murid pun juga melihat Mereka Sedang Berjalan"


Murid² Sekolah : "Hei..!, Bukannya itu Ketua Klub Pelindung Sekolah Xa'an, Dan Ketua OSIS Lycia?!"


Murid² Sekolah : "Mereka Berdua Telah Kembali?!"


Murid² Sekolah : "Tapi Siapa Orang yang Satunya Lagi?"


Murid sekolah : "Iyah Siapa tuh?"


Xa'an : "Sudah Lama aku Tak Memakai Pakaian ini..." (Xa'an memakai Baju Ketua Klub Pelindung Sekolah)


Lycia : "Tidak pilihan lain kan, Jika kalau Berada di sekolah Kita harus Memakai Seragam Sekolah Juga" (Lycia memakai Baju Ketua OSIS)


Zhanif : "Kalau Begitu, bagaimana Denganku?, Aku memakai Baju Murid Biasa Woy!" (Aga Kesal, Memakai Seragam Xa'an yang Biasa dulu)


Xa'an : "Hei, aku sudah Meminjamkan Bajuku padamu loh...."


Lycia : "Iyah, Tolong Terima itu yah Zhanif"


Zhanif : "Ba-baiklah...." (Tidak Punya Pilihan selain menerimanya saja)


"Dari Arah Berlawanan Xa'an"


Dasai : "Hei, Aku Ingin Meluruskanmu yah, Kalau Mengurus Murid yang Nakal Itu Tak Perlu Sekasar itu!" (Marah²)


Sylfia : "Hmm..?, Apanya yang kasar, Aku Hanya memberikan mereka Pukulan Kecil saja Karena Memberontak" (bomat dengan Dasai yang marah²)


Dasai : "Hei Ingat Dengan Pasal² Klub Pelindung Sekolah!"


Dasai : "Yang Pertama!" (Dasai Menjelaskan Lagi Peraturan² dari Klub Pelindung Sekolah dengan menutup matanya)


Sylfia : "Yah.... Tak Dengar!" (Menutup Telinganya)


"Xa'an Lycia Dan Zhanif Melewati Dasai dan Sylfia Dari Arah yang Berlawanan"


Sylfia : "Hmmm.....?" (Menyadari Xa'an Melewati Mereka)


Sylfia : (suara dalam hati) "Siapa Itu?, Mengapa mereka mengarah ke arah Kepala Sekolah?" (Menoleh ke arah Xa'an Lycia dan Zhanif)


Sylfia : (suara dalam hati) "Menarik....." (Tertarik Lalu Tersenyum dan mencoba mengecek Pikiran Mereka)


Zhanif : "Hmm...?!" (Zhanif Menyadari Kalau Pikiran Mereka mau di intip oleh Sylfia, Lalu Zhanif Pun Menoleh Sedikit ke Arah Sylfia Dengan Tatapan Tajam Serta Kekuatan Mana Yang Sangat Besar Untuk Menakutinya)


Sylfia : "Ughh....?!!" (Melihat Zhanif dengan kekuatan Yang sangat Besar, Sylfia pun Tertekan akan Kekuatan itu)


Sylfia : (suara dalam hati) "Ke-kepala ku Sakit!" (Memegang kepalanya)


"Xa'an Lycia dan Zhanif Masih Melanjutkan Perjalanan nya"


Sylfia : (suara dalam hati) "Si-siapa Murid yang Tadi?!" (Kebingungan dan masih merasa sakit)


Dasai : "Hei!, Sylfia!, Apa kau mendengar kan ku Tadi?!" (Karena dari tadi Dasai Menjelaskan Peraturan Klub yang sangat Banyak, Dia tidak menyadari kehadiran Xa'an)


Sylfia : "I-iyah aku mendengar nya"


Dasai : "Apa kau Baik baik saja..?" (Bingung karena melihat Sylfia memegang kepalanya)


Sylfia : "Iyah, aku tidak apa-apa, ayo cepat Kita Ke Ruang Klub!" (Berjalan)


Dasai : "Baiklah... Kau sangat aneh sekali yah..." (Berjalan)


Zhanif : (suara dalam hati) "Suku Goldan yah, Maaf Nona Keberuntungan mu Seperti nya Sudah hilang Setelah Bertemu denganku...."


Informasi : "Karena Zhanif Dari Suku Azure, Suku yang Sudah Sangat Kuat Dan Juga Suku Zaman Dulu, Dia Bisa Menyadari Sylfia dari Suku Goldan yang mau membaca Pikiran nya"


"Karena Suku Azure dan Suku Goldan adalah Suku Lama, Dan Juga Sangat Kuat"


"Xa'an Lycia dan Zhanif telah sampai di ruang kepala Sekolah"


Lycia : "Aku Akan mengetuknya" (Mau Mengetuk Pintunya)


Xa'an : "Baiklah Cia..."


"Tok tok tok" (Lycia Sedang Mengetuk Pintu)


Jullian : "Silahkan Masuk..."


Lycia : "Ayo..." (Sedang berbicara dengan Xa'an dan Zhanif)


Xa'an dan Zhanif : "Iyah..!"


"Lycia Xa'an Dan Zhanif Masuk Kedalam Pintu"


Jullian : "Selamat Dat-, Oh..!, Kukira siapa ternyata Nona Lycia Tuan Xa'an dan......?!" (Jullian Kaget karena ada Zhanif di sekitar sana)


Zhanif : "Halo, Jullian...!"


Jullian : "Tu-tuan Muda...?!" (Kaget lalu Berdiri)

__ADS_1


Xa'an Dan Lycia : "Hmmm....?" (Aga bingung)


Jullian : "Bagaimana Tuan Muda Bisa sampai Sini?!"


Zhanif : "Aku Ingin Menemani Xa'an untuk Bertemu denganmu"


Jullian : "Be-begitu yah...."


Xa'an : "Oh Iyah, kau pernah mengatakan bahwa, Jullian adalah Murid Ayah mu yah Zhanif"


Zhanif : "Iyah, Untunglah kau masih ingat Xa'an..."


Lycia : "Ohhh...." (Baru mengerti)


"Tak Lama Setelah itu"


Jullian : "Baiklah Pangeran Xa'an, Kamu sudah bertemu dengan Salah satu Threesome yah"


Jullian : "Tidak Kusangka kau Sangat Cepat untuk menemukan salah satu dari mereka"


Xa'an : "Cepat Dari mana?, Aku telah menghabiskan waktu sampai 1 Tahun Loh"


Jullian : "Itu bisa di hitung cepat Pangeran, Soalnya mencari mereka ini sangatlah Susah, karena mereka juga Seperti membaur pada masyarakat" (sambil melihat Zhanif)


Zhanif : "Hmm...?" (Tidak tau)


Xa'an : "Begitu yah..., Aku juga pun tidak akan tau kalau Zhanif adalah salah satu Threesome saat pertama kali bertemu"


Xa'an : "Baiklah Zhanif Jullian, ceritakan Lebih Rinci tentang Pahlawan Sebelum nya"


Zhanif dan Jullian : "....?!" (Kaget)


Xa'an : "Ceritakan Padaku Siapa Itu Va'an Astansia?"


"Semuanya Berhenti Berbicara sejenak, Suasana Menjadi hening, sehingga jullian pun Berbicara"


Jullian : "Ini Terjadi sebelum 1000 Tahun yang lalu"


Jullian : "Sebelum Va'an menjadi Pahlawan!"


Xa'an : "Eh...?!, Jadi Si Va'an adalah Pahlawan Sebelum aku?"


Jullian : "Benar...!"


Jullian : "Dulu, aku dan Va'an adalah Teman Seperguruan"


Xa'an : "Teman Seperguruan?!" (Kaget)


Lycia : "Berarti Si Va'an itu?!" (Kaget)


Jullian : "Benar, Va'an adalah Murid dari Ayah Zhanif" (serius)


Jullian : "Aku dan Va'an Selalu Bersama Mengikuti ajaran dari ayah Zhanif, Bertahun tahun kami Mempelajari sihir ruangan dari Ayah Zhanif"


Jullian : "Kami sangat Dekat, Bahkan dengan Zhanif sendiri pun Va'an sangat Dekat"


Zhanif : "Cih...!" (Geram karena Mengingat kembali)


Xa'an : ".....?" (Melihat Zhanif Mengepalkan Tangannya erat²)


Jullian : "Dan Suatu Hari, Va'an pun berhasil Membuat Suatu Ruangan Sihir, Dan itupun membuat Semua orang bangga dan senang Karena melihat Suku Selain Azure yang bisa menggunakan Sihir Ruangan mereka"


Jullian : "Setelah itu, Va'an Pun Kembali Melanjutkan Perjalanan nya, Setelah itu Semua orang pun Terkejut dengan Kabar kalau Va'an adalah Pahlawan Baru yang Muncul"


Jullian : "Di saat itu Para suku Azure pun bangga dan Bahagia, karena Melihat Va'an yang Tumbuh begitu Kuat dan Cepat"


Jullian : "Mereka semua sangat menantikan Va'an untuk Kembali ke Suku Azure, Lalu Mengadakan Pesta Untuk Keberhasilan nya"


Jullian : "Tapi, Setelah Beberapa lama Va'an pun Va'an masih Tidak kembali ke suku Azure, itu membuat para orang disana Khawatir akan Va'an"


Jullian : "Kemudian, Setelah beberapa tahun Dia pun datang ke Suku Azure"


Jullian : "........" (Terdiam Termenung)


Xa'an dan Lycia : "Hmm...?" (Memahami Perasaan Jullian)


Zhanif : "Biar aku yang akan melanjutkan nya"


Jullian : "Tuan Muda...?!"


Zhanif : "Tidak Masalah Jullian, Aku memang harus menyampaikan ini semua pada Xa'an"


Jullian : "Tuan Muda......."


Zhanif : "Setelah Va'an kembali dari Luar, dan menuju suku Azure, Semuanya pun sangat senang akan kedatangan nya"


Zhanif : "Tapi..!, Dia Bukannya Datang dengan Seperti Tampang nya dulu!, Dia datang dengan Penuh Rasa Balas Dendam yang Besar"


Zhanif : "Setelah itu, Va'an pun mulai Menyerang Para Penduduk Suku Azure"


Zhanif : "Bahkan!, Ayahku yang telah Mengajarinya pun Kalah Lalu di tangkap Di Sihir Ruangan Miliknya Sendiri!"


Xa'an : "Ayahmu Di Tawan di dalam Sihir ruangan Miliknya?!"


Zhanif : "Iyah, Aku dan Teman² ku, Adya, dan Ralif Berhasil Kabur dari serangan Brutal dari Va'an, Jullian Menahan Va'an Untuk Membuat Kami bertiga bisa kabur dari kejaran Va'an"


Xa'an : "Eh..?!, Apa kau bisa mengalahkan Si Va'an itu Jullian?"

__ADS_1


Jullian : "Aku Bukannya Mengalahkan nya, aku dibiarkan Begitu saja olehnya, Karena dia menganggap aku masih Lemah"


Jullian : "Saat itu aku masih Beruntung, Karena Va'an sendiri bilang"


*Flashback*


Va'an : "Kau Masih Lemah Jullian, Aku tak perlu Meladenimu untuk Bertarung"


Jullian : "Mengapa Kau Menyerang Para Suku Azure Va'an?!"


Va'an : "Aku Telah Dikhianati oleh Kalian Semua!, Mengapa kalian Masih Tetap tidak percaya padaku?!, Aku Membantu kalian Semua melawan Raja Iblis!, Tapi Kalian Masih tidak Mempercayai Ku?!"


Jullian : "Apa Maksudmu itu!"


Va'an : "Aku Di Tolak menjadi Raja Dunia oleh Dewi Selefia, Aku telah Melewati Berbagai Rintangan yang sangat Sulit, Dan Aku Pun Di buang Begitu Saja!"


Jullian : "Mungkin Itu ada alasannya Va'an!"


Va'an : "Alasan?!, Alasan apalagi yang harus aku Hadapi?!, Aku akan membuat semua orang di dunia ini Mengetahui siapa Raja mereka Sebenarnya!!!"


*Masa sekarang*


Xa'an : (suara dalam hati) "De-dewi Selefia?!" (Kaget)


Xa'an : (suara dalam hati) "Jadi, Si Selefia itu adalah Seorang Dewi?!"


Zhanif : "Xa'an!, Kami semua membutuhkan pertolongan mu!, Hanya kaulah yang bisa mengalahkan Pahlawan Sebelumnya Va'an Astansia!" (Sambil Seperti meminta minta ke Xa'an)


Zhanif : "Aku Dan Teman² ku akan Membantumu menjadi lebih Kuat, Dan Membuat Dunia menjadi lebih Aman!"


Zhanif : "Ancaman dari Va'an bukanlah Hal yang Main² Xa'an!, Jadi Kumohon Bantulah kami Melawan Pahlawan Jahat Va'an Astansia"


Zhanif : "Hanya Kau Lah Harapan Semua Orang Di dunia ini!, Pahlawan Xa'an Algreasia....!!!"


Zhanif : "Xa'an...!!! Ku mohon...!!!" (Membungkuk)


Jullian : "Ku Mohon Tuan Xa'an...!!" (Membungkuk)


Xa'an : "........" (Terdiam)


Lycia : "Kepala Sekolah Jullian, Zhanif......" (Khawatir Lalu menoleh ke Xa'an yang sedang Terdiam)


Zhanif : "Khekk.....!" (Masih membungkuk dan Menahan Tangisnya)


Xa'an : "Jika Memang Si Va'an ini adalah Ancaman Seluruh Dunia, Maka aku tidak bisa diam saja yah"


Zhanif : "Ugh...?!" (Kaget lalu menoleh ke Xa'an)


Xa'an : "Lagipula aku adalah Pahlawan, dan juga Orang orang yang Ku Sayangi pun juga ada di dunia ini" (sambil melihat Lycia)


Lycia : "An Kun....!" (Senang)


Xa'an : "Baiklah!, Aku akan Membantu Kalian Semua!, Percayakan Semua Padaku!, Aku akan Membuat si Va'an Astansia ini Menerima Akibatnya!"


Zhanif : "Xa'an...!!!" (Senang dan Terharu)


Jullian : "Pangeran Xa'an...!!!" (Senang dan Terharu)


Burung Hantu : "Kukuuuk...!" (Datang menghampiri Xa'an)


"Semua orang Kaget Karena Melihat Burung hantu pengantar Pesan Datang menghampiri Xa'an"


Xa'an : "Hmm...?" (Burung hantunya Hinggap ke Lengan Xa'an)


Lycia : "Burung Penghantar Pesan?"


"Sreeet....." (Mengambil Pesan Surat)


"Xa'an pun membaca isi surat tersebut"


Xa'an : "Begitu yah....." (Selesai membaca suratnya)


Xa'an : "Sepertinya Takdir memang Mengharuskan ku untuk Melawan Si Va'an ini"


Lycia : "Hmmm?, Sini biar ku baca An Kun"


Xa'an : "Nih Cia..."


"Lycia Pun Membaca isi suratnya"


Jullian : "Apa isi dari surat itu Nona Lycia?!"


Zhanif : "Iyah..!"


Lycia : "I-ini?!, Ini dari Melned!, Bawahan Xa'an yang baru Di rekrut!"


Lycia : "Katanya, Dia Telah Berhasil Menemukan Salah Satu Threesome Lagi!!!"


Jullian dan Zhanif : "A-apa...?!!" (Terkejut)


Xa'an : "Weleh², Sepertinya tidak ada Istirahat untuk ku yah...."


Lycia : "Threesome Selanjutnya!, Adya TriMarga, Berada di Arah Timur!!!"


Xa'an : "Dari Arah Timur...... Aku harus mengajak siapa yang Mengenali Tempat arah Timur yah..."


SELESAI........!

__ADS_1


Hayo... Siapa Orang yang Mengenali Daerah Timur, yang ngikutin dari dulu pasti Tau Siapa!


__ADS_2