The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Kekuatan Dahsyat


__ADS_3

*CHAPTER* 45


Judul : Kekuatan Dahsyat


Tempat : Berjalan Menuju Hutan Roh


"Xa'an Lycia dan Airin Berjalan Bersama menuju Hutan Roh"


Xa'an : "Hmm.... Sepertinya aku sudah Merasakan Kehadiran Mereka..." (Yang dimaksud adalah para Roh)


Lycia : "Iyah.... Disini Terdapat Para Roh yang sedang Bermain Keluar"


Airin : "Airin Sangat Kagum....." (Kagum)


Xa'an : "Haha.... Ayo Airin kita hampir sampai..."


Airin : "Eum... Baik papa...!"


"Xa'an Lycia dan Airin Berjalan di Tengah² Hutan Roh dan Memulai mengumpulkan Jiwa Roh"


Xa'an : "Berhenti...."


Lycia : "...." (Berhenti)


Airin : "...." (Berhenti)


Xa'an : "Airin Berdiri lah di Tengah Sana Papa Dan Mama akan Mengumpulkan Jiwa² Roh Yang Tersebar di dalam Hutan ini...."


Airin : "Baik Papa...." (Airin Berjalan menuju ke tengah² dan berdiri Diam)


Xa'an : (suara dalam hati) "Dulu Hanya Aku yang Mengumpulkan Jiwa Roh yang terdapat dalam hutan ini, Tapi sekarang Cia juga bisa mengumpulkan Jiwa Roh untuk Airin, Aku penasaran apa yang terjadi selanjutnya..."


Xa'an : "Cia apa kamu Siap....?" (Xa'an Bersiap siap Mengeluarkan Sihir)


Lycia : "Iyah Aku Siap An Kun..." (Bersiap siap Mengeluarkan Sihir)


Xa'an : "Baiklah......"


Xa'an : "Mata Hijau....!" (Mata Xa'an Berubah Warna menjadi warna Hijau)


Informasi : "Jika Kalian Bingung Mengapa Xa'an Memakai Mata warna hijau, Dikarenakan dengan memakai warna mata itu, Xa'an akan lebih gampang untuk Menarik Jiwa² Roh yang tersebar di dalam Hutan Tersebut, Dikarenakan Mata Hijau Berhubungan Dengan Elf, Dan Elf adalah Suku yang di cintai oleh Suku Roh...!"


Xa'an : "Sihir Roh, Penarikan Jiwa....!"


Lycia : "Sihir Roh, Penarikan Jiwa...!"


"Weeeesh........" (Para Roh Mulai Berdatangan Dan Mulai Berkumpul di Lingkaran Sihir Milik Xa'an dan Lycia, Tetapi...)


Xa'an : "Sejauh ini bagus..."


Lycia : "Iyah..... Eh..?!" (Kaget)


Xa'an : "Ada apa Cia....?"


Lycia : "Di Dalam Jiwa² ini sepertinya ada jiwa roh yang sangat Kuat bermunculan Kenapa...?!"


Xa'an : "Ugh....! Aku juga merasakan nya..."


Xa'an : (suara dalam hati) "Apa yang terjadi..?! Mengapa Jiwa² roh yang sangat Kuat Mulai Berdatangan Kesini...?, Apa karena Ada Cia sekarang Para Jiwa Roh Tertarik kepada kami..?!"


Xa'an : "Untuk Sekarang kita Fokus untuk Mempertahankan Mereka Cia... Karena ini adalah momen yang Langka..!"


Lycia : "Baik....! Huuup....!" (Menahan Sihir)


Xa'an : "Baiklah Para Jiwa Roh... Karena Kalian yang datang sendiri Maka Aku sangat Berterimakasih Kepada Kalian...." (Senyum)


Xa'an : "Sihir Support, Pembagi...!" (Xa'an Menyalurkan Kekuatan Jiwa Roh ke tubuh Airin)


Lycia : "Sihir Support, Pembagi....!" (Lycia Menyalurkan Kekuatan Jiwa Roh ke tubuh Airin)


"Uweeeeeeeeeeeeeshh........!" (Para Jiwa Roh Masuk ke dalam Tubuh Airin)


Airin : "........." (Fokus Diam dan sedang di masuki para jiwa roh)


"Wesh.....!" (Para Jiwa Roh sudah Masuk semua dalam Tubuh Airin)


Xa'an : "Ap-apa Berhasil....?" (Memastikan)


"Blaaaaaarrr......!!" (Suara ledakan Dari Arah Airin)


"Uweeeeshhh" (Angin Yang Besar Menerjang Xa'an Dan Lycia)


Xa'an : "Ugh...!" (Xa'an dengan cepat Memeluk Lycia dan Membuat Shield atau Tameng untuk Melindungi mereka dari hembusan angin yang menerjang)


Lycia : "A-airin.....!" (Berteriak)


Lycia : "An Kun.... Apa Airin akan Baik-baik saja...?" (Khawatir)


Xa'an : "Tenang Cia aku akan Memastikan nya dengan Mataku....." (Melihat dengan Jelas menggunakan Mata Warna Emas)


Xa'an : "Uhg...?!" (Terkejut Melihat Airin)


Airin : "Ada apa An Kun....?"


Xa'an : "Airin......."


Xa'an : "Dia tidak hanya baik baik saja...."


Lycia : "Ap-apa maksudmu An Kun....?"

__ADS_1


Xa'an : "Airin...... Dia Sudah Berevolusi....!"


Lycia : "A-apa...?!"


Airin : "Papa...... Mama....?"


Lycia : "Airin.....!" (Berlari Menuju Airin dan Memeluknya)


Lycia : "Untunglah Kamu Baik² saja....." (Terharu)


Airin : "Aku Baik² saja Mama..... Sudah Jangan Menangis...."


Xa'an : "Airin apa kamu tidak merasakan Suatu perbedaan....?"


Airin : "Benar Papa Airin Seperti Merasakan Sesuatu yang Berbeda dari dalam Tubuh Airin..."


Xa'an : "Tunggu Biar ku pastikan....." (Mengecek dengan lebih teliti Menggunakan Mata Warna Emas)


Xa'an : "Hmm............ Akh...?!" (Terkejut)


Airin : "Kenapa ada apa Papa....?"


Lycia : "Kenapa An Kun....?"


Xa'an : "Tidak Kuduga akan Seperti ini juga...." (Wajah Lemas)


Xa'an : "Airin..... Sekarang Kamu Telah Menjadi Roh Tingkat Dewa....."


Airin : "Apa maksudnya itu Papa...?"


Xa'an : "Kamu Sekarang sudah Bisa untuk Menyalurkan Kekuatan mu kepadaku dan Juga Menjadi Bentuk apapun yang kamu mau...."


Lycia : "Tingkat Dewa....?!"


Airin : "Apa Airin Sudah Lebih Kuat Papa....?"


Xa'an : "Kamu tidak hanya Lebih Kuat Airin..... Kamu sudah menjadi Super Lebih Kuat....!" (Senyum)


Airin : "Uwaaah Airin, Airin Sangat Senang.....! Yeaaay....!"


Xa'an : "Hehehe....." (Tidak percaya)


Lycia : "Tidak Kuduga Airin akan menjadi Roh Tingkat Dewa....."


Xa'an : "Aku juga sempat Berfikir Seperti itu, Tapi kalau Itu Airin Aku sudah Menduganya...."


Airin : "Yeaay...! Airin sudah lebih kuat...."


Xa'an : "Hmm......" (Senyum)


Lycia : "....." (Senyum)


Xa'an : "Airin Kesinilah....."


Airin : "Baik Papa....!" (Airin Berjalan Menuju Xa'an)


Airin : "Ada apa...?"


Xa'an : "Untuk Percobaan apakah kamu bisa menjadi Pedang untukku?"


Airin : "Tentu Saja....! Apapun Untuk Papa Airin akan berubah menjadi apapun..!"


Xa'an : "Baiklah Terimakasih Airin....." (Senyum)


Airin : "Hup.... Berubah.... Zing......!" (Airin Merubah bentuknya ke Pedang yang Indah dan Terlihat Sangat Kuat)


Xa'an : "Grep...." (Xa'an memegang Pedang)


Xa'an : "I-ini...." (Kaget)


Lycia : "Uwaaah Airin Kamu sangat Indah yah......!"


Airin : "Hehe Terimakasih mama...!" (Berbicara Dalam bentuk Pedang)


Xa'an : "Biar Kucoba...." (Berjalan Menjauh)


Xa'an : "Huuuuft......." (Menarik Nafas)


Xa'an : "Teknik Penarikan Pedang, Tebasan Pedang....!" (Xa'an Mengayunkan Pedang)


"Zing......!!!" (Sebuah Tebasan Yang sangat Besar dan terus menerus membelah Apa saja yang ada di depan nya dan Tidak Berhenti Sama Sekali, Setelah itu Tebasan itu Pun Memudar dengan Perlahan."


Xa'an : "Ugh.....!!!" (Terkejut)


Lycia : "It-itu.....!" (Kaget)


Xa'an : "Aku Tidak Menyangka Bakalan Seperti ini...." (Melihat Pedang)


Xa'an : "Airin Sudah Selesai Berubah lah Lagi..."


Airin : "Baik Papa.... Hup..!" (Airin berubah ke wujud Manusia)


Airin : "Bagaimana...? Bagaimana...?" (Airin bersemangat)


Xa'an : "Iyah... Kamu sangat Kuat Airin...." (Tersenyum Sembari Mengelus Rambut Airin)


Airin : "Hehee......" (Senang)


Lycia : "Baiklah Ayo kita Kembali Sebelum Orang² Khawatir tentang kita..."

__ADS_1


Xa'an : "Iyah Ayo....."


"Xa'an Lycia Dan Airin Berjalan Kembali Menuju Istana Elf"


"Di Waktu Yang Sama di Sekolah GALANTIC"


"Deg deg deg deg deg" (suara orang² Berjalan)


Asriel : "Sekolah Ini Sungguh Tenang yah....."


Rafel : "Iyah...."


Dasai : (suara dalam hati) "Tentu Saja Sangat Tenang Lah..! Kalian Menertibkan Siswa Seperti itu mana mungkin siswa itu tidak takut..." (Wajah Datar)


"Dasai Mengingat Kejadian Siswa yang Nakal Di intimidasi Secara Brutal Oleh Rafel dan Asriel"


Dasai : (suara dalam hati) "Seingatku Dengan Xa'an Tidak Separah ini... Huffftt...." (Menghela Nafas)


"Asriel Rafel dan Dasai Pun Pergi ke Ruang Klub Pelindung Sekolah dan Duduk santai sembari meminum Teh"


Rafel : "Apa Tuan Xa'an Disana Baik² saja yah....?"


Dasai : "Tentu Saja dia Baik² saja Woi, Dia Sedang Berbulan Madu di Negri Elf....! Negri Dimana wanita² cantik Berasal...."


Dasai : "Apalagi Menantunya itu Putri Lycia Yang Sangat Cantik Manis Penyabar dengan Tubuhnya yang Bagus, Xa'an Sungguh Beruntung Akhh....!" (Menangis)


Asriel : "Ahhh...!!! Apa mungkin dia sekarang Menjadi Lebih Kuat...?"


Rafel : "Iyah Itu Mungkin....."


Dasai : "Oi.... Mana ada orang Berbulan madu malah menjadi Semakin Kuat..?!" (Wajah Datar)


"Braaak......" (Suara Pintu Dibuka)


Rafel : "....?" (Menoleh ke pintu)


Asriel : "Hmm...?" (Menoleh ke Pintu)


Dasai : "Eh...?" (Menoleh ke pintu)


Landi : "Halo..... Xa'an..........?" (Menyadari tidak ada Xa'an)


Landi : "Eh dimana Xa'an..? Apa dia masih Belum Pulang?"


Rafel : "Tuan Xa'an masih Belum Datang ke Sekolah Tuan Landi, Dia masih berada di negri elf untuk menjadi lebih kuat..."


Asriel : "Angguk²" (mengangguk)


Dasai : (suara dalam hati) "Mana ada Woi....!" (Wajah Lesuh)


Landi : "Ohh.... Jadi dia masih belum datang yah Sayang sekali sekarang aku membawa Makanan² Yang enak untuk di santap Bersama."


Landi : "Aku Membawa Banyak Sekali Ini...." (Memperlihatkan Keranjang Penuh Makanan)


Rafel : "Uwah....!"


Dasai : "Ma-makanan....!"


Landi : "Hmm....?" (Landi Berusaha untuk peka dalam situasi ini)


Landi : "Apa kalian Lapar...?, Bagaimana kalau kita makan Bersama...?"


Dasai : "Baik² Silahkan Duduk Tuan Landi....!" (Bersikap Sopan)


Rafel : "Angguk²" (mengangguk)


Asriel : "Eek......"


"Dikarenakan Rafel dan Dasai Suka sekali makan, Maka mereka pun sangat senang atas pemberian dari Landi"


"Di Lain Sisi...."


Seseorang Bos : "Apa Kalian Sudah Siap.....?"


Prajurit : "Kami Siap....!!!"


Seseorang Bos : "Baiklah...... Ayo Kita berangkat..."


Seseorang Bos : "Untuk Menuju Sekolah Galantic....!"


Prajurit : "Baik....!!!" (Bersorak)


Seseorang Bos : "Nah...... Kenalan Lamaku Akan Ku beri salam Pertemuan sebelum aku sampai kesana yah....."


Seseorang Bos : "Sihir Gelap, Pressure Mental...!" (Dengan mata Warna ungunya, Dia mengeluarkan Sihir Penekan ke arah Sekolah Galantic)


"Nying................!" (Sihir yang Melewati semua Jalan)


"Ding...!" (Jullian Terkena Sihir Tersebut)


Jullian : "Ugh..... Uk....!" (Terjatuh)


Jullian : "Si-sihir ini.....!" (Menahan Sakit)


Jullian : "Tidak salah lagi...! Ini pasti dia...!" (Tatapan Amarah)


Jullian : "Dasar Kau.......!!" (Geram)


Jullian : "Pahlawan Vaan Astansia....!!!" (Tatapan Mencengkam)

__ADS_1


Vaan Astansia : "Heh....." (Senyum)


SELESAI..........


__ADS_2