The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Ini Semakin Rumit!


__ADS_3

*CHAPTER* 93 Season 02


Judul : Ini Semakin Rumit!.


"Sebelum itu."


Xa'an : "Semua, Aku ingin membicarakan sesuatu terlebih dahulu."


"....?." (Semuanya menengok ke arah Xa'an)


Xa'an : "Untuk rencana kita kedepannya nanti, Aku ingin mendengarnya langsung dari kalian."


"...." (Suasana hening sementara)


Aline : "Begitu kah, Rencana ku kedepannya nanti aku ingin kembali ke pulau penyihir, Dan mengurus beberapa sisa pekerjaan ku dan sedikit mengatur beberapa hal."


Xa'an : "Jadi nanti Aline tidak dapat ikut yah."


Zhanif : "Iyah Xa'an, Apalagi Aline adalah sosok penting di pulau itu, Jika dia berlama-lama keluar dari pulau, Keseimbangan nya akan goyah."


Zhanif : "Kami saja keluar untuk berjalan-jalan karena sudah ada jadwalnya, Dan saudara Aline disana sedang mengganti posisi Aline."


Xa'an : "Saudara Aline?."


Zhanif : "Heh, Kau tau, Dia adalah pacarnya dia." (Menunjuk Adya)


Adya : "Heh?!." (Kaget)


Xa'an : "Apa???." (Tidak percaya)


Aline : "Jangan salah sangka, Dia lebih tua daripada aku Xa'an, Umur dia juga sudah melebihi para manusia biasa."


Xa'an : "Ohhh..... Jadi Adya suka yang begitu yah...."


Adya : "Ti-tidak!, Bukan begitu!, Di-dia dulu yang memiliki perasaan kepadaku!." (Salting)


Adya : "Ka-kau tau kan sebagai seorang lelaki kita harus menjaga perasaan seorang wanita!."


Xa'an : "Iyah Iyah aku tau, Tapi kenapa kalian tidak menikah?."


Adya : "Itu karena-." (Ucapan Terpotong)


Zhanif : "Katanya kekayaan nya masih kurang untuk menjaga saudara nya Aline, Seperti sebuah omong kosong kan Xa'an?."


Xa'an : "Itu benar, Padahal dia sudah bisa menggerakkan sebuah kelompok besar."


Adya : "E-ekhem!, Posisi dia saat ini masih jauh untuk dijadikan seperti itu."


Zhanif : "Dia hanya malu, Karena dia terlalu banyak memikirkan sesuatu yang tidak berguna untuk melamar dia." (Berbisik ke telinga Xa'an)


Xa'an : "Oooh!, Begitu yah...." (Berbisik)


Adya : "Jarak kita dekat, Meskipun kau berbisik aku masih bisa mendengar nya..."


Zhanif : "Ahahahaha!."


Xa'an : "Baiklah Aline, Aku akan meminta Hafid untuk mengantarkan mu kesana, Pulau para penyihir."


Aline : "Terimakasih Xa'an..."


Xa'an : "Iyah, Dan untuk kalian Landi, Mora."


Landi dan Mora : "...."


Landi : "Kami akan kembali ke sekolah terlebih dahulu, Dan melatih kekuatan kami disana Xa'an."


Mora : "Iyah, Lagian kita tidak dapat memiliki banyak izin untuk melanjutkan perjalanan dan mendapatkan banyak liburan Xa'an." (Mengangguk)


Xa'an : "Begitu yah...." (Senyum)


Xa'an : "Lagipula, Aku juga memiliki urusan disana."


Lycia : "......"


Landi : "Eh, Jadi kau mau ke Sekolah Galantic juga Xa'an?."


Xa'an : "Lebih tepatnya aku dan Cia juga."


Lycia : "....." (Mengangguk)


Landi : "Begitu yah!, Kita akan bersekolah lagi kah?!."


Xa'an : "......"


Lycia : "Mm...."


Landi : "Eh?, Ada apa?."


Xa'an : "Tidak ada apa-apa, Ayo cepat kita pergi ke pelabuhan, Hafid mungkin sedang menunggu kita." (Berjalan keluar)


Lycia : "...." (Mengikuti Xa'an)


Landi : "Hmm?." (Melihat ke arah Zhanif)


Zhanif : "....?." (Tidak tau)


"Sesampainya di Kapal."


Xa'an : "Jadi, Zhanif dan Adya akan langsung menuju ke arah Benua Barat kan, Dan Aline akan turun di Pulau Penyihir, Pulau itu dekat dengan Benua Barat, Jadi kami akan turun terlebih dahulu di Benua Tengah."


Hafid : "Baik Tuan Pangeran Xa'an!."


Xa'an : "Bagus Hafid, Aku akan menemui mu disana, Tolong jaga keselamatan mu yah."


Hafid : "Tenang saja Tuan Pangeran Xa'an..." (Membungkuk ala bangsawan)


Xa'an : "...." (Mengangguk)


Xa'an : "Zhanif, Adya." (Menghampiri Zhanif dan Adya)


Zhanif dan Adya : "....?."


Xa'an : "Kelompok Melned telah mendahului kita, Mungkin saat berada di pelabuhan Benua Barat, Kalian akan bertemu dengan mereka, Bekerjasama lah bersama mereka untuk menemukan keberadaan Ralif."


Zhanif : "Iyah, Tenang saja kami akan mengingatnya Xa'an."


Adya : "...." (Mengangguk)


Xa'an : "Bagus, Dan sampai jumpa lagi Aline." (Melambaikan Tangan)


Aline : "Iyah..." (Melambaikan Tangan)

__ADS_1


Aline : "Oh yah Xa'an."


Xa'an : "Hmm?."


Aline : "Untuk apapun yang terjadi, Jangan membuat Lycia bersedih yah, Kami memang tidak sengaja bertemu sekolah, Namun dia adalah gadis yang baik."


Xa'an : "Iyah, Itu memang tugasku Aline, Tenang saja."


Aline : "Meskipun dia berkata seperti itu...."


Zhanif : "Tenang saja Aline, Xa'an pasti dapat mengatasi itu semua."


Aline : "Aku harap seperti itu...."


Adya : "Ayo, Kita juga harus menyiapkan sesuatu."


Zhanif : "Iyah~."


Aline : (suara dalam hati) "Lycia..." (Melihat ke arah Lycia yang termenung melihat ke arah Lautan)


"Tak lama kemudian."


Xa'an : "Cia." (Menghampiri Lycia)


Lycia : "Iyah, Ada apa An Kun?."


Xa'an : "Hmm..." (Melihat ke arah Lycia)


Xa'an : "Kamu pasti sulit karena mendengar semua itu yah."


Lycia : "....?." (Melihat ke arah Xa'an)


"Kapal akan mulai berjalan!."


"Iyah!."


"Kapal mulai bergerak meninggalkan pelabuhan."


Lycia : "Sylfia."


Xa'an : "...?!."


Lycia : "Dia pasti sulit karena menerima sebuah takdir yang tidak dia inginkan."


Xa'an : "......."


Lycia : "Perjuangan dan pengorbanan nya, Semua akan terlihat nantinya, Aku hanya memikirkan hal itu saja."


Xa'an : "Cia....."


"Papa, Suasana hati mama sedang tidak baik." (Suara Airin dari kalung)


Xa'an : (suara dalam hati) "Iyah, Papa tau Airin, Tapi...." (Berbicara dengan Airin)


Xa'an : (suara dalam hati) "Papa harus berbuat seperti apa untuk menenangkan nya?." (Berbicara dengan Airin)


"Papa....."


Xa'an : (suara dalam hati) "Di kehidupan ku sebelumnya, Aku tidak pernah mengalami hal seperti ini, Aku takut berbicara sesuatu yang lain dan menyakiti hatinya." (Melihat ke arah Lycia yang sedang termenung)


Lycia : "......." (Tetap memandangi lautan)


"Beberapa saat kemudian."


"Sementara Zhanif dan Adya akan melanjutkan perjalanan ke arah Benua Barat bersama dengan Aline yang akan pulang menuju Pulau Penyihir."


Xa'an : "Kita telah sampai disini lagi."


"Sekolah Galantic!."


Xa'an : "Ayo kita masuk semua."


"Iyah!."


"Xa'an bersama rombongan masuk ke dalam sekolah Galantic."


"Hei lihat itu, dia kembali lagi." (Gosip para siswa)


"Apa karena dia orang penting dia tidak perlu datang ke sekolah?." (Gosip pada siswa)


"Ternyata Rumor itu benar!." (Gosip para siswa)


Landi : "Ada apa dengan sekolah ini?!, Mereka membicarakan sesuatu yang tidak perlu."


Landi : "Bukannya sebuah sekolah di tujukan untuk murid berfokus pada dirinya masing-masing?."


Xa'an : "Itu sudah wajar Landi, Karena kita telah meninggal kan sekolah dalam cukup lama, Mereka pasti mengira kita telah melakukan hal lain di luar sekolah."


"Hei kau adik kelas, Berhenti!." (Seorang siswa datang menghadang rombongan Xa'an)


"Hei itu Kolkov!, Siswa tahun ketiga yang katanya kekuatan dia hampir setara dengan murid Sylfia!."


"Jadi dia murid kedua yang terkuat dong?!."


Xa'an : "....." (Menatap dengan dingin)


Kolkov : "Kau ini, Telah bolos berapa kali di sekolah Galantic?!, Kau kira sekolah ini tempat liburan mu?!."


Xa'an : "Minggir lah, Kami tak punya urusan denganmu." (Berjalan menghiraukan Kolkov)


Kolkov : "Ehh?!." (Terkejut)


"Rombongan Xa'an menghiraukan keberadaan Kolkov."


Kolkov : "Hei lihat itu!, Dia sampai ketakutan karena berhadapan dengan ku!, Apa memang cuman begini ketua dari klub pelindung sekolah?!, Hahahaha!."


"Hahahaha!."


Landi : "Cih!, Dia pandai mencari perhatian!."


Xa'an : "Jangan pedulikan dia Landi, Tujuan kita adalah bertemu dengan Jullian, Batu Kerikil memang seperti itu, Mereka ada banyak, Namun mereka semua dapat di lewati dengan mudah, Tenang saja..."


Landi : "Kata-kata mu sungguh sangat kuat yah...!."


"Tak lama kemudian di ruang kepala sekolah Jullian."


"Yang di dalam ruang kepala sekolah hanyalah Jullian, Xa'an dan Lycia, Landi dan Mora berjaga di pintu luar."


Jullian : "Lama tidak bertemu Tuan Pangeran Xa'an!." (Membungkuk)


Xa'an : "Lama tidak bertemu Jullian, Sudahlah jangan membungkuk lagi seperti itu, Kita telah lama kenal kan."

__ADS_1


Jullian : "Baiklah Tuan Pangeran Xa'an." (Membungkuk lagi)


Xa'an : "Eeeh, Terserah lah..."


Jullian : "Jadi Tuan Pangeran, Bagaimana situasi nya?."


Xa'an : "Aku berhasil mengalahkan Sang TerJenius, Adya Trimarga, Sekarang dia sedang menuju ke arah Benua Barat bersama dengan Zhanif untuk mencari Sang TerMahir, Ralif Brenhill."


Jullian : "Ohh!!, Begitu yah!!, Sungguh hebat Tuan Pangeran Xa'an!, Anda dapat mengalahkan sang TerJenius secepat ini!."


Xa'an : "Iyah, Namun itu semua hanyalah keberuntungan Jullian."


Xa'an : "Kemenangan ku hanyalah sebuah kebetulan, Aku saja terkejut dengan semua itu, Kupikir aku akan kalah dengan dia di saat pedangku hancur."


Jullian : "Hmm?." (Serius)


Jullian : "Mohon coba ceritakan lebih rinci kepada saya Tuan Pangeran." (Mendengar dengan serius)


Xa'an : "Jadi...."


Xa'an : "Saat kekuatan ku mulai meluap tak terkendali, Sosok orang yang bernama Alkri datang menolong ku, Dan juga saat bertarung dengan Adya, Dia juga membantuku untuk membangkitkan Airin."


Xa'an : "Sebenarnya, Siapa sosok Alkri ini Jullian, Apa kau tau?."


Jullian : "Alkri?!, Anda menyebut nama dia kan?!."


Xa'an : "Iyah, Itu nama dia, Apa kau tau sesuatu Jullian?."


Jullian : "Anda mungkin akan terkejut Tuan Pangeran, Karena sosok orang bernama Alkri ini bukanlah orang biasa."


Xa'an : "Hmmm...."


Jullian : "Dia adalah mantan wakil raja iblis, Sekaligus tangan kanan Raja Iblis Lugh!."


Xa'an : "....?!!." (Terkejut)


Lycia : "Al-alkri?!."


Xa'an : "Tunggu dulu!, Lugh?, Siapa dia?."


Jullian : "Dia adalah Raja Iblis sebelum Va'an Astansia."


Xa'an : "A-apa?!."


Lycia : "Lugh adalah Raja iblis yang dikalahkan oleh Mantan Pahlawan Va'an Astansia dulu, Dia telah mati karena di bunuh oleh Va'an itu kan, Jullian."


Jullian : "Itu benar Nona Lycia."


Xa'an : "Begitu yah...."


Xa'an : (suara dalam hati) "Yah tidak bisa dipungkiri, Tugas seorang Pahlawan memanglah untuk mengalahkan Raja Iblis kan, Tapi...."


Xa'an : (suara dalam hati) "Ada yang aneh disini, Kenapa wakil sekaligus tangan kanan Raja iblis masih hidup?, Bukannya tugas seorang Pahlawan harus menghilangkan semua etintas iblis yang berbahaya?."


Xa'an : (suara dalam hati) "Ini semakin rumit!, Apalagi Alkri sekarang telah menjadi Saudara jauh ku juga, Karena dia di jadikan anak angkat oleh Kakek."


Xa'an : (suara dalam hati) "Sialan...!, Ini semakin membingungkan!."


Lycia : "Hmm..." (Melihat ke arah Xa'an)


Lycia : "Jadi Pak Kepala Sekolah Jullian, Apa ada sesuatu yang ingin anda sampaikan?."


Jullian : "Oh benar juga, Aku baru ingat sesuatu Tuan Pangeran Xa'an."


Xa'an : "Iyah, Apa itu?."


Jullian : "Sepertinya para murid disini telah mengalami kesalah pahaman tentang anda."


Xa'an : "Seperti meragukan Misi kami?."


Jullian : "J-jadi anda sudah tau yah Tuan, Sungguh hebat."


Xa'an : "Semua itu sudah nampak jelas dari sorotan mata para murid lainnya, Sorotan mata itu seperti rasa ke irian."


"Bukannya terlalu berlebih-lebihan membiarkan anak Raja itu berkeliaran di luar sekolah dan tidak belajar di sekolah terbesar ini?."


"Apa karena dia anak Raja dia dapat melakukan apapun?."


"Dia kira sekolah ini taman bermain yang dapat dia masuk dan keluar secara mudah?."


"Sialan, Kenapa ketua OSIS kita juga menjadi pasangan nya, Ini malah semakin aneh."


Xa'an : "Itu terlihat sekali saat kami menuju kesini Jullian."


Jullian : "Iyah Tuan, Bahkan Dasai pun sulit untuk menutupi tentang Rumor ini, Seperti ada seorang murid yang melakukan nya secara sengaja."


Jullian : "Jadi Tuan Pangeran, Saya mempunyai permohonan kepada anda, Tolong selesai kan permasalahan ini, Dan perbaiki kesalah pahaman nya."


Xa'an : "Hmmm..."


Xa'an : (suara dalam hati) "Zhanif dan Adya sekarang sedang menuju ke arah Benua Barat, Dan itu memakan cukup banyak waktu untuk kesana, Mungkin masih ada waktu untuk menangani semua ini."


Xa'an : "Baiklah Jullian, Aku akan menerima permohonan mu itu."


Jullian : "Terimakasih banyak, Tuan Pangeran Xa'an." (Menunduk)


Xa'an : "Iyah, Aku akan pergi terlebih dahulu, Terimakasih atas semua informasi nya Jullian." (Berdiri)


Lycia : "....." (Berdiri)


Jullian : "Itu adalah kewajiban saya Tuan Pangeran Xa'an." (Berdiri)


Xa'an : "Iyah..." (Mengangguk)


"Xa'an dan Lycia pun keluar dari ruangan itu."


Jullian : "Semoga beruntung, Tuan Pangeran Xa'an...."


Xa'an : "Ayo Landi, Mora."


Landi : "Iyah."


Mora : "Hum..." (Mengangguk)


Xa'an : "Kita akan kembali ke Ruang klub pelindung sekolah!."


SELESAI...........!


"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."


"Menuntas habis!."

__ADS_1


"Di tunggu yah!."


__ADS_2