
*CHAPTER* 40
Judul : Pahlawan Sebelumnya
Tempat Ruang Perawatan
Lycia : "Baiklah An Kun aku akan pergi bersama ayah dan ibu untuk menyiapkan semua ini...."
Airin : "Papa.... Aku akan ikut dengan mama..!"
Xa'an : "Iyah Sampai Jumpa Cia Airin"
Lycia : "Iyah Ayo Airin....." (Berjalan Keluar)
Airin : "Baik Mama...."
Elena : "Kakak..... Aku akan Pergi bersama Papa dan Mama..."
Xa'an : "Iyah.... Elena.... Sampai Jumpa yah...."
Elena : "Iyah Kakak juga Jaga kesehatan nya...." (Sambil Pergi)
Xa'an : "Iyah..... Elena"
Elgar dan Marine : "Dah Nak Xa'an... Kami akan mempersiapkan semua..!" (Pergi dan merasa senang)
Theo dan Zifa : "Kamu tunggu yah An Kun..!" (Pergi dan Merasa Senang)
Xa'an : "Astaga.... Apa yang dipikirkan oleh ke empat orang itu....." (Maksudnya adalah Theo Zifa Elgar dan Marine)
Xa'an : "Aku baru saja pulih loh.... Dan malah mau Membuat Acara Pertunangan Haaaaah....." (Menghela Nafas)
Rafel : "Tok..tok... Tuan Xa'an Kami datang..." (Membuka pintu)
Asriel : "Xa'an bagaimana kabarmu...."
Xa'an : "Oh Kalian.....!"
Xa'an : "Aku baik Bagaimana dengan Kalian?"
Rafel : "Aku Baik² saja Tuan..."
Asriel : "Iyah..." (Mengangguk)
Xa'an : "Syukurlah...... Eh..? Dasai dimana dia?"
Rafel : "Dia sedang Melakukan Pekerjaannya"
Xa'an : "Pekerjaan?"
Asriel : "Iyah dia Sedang Menutupi informasi tentang mu yang Seorang Pahlawan Xa'an"
Xa'an : "Si dasai...?" (Bingung)
Rafel : "Dia disuruh oleh Kepala Sekolah Untuk meyakinkan Sekali lagi kepada siswa siswi lain dengan cara menyebarkan berita palsu tentangmu..."
Asriel : "Di saat Kamu mengeluarkan Tekanan Disana semua orang Kaget dan Ada yang jatuh pingsan, Jadi orang² tidak tau apa yang terjadi"
Xa'an : "Jadi Si Jullian dia Membantuku yah..."
Rafel : "Iyah Tuan, Dengan Dibantu Oleh Sihir ilusi dari Kepala Sekolah Para Murid sekarang Tidak ada yang tau mengenai mu..."
Asriel : "Tapi Kami Bertiga Tidak Di beri oleh kepala sekolah Sihir ilusi karena dikira kami sudah dekat denganmu Xa'an"
Xa'an : "Jadi..... Ini semua berkat Jullian Dan Dasai yah.... Aku harus Berterimakasih kepada mereka"
Xa'an : "Dan Juga aku harus berterimakasih kepada kalian berdua karena telah Menolong ku di saat aku tidak bisa mengendalikan diri"
Rafel : "Tidak Perlu Tuan..! Itu sudah menjadi Tugas kami!"
__ADS_1
Asriel : "Benar yang di katakan oleh Rafel"
Xa'an : "Baiklah..... Di saat Acara Pertunangan ku nanti akan Ku beri kalian Hadiah yang Setimpal, Tak lupa juga buat Dasai dan Jullian"
Rafel : "Baiklah Tuan Xa'an...."
Asriel : "Jika itu Maumu....."
Rafel dan Asriel : "Eh....?!" (Menyadari kata² Acara Pertunangan)
Rafel : "Acara...?!"
Asriel : "Pertunangan...?!"
Xa'an : "Iyaaaah...... Aku akan mengundang kalian Untuk datang di Acara Pertunangan ku bersama dengan Cia, aku tidak tau kapan tapi kemungkinan Besok acara nya...." (Lesuh)
Xa'an : (suara dalam hati) "Mengingat Elgar dan Marine Ingin Cepat² membuat Acara ini karena mereka juga harus kembali ke Negri Elf..."
Rafel : "Tidak Kusangka......"
Asriel : "Ap-apa kami boleh Ikut...?!"
Xa'an : "Iyah Tentu Saja...."
Rafel dan Asriel : "Uwaaah....!"
Rafel : "Kue Pertunangan....." (Tergiur oleh Kue lezat)
Asriel : "Pasti disana ada kenalan Xa'an yang Kuat...!" (Tergiur karena Ada orang² kuat)
Xa'an : "Eek......." (Muka datar)
"Tok...tok..tok" (suara pintu diketok)
Xa'an : "Hmm....? Iyah Masuklah"
Jullian : "Halo Pangeran Xa'an Sepertinya Kamu Sudah Membaik...." (Senyum)
Rafel : "Selamat Sore Pak Kepala Sekolah" (siap)
Asriel : "........" (Siap)
Jullian : "Oh kalian Teman² Xa'an yah.... Apa aku boleh Berbicara dengan Xa'an berdua saja..?"
Rafel : "Itu Tidak Masalah Pak... Ayo Asriel kita pergi" (bergegas Pergi)
Asriel : "Xa'an Kami pergi dulu" (pergi)
Xa'an : "Iyah...."
"Ckieeet" (suara pintu di tutup)
Xa'an : "Jadi Ada apa Jullian?"
Jullian : "Pangeran... Aku Selalu Kepikiran di saat kamu Mengeluarkan Teknik Penarikan Pedang itu, Teknik itu seperti tak asing bagiku."
Xa'an : "Hmm...?" (Kaget)
Xa'an : (suara dalam hati) "Teknik Penarikan Pedang ku Hanya Bisa dipakai oleh ku, Aku Mempunyai Teknik Ini Sedari Dulu di saat Aku Menjadi Raja di dunia sebelumnya, Tapi Mengapa Jullian Seperti Mengenalinya?" (Berfikir)
Xa'an : "Itu Mungkin Adalah Teknik yang sama seperti punyaku tetapi berbeda Gerakan"
Jullian : "Hmm...?"
Xa'an : "Karena Teknik Penarikan Pedang ku ini Cuma Bisa di pakai Olehku karena Aku seorang Pahlawan"
Xa'an : (suara dalam hati) "Aku beralasan Seperti itu supaya Tidak ketahuan kalau aku seorang Reinkarnasi dari dunia lain"
Jullian : "Jadi Begitu yah...... Soalnya Dulu aku Pernah bertemu dengan Seorang Pahlawan Sebelum Kamu Pangeran"
__ADS_1
Xa'an : "Pahlawan Sebelum ku?"
Jullian : "Iyah.... Dulu Aku pernah melihat Teknik yang Seperti punyamu tetapi berbeda Jurus saja.."
Xa'an : "Hmmm......" (Berfikir keras)
Xa'an : "Bagaimana dia Sekarang Jullian?"
Jullian : "Dia Sudah Meninggal Ribuan tahun yang lalu"
Informasi : "Jika Seseorang Mendapatkan Gelar Menjadi Pahlawan Dia Akan Mendapatkan Umur yang Panjang Juga"
Xa'an : "Ribuan Tahun yang Lalu..?!" (Kaget)
Xa'an : "Jadi Kamu Jullian?"
Jullian : "Hehe Iyah Benar Pangeran, Aku sudah hidup selama itu, Dan maaf telah Memberitahukan mu sekarang"
Xa'an : "Tidak apa-apa"
Jullian : "Tapi Pangeran..."
Xa'an : "Hmm..?"
Jullian : "Dari Informasi² yang ku dapat, Pahlawan Yang dulu Akhir² ini Dia Sudah Di bangkitkan Kembali" (serius)
Xa'an : "Uhk.....?!" (Kaget)
Jullian : "Sekarang Memang Tidak ada kabar tentang Pahlawan yang dulu itu tapi, Perkembangan Pembelot seperti Mata Warna Ungu Juga semakin Banyak Akhir² ini"
Jullian : "Kemungkinan Besar Pahlawan itu Telah Menjadi Pembelot dan masuk di Bangsa Iblis..."
Xa'an : "Hmm.... Sepertinya Aku harus menjadi lebih kuat dan Berhati-hati Lagi"
Jullian : "Itu sudah Pasti"
Xa'an : "Jullian Aku ingin Kamu Untuk Mendapatkan Informasi² Tentang Pahlawan Sebelum ku dan juga Berhati-hati Lah, Karena Kamulah Orang terkuat Yang berada disini"
Jullian : "Serahkan Saja semua padaku Pangeran Xa'an" (membungkuk)
Xa'an : "Terimakasih Jullian....."
"Tak Lama Kemudian Jullian Pun Pergi"
Xa'an : "Tak Disangka, Apa yang dipikirkan oleh Pahlawan Sebelum ku itu, Sampai² masuk di Bangsa Iblis"
Xa'an : "Hmm... Jika Dibiarkan Saja Kelak Pasti akan Menjadi Bencana Untuk Dunia ini...."
Xa'an : "Aaaaaaaakkhh....... Aku juga nanti ada acara Pertunangan dengan Cia....." (Mulet)
Xa'an : "Aku Harus Cepat² Berganti Baju dan Pergi dari sini untuk Membantu Mereka Menyiapkan Semuanya" (beranjak dari tempat tidur)
Xa'an : "Sreeet..." (Memakai Jubah Baju Celana)
Xa'an : "Oh Iyah....!" (Mengingat)
Xa'an : "Aku akan Mencoba Mana Pemberian dari Cewe Penuntun Itu" (maksudny adalah Selefia)
Xa'an : "Fokus Berganti Mana.... Pilih Mana Milik Selefia Kemudian.... Ugh..!" (Kaget)
Xa'an : "Mana ini.... Sungguh Mana yang Besar... Pantas aku Tidak Bisa Mengendalikan diri..."
Xa'an : "Untuk Sementara aku akan Memakai Mana selefia untuk Menyimpan Manaku sebanyak-banyaknya" (sambil Berjalan Keluar)
"Ckieeeet" (membuka pintu)
Xa'an : "Naah..... Kejadian Dunia apalagi yang akan Menunggu ku Nanti.....?"
Xa'an : "Tentu Saja Aku Juga akan Melindungi Semua orang yang Ku sayangi..!"
__ADS_1
SELESAI........