The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Impian Putri Kecil


__ADS_3

*CHAPTER* 80 Season 02


Judul : Impian Putri Kecil


Tempat : Istana Algresia


Rafel dan Dasai : "Emm......" (Terdiam)


Sylfia : "......." (Berfokus membaca pikiran orang tua Xa'an)


Zifa : (Isi pikiran Zifa) "Ternyata An Kun memiliki banyak sekali teman yah......"


Elena : (Isi pikiran Elena) "Ingin makan bingkisan tadi....."


Sylfia : "Ek-eee....." (Hehe)


Sylfia : "Hmm....?" (Melihat ke arah Theo)


Theo : (Isi pikiran Theo) ".............." (Kosong)


Sylfia : "??." (Bingung)


Dasai : "Se-sebenarnya Raja Theo."


Sylfia : "......" (Menoleh ke Dasai)


Dasai : "Ka-kami ingin......" (Gugup)


Sylfia : "Cepat katakanlah bodoh!." (Suara samar-samar)


Dasai : (suara dalam hati) "Sulit!, Ini sangat sulit untuk memintanya secara langsung!."


Rafel : "Kami ingin Uang mu Tuan!." (Jujur)


Dasai dan Sylfia : "Hah...?!!" (Terkejut)


Theo : "Hmm...?." (Bingung)


Dasai : "Ti-tidak Tuan Raha Theo!, Maksud Rafel adalah, Tolong kirim surat kepada Xa'an cepat-cepat kesana untuk menciptakan sebuah alat yang pastinya akan sangat berguna nantinya!."


Dasai : "Saya ingin Xa'an kesini untuk membantu kami menyempurnakan Alat kami!."


Theo : "Hoo, Alat seperti apa itu?."


Dasai : "Permisi Tuan Raja Theo." (Memberikan satu alat nya)


Theo : "Apa ini?." (Mengambil alatnya)


Dasai : "Itu adalah alat komunikasi jarak jauh, jadi cara kerja alat ini adalah...." (Sambil menyalakan alatnya)


Dasai : "Seperti ini Tuan Raja Theo."


"Aga Delay...."


"Seperti ini Tuan Raja Theo." (Suara muncul dari Alat satunya)


Theo : "Ohh....?!." (Kaget)


Dasai : "Yah, tapi seperti yang anda tau Tuan Raja, Alat itu aga delay atau bisa di bilang aga lama untuk mengeluarkan suara, dan juga alat itu agak besar untuk di bawa kemana-mana."


Dasai : "Jadi Tuan Raja, Ku mohon!, Kirim surat secepatnya ke Xa'an!." (Membungkuk)


Theo : "Hmm....." (Menoleh Ke Zifa)


Zifa : "......" (Mengangguk)


Rafel dan Dasai : ".........!." (Deg deg an)


Theo : "Baiklah.... Aku akan kirimkan suratnya."


Rafel dan Dasai : "Waaaahh...?!!" (Senang)


Theo : "Tapi aku tidak bisa menjamin jika dia akan datang kesini yah, karena kalian juga tau sendiri, jika dia sekarang berada di negri timur untuk apa kan?."


Dasai : "Tentu Tuan Raja Theo!, Itu tidak masalah!."


Theo : "Baiklah, aku akan memesankan suratnya." (Sambil menyuruh Pelayan Pria untuk datang)


Theo : "Hmm Iyah, Pilih yang paling cepat, Iyah, Baiklah terimakasih...." (Berbicara dengan Pelayan Pria)


Pelayan Pria : "Segera Tuan....." (Membungkuk)


Theo : "Surat itu akan sampai kesana dalam 1 jam, kalian tunggulah disini."


Dasai : "Baiklah Tuan Raja Theo!, Terimakasih Banyak atas perhatiannya!." (Membungkuk)


Theo : "Iyah."


Zifa : "Lagi pula kami sudah lama tidak bertemu dengan nya, jadi kami sepertinya aga merindukan anak itu."


Zifa : "Dan tak kusangka jika waktu sudah berlalu dengan cepat...." (Senyum)


Rafel dan Dasai : "........?!." (Terpesona dengan Pesona Zifa)


Sylfia : "Hmmm...." (Melihat ke arah Rafel dan Dasai dengan ekspresi tak percaya)


"2 Jam Telah Berlalu."


Dasai : "Apa kau bisa melakukan atraksi dengan Sihirmu?."


Rafel : "Iyah aku bisa, kata Tuan Xa'an, jika melakukan sesuatu seperti trik, itu akan membuatkan ku menjadi semakin mahir untuk mengontrol sihir."


Dasai : "Begitu yah."


Elena : "Kak Sylfia, apa kamu mau makan ini?."


Sylfia : "Tentu aku mau..."


Elena : "Aaaaa......" (Menyuapi Sylfia)


Sylfia : "Emmm.....!" (Mengunyah makanan nya)


Dasai dan Rafel : "Eeeeeeee....." (Melihat ke arah Sylfia dengan ekspresi Wajah tak percaya)


Dasai : "Lihat dia, sejak kapan dia berubah sangat drastis seperti itu?!." (Melihat ke arah Sylfia)


Rafel : "Iyah, aku juga terkejut."


Theo : "Anak anak, Sepertinya Xa'an tidak akan datang." (Datang bersama Zifa)


Zifa : "Iyah, ini sudah 2 jam, dan dia masih belum datang kesini."


Zifa : "Sebentar lagi sudah mau 3 jam juga."


Zifa : "Maafkan kami yah jika tidak bisa mendatangkan anak itu."


Dasai : "Tak masalah Tuan Theo, dan Nyonya Zifa!." (Berdiri tegak lalu membungkuk)


Rafel : ".....!." (Berdiri tegak lalu membungkuk)


Theo : "Maafkan kami yah...."


"Memangnya untuk apa kalian harus meminta maaf?." (Suara yang sepertinya di kenal oleh semua orang)


Dasai : ".....?!!!!." (Terkejut setengah mati)


Rafel : "Tu-....?!!!" (Terkejut sampai tak bisa berkata-kata)


Sylfia : ".....?!!!." (Kaget)


Elena : "Ka-kakak..?!!." (Kaget)


Theo dan Zifa : "An Kun....??!!!." (Terkejut)


Xa'an : "Halo, Semuanya......" (Tersenyum)


Elena : "Kakak...!!!." (Lari ke arah Xa'an)


"Beg...!." (Elena memeluk erat Xa'an)


Xa'an : "Elena....!." (Membalas pelukan Elena)


Elena : "Tak kusangka jika akan kembali!."


Xa'an : "Iyah aku kembali Elena....." (Mengelus kepala Elena)


Elena : "Hehe....." (Merasa senang)


Zifa : "An Kun...!." (Memeluk Xa'an)


Xa'an : "Ibunda, pelukan mu sangat erat!."


Zifa : "Ibu sangat mengkhawatirkan mu nak!." (Terharu)


Xa'an : "Aku sekarang sudah besar Bu, jangan khawatir kan aku lagi...." (Senyum)


Theo : "Itu benar, An Kun sekarang sudah besar, jadi kita tak perlu mengkhawatirkannya lagi." (Mendekat ke arah mereka semua)


Xa'an : "Ayahanda...." (Senyum)


Theo : "Hmmm...." (Senyum)


Zifa : "Ta-tapi....."


Xa'an : "Ibunda, aku tau perasaan mu, jangan Khawatir tentang diriku lagi, sekarang aku sudah menjadi sangat kuat untuk melindungi diriku sendiri serta teman-teman ku juga."


Zifa : "An Kun....!."


Theo : "Apakah itu benar?, Jika itu benar mari kita duel An Kun!."


Elena : "Kebiasaan Papa mulai kembali dah...."


Zifa : "An Kun baru pulang!, Jangan melakukan hal yang aneh-aneh!." (Memarahi Theo)


Theo : "Ba-baiklah!."


"Suasana harmonis Keluarga Algreasia."


Rafel dan Dasai : "Hahaha......"


Sylfia : "........."


Xa'an : "Hmm?, Kalian bertiga?." (Menghadap ke arah Rafel, Dasai, dan Sylfia)

__ADS_1


Rafel : "Tuan Xa'an...!!!." (Membungkuk)


Dasai : "Yo Xa'an!, Sudah lama sekali yah!."


Sylfia : "......" (Mengangguk)


Xa'an : "Rafel, Dasai, dan Sylfia..."


Dasai : "Yah, untung saja kau mengingat nama kami."


Xa'an : "Tentu saja aku ingat, kalian adalah Anggota dari Klub Pelindung Sekolah." (Mendekat ke arah mereka bertiga)


Xa'an : "Jadi, kenapa kalian mencariku?, Katanya ada sesuatu yang penting akan kalian tunjukkan kepadaku."


Dasai : "Oh yah!, Ini...!." (Memberikan alat nya kepada Xa'an)


Xa'an : "Apa ini?."


Dasai : "Akan ku perlihatkan kepadamu...." (Menyalakan Alatnya)


Dasai : "Seperti ini."


"Seperti ini." (Suara Dasai keluar dari alat)


Xa'an : "....?!." (Kaget)


Xa'an : "Ini, alat komunikasi?."


Dasai : "Tepat sekali!."


Xa'an : "Seberapa jauh alat ini bisa mendeteksi suara kita?."


Dasai : "Hmmm, mungkin sekitar 2KM, Karena alat itu masih ku beri dengan sihirku saja, mungkin karena itulah jaraknya cuma 2KM."


Xa'an : "Hmmm, kalau begitu...." (Memberikan sebagian Mananya ke dalam kedua alatnya)


Dasai : "Xa-xa'an?." (Bingung)


Xa'an : "Dan sekarang......." (Mempersiapkan sihir angin ke badan nya)


Xa'an : "Saat hitungan ke 10 Detik, tolong panggil aku yah Dasai."


"Wuueeeshhh!!!." (Xa'an pergi dengan cepat)


Dasai : "A-apa...?!!." (Kaget)


Dasai : "Hmmm......"


1


2


3


4


5


6


7


8


9


10


Sylfia : "Sudah ke hitungan 10 detik, cepat panggil dia."


Dasai : "Baiklah, Gluk...."


Dasai : "Ha-halo Xa'an.....!."


"Delay........"


Dasai : "Hmm....." (Gugup)


Xa'an : "Halo Dasai!."


Dasai : "Ber- berhasil!." (Terkejut)


Dasai : "Ka-kau sekarang berada dimana?."


"......"


Xa'an : "Aku sekarang sudah berada dalam jarak sekitar 50KM dari Istana Algresia."


Dasai : "5-50KM...?!!!." (Terkejut)


Sylfia : "...??!!." (Kaget)


Rafel : "Keren....!!!." (Kagum)


Xa'an : "Iyah."


Dasai : "Sekarang kembali lah Xa'an."


Xa'an : "Baiklah...."


Dasai : "Kenapa kau bisa sangat jauh sekali?!."


Xa'an : "Sebenarnya aku ingin lebih jauh lagi, tapi aku takut kalau suara nya tidak akan sampai."


Dasai : "Itu sudah sangat jauh woi!."


Xa'an : "Hahaha....."


Xa'an : "Tapi, alat ini sangat bagus Dasai, tak Kusangka jika kau akan membuat alat yang seperti ini!."


Dasai : "Iyah!, Apakah kau tau bagaimana alat ini supaya bisa di pakai dimana saja dan sangat gampang untuk dipakai?."


Xa'an : "Aku sudah menunggu pertanyaan itu, Tentu saja aku tau bagaimana cara untuk merubah alat ini menjadi lebih nyaman untuk dipakai!."


Dasai : "Sudah kuduga kau akan tau Xa'an!!."


Xa'an : "Iyah....."


Xa'an : (suara dalam hati) "Tak Kusangka jika Dasai akan membuat alat seperti ini, akan kutunjukkan bagaimana cara menyempurnakan alat ini Dasai...." (Senyum)


Xa'an : "Aku akan membeli beberapa bahan-bahan dan alat nya, apa kau mau ikut?."


Rafel : "Hmm?!!." (Kaget)


Dasai : "A-aku mau iku-." (Ucapan Terpotong)


Rafel : "Dasai......" (Memegang pundak Dasai)


Rafel : "Ingat apa yang sudah kau lakukan tadi...." (Mengingat kan Dasai)


Dasai : "A-apa...?, Ughh...?!!." (Terkejut karena baru ingat)


Dasai : "Xa-xa'an, sepertinya kau harus pergi bersama Sylfia saja!." (Terpaksa)


Sylfia : "A-apa...?!." (Kaget)


Xa'an : "Hmm?." (Bingung)


Dasai : "A-aku ingin mencari tau tentang Alatku lagi, bagaimana U-untuk memberikan sihirku menjadi se-semakin bagus!." (Mencari alasan)


Xa'an : "Baiklah jika itu Maumu...."


Xa'an : "Bagaimana denganmu Rafel?."


Rafel : "Saya ingin berada disini untuk menemani Tuan Dasai, Tuan Xa'an..." (Membungkuk)


Xa'an : "Begitu yah....."


Xa'an : "Kalau kamu Elena?."


Elena : "Eh?."


Elena : (suara dalam hati) "Jalan-jalan dengan Kakak...?!." (Merasa senang)


Elena : (suara dalam hati) "Tidak-tidak!, Ini kesempatan yang bagus!." (Geleng-geleng)


Xa'an : "Hmmm?."


Elena : "Ka-kakak pergi saja bersama Kak Sylfia, A-aku ingin memakan beberapa bingkisan dari Kak Dasai dan yang lainnya." (Terpaksa)


Xa'an : "Tumben....."


Xa'an : "Apa kamu yakin Elena?."


Elena : "Eemmmmmmmm!!." (Menahan kemauan nya)


Elena : "Ti-tidak!, Aku yakin Kakak!."


Xa'an : "Hmmm....." (Senyum)


Xa'an : "Sekarang kamu sudah makin besar yah." (Mengelus Kepala Elena)


Elena : (suara dalam hati) "Duh..... Jangan mengelus ku seperti ini kakak!, Aku jadi ingin ikut!."


Xa'an : "Ayo Sylfia, Kita Berangkat." (Mendekat ke arah Sylfia)


Sylfia : "I-iyah...." (Mengangguk)


Theo : "Daah....!."


Zifa : "Hati hati di jalan An Kun!."


Xa'an : "Iyah...." (Pergi keluar bersama Sylfia)


Sylfia : "........" (Berjalan bersama Xa'an)


Dasai : "Ilmu ku....!."


Rafel : "Cup cup...."


Elena : "Ka-kakak....!."


"Xa'an dan Sylfia pun mulai berjalan keluar istana ke arah Pasar."

__ADS_1


Xa'an : "......" (Sedang berada di luar istana bersama sylfia)


Sylfia : "......."


Xa'an : "Sekarang kita akan menuju Pasar Sylfia."


Sylfia : "I-iyah...." (Mengangguk)


"Xa'an dan Sylfia pun berjalan menuju pasar."


Sylfia : "Waaah....." (Terpukau)


Xa'an : "Hmm..?." (Melihat ke arah Sylfia)


Xa'an : "Ini pertama kalimu yah datang kesini?."


Sylfia : "Iyah."


Xa'an : "...?!." (Kaget)


Xa'an : "Ayo kita beli beberapa peralatan nya dulu."


Sylfia : "Baik...."


"Xa'an dan Sylfia menuju ke toko alat-alat serba ada."


Sylfia : "Waaah...." (Melihat ke arah barang-barang Antik)


Xa'an : "Ini Paman...." (Memberikan 5 Koin Perak)


Paman penjual : "Baik!, Terimakasih Tuan Pangeran Xa'an!." (Membungkuk)


"Klinting...!." (Suara bel pintu)


Xa'an : "Sekarang semuanya sudah di beli."


Xa'an : "Oh yah Sylfia, apa kamu kesini sudah makan?."


Sylfia : "Eh?, Aku sudah memakan beberapa makanan tadi."


Xa'an : "Begitu yah, kalau begitu kita akan mencari makan dulu bagaimana?."


Sylfia : "Ta-tapi aku sudah kenyang."


Xa'an : "Kalau begitu, Temani aku makan saja, aku kesini tadi masih belum makan soalnya haha."


Sylfia : "Eh?, Ba-baiklah...." (Mengangguk)


Xa'an : "Ayo, akan ku tunjukkan tempat makanan enak di Algresia, Pemandangan nya pun juga cukup bagus."


Sylfia : "Be-benarkah?."


Xa'an : "Iyah, ayo...."


Sylfia : "Hmm!." (Mengangguk)


Xa'an : "........" (Senyum)


"Tak lama kemudian Xa'an dan Sylfia pun telah sampai di Tempat makan samping Taman yang berada di Algresia."


Sylfia : "Sangat indah.....!." (Terpesona dengan pemandangan)


Xa'an : "Bagaimana...?, Apa kamu menyukai nya?."


Sylfia : "Iyah!, Aku sangat menyukai nya, ini pertama kalinya bagiku jalan-jalan setelah berada di dalam rumah."


Xa'an : "........" (Melihat ke arah Sylfia)


Sylfia : "Waaah....." (Melihat Taman)


Xa'an : (suara dalam hati) "Seorang gadis yang masih kecil yang tak pernah merasakan sebuah keindahan yah...."


Xa'an : (suara dalam hati) "Baiklah, aku akan memberikan mu pengalaman terbaik bagaimana itu keindahan Sylfia." (Senyum)


Xa'an : "Lihat, makanan kita sudah sampai."


Sylfia : "Hmm?, Waaah?!, Boneka?, Ini sangat lucu!."


"Sebuah 2 Boneka sedang berjalan ke arah meja Xa'an dan Sylfia dengan membawa makanan."


Xa'an : "Itulah uniknya Tempat ini, mereka menghidangkan makanan dengan cara seperti ini."


"Plug plug...!." (Kedua piring di taruh di meja)


"Set..." (Kedua boneka itu membungkuk)


Sylfia : "Lihat Boneka-boneka itu membungkuk!."


Xa'an : "Lucu kan....?." (Senyum)


Sylfia : "Iyah!." (Tersenyum)


Xa'an : "Iyah kan, Ahk...?!." (Melihat ke arah Sylfia)


Sylfia : "Lucu sekali....." (Sylfia pun tersenyum dan angin mulai menghembus rambut nya)


Xa'an : "...?!." (Terpesona melihat ke arah Sylfia)


Xa'an : (suara dalam hati) "Tak Kusangka jika Sylfia mempunyai sifat yang seperti ini....." (Diam mematung)


Sylfia : "E-eee.....Xa'an?."


Xa'an : "...?!." (Kaget)


Xa'an : "A-ayo cepat makanlah Sylfia, setelah ini aku akan menunjukkan mu sesuatu yang lebih dari ini." (Senyum)


Sylfia : "Ba-baiklah...."


"Tak lama kemudian, Hari mulai malam, Xa'an dan Sylfia sedang berjalan."


Xa'an : "Apa makanan tadi enak?."


Sylfia : "Iyah, tidak hanya makanan nya saja yang enak, pemandangan disana sangat indah juga."


Xa'an : "Ngomong-ngomong tentang pemandangan, aku akan menunjukkan mu sesuatu yang sangat indah juga."


Sylfia : "Benarkah?!, Ada dimana itu?."


Xa'an : "Disini....." (Berhenti)


Sylfia : "Eh?, Disini?." (Berhenti)


Sylfia : "Hanya pemandangan kota malam saja."


Xa'an : "Maaf Sylfia...." (Menarik tangan nya Sylfia supaya bisa dekat dengan Xa'an)


Sylfia : "E-eeeh...?!!." (Kaget)


Xa'an : "Berpeganglah dan kumohon untuk tutup matamu sebentar...." (Menyiapkan sihir angin nya)


Sylfia : "I-iyah..." (Malu, lalu menutup matanya)


"Xa'an dan Sylfia perlahan naik ke atas langit."


Sylfia : "Hmmmmm....." (Masih menutup matanya)


Xa'an : "Sudah sampai, sekarang bukalah matamu Sylfia."


Sylfia : "Hmm...." (Perlahan membuka matanya)


Sylfia : ".....?!!!." (Terkejut)


"Angin mulai berhembus ke Xa'an dan Sylfia yang sedang berada di atas kota Algresia, Dan melihat Pemandangan yang sangat indah serta lampu-lampu khas Wilayah Algresia yang sangat Cantik dan Indah di malam hari."


Xa'an : "Bagaimana Sylfia....?."


Sylfia : "........." (Mengeluarkan air matanya)


Xa'an : "Syl-sylfia?!." (Kaget)


Sylfia : "Pemandangan ini sangat indah!, Ini pertama kalinya bagiku untuk melihat sesuatu yang seperti ini!."


Sylfia : "Ini semua adalah impian ku sejak kecil!."


Sylfia : "Terimakasih!, Terimakasih banyak Xa'an!." (Memeluk Xa'an)


Xa'an : "...?!!." (Terkejut)


Xa'an : "Iyah, Sama-sama Sylfia...." (Senyum)


Sylfia : "Hiks hiks!." (Menangis)


Xa'an : "Hmmmm......"


SELESAI........... (Harusnya)


T.K.A.R COMEDY!


Elena : "Hal yang paling menyenangkan adalah pergi berjalan-jalan bersama Kakak An!."


Elena : "Namun itu semua harus ku tahan supaya mendapatkan hal yang ku inginkan!."


Elena : "Kakak An!, Kumohon lakukanlah dengan baik Huhu!."


Selanjutnya Di The King After Reincarnation!


Dasai : "Setelah mendapatkan beberapa peralatan nya kami pun memulai membuat alat komunikasi ini menjadi lebih sempurna!."


Xa'an : "Ini adalah mahakarya dariku."


Xa'an : "Sangat gampang untuk dipakai dimana saja!."


Dasai : "Bagaimana Rafel?!."


Rafel : "Ini sungguh Berhasil!!."


Dasai, Xa'an, dan Rafel : "YEAAAAAHH!!!!."


Dasai : "Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."


Xa'an : "Terciptanya Komunikasi!."


Rafel : "Di tunggu!."

__ADS_1


Sylfia : "Yah........."


SELESAI..............!


__ADS_2