
*CHAPTER* 80 Season 02
Judul : Impian Putri Kecil
Tempat : Istana Algresia
Rafel dan Dasai : "Emm......" (Terdiam)
Sylfia : "......." (Berfokus membaca pikiran orang tua Xa'an)
Zifa : (Isi pikiran Zifa) "Ternyata An Kun memiliki banyak sekali teman yah......"
Elena : (Isi pikiran Elena) "Ingin makan bingkisan tadi....."
Sylfia : "Ek-eee....." (Hehe)
Sylfia : "Hmm....?" (Melihat ke arah Theo)
Theo : (Isi pikiran Theo) ".............." (Kosong)
Sylfia : "??." (Bingung)
Dasai : "Se-sebenarnya Raja Theo."
Sylfia : "......" (Menoleh ke Dasai)
Dasai : "Ka-kami ingin......" (Gugup)
Sylfia : "Cepat katakanlah bodoh!." (Suara samar-samar)
Dasai : (suara dalam hati) "Sulit!, Ini sangat sulit untuk memintanya secara langsung!."
Rafel : "Kami ingin Uang mu Tuan!." (Jujur)
Dasai dan Sylfia : "Hah...?!!" (Terkejut)
Theo : "Hmm...?." (Bingung)
Dasai : "Ti-tidak Tuan Raha Theo!, Maksud Rafel adalah, Tolong kirim surat kepada Xa'an cepat-cepat kesana untuk menciptakan sebuah alat yang pastinya akan sangat berguna nantinya!."
Dasai : "Saya ingin Xa'an kesini untuk membantu kami menyempurnakan Alat kami!."
Theo : "Hoo, Alat seperti apa itu?."
Dasai : "Permisi Tuan Raja Theo." (Memberikan satu alat nya)
Theo : "Apa ini?." (Mengambil alatnya)
Dasai : "Itu adalah alat komunikasi jarak jauh, jadi cara kerja alat ini adalah...." (Sambil menyalakan alatnya)
Dasai : "Seperti ini Tuan Raja Theo."
"Aga Delay...."
"Seperti ini Tuan Raja Theo." (Suara muncul dari Alat satunya)
Theo : "Ohh....?!." (Kaget)
Dasai : "Yah, tapi seperti yang anda tau Tuan Raja, Alat itu aga delay atau bisa di bilang aga lama untuk mengeluarkan suara, dan juga alat itu agak besar untuk di bawa kemana-mana."
Dasai : "Jadi Tuan Raja, Ku mohon!, Kirim surat secepatnya ke Xa'an!." (Membungkuk)
Theo : "Hmm....." (Menoleh Ke Zifa)
Zifa : "......" (Mengangguk)
Rafel dan Dasai : ".........!." (Deg deg an)
Theo : "Baiklah.... Aku akan kirimkan suratnya."
Rafel dan Dasai : "Waaaahh...?!!" (Senang)
Theo : "Tapi aku tidak bisa menjamin jika dia akan datang kesini yah, karena kalian juga tau sendiri, jika dia sekarang berada di negri timur untuk apa kan?."
Dasai : "Tentu Tuan Raja Theo!, Itu tidak masalah!."
Theo : "Baiklah, aku akan memesankan suratnya." (Sambil menyuruh Pelayan Pria untuk datang)
Theo : "Hmm Iyah, Pilih yang paling cepat, Iyah, Baiklah terimakasih...." (Berbicara dengan Pelayan Pria)
Pelayan Pria : "Segera Tuan....." (Membungkuk)
Theo : "Surat itu akan sampai kesana dalam 1 jam, kalian tunggulah disini."
Dasai : "Baiklah Tuan Raja Theo!, Terimakasih Banyak atas perhatiannya!." (Membungkuk)
Theo : "Iyah."
Zifa : "Lagi pula kami sudah lama tidak bertemu dengan nya, jadi kami sepertinya aga merindukan anak itu."
Zifa : "Dan tak kusangka jika waktu sudah berlalu dengan cepat...." (Senyum)
Rafel dan Dasai : "........?!." (Terpesona dengan Pesona Zifa)
Sylfia : "Hmmm...." (Melihat ke arah Rafel dan Dasai dengan ekspresi tak percaya)
"2 Jam Telah Berlalu."
Dasai : "Apa kau bisa melakukan atraksi dengan Sihirmu?."
Rafel : "Iyah aku bisa, kata Tuan Xa'an, jika melakukan sesuatu seperti trik, itu akan membuatkan ku menjadi semakin mahir untuk mengontrol sihir."
Dasai : "Begitu yah."
Elena : "Kak Sylfia, apa kamu mau makan ini?."
Sylfia : "Tentu aku mau..."
Elena : "Aaaaa......" (Menyuapi Sylfia)
Sylfia : "Emmm.....!" (Mengunyah makanan nya)
Dasai dan Rafel : "Eeeeeeee....." (Melihat ke arah Sylfia dengan ekspresi Wajah tak percaya)
Dasai : "Lihat dia, sejak kapan dia berubah sangat drastis seperti itu?!." (Melihat ke arah Sylfia)
Rafel : "Iyah, aku juga terkejut."
Theo : "Anak anak, Sepertinya Xa'an tidak akan datang." (Datang bersama Zifa)
Zifa : "Iyah, ini sudah 2 jam, dan dia masih belum datang kesini."
Zifa : "Sebentar lagi sudah mau 3 jam juga."
Zifa : "Maafkan kami yah jika tidak bisa mendatangkan anak itu."
Dasai : "Tak masalah Tuan Theo, dan Nyonya Zifa!." (Berdiri tegak lalu membungkuk)
Rafel : ".....!." (Berdiri tegak lalu membungkuk)
Theo : "Maafkan kami yah...."
"Memangnya untuk apa kalian harus meminta maaf?." (Suara yang sepertinya di kenal oleh semua orang)
Dasai : ".....?!!!!." (Terkejut setengah mati)
Rafel : "Tu-....?!!!" (Terkejut sampai tak bisa berkata-kata)
Sylfia : ".....?!!!." (Kaget)
Elena : "Ka-kakak..?!!." (Kaget)
Theo dan Zifa : "An Kun....??!!!." (Terkejut)
Xa'an : "Halo, Semuanya......" (Tersenyum)
Elena : "Kakak...!!!." (Lari ke arah Xa'an)
"Beg...!." (Elena memeluk erat Xa'an)
Xa'an : "Elena....!." (Membalas pelukan Elena)
Elena : "Tak kusangka jika akan kembali!."
Xa'an : "Iyah aku kembali Elena....." (Mengelus kepala Elena)
Elena : "Hehe....." (Merasa senang)
Zifa : "An Kun...!." (Memeluk Xa'an)
Xa'an : "Ibunda, pelukan mu sangat erat!."
Zifa : "Ibu sangat mengkhawatirkan mu nak!." (Terharu)
Xa'an : "Aku sekarang sudah besar Bu, jangan khawatir kan aku lagi...." (Senyum)
Theo : "Itu benar, An Kun sekarang sudah besar, jadi kita tak perlu mengkhawatirkannya lagi." (Mendekat ke arah mereka semua)
Xa'an : "Ayahanda...." (Senyum)
Theo : "Hmmm...." (Senyum)
Zifa : "Ta-tapi....."
Xa'an : "Ibunda, aku tau perasaan mu, jangan Khawatir tentang diriku lagi, sekarang aku sudah menjadi sangat kuat untuk melindungi diriku sendiri serta teman-teman ku juga."
Zifa : "An Kun....!."
Theo : "Apakah itu benar?, Jika itu benar mari kita duel An Kun!."
Elena : "Kebiasaan Papa mulai kembali dah...."
Zifa : "An Kun baru pulang!, Jangan melakukan hal yang aneh-aneh!." (Memarahi Theo)
Theo : "Ba-baiklah!."
"Suasana harmonis Keluarga Algreasia."
Rafel dan Dasai : "Hahaha......"
Sylfia : "........."
Xa'an : "Hmm?, Kalian bertiga?." (Menghadap ke arah Rafel, Dasai, dan Sylfia)
__ADS_1
Rafel : "Tuan Xa'an...!!!." (Membungkuk)
Dasai : "Yo Xa'an!, Sudah lama sekali yah!."
Sylfia : "......" (Mengangguk)
Xa'an : "Rafel, Dasai, dan Sylfia..."
Dasai : "Yah, untung saja kau mengingat nama kami."
Xa'an : "Tentu saja aku ingat, kalian adalah Anggota dari Klub Pelindung Sekolah." (Mendekat ke arah mereka bertiga)
Xa'an : "Jadi, kenapa kalian mencariku?, Katanya ada sesuatu yang penting akan kalian tunjukkan kepadaku."
Dasai : "Oh yah!, Ini...!." (Memberikan alat nya kepada Xa'an)
Xa'an : "Apa ini?."
Dasai : "Akan ku perlihatkan kepadamu...." (Menyalakan Alatnya)
Dasai : "Seperti ini."
"Seperti ini." (Suara Dasai keluar dari alat)
Xa'an : "....?!." (Kaget)
Xa'an : "Ini, alat komunikasi?."
Dasai : "Tepat sekali!."
Xa'an : "Seberapa jauh alat ini bisa mendeteksi suara kita?."
Dasai : "Hmmm, mungkin sekitar 2KM, Karena alat itu masih ku beri dengan sihirku saja, mungkin karena itulah jaraknya cuma 2KM."
Xa'an : "Hmmm, kalau begitu...." (Memberikan sebagian Mananya ke dalam kedua alatnya)
Dasai : "Xa-xa'an?." (Bingung)
Xa'an : "Dan sekarang......." (Mempersiapkan sihir angin ke badan nya)
Xa'an : "Saat hitungan ke 10 Detik, tolong panggil aku yah Dasai."
"Wuueeeshhh!!!." (Xa'an pergi dengan cepat)
Dasai : "A-apa...?!!." (Kaget)
Dasai : "Hmmm......"
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Sylfia : "Sudah ke hitungan 10 detik, cepat panggil dia."
Dasai : "Baiklah, Gluk...."
Dasai : "Ha-halo Xa'an.....!."
"Delay........"
Dasai : "Hmm....." (Gugup)
Xa'an : "Halo Dasai!."
Dasai : "Ber- berhasil!." (Terkejut)
Dasai : "Ka-kau sekarang berada dimana?."
"......"
Xa'an : "Aku sekarang sudah berada dalam jarak sekitar 50KM dari Istana Algresia."
Dasai : "5-50KM...?!!!." (Terkejut)
Sylfia : "...??!!." (Kaget)
Rafel : "Keren....!!!." (Kagum)
Xa'an : "Iyah."
Dasai : "Sekarang kembali lah Xa'an."
Xa'an : "Baiklah...."
Dasai : "Kenapa kau bisa sangat jauh sekali?!."
Xa'an : "Sebenarnya aku ingin lebih jauh lagi, tapi aku takut kalau suara nya tidak akan sampai."
Dasai : "Itu sudah sangat jauh woi!."
Xa'an : "Hahaha....."
Xa'an : "Tapi, alat ini sangat bagus Dasai, tak Kusangka jika kau akan membuat alat yang seperti ini!."
Dasai : "Iyah!, Apakah kau tau bagaimana alat ini supaya bisa di pakai dimana saja dan sangat gampang untuk dipakai?."
Xa'an : "Aku sudah menunggu pertanyaan itu, Tentu saja aku tau bagaimana cara untuk merubah alat ini menjadi lebih nyaman untuk dipakai!."
Dasai : "Sudah kuduga kau akan tau Xa'an!!."
Xa'an : "Iyah....."
Xa'an : (suara dalam hati) "Tak Kusangka jika Dasai akan membuat alat seperti ini, akan kutunjukkan bagaimana cara menyempurnakan alat ini Dasai...." (Senyum)
Xa'an : "Aku akan membeli beberapa bahan-bahan dan alat nya, apa kau mau ikut?."
Rafel : "Hmm?!!." (Kaget)
Dasai : "A-aku mau iku-." (Ucapan Terpotong)
Rafel : "Dasai......" (Memegang pundak Dasai)
Rafel : "Ingat apa yang sudah kau lakukan tadi...." (Mengingat kan Dasai)
Dasai : "A-apa...?, Ughh...?!!." (Terkejut karena baru ingat)
Dasai : "Xa-xa'an, sepertinya kau harus pergi bersama Sylfia saja!." (Terpaksa)
Sylfia : "A-apa...?!." (Kaget)
Xa'an : "Hmm?." (Bingung)
Dasai : "A-aku ingin mencari tau tentang Alatku lagi, bagaimana U-untuk memberikan sihirku menjadi se-semakin bagus!." (Mencari alasan)
Xa'an : "Baiklah jika itu Maumu...."
Xa'an : "Bagaimana denganmu Rafel?."
Rafel : "Saya ingin berada disini untuk menemani Tuan Dasai, Tuan Xa'an..." (Membungkuk)
Xa'an : "Begitu yah....."
Xa'an : "Kalau kamu Elena?."
Elena : "Eh?."
Elena : (suara dalam hati) "Jalan-jalan dengan Kakak...?!." (Merasa senang)
Elena : (suara dalam hati) "Tidak-tidak!, Ini kesempatan yang bagus!." (Geleng-geleng)
Xa'an : "Hmmm?."
Elena : "Ka-kakak pergi saja bersama Kak Sylfia, A-aku ingin memakan beberapa bingkisan dari Kak Dasai dan yang lainnya." (Terpaksa)
Xa'an : "Tumben....."
Xa'an : "Apa kamu yakin Elena?."
Elena : "Eemmmmmmmm!!." (Menahan kemauan nya)
Elena : "Ti-tidak!, Aku yakin Kakak!."
Xa'an : "Hmmm....." (Senyum)
Xa'an : "Sekarang kamu sudah makin besar yah." (Mengelus Kepala Elena)
Elena : (suara dalam hati) "Duh..... Jangan mengelus ku seperti ini kakak!, Aku jadi ingin ikut!."
Xa'an : "Ayo Sylfia, Kita Berangkat." (Mendekat ke arah Sylfia)
Sylfia : "I-iyah...." (Mengangguk)
Theo : "Daah....!."
Zifa : "Hati hati di jalan An Kun!."
Xa'an : "Iyah...." (Pergi keluar bersama Sylfia)
Sylfia : "........" (Berjalan bersama Xa'an)
Dasai : "Ilmu ku....!."
Rafel : "Cup cup...."
Elena : "Ka-kakak....!."
"Xa'an dan Sylfia pun mulai berjalan keluar istana ke arah Pasar."
__ADS_1
Xa'an : "......" (Sedang berada di luar istana bersama sylfia)
Sylfia : "......."
Xa'an : "Sekarang kita akan menuju Pasar Sylfia."
Sylfia : "I-iyah...." (Mengangguk)
"Xa'an dan Sylfia pun berjalan menuju pasar."
Sylfia : "Waaah....." (Terpukau)
Xa'an : "Hmm..?." (Melihat ke arah Sylfia)
Xa'an : "Ini pertama kalimu yah datang kesini?."
Sylfia : "Iyah."
Xa'an : "...?!." (Kaget)
Xa'an : "Ayo kita beli beberapa peralatan nya dulu."
Sylfia : "Baik...."
"Xa'an dan Sylfia menuju ke toko alat-alat serba ada."
Sylfia : "Waaah...." (Melihat ke arah barang-barang Antik)
Xa'an : "Ini Paman...." (Memberikan 5 Koin Perak)
Paman penjual : "Baik!, Terimakasih Tuan Pangeran Xa'an!." (Membungkuk)
"Klinting...!." (Suara bel pintu)
Xa'an : "Sekarang semuanya sudah di beli."
Xa'an : "Oh yah Sylfia, apa kamu kesini sudah makan?."
Sylfia : "Eh?, Aku sudah memakan beberapa makanan tadi."
Xa'an : "Begitu yah, kalau begitu kita akan mencari makan dulu bagaimana?."
Sylfia : "Ta-tapi aku sudah kenyang."
Xa'an : "Kalau begitu, Temani aku makan saja, aku kesini tadi masih belum makan soalnya haha."
Sylfia : "Eh?, Ba-baiklah...." (Mengangguk)
Xa'an : "Ayo, akan ku tunjukkan tempat makanan enak di Algresia, Pemandangan nya pun juga cukup bagus."
Sylfia : "Be-benarkah?."
Xa'an : "Iyah, ayo...."
Sylfia : "Hmm!." (Mengangguk)
Xa'an : "........" (Senyum)
"Tak lama kemudian Xa'an dan Sylfia pun telah sampai di Tempat makan samping Taman yang berada di Algresia."
Sylfia : "Sangat indah.....!." (Terpesona dengan pemandangan)
Xa'an : "Bagaimana...?, Apa kamu menyukai nya?."
Sylfia : "Iyah!, Aku sangat menyukai nya, ini pertama kalinya bagiku jalan-jalan setelah berada di dalam rumah."
Xa'an : "........" (Melihat ke arah Sylfia)
Sylfia : "Waaah....." (Melihat Taman)
Xa'an : (suara dalam hati) "Seorang gadis yang masih kecil yang tak pernah merasakan sebuah keindahan yah...."
Xa'an : (suara dalam hati) "Baiklah, aku akan memberikan mu pengalaman terbaik bagaimana itu keindahan Sylfia." (Senyum)
Xa'an : "Lihat, makanan kita sudah sampai."
Sylfia : "Hmm?, Waaah?!, Boneka?, Ini sangat lucu!."
"Sebuah 2 Boneka sedang berjalan ke arah meja Xa'an dan Sylfia dengan membawa makanan."
Xa'an : "Itulah uniknya Tempat ini, mereka menghidangkan makanan dengan cara seperti ini."
"Plug plug...!." (Kedua piring di taruh di meja)
"Set..." (Kedua boneka itu membungkuk)
Sylfia : "Lihat Boneka-boneka itu membungkuk!."
Xa'an : "Lucu kan....?." (Senyum)
Sylfia : "Iyah!." (Tersenyum)
Xa'an : "Iyah kan, Ahk...?!." (Melihat ke arah Sylfia)
Sylfia : "Lucu sekali....." (Sylfia pun tersenyum dan angin mulai menghembus rambut nya)
Xa'an : "...?!." (Terpesona melihat ke arah Sylfia)
Xa'an : (suara dalam hati) "Tak Kusangka jika Sylfia mempunyai sifat yang seperti ini....." (Diam mematung)
Sylfia : "E-eee.....Xa'an?."
Xa'an : "...?!." (Kaget)
Xa'an : "A-ayo cepat makanlah Sylfia, setelah ini aku akan menunjukkan mu sesuatu yang lebih dari ini." (Senyum)
Sylfia : "Ba-baiklah...."
"Tak lama kemudian, Hari mulai malam, Xa'an dan Sylfia sedang berjalan."
Xa'an : "Apa makanan tadi enak?."
Sylfia : "Iyah, tidak hanya makanan nya saja yang enak, pemandangan disana sangat indah juga."
Xa'an : "Ngomong-ngomong tentang pemandangan, aku akan menunjukkan mu sesuatu yang sangat indah juga."
Sylfia : "Benarkah?!, Ada dimana itu?."
Xa'an : "Disini....." (Berhenti)
Sylfia : "Eh?, Disini?." (Berhenti)
Sylfia : "Hanya pemandangan kota malam saja."
Xa'an : "Maaf Sylfia...." (Menarik tangan nya Sylfia supaya bisa dekat dengan Xa'an)
Sylfia : "E-eeeh...?!!." (Kaget)
Xa'an : "Berpeganglah dan kumohon untuk tutup matamu sebentar...." (Menyiapkan sihir angin nya)
Sylfia : "I-iyah..." (Malu, lalu menutup matanya)
"Xa'an dan Sylfia perlahan naik ke atas langit."
Sylfia : "Hmmmmm....." (Masih menutup matanya)
Xa'an : "Sudah sampai, sekarang bukalah matamu Sylfia."
Sylfia : "Hmm...." (Perlahan membuka matanya)
Sylfia : ".....?!!!." (Terkejut)
"Angin mulai berhembus ke Xa'an dan Sylfia yang sedang berada di atas kota Algresia, Dan melihat Pemandangan yang sangat indah serta lampu-lampu khas Wilayah Algresia yang sangat Cantik dan Indah di malam hari."
Xa'an : "Bagaimana Sylfia....?."
Sylfia : "........." (Mengeluarkan air matanya)
Xa'an : "Syl-sylfia?!." (Kaget)
Sylfia : "Pemandangan ini sangat indah!, Ini pertama kalinya bagiku untuk melihat sesuatu yang seperti ini!."
Sylfia : "Ini semua adalah impian ku sejak kecil!."
Sylfia : "Terimakasih!, Terimakasih banyak Xa'an!." (Memeluk Xa'an)
Xa'an : "...?!!." (Terkejut)
Xa'an : "Iyah, Sama-sama Sylfia...." (Senyum)
Sylfia : "Hiks hiks!." (Menangis)
Xa'an : "Hmmmm......"
SELESAI........... (Harusnya)
T.K.A.R COMEDY!
Elena : "Hal yang paling menyenangkan adalah pergi berjalan-jalan bersama Kakak An!."
Elena : "Namun itu semua harus ku tahan supaya mendapatkan hal yang ku inginkan!."
Elena : "Kakak An!, Kumohon lakukanlah dengan baik Huhu!."
Selanjutnya Di The King After Reincarnation!
Dasai : "Setelah mendapatkan beberapa peralatan nya kami pun memulai membuat alat komunikasi ini menjadi lebih sempurna!."
Xa'an : "Ini adalah mahakarya dariku."
Xa'an : "Sangat gampang untuk dipakai dimana saja!."
Dasai : "Bagaimana Rafel?!."
Rafel : "Ini sungguh Berhasil!!."
Dasai, Xa'an, dan Rafel : "YEAAAAAHH!!!!."
Dasai : "Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."
Xa'an : "Terciptanya Komunikasi!."
Rafel : "Di tunggu!."
__ADS_1
Sylfia : "Yah........."
SELESAI..............!