
*CHAPTER* 46
Judul : Penyerangan Tiba-tiba!
Tempat : Sekolah Galantic
Jullian : "Bagaimana Ini..!" (Berfikir keras)
Jullian : "Kalau aku Bisa aja menahan mereka semua tetapi kalau Pahlawan Vaan aku tidak bisa..!!"
Jullian : "Para Murid Juga ada disini Bagaimana aku bisa melindungi mereka semua?!"
Jullian : "Cih....!! Kenapa Si Pahlawan Vaan itu menjadi Pembelot Iblis...?!"
Jullian : "Apa Karena Masalah ribuan tahun yang lalu dia Selalu Memendam Balas Dendam kepada Dewi...?"
Jullian : "Aku Harus memanggil Para Pelindung sekolah...! Dan OSIS..!!"
"Setelah itu Pun Jullian Mulai Memanggil Klub Pelindung Sekolah dan OSIS"
"Deg deg deg deg deg deg" (suara rombongan orang² berlari datang)
"Blaaak.....!!" (Suara pintu dibuka)
Rafel : "Ada apa Kelapa Sekolah...?!"
Wakil OSIS : "Kenapa Kepala Sekolah Jullian?!"
Jullian : "Kalian...... Syukurlah datang lebih cepat."
Jullian : "Aku Ingin Tidak ingin Basa basi lagi...!"
Jullian : "Aku Ingin Kalian Untuk Melindungi sekolah ini dari penyerangan Penjahat...!"
Semua orang di ruangan : "Apa..! Penjahat..?!"
Dasai : "Se-se-seorang Penjahat menyerang Sekolah Galantic...!!"
Dasai : "Dia pasti sangat Kuaaaat.....!"
Jullian : "Iyah Benar.....! Aku perintahkan Kalian Secepat Mungkin...!"
Jullian : "Untuk OSIS Cepat Arahkan semua siswa ke tempat perlindungan...!"
Para OSIS : "SIAAP...!!!" (Bergegas Pergi)
Jullian : "Para Pelindung Sekolah bersiap untuk bertempur dengan Mereka...!"
Rafel : "Baik Kepala Sekolah...!"
Asriel : "Serahkan Padaku..!"
Dasai : "A-ak-aku siap...!"
Jullian : "Baik.... Aku akan bersama dengan kalian...! Karena aku akan langsung menghadang Bos dari Penjahat itu."
Jullian : "Karena aku saja yang bisa menghadapi Dia...!"
"Suasana Sekolah Di Selimuti oleh Kepanikan, Semua orang Dengan Tergesa-gesa Bergegas untuk Melindungi diri mereka sampai semuanya Aman...!"
Para OSIS : "Cepat....! Cepat...! Ke tempat perlindungan...!"
"Deg deg deg deg" (suara langkah kaki berlarian)
Landi : "Dimana Teman² Lainnya...?!"
Mora : "Katanya Klub Pelindung Sekolah sedang Bersiaga untuk Bertempur disana...!"
Landi : "Cih....! Aku akan pergi....!" (Mau Pergi)
Mora : "Tunggu...! Landi..!" (Mencegat Landi)
Mora : "Aku tidak ingin kamu untuk Berhadapan dengan orang² jahat itu..." (Khawatir)
Landi : "Tenang Saja Mora..... Aku akan baik² saja, karena aku adalah Teman Xa'an Sang Pahlawan maka percayakan semua padaku...!"
Mora : "Landi........."
Landi : "Ini Mora ambillah...." (Memberi Mora sesuatu)
Landi : "Ini adalah Batu Mutiara Pemberi Dari Xa'an, Jika kamu berada dalam Bahaya maka kamu pasti Akan Selamat..!" (Landi pun Bergegas Lari ke Tempat Klub Pelindung Sekolah)
Mora : "Tunggu Landi ini semestinya Untukmu...!"
Landi : (suara dalam hati) "Maaf Mora ini Untuk Kebaikan mu...." (Berlari)
Landi : (suara dalam hati) "Mereka adalah Teman² ku dari Klub Pelindung Sekolah, Semestinya seorang teman Harus Berjuang Bersama mereka Juga...!"
"Tak Lama setelah Itu..."
Rafel : "Hmm......." (Bersiap)
Asriel : "Orang² kuat.....!"
Dasai : "Ee ee ee..." (Gugup)
Jullian : "........" (Merasakan Hawa Keberadaan)
Jullian : "Uhk.....!" (Terkejut)
Rafel : "Ada apa Kepala Sekolah...?"
Jullian : "Mereka..... jumlah nya tidak banyak tetapi mereka sepertinya sangat Kuat kuat....!"
Rafel : "Berapa jumlah mereka Kepala Sekolah...?"
Jullian : "Mereka Berjumlah...."
Jullian : "4 Orang....!"
__ADS_1
Rafel : "4..?!"
Asriel : "Orang...?!"
Dasai : "Hanya 4 orang tetapi bisa mengeluarkan hawa yang semengerikan ini....?!"
Jullian : "Dasai... Jika kamu merasa kesulitan Mundurlah tidak apa-apa serahkan saja semua pada kami....."
Dasai : "Ba-baik Kepala Sekolah aku akan Berjuang sekuat tenaga...!"
Jullian : "Bagus....."
Jullian : "Mereka datang....."
Asriel : "Ugh...!!! Perasaan ini...!" (Kaget)
Rafel : "Ada apa Asriel...?"
Asriel : "Sepertinya aku mengenali Hawa Kekuatan ini....!!!" (Geram)
Rafel : "apa yang-?!" (Ucapan terpotong)
Cylone : "Oyaa Oya.... Apa cuman segini Kekuatan Tempur dari Sekolah benua terbesar Galantic...? Tidak seru....."
Baron : "Heh tidak Kusangka Bakalan Seperti ini...!"
Eskarl : "Hmm.....?!" (Menyadari kehadiran)
Asriel : "Ugh......!!!! Cih....! Kaaaarl......!!!!!!!!!!!!" (Berteriak dan warna mata berubah menjadi Warna Biru)
Rafel : "Hei Asriel ada apa..?! Tenanglah...!"
Cylone : "Oy....? Ada apa Karl....? Sepertinya dia mengenalmu"
Eskarl : "Dia adalah..... Sahabatku dulu di Negri Utara...."
Cylone : "Oh.... Begitu yah Sepertinya akan lebih seru..." (Senyum)
Baron : "Heh...!"
Asriel : "Dasar kau Karl.....! Apa Setelah kau Memburu semua Suku es yang ada di negri Utara apa sekarang kau akan Memburu Sekolah ini...!!!!"
Eskarl : "Tentusaja Riel, aku tidak ada pilihan lain selain Memburu semua Suku Es, Jika aku tidak melakukan nya maka...."
Eskarl : "Kekuatan ku tidak Berkembang sama sekali...!!!" (Provokasi Senyum Jahat)
Asriel : "Dasar kau Bajjinngan....!!" (Asriel langsung Berlari ke depan ke arah Eskarl)
Rafel : "T-Tunggu Asriel...!!" (Mau maju ke depan)
"Cetang....!" (Suara Belati mengenai Lengan Yang terbuat dari Zirah Rafel)
Rafel : "Cih... Untunglah aku berhasil menahan nya..!"
Cylone : "Hei...! Bocah merah lawanmu itu adalah aku jadi Hiburlah aku Hehehe....!"
Cylone : "Sihir Gelap Teknik belati, Sayatan Bertubi tubi...!" (Mata berubah menjadi warna ungu)
Rafel : "Sihir api..! Barrier Api...!" (Pelindung api menyelimuti Rafel)
Rafel : "Sihir Petir, Tebasan Petir....!"
Cylone : "Ugh...! Bats bats bats.." (kaget dan mundur kebelakang)
Cylone : "Hohoo.... Jadi kau bisa mengendalikan dua elemen yah.... Kau sangat Hebat...!"
Rafel : "Aku Bukan apa-apa dibandingkan dengan Tuanku... Dasar orang berpendidikan rendah...!"
Cylone : "Hooo memangnya Tuan mu itu seperti apa...?!"
Rafel : "Dia adalah orang yang kuat Tidak Seperti mu yang lemah ini..!" (Mata berubah menjadi warna Merah)
Cylone : "Cih kau menantangku yah Aku jadi Senang Hehehe...."
Rafel : "Dasar Wanita Gila......!"
Cylone : "Bersiaplah Kau Bocah Merah...!" (Maju ke depan)
"Crash..!!" (Suara adu Sihir)
Asriel : "Brenggsek Kau Karl...!!!"
Eskarl : "Heh...!"
Asriel : "Sihir Es, Kristal Tajam...!"
Eskarl : "Sihir Es, Tembok Es...!"
"Ctas ctas ctas" (kristal es Asriel pecah mengenai Tembok Es milik Eskarl)
Eskarl : "Hei...! Riel...! Apa cuman Segini kekuatanmu...?!"
Asriel : "Dasar Kau Pengkhianat...!!!"
Asriel : "Sihir Es..! Lembing Es....!!" (Sihir es yang besar mengarah ke Eskarl)
Eskarl : "Hmm....." (Fokus bersiap Mengeluarkan Sihir)
Eskarl : "Sihir Es, Es Runcing Memanjang...!"
"Kraaasssh....!!" (Sihir es Asriel Hancur Terkena Sihir es dari Eskarl dan Sihir eskarl pun menuju ke arah Asriel"
Asriel : "Cih.....! Sihi Es, Tembok Es...!" (Melindungi diri dari sihir Eskarl)
Asriel : "Cih....! Uaaaakkh....!!" (Terkena Sihir eskarl dan Terjatuh)
Eskarl : "Huh...! Kau lemah sekali yah Riel sama seperti dulu...."
Asriel : "Ka-kaau.... !!! Uhuk...!" (Batuk)
__ADS_1
Asriel : "Jangan Meremehkan Ku....!!!" (Berdiri)
Eskarl : "Ugh....!" (Kaget)
Asriel : "Sihir Es...! Teknik Penggabungan, Zirah Es....!" (Zirah Es pun menyatu di tubuh Asriel)
Asriel : "Jangan Lari Kau Karl...!" (Penampakan Asriel berbeda, sekarang dia diselimuti oleh Zirah Es yang dibuatnya buat menjadi lebih kuat)
Eskarl : "Hehe Jadi begitu yah....... Sini Majulah...."
Asriel : "Hyaaat.....!!!" (Maju ke depan)
Dasai : "Ugh....! Rafel dan Asriel sudah bertarung sekuat tenaga.... Apa yang harus kulakukan..!"
Baron : "Hei Pria Kecil Apa kau hanya menonton saja...?!"
Dasai : "Ukh....?!" (Kaget)
Baron : "Hummm...!!!" (Mengarahkan pukulan ke arah Dasai...)
Dasai : "Tidak aku tidak sempat...!"
Baron : "Matilah Bocah....!!!"
"Sing....!!!" (Sebuah Cahaya Yang sangat terang Mengenai Mata Baron)
Baron : "Ugh...! Blar...!!!!" (Serangan meleset)
Dasai : "U-untunglah...."
Landi : "Dasai......! Apa kau tidak apa-apa?" (Berlari menuju Dasai)
Dasai : "Ak-aku tidak apa-apa Tuan Landi, Terimakasih...!"
Landi : "Tidak masalah ayo sekarang kita melawan pria besar ini..!"
Dasai : "Ba-baik..!"
Baron : "Dasar kau....! Jadi kau yah Bocah Cahaya tadi akan kubunuh kau...!!! Haaaaaaa...!!!" (Menyerang)
Landi : "Sihir Cahaya, Silauan Cahaya...!"
Baron : "uaaakh...!!" (Meleset)
Baron : "Cih...! Bocah Sialaaann....!!!" (Masih rabun)
Landi : "Dasai Mohon Bantuannya..!"
Dasai : "Baik...! Sihir Komunikasi, Sihir Suara Redup..!"
"Nying....!!" (Telinga Baron tidak mendengar apapun)
Baron : "Ugh...! Dimana mereka..!"
Baron : "Ugh...!" (Terkena Pukulan di kepala Dari Landi)
Landi : "Heh...! Jika kau tidak memiliki Indra Penglihatan dan Pendengaran itu semua mustahil..!"
Baron : "Kau Meremehkan kan ku yah...!"
Baron : "Huuuft..." (Fokus)
Baron : "Dia berlarian..... Disana....!!"
Baron : "Haaaah...!!" (Mengayunkan pukulan)
Landi : "Uhk...! Uweesshh...!!" (Kaget dan berhasil menghindar)
Landi : "Untung saja aku sempat......"
Baron : "Aku tidak hanya merasakan Semua dari Mata dan Pendengaranku, Tapi aku juga merasakan Hawa nya dari Tubuhku Hahahaha..!!!"
Landi : "Cih Ini akan Sulit...!"
Jullian : "Semuanya.... Aku akan membantu...!"
Jullian : "Sihir Alam, Rantai Daun berduri..!"
Cylone Baron dan Eskarl : "Ugh...!" (Terkejut karena ada Akar daun berduri yang menyelimuti mereka sampai tidak bisa bergerak)
Cyclone : "Cih...! Akar akar ini sangat Kuat..!"
Baron : "Huaaaaa..!!!!" (Berusaha lepas)
Eskarl : "Cih ini tidak bisa di bekukan..!"
"Cetak...!" (Suara jentikan Jari)
"Seketika Akar² yang menyelimuti Baron Cylone dan Eskarl pun Lepas"
Vaan : "Hei...hei Jullian Mereka itu Bukanlah Levelmu, Maka Lawanlah aku....."
Cylone : "Waah Tuan Vaan..!"
Baron : "Akhirnya Lepas...!"
Eskarl : "Terimakasih Tuan Vaan"
Jullian : "Cih....! Ugh...!!" (Terkejut)
Vaan : "Kita tidak akan bertarung Disini....." (Mengeluarkan sihir ruang ke Jullian)
Jullian : "Dasar Kau Vaan kau sengaja melakukan ini supaya aku tidak bisa melindungi mereka...!"
Vaan : "BingBong...! Itu benar sekali Maka Menghilanglah......" (Senyum)
Jullian : "Cih...." (Jullian Perlahan menghilang)
Rafel Asriel Dasai dan Landi : "Ukh....?!" (Terkejut melihat Jullian Menghilang)
__ADS_1
Rafel Asriel Dasai dan Landi : "Kepala Sekolah.....!!!!"
SELESAI.........