The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Penyerangan Tiba-tiba!


__ADS_3

*CHAPTER* 46


Judul : Penyerangan Tiba-tiba!


Tempat : Sekolah Galantic


Jullian : "Bagaimana Ini..!" (Berfikir keras)


Jullian : "Kalau aku Bisa aja menahan mereka semua tetapi kalau Pahlawan Vaan aku tidak bisa..!!"


Jullian : "Para Murid Juga ada disini Bagaimana aku bisa melindungi mereka semua?!"


Jullian : "Cih....!! Kenapa Si Pahlawan Vaan itu menjadi Pembelot Iblis...?!"


Jullian : "Apa Karena Masalah ribuan tahun yang lalu dia Selalu Memendam Balas Dendam kepada Dewi...?"


Jullian : "Aku Harus memanggil Para Pelindung sekolah...! Dan OSIS..!!"


"Setelah itu Pun Jullian Mulai Memanggil Klub Pelindung Sekolah dan OSIS"


"Deg deg deg deg deg deg" (suara rombongan orang² berlari datang)


"Blaaak.....!!" (Suara pintu dibuka)


Rafel : "Ada apa Kelapa Sekolah...?!"


Wakil OSIS : "Kenapa Kepala Sekolah Jullian?!"


Jullian : "Kalian...... Syukurlah datang lebih cepat."


Jullian : "Aku Ingin Tidak ingin Basa basi lagi...!"


Jullian : "Aku Ingin Kalian Untuk Melindungi sekolah ini dari penyerangan Penjahat...!"


Semua orang di ruangan : "Apa..! Penjahat..?!"


Dasai : "Se-se-seorang Penjahat menyerang Sekolah Galantic...!!"


Dasai : "Dia pasti sangat Kuaaaat.....!"


Jullian : "Iyah Benar.....! Aku perintahkan Kalian Secepat Mungkin...!"


Jullian : "Untuk OSIS Cepat Arahkan semua siswa ke tempat perlindungan...!"


Para OSIS : "SIAAP...!!!" (Bergegas Pergi)


Jullian : "Para Pelindung Sekolah bersiap untuk bertempur dengan Mereka...!"


Rafel : "Baik Kepala Sekolah...!"


Asriel : "Serahkan Padaku..!"


Dasai : "A-ak-aku siap...!"


Jullian : "Baik.... Aku akan bersama dengan kalian...! Karena aku akan langsung menghadang Bos dari Penjahat itu."


Jullian : "Karena aku saja yang bisa menghadapi Dia...!"


"Suasana Sekolah Di Selimuti oleh Kepanikan, Semua orang Dengan Tergesa-gesa Bergegas untuk Melindungi diri mereka sampai semuanya Aman...!"


Para OSIS : "Cepat....! Cepat...! Ke tempat perlindungan...!"


"Deg deg deg deg" (suara langkah kaki berlarian)


Landi : "Dimana Teman² Lainnya...?!"


Mora : "Katanya Klub Pelindung Sekolah sedang Bersiaga untuk Bertempur disana...!"


Landi : "Cih....! Aku akan pergi....!" (Mau Pergi)


Mora : "Tunggu...! Landi..!" (Mencegat Landi)


Mora : "Aku tidak ingin kamu untuk Berhadapan dengan orang² jahat itu..." (Khawatir)


Landi : "Tenang Saja Mora..... Aku akan baik² saja, karena aku adalah Teman Xa'an Sang Pahlawan maka percayakan semua padaku...!"


Mora : "Landi........."


Landi : "Ini Mora ambillah...." (Memberi Mora sesuatu)


Landi : "Ini adalah Batu Mutiara Pemberi Dari Xa'an, Jika kamu berada dalam Bahaya maka kamu pasti Akan Selamat..!" (Landi pun Bergegas Lari ke Tempat Klub Pelindung Sekolah)


Mora : "Tunggu Landi ini semestinya Untukmu...!"


Landi : (suara dalam hati) "Maaf Mora ini Untuk Kebaikan mu...." (Berlari)


Landi : (suara dalam hati) "Mereka adalah Teman² ku dari Klub Pelindung Sekolah, Semestinya seorang teman Harus Berjuang Bersama mereka Juga...!"


"Tak Lama setelah Itu..."


Rafel : "Hmm......." (Bersiap)


Asriel : "Orang² kuat.....!"


Dasai : "Ee ee ee..." (Gugup)


Jullian : "........" (Merasakan Hawa Keberadaan)


Jullian : "Uhk.....!" (Terkejut)


Rafel : "Ada apa Kepala Sekolah...?"


Jullian : "Mereka..... jumlah nya tidak banyak tetapi mereka sepertinya sangat Kuat kuat....!"


Rafel : "Berapa jumlah mereka Kepala Sekolah...?"


Jullian : "Mereka Berjumlah...."


Jullian : "4 Orang....!"

__ADS_1


Rafel : "4..?!"


Asriel : "Orang...?!"


Dasai : "Hanya 4 orang tetapi bisa mengeluarkan hawa yang semengerikan ini....?!"


Jullian : "Dasai... Jika kamu merasa kesulitan Mundurlah tidak apa-apa serahkan saja semua pada kami....."


Dasai : "Ba-baik Kepala Sekolah aku akan Berjuang sekuat tenaga...!"


Jullian : "Bagus....."


Jullian : "Mereka datang....."


Asriel : "Ugh...!!! Perasaan ini...!" (Kaget)


Rafel : "Ada apa Asriel...?"


Asriel : "Sepertinya aku mengenali Hawa Kekuatan ini....!!!" (Geram)


Rafel : "apa yang-?!" (Ucapan terpotong)


Cylone : "Oyaa Oya.... Apa cuman segini Kekuatan Tempur dari Sekolah benua terbesar Galantic...? Tidak seru....."


Baron : "Heh tidak Kusangka Bakalan Seperti ini...!"


Eskarl : "Hmm.....?!" (Menyadari kehadiran)


Asriel : "Ugh......!!!! Cih....! Kaaaarl......!!!!!!!!!!!!" (Berteriak dan warna mata berubah menjadi Warna Biru)


Rafel : "Hei Asriel ada apa..?! Tenanglah...!"


Cylone : "Oy....? Ada apa Karl....? Sepertinya dia mengenalmu"


Eskarl : "Dia adalah..... Sahabatku dulu di Negri Utara...."


Cylone : "Oh.... Begitu yah Sepertinya akan lebih seru..." (Senyum)


Baron : "Heh...!"


Asriel : "Dasar kau Karl.....! Apa Setelah kau Memburu semua Suku es yang ada di negri Utara apa sekarang kau akan Memburu Sekolah ini...!!!!"


Eskarl : "Tentusaja Riel, aku tidak ada pilihan lain selain Memburu semua Suku Es, Jika aku tidak melakukan nya maka...."


Eskarl : "Kekuatan ku tidak Berkembang sama sekali...!!!" (Provokasi Senyum Jahat)


Asriel : "Dasar kau Bajjinngan....!!" (Asriel langsung Berlari ke depan ke arah Eskarl)


Rafel : "T-Tunggu Asriel...!!" (Mau maju ke depan)


"Cetang....!" (Suara Belati mengenai Lengan Yang terbuat dari Zirah Rafel)


Rafel : "Cih... Untunglah aku berhasil menahan nya..!"


Cylone : "Hei...! Bocah merah lawanmu itu adalah aku jadi Hiburlah aku Hehehe....!"


Cylone : "Sihir Gelap Teknik belati, Sayatan Bertubi tubi...!" (Mata berubah menjadi warna ungu)


Rafel : "Sihir api..! Barrier Api...!" (Pelindung api menyelimuti Rafel)


Rafel : "Sihir Petir, Tebasan Petir....!"


Cylone : "Ugh...! Bats bats bats.." (kaget dan mundur kebelakang)


Cylone : "Hohoo.... Jadi kau bisa mengendalikan dua elemen yah.... Kau sangat Hebat...!"


Rafel : "Aku Bukan apa-apa dibandingkan dengan Tuanku... Dasar orang berpendidikan rendah...!"


Cylone : "Hooo memangnya Tuan mu itu seperti apa...?!"


Rafel : "Dia adalah orang yang kuat Tidak Seperti mu yang lemah ini..!" (Mata berubah menjadi warna Merah)


Cylone : "Cih kau menantangku yah Aku jadi Senang Hehehe...."


Rafel : "Dasar Wanita Gila......!"


Cylone : "Bersiaplah Kau Bocah Merah...!" (Maju ke depan)


"Crash..!!" (Suara adu Sihir)


Asriel : "Brenggsek Kau Karl...!!!"


Eskarl : "Heh...!"


Asriel : "Sihir Es, Kristal Tajam...!"


Eskarl : "Sihir Es, Tembok Es...!"


"Ctas ctas ctas" (kristal es Asriel pecah mengenai Tembok Es milik Eskarl)


Eskarl : "Hei...! Riel...! Apa cuman Segini kekuatanmu...?!"


Asriel : "Dasar Kau Pengkhianat...!!!"


Asriel : "Sihir Es..! Lembing Es....!!" (Sihir es yang besar mengarah ke Eskarl)


Eskarl : "Hmm....." (Fokus bersiap Mengeluarkan Sihir)


Eskarl : "Sihir Es, Es Runcing Memanjang...!"


"Kraaasssh....!!" (Sihir es Asriel Hancur Terkena Sihir es dari Eskarl dan Sihir eskarl pun menuju ke arah Asriel"


Asriel : "Cih.....! Sihi Es, Tembok Es...!" (Melindungi diri dari sihir Eskarl)


Asriel : "Cih....! Uaaaakkh....!!" (Terkena Sihir eskarl dan Terjatuh)


Eskarl : "Huh...! Kau lemah sekali yah Riel sama seperti dulu...."


Asriel : "Ka-kaau.... !!! Uhuk...!" (Batuk)

__ADS_1


Asriel : "Jangan Meremehkan Ku....!!!" (Berdiri)


Eskarl : "Ugh....!" (Kaget)


Asriel : "Sihir Es...! Teknik Penggabungan, Zirah Es....!" (Zirah Es pun menyatu di tubuh Asriel)


Asriel : "Jangan Lari Kau Karl...!" (Penampakan Asriel berbeda, sekarang dia diselimuti oleh Zirah Es yang dibuatnya buat menjadi lebih kuat)


Eskarl : "Hehe Jadi begitu yah....... Sini Majulah...."


Asriel : "Hyaaat.....!!!" (Maju ke depan)


Dasai : "Ugh....! Rafel dan Asriel sudah bertarung sekuat tenaga.... Apa yang harus kulakukan..!"


Baron : "Hei Pria Kecil Apa kau hanya menonton saja...?!"


Dasai : "Ukh....?!" (Kaget)


Baron : "Hummm...!!!" (Mengarahkan pukulan ke arah Dasai...)


Dasai : "Tidak aku tidak sempat...!"


Baron : "Matilah Bocah....!!!"


"Sing....!!!" (Sebuah Cahaya Yang sangat terang Mengenai Mata Baron)


Baron : "Ugh...! Blar...!!!!" (Serangan meleset)


Dasai : "U-untunglah...."


Landi : "Dasai......! Apa kau tidak apa-apa?" (Berlari menuju Dasai)


Dasai : "Ak-aku tidak apa-apa Tuan Landi, Terimakasih...!"


Landi : "Tidak masalah ayo sekarang kita melawan pria besar ini..!"


Dasai : "Ba-baik..!"


Baron : "Dasar kau....! Jadi kau yah Bocah Cahaya tadi akan kubunuh kau...!!! Haaaaaaa...!!!" (Menyerang)


Landi : "Sihir Cahaya, Silauan Cahaya...!"


Baron : "uaaakh...!!" (Meleset)


Baron : "Cih...! Bocah Sialaaann....!!!" (Masih rabun)


Landi : "Dasai Mohon Bantuannya..!"


Dasai : "Baik...! Sihir Komunikasi, Sihir Suara Redup..!"


"Nying....!!" (Telinga Baron tidak mendengar apapun)


Baron : "Ugh...! Dimana mereka..!"


Baron : "Ugh...!" (Terkena Pukulan di kepala Dari Landi)


Landi : "Heh...! Jika kau tidak memiliki Indra Penglihatan dan Pendengaran itu semua mustahil..!"


Baron : "Kau Meremehkan kan ku yah...!"


Baron : "Huuuft..." (Fokus)


Baron : "Dia berlarian..... Disana....!!"


Baron : "Haaaah...!!" (Mengayunkan pukulan)


Landi : "Uhk...! Uweesshh...!!" (Kaget dan berhasil menghindar)


Landi : "Untung saja aku sempat......"


Baron : "Aku tidak hanya merasakan Semua dari Mata dan Pendengaranku, Tapi aku juga merasakan Hawa nya dari Tubuhku Hahahaha..!!!"


Landi : "Cih Ini akan Sulit...!"


Jullian : "Semuanya.... Aku akan membantu...!"


Jullian : "Sihir Alam, Rantai Daun berduri..!"


Cylone Baron dan Eskarl : "Ugh...!" (Terkejut karena ada Akar daun berduri yang menyelimuti mereka sampai tidak bisa bergerak)


Cyclone : "Cih...! Akar akar ini sangat Kuat..!"


Baron : "Huaaaaa..!!!!" (Berusaha lepas)


Eskarl : "Cih ini tidak bisa di bekukan..!"


"Cetak...!" (Suara jentikan Jari)


"Seketika Akar² yang menyelimuti Baron Cylone dan Eskarl pun Lepas"


Vaan : "Hei...hei Jullian Mereka itu Bukanlah Levelmu, Maka Lawanlah aku....."


Cylone : "Waah Tuan Vaan..!"


Baron : "Akhirnya Lepas...!"


Eskarl : "Terimakasih Tuan Vaan"


Jullian : "Cih....! Ugh...!!" (Terkejut)


Vaan : "Kita tidak akan bertarung Disini....." (Mengeluarkan sihir ruang ke Jullian)


Jullian : "Dasar Kau Vaan kau sengaja melakukan ini supaya aku tidak bisa melindungi mereka...!"


Vaan : "BingBong...! Itu benar sekali Maka Menghilanglah......" (Senyum)


Jullian : "Cih...." (Jullian Perlahan menghilang)


Rafel Asriel Dasai dan Landi : "Ukh....?!" (Terkejut melihat Jullian Menghilang)

__ADS_1


Rafel Asriel Dasai dan Landi : "Kepala Sekolah.....!!!!"


SELESAI.........


__ADS_2