The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Kejadian Di Pedesaan


__ADS_3

*CHAPTER* 51


Judul : Kejadian Di Pedesaan


Tempat : Kamar Sewaan Pedesaan


"Xa'an dan Lycia sedang Berada di Kasur"


Lycia : "Ah.....!" (Lycia Sedang Manahan Sakit)


Xa'an : "Ah...?! Maaf Cia... Apa aku terlalu Kasar?" (Berhenti)


Lycia : "Ti-tidak apa-apa An Kun... Lanjutkan saja, Tapi Sedikit Lebih Lembut yah..."


Xa'an : "Baiklah....." (Sambil Memegang Pundak Lycia)


Lycia : "Eumm...! Iyah ini enak juga...." (Merasa Enak)


Xa'an : "Apakah Kamu sudah Baikan Sekarang Cia....?" (Sedang Memijat Pundak Lycia)


Lycia : "Iyah Sekarang Rasa Pegalku Perlahan Menghilang...."


Xa'an : "Jangan Paksakan Dirimu kalau sedang tidak enak badan yah, Bilang saja kalau sedang tidak enak."


Lycia : "Aku hanya Tidak ingin Merepotkan mu An Kun..." (Lesuh)


Xa'an : "Kamu Tidak akan Merepotkan ku kok Cia..."


Lycia : "An Kun..... baiklah aku akan memperhatikan Badan ku juga yah...."


Xa'an : "Itu Bagus...." (Senyum)


Lycia : "Hehe....."


Lycia : "Ngomong² Bagaimana Keadaan Airin An Kun?"


Xa'an : "Entah kenapa dia tidak bangun² sampai sekarang, Apakah dia sedang Ingin Hibernasi?"


Lycia : "Hmm.... Aku sepertinya sedikit khawatir dengan keadaan Airin Sekarang"


Xa'an : "Tidak perlu Khawatir Cia... Airin akan tidak apa-apa."


Lycia : "Baiklah Jika An Kun berkata seperti itu..."


Xa'an : (suara dalam hati) "Jiwa ku dan Jiwa Airin Sudah Saling Mengetahui Keberadaannya, Jika Airin Mengalami Masalah aku pasti sudah akan tau"


Xa'an : "Baiklah Ayo Kita berkeliling di Desa Sebentar Bagaimana?"


Lycia : "Baiklah Aku setuju.... Ayo kita pergi untuk Berjalan jalan"


Xa'an : "Iyah...." (Berdiri)


Xa'an : (suara dalam hati) "Jika dengan Berjalan-jalan di sekitar Pedesaan ini siapa tau aku bisa mendapatkan Informasi tentang Threesome ini."


Xa'an : "Ayo Cia... Kita berangkat." (Mengulurkan Tangan untuk Lycia)


Lycia : "Emm... Iyah..." (Menggapai Tangan Xa'an dan menggandengnya)


"Xa'an dan Lycia Berjalan Bergandengan Bersama untuk pergi keluar tempat penyewaan Kamar"


Penyewa Kamar : "Oouh...! Pangeran dan Putri sudah mau keluar yah...."


Xa'an : "Hmm..?" (Menoleh)


Lycia : "...?" (Menoleh)


Xa'an : "Iyah Paman Kami Mau Berjalan jalan sebentar di desa ini sembari Melihat lihat"


Penyewa Kamar : "Jika ingin pergi berjalan jalan dan Melihat lihat, Pergi saja di Taman Dekat Pusat Desa saja, Disana Pasti akan ada Hal yang Menarik untuk kalian"


Xa'an : "Hmm.... Baiklah Terimakasih Yah paman" (sembari pergi)


Penyewa Kamar : "Iyah Tentu saja Pangeran"


"Xa'an dan Lycia Berjalan Bersama Untuk Pergi Taman Dekat Pusat Desa"


Lycia : "Uwah... Memang Benar yang di katakan Oleh Paman Penyewa kamar yah...." (Melihat lihat Pemandangan Taman dan sekitar Desa)


Xa'an : "Iyah....." (Senyum)


Xa'an : (suara dalam hati) "Entah kenapa Hatiku terasa sangat Damai ketika melihat Lycia Senang" (senyum)


Xa'an : "Hmm.....?" (Menyadari Sesuatu)


Anak Kecil : "Uwaah Ahahaha......" (Sedang Bersenang senang sambil Berlarian Memegang Boneka ke arah Sebrang Jalan)


Ibu anak kecil : "Tunggu..... Nak.....!" (Sedang Memanggil Anak Kecil)


"Beg...." (Boneka Anak kecilnya Jatuh di tengah Jalan)


Anak kecil : "Eh...?" (Memutar badan dan mau mengambil)


"Saat itu juga ada kereta kuda yang melaju cepat menuju anak kecil itu"


Orang Sedang mengendarai Kereta Kuda : "Eh...?!" (Panik)


Lycia : "Dia dalam Bahaya..!"


Xa'an : "Anak itu....! Aku harus membantu nya...!" (Bergegas Melaju cepat ke arah anak kecil)


Ibu anak kecil : "Ti-tidak....!!!" (Panik)


Anak kecil : "Em...?" (Kereta kuda sedang berada di depan nya)


"Bats... Bats... Bats...!" (Xa'an pun Memeluk dan menyelamatkan menggunakan Gerakan Angin nya untuk Membantu Anak kecil itu)


"Semua Orang Pun Kaget dengan Aksi Heroik dari Xa'an"


Lycia : "Huft...." (Menghela Nafas)

__ADS_1


Xa'an : "Apa Kamu Tidak apa-apa?" (Jongkok Sambil Melepas Pelukan Nya)


Anak kecil : "Te-terimakasih Kak.....!" (Kagum)


Ibu anak kecil : "Kakak....! Yang ada disana.... Terimakasih telah Menolong Putriku yah...!"


Xa'an : "Iyah Tidak Masalah, Ini bukanlah Apa apa kok"


Xa'an : (suara dalam hati) "Ibu Anak kecil ini berpakaian seperti seorang Bangsawan, Apakah dia seorang yang penting?"


Xa'an : (suara dalam hati) "Sepertinya aku akan berususan dengan orang yang penting........ Lagi" (Lesuh)


Ibu Anak kecil : "Dengan Rasa Terimakasih ku saja itu tidak akan cukup dengan nyawa anak ku, Maka datanglah di pediaman ku yah, ini alamatku." (Sambil memberikan Alamat Nya ke Xa'an)


Xa'an : "Ba-baiklah......" (Menerima Alamat nya)


Anak kecil : "Sampai Jumpa Yah Kakak....!" (Sembari pergi berjalan dan melambaikan tangan)


Xa'an : "Iyah....." (Senyum sambil melambaikan tangan)


Lycia : "Tadi itu hampir saja yah An Kun....." (Datang menghampiri Xa'an)


Xa'an : "Iyah.... Dan kita sepertinya akan Menghadapi sesuatu yang Merepotkan" (sambil menunjuk kan alamat ke Lycia)


Lycia : "Apa ini..? Alamat?"


Xa'an : "Iyah... Kita di minta untuk Menuju Kediaman Ibu anak kecil itu untuk di undang kesana"


Lycia : "Jika itu mau dia kita harus datang kan?"


Xa'an : "Itu Memang Benar......"


Xa'an : "Padahal besok aku mau pergi dari desa ini...." (Lesuh)


Lycia : "Kita hadiri dulu Yah... Mungkin ini adalah suatu Petunjuk Juga An Kun...." (Senyum)


Xa'an : "Iyah Cia...." (Berdiri)


Xa'an : (Suara dalam hati) "Huft.... biasanya Dengan Bertemu dengan orang² Seperti ini pasti nanti akan Ada hal yang tidak di inginkan."


"Besoknya di Desa yang sama"


Lycia : "An Kun bangunlah...." (Mencoba Membangunkan Xa'an)


Xa'an : "Hmm....." (Masih Tidur Berbaring)


Lycia : "Duh.... Ini anak dari dulu kebiasaannya Masih saja sama...." (Kesal)


Lycia : "Bagaimana caranya biar dia bisa cepat bangun yah....?" (Memikirkan Cara)


Lycia : "Ahhh....!" (Dapat ide)


Lycia : "AN KUN...! ADA DAGING BERKUALITAS YANG TELAH KU BAWA....!!" (Dengan Suara yang keras Lycia Pun Berhasil membangunkan Xa'an)


Xa'an : "Ugh..?!" (Terbangun dengan Cepat)


Xa'an : "Di-dimana dagingnya....?!" (Semangat)


Xa'an : "Ba-baiklah......" (Berdiri sambil Lesuh dan bersiap-siap)


"Setelah itu pun Xa'an dan Lycia Berjalan Menuju Alamat yang diberi oleh ibu anak kecil tersebut"


Xa'an : "Ja-jadi Seperti ini yah rumahnya....." (Kaget melihat Tempat yang sangat besar dan megah Yang disebut Rumah)


Lycia : "Uwah...." (Kagum)


Xa'an : (suara dalam hati) "Dugaanku benar orang² ini sepertinya orang yang penting" (Lesuh)


Xa'an : "Mari kita masuk Cia...." (Sambil menggandeng tangan Lycia)


Lycia : "Iyah...." (Xa'an dan Lycia berjalan bersama masuk ke dalam rumah)


"Tok....tok.... tok.." (Xa'an sedang mengetuk pintu)


Xa'an : "Permisi....."


"Ckieeeett..." (Suara pintu terbuka)


Pelayan : "Selamat Datang Tuan...... Kami telah menunggu kedatangan anda..." (Membungkuk)


Xa'an : "Iyah Apa kami bisa menemui Tuan mu?"


Pelayan : "Silahkan Masuk dulu Tuan...." (Mempersilahkan Xa'an dan Lycia untuk Masuk)


Xa'an : "Ngomong² kita akan pergi kemana?" (Bertanya ke Pelayan)


Pelayan : "Kita akan menuju tempat pertemuan yang ada di sebrang lorong sana Tuan"


Xa'an : "Oh...."


"Deg...deg..deg...deg.." (Xa'an dan Lycia berjalan melewati Lorong untuk menuju Tempat pertemuan)


Pelayan : "Tuan izinkan saya untuk membuka pintunya"


Suara di balik Pintu : "Iyah....!"


Pelayan : "Baiklah....." (Sembari membuka pintu)


Xa'an dan Lycia : "Hmm...?" (Kaget melihat 3 orang yang berada di depan nya)


Ayah Anak Kecil : "Oh.... Jadi kamu yah yang menyelamatkan Putriku" (seorang pria sedang duduk)


Ibu Anak kecil : "Halo Kak Kita bertemu lagi yah..."


Anak kecil : "Kakak Penyelamat...!" (Senang)


Xa'an : "Halo Tuan Dan Nyonya....." (Membungkuk)


Lycia : "Halo Tuan nyonya...." (Membungkuk)

__ADS_1


Ayah Anak Kecil : "Kalian duduk saja dulu kita mulai perkenalan nya oke?"


Xa'an : "Baik...." (Segera duduk)


Lycia : "Baik...." (Segera duduk)


"Xa'an dan Lycia duduk di depan Ayah dan Ibu anak kecil"


Klaimor Baron : "Jadi.... Perkenalkan namaku dulu Tuan, Namaku adalah Klaimor Baron senang berkenalan denganmu...."


Naya Baron : "Namaku adalah Naya Baron maaf telah telat memperkenalkan ku Tuan"


Mylene Baron : "Kalau aku Mylene Baron senang Sekali bisa bertemu denganmu lagi kakak penyelamat!" (Senang)


Informasi Character : "Klaimor Baron Umur 32 Tahun, Warna rambut Biru Tua, Kekuatan Warna Mata Merah, Sepertinya Klaimor Baron memiliki Sifat Yang Antusias baik hati dan bersemangat."


"Naya Baron Umur 31 Tahun, Warna Rambut Orange, Kekuatan Warna Mata Biru, Sepertinya Naya Baron Bersifat Tenang Rendah hati dan Penyayang."


"Mylene Baron Umur 10 Tahun Seperti Umur adiknya Xa'an, Warna rambut biru Tua, Kekuatan Warna Mata Merah, Sepertinya Mylene Baron memiliki sifat yang Ceria Murah senyum dan Baik hati."


Xa'an : (suara dalam hati) "Oh.... Jadi Si Mylene Baron ini Mempunya Kekuatan Mata Warna merah?"


Klaimor : "Jadi Nama Tuan?"


Xa'an : "Namaku adalah Xa'an Algreasia dan di sampingku adalah Menantuku"


Lycia : "Perkenalkan Namaku adalah Lycia Arthem Menantu dari Xa'an"


Klaimor : "Uwahk...?! Dari Keluarga Algreasia dan Arthem yah....!! Ini Sangat mengejutkan"


Naya : "Iyah....! Tidak Kusangka kalau kalian lah penyelamat dari Putriku..."


Mylene : "Wah......!" (Kagum)


Xa'an : "Tidak perlu terkejut Seperti itu Tuan Klaimor, Ini sesuatu yang biasa"


Klaimor : "Meskipun kamu mengatakan hal itu, Ini sangat Mengejutkan bagiku..."


Xa'an : (suara dalam hati) "Keluarga Baron...... Keluarga yang memimpin Sebuah desa dan Kota yang Besar dan Banyak, Tidak Kusangka akan bertemu dengan pemimpin mereka Seperti ini"


Klaimor : "Jadi Tuan Xa'an, Kami akan Memberikan Hadiah Kepadamu Karena menyelamatkan Putriku..."


Xa'an : "Tidak Perlu..... Aku tidak perlu Hadiah aku melakukannya dengan senang hati."


Naya : "Uwah.... Tidak hanya Sopan saja yah Tuan juga orang yang sangat Rendah Hati...."


Xa'an : "Terimakasih Nona Naya..."


Klaimor : "Aku tidak bisa membiarkan ini Tuan Xa'an, anda harus mengambil hadiah dari kami."


Xa'an : "Tuan sudah ku katakan-" (ucapan terpotong)


"Braaak...!!!" (Suara Pintu di Buka dengan Keras)


Prajurit : "Tuaaann..!! Ini gawat...!!" (Tergesa-gesa)


Klaimor : "Ada apa kau...! Berani-beraninya Mengganggu Acara pentingku ini?!"


Prajurit : "Tuan ada yang lebih penting Yang ada diluar"


Klaimor : "Ada apa...?!"


Prajurit : "Mereka...! Para berandalan itu kembali lagi...!!"


Klaimor : "Apaa...?!! Padahal mereka sudah ku bayar untuk pergi dari tempat ini mengapa mereka kembali lagi..?!"


Prajurit : "Saya tidak tau Tuan...."


Klaimor : "Cepat Panggil Lainnya Biar ku urus semua ini...!"


Prajurit : "Baik..!!" (Bergegas Pergi)


Klaimor : "Maaf Tuan Xa'an Acara ini malah menjadi berantakan...."


Xa'an : "Tidak masalah Tuan Klaimor, Ngomong² Siapa para berandalan ini....?"


Klaimor : "Mereka adalah Berandalan Dari Grub Banteng Buas yang selalu datang dari setiap penjuru desa, mereka selalu meminta uang tebusan untuk Alih² supaya desa tersebut tidak di serang."


Xa'an : "Grup Banteng Buas yah......" (Memikirkan)


Xa'an : "Bagaimana Kalau Aku juga ikut denganmu Tuan Klaimor...?"


Klaimor : "Eh..? Tuan Xa'an?"


Naya : "Hmm?"


Mylene : "Kakak penyelamat?"


Xa'an : "Iyah Sepertinya aku Ingin melihat dengan mataku sendiri siapa itu Banteng Buas..."


Klaimor : "Baiklah Tuan Xa'an, Ikutlah denganku jika terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan prajurit ku akan Mengurusinya..."


Xa'an : "Iyah... Iyah."


Lycia : "Aku akan ikut denganmu An Kun..." (Berdiri)


Xa'an : "Baiklah Cia...." (Mengangguk)


Klaimor : "Putri Lycia juga....?, Baiklah... Tetaplah bersamaku yah...." (Berjalan)


Xa'an dan Lycia : "Iyah...!" (Berjalan)


Naya : "Tuan Xa'an, Nona Lycia, Berhati-hatilah yah.....!"


Mylene : "Kakak Penyelamat Kembalilah dengan selamat yah...!"


Xa'an : "Iyah....." (Mengangkat tangan)


SELESAI...........

__ADS_1


"Makasih Buat Kalian yang Senantiasa Nungguin Novel Ku...!"


"Sempet Berfikir Negatif yah Pas di Awal....🙂✌️"


__ADS_2