The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Nona Airin!


__ADS_3

*CHAPTER* 34


Judul : Nona Airin!


Tempat : Koridor Sekolah Menuju Asrama


Semua Murid sekolah : "It-itukan Jubah dari Ketua Klub Pelindung sekolah...??!!" (Gosip)


Semua Murid Sekolah : "Iyaah.....! Mengapa sekarang Ada lagi....?!" (Gosip)


Semua Murid Sekolah : "Apa dia Sangat kuat sampai di utus menjadi Ketua Klub Pelindung Sekolah?" (Gosip)


Lycia : "An Kun apa kamu yakin Menjadi Ketua Klub...? Bukannya Kamu Tidak menyukai hal merepotkan Seperti ini?" (Sambil Berjalan)


Xa'an : "Kalau Memang Terdapat orang² kuat yang nakal Berkeliaran di sekolah ini mana mungkin aku menyerahkan semua ini Padamu Cia...."


Lycia : "An Kun....."


Airin : "Uwaah.... Papa lagi Khawatir yah....."


Xa'an : "Ekhem....! Lagipula Ini juga Kemauan dari Kakek Ku jadi tidak ada pilihan lain" (mengalihkan perhatian)


Airin : "Terserah Papa deh....."


Lycia : "Hihi....." (Ketawa Kecil)


Xa'an : "Baiklah Cia aku akan pergi ke Asrama ku untuk Mengetahui siapa saja teman sekamar ku ini..."


Lycia : "Baiklah..... Sampai Jumpa An Kun...."


Airin : "Nanti Ke Airin lagi yah Maa....!" (Sambil memeluk Lycia)


Lycia : "Iyaah Akan Mama usahakan...." (Tersenyum)


Xa'an : "Hmm....." (Senyum)


Lycia : "Dah An Kun Lycia Jaga Baik² kesehatan kalian yah....." (Pergi dan melambaikan tangan)


Xa'an : "Iyaah Cia Kamu Juga yah...." (Melambaikan tangan)


Airin : "Dadaah Mamaa....!" (Melambaikan tangan)


Xa'an : "Nah Airin Kembali ke Wujud Kalung..."


Airin : "Oke Paa...!" (Siap)


"Airin Kembali ke Wujud Kalung Menuju Leher Xa'an"


Xa'an : "Jadi White Hunter apalah itu..... Akan Kucari Kau dan Akan ku Jadikan Kau Tunduk padaku....!" (Senyum)


Xa'an : "Jadi Bagaimana jika Lycia tau kalau aku berhasil menangkap Si pembuat onar ini yah...."


(Membayangkan)


Lycia : "An Kun..... Kamu memang hebat bisa menangkap Si Pembuat onar itu....!!!" (Memeluk Xa'an)


Xa'an : "Itu tidak ada apa-apanya bagiku Cia..." (Membalas Pelukan Lycia)


Lycia : "An Kun~" (mendekat kan wajah ke Xa'an)


Xa'an : "Cia~" (mendekat kan wajah juga ke Lycia)


(Sekarang)


Xa'an : "Mwehehehehe......." (Ketagihan)


Murid 1 : "Upss....!" (Menenggor Xa'an)


Xa'an : "Haa....?!" (Melihat ke arah murid itu)


Murid 1 : "Hei... Bukankah ini Ketua dari Klub Pelindung Sekolah itu...?!" (Meremehkan)


Murid 1 : "Apa benar kau sekuat itu Haa...?!"


Xa'an : "Apakah Kamu Anak nakal yang di maksud White Hunter itu..?" (Senyum)


Murid 1 : "Haaaa...?!! Orang selemah dirimu yang bisa menggunakan Angin Kecil Mana bisa mengalahkan White Hunter sekuat itu bodoh...!"


Xa'an : (Suara dalam hati) "Jadi Kabar Tentang Diriku yang hanya bisa Menggunakan Sihir Angin yang kecil itu sudah tersebar luas yah... Pasti ada Seorang yang melakukan semua ini dengan sengaja..."


Xa'an : "Kalau White Hunter itu bukan Kau maka Pergilah...." (Beranjak Pergi)


Murid 1 : "Hei....heii....!! Mana bisa kau ku biarkan pergi setelah menabrak ku..!" (Memegang Pundak Xa'an)


Xa'an : "Haaa.....?! Apa Kau Berani Memegang ku...?!" (Tatapan Tajam)


Murid 1 : "Ugh...!" (Kaget)


Xa'an : "Lepaskan Sebelum Ku Bunuh kau...!" (Tatapan Mencengkam)

__ADS_1


Murid 1 : "Uuk......." (Melepas Genggaman)


Xa'an : "........." (Pergi Menjauh)


Murid 1 : "Ma-mana Mungkin Aku Takut...!!! Sihir Tanah, Batu Tajam..!" (Sebuah Batu yang Tajam Melesat Ke Arah Xa'an)


Xa'an : "......!!!" (Menoleh dan mengeluarkan Sihir Angin yang Melesat Cepat Ke Arah Murid itu!)


"Kraak....!!!" (Suara Sihir Batu Tadi Hancur)


Murid 1 : "Ap-apa....! Sihir Ku hancur...?!!! Uaaaaaaakhhhhj....!!!!" (Terkena Sihir Angin Xa'an)


Murid 1 : "Uweeeeshhh" (Terhempas Jauh)


"Braaakk...!!!"


Murid 1 : "Uhhkk....!"


Xa'an : "Hei...... Kan sudah kubilang Jangan Mengganggu Ku apa kau Paham Sekarang....." (Tatapan Mencengkam sambil Menginjak Badan Murid itu)


Murid 1 : "A-ak-aku Paham......." (Lemas Kesakitan)


Xa'an : "Heh......" (Berbalik Dan Berjalan)


"Setelah Kejadian Tadi"


Xa'an : "Cih Murid tadi Membuat ku membuang² Waktu...!" (Berjalan)


Xa'an : "Ini kah Kamar Asrama ku...?" (Berhenti di depan Pintu)


"Ckieeeett....." (Membuka Pintu)


Xa'an : "Hmm.....?" (Kaget)


Rafel : "Ehhh.......?!" (Kaget Tak Percaya)


Rafel : (suara dalam hati) "Tu-tu-tuan Xa'an Mengapa dia ada disini Apa dia sekamar Dengan ku...?!" (Panik di dalam diluar Santai)


Xa'an : (suara dalam hati) "Dia Kan Si Jenius Merah...?" (Menyebut Si jenius merah karena Rafel mendapatkan julukan Si Jenius dan Rambutnya yang Bewarna Merah)


Xa'an : "Apa Aku Boleh Masuk dan Tidur?"


Rafel : "Ohh..... Tentu saja Masuklah..." (Santai)


Xa'an : "Terimakasih...." (Berjalan)


Xa'an : "Deg....deg....deg..... Bug......." (Berjalan dan langsung tidur di kasur)


Rafel : (suara dalam hati) "Ap-apa...! Langsung Tidur...?!, Apa dia kelelahan..? Dan Jubah Apa itu...?" (Melihat dengan Fokus)


Rafel : (suara dalam hati) "Apa...?! Jubah Ketua Klub Pelindung Sekolah...?!!"


Rafel : (suara dalam hati) "Tuan Xa'an Memang Hebat...! Tak Ku sangka Dia Akan Menjadi Ketua Klub Pelindung Sekolah...!!!"


Xa'an : "Zzzzzz......" (Tidur)


Rafel : "Aku Harus Mengajak Dia Berbicara setelah ini..!"


"Di waktu yang Sama"


Asriel : "Cih.... Orang² kuat yang ada disini Hanya Pembual Saja Mereka Hanya Ngomong Besar Saja, Setelah di Tunjukkan Kekuatan Sedikit Langsung Jadi Penurut..." (Mengingat Kejadian Tadi)


Asriel : "Dan Apa-apaan Itu White Hunter...?, Mereka semua mulai memanggil ku begitu, Tapi aku menyukainya...." (Senyum)


Asriel : "Ini yah kamarku..." (Berhenti)


Asriel : "Ugh....!" (Menyadari Kehadiran Orang² yang Kuat)


Asriel : "Ini..! Ada dua Orang Kuat Berada di dalam Kamar ini...! Aku akan Menunjukkan kepada mereka Kedudukan pemimpin yang ada di Kamar ini..!" (Bersemangat)


"Braaak...!" (Pintu di buka Keras)


Asriel : "Heei....! Para Pecundang mari kita Uji Kehebatan Kalian...!" (Tersenyum)


"Rafel sedang Memakaikan Xa'an Selimut"


Rafel : "Eh....?!" (Menoleh Ke Asriel)


Asriel : "Eh...?!" (Melihat Rafel)


Asriel : "A-ap-apa....!! Yang Kau Lakukan...?!!, Serangan Diam² Kah...?!!" (Gugup)


Rafel : "Haaa...?!! Aku hanya Memakaikan nya Selimut Kau jangan Salah Paham..!" (Gugup)


Asriel : "Kau Jelas² tadi mau memegang leher Shin...! Kau mau membunuh dia kan..?!" (Keceplosan)


Rafel : "Haaa...?!!! Mana Mungkin Aku Membunuh Tuan Shin Yang Hebat ini....!!" (Keceplosan Juga)


Asriel : "Grrrrr......!!!"

__ADS_1


Rafel : "Grrrr.....!!!"


Asriel Dan Rafel : "Ughh.....!!!!!" (Kaget dan Menyadari Sesuatu)


Asriel : "Tuan.....?!" (Kaget)


Rafel : "Shin....?!" (Kaget)


Asriel Dan Rafel : "Aaaaaahhhhhh......!!!!!" (Saling Menunjuk)


Xa'an : "Zzzzzzz......." (Tidur Nyenyak Sekali)


Asriel : "Ja-jadi Kau Tau Tentang Shin...?!"


Asriel : (suara dalam hati) "Tidak Kusangka Kalau dia akan Mengetahui Shin Juga!"


Rafel : "Tuan Shin Adalah Kebanggaan ku Jadi aku mengenalinya Sejak Dari dulu"


Rafel : (Suara dalam hati) "Darimana dia bisa tau kalau Tuan Xa'an Adalah Tuan Shin..?!"


Asriel : "Apa Tujuan Mu untuk Bersama dengan Shin ini...?"


Rafel : "Mengapa aku harus Menunjukkan Tujuan ku kalau orang yang Bertanya Belum Memberitahukan nya Padaku...?"


Asriel : (suara dalam hati) "Anak ini.... Tidak hanya Jenius tapi dia juga berhati-hati yah..."


Asriel : "Baiklah.....!"


Rafel : "Hmm...?"


Asriel : "Kalau Begitu.... Akan Ku Paksa Kau Untuk Berbicara Bocah Jenius....!" (Mengeluarkan Hawa Dingin)


Rafel : "Silahkan......" (Bersikap Tenang)


Airin : "Heiii....!!! Kalian....!!!!!" (Meneriaki Asriel Dan Rafel)


Asriel dan Rafel : "Ughh...!!!" (Kaget)


Airin : "Apa Kalian Mau bertarung Disini...! Cepat Keluar...!" (Marah Dalam bentuk Manusia)


Asriel Dan Rafel : "Ahhh...!! Iyah Maafkan Kami....!" (Membungkuk dan Asriel Berhenti mengeluarkan Hawa Dingin)


Airin : "Bagus......"


Rafel : "E-e-eeehh... Apa Nona ini Adalah Putri Dari Tuan Xa'an dan Nona Lycia itu...?" (Bertanya)


Airin : "Hmm..??? Tentu saja....! Mereka adalah Papa dan Mama ku...!" (Tegas)


Rafel : "Ngomong² siapa nama anda Nona....?"


Airin : "Nama ku adalah Airin...! Panggil saja Airin..!"


Rafel : "Baiklah Nona Airin apa saya boleh bertanya?"


Airin : "Tentu Saja tanya saja apapun...!" (Sombong)


Rafel : "Uwaaah.....! Apa Tuan Xa'an Memang Sekuat Itu sampai Bisa Mengendalikan semua Elemen..?, Sejak Kapan Nona Airin Bisa lahir?, Apa Tuan Xa'an Memang Berhasil Mengalahkan Naga Misterius Itu..?!" (Bertanya Terlalu banyak)


Airin : "Ugh.....!" (Lesuh)


Airin : "Ekheeemm...!"


Rafel dan Asriel : "Hmm....???"


Airin : "Kalau Kamu ingin Mengetahui semua tentang Papa dan ingin Meminta Pertolongan darinya Maka Serahkan Padaku...!"


Rafel Dan Asriel : "Ughh....!!!" (Kaget)


Rafel : "Mengetahui....?!"


Asriel : "Meminta...?!"


Rafel : "Nona Airin Akan Ku-" (ucapan terpotong)


Asriel : "Nona Airin apa yang ingin kamu inginkan....!!" (Nyelonong masuk)


Rafel : "Hei....!!! Yang Melayani Nona Airin adalah Aku dulu...!"


Asriel : "Haaaa....?!!! Siapa cepat dia dapat!"


Asriel dan Rafel : "Blaa.....Blaa....Blaa.." (Debat)


Airin : "Hmmm....!" (Geram)


SELESAI..........



Bonus :v

__ADS_1


__ADS_2