The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Pulau Suku Goldan


__ADS_3

*CHAPTER* 95 Season 03


Judul : Pulau Suku Goldan


"Semua persiapan telah selesai, Dan sekarang adalah waktunya untuk pergi." (Bersiap)


"Untuk melihat kebenaran yang terjadi di masa depan nanti."


"Sylfia bilang bahwa, Di kampung halaman Suku Goldan terdapat sebuah batu yang dapat melihat masa depan."


"Namun, Batu itu hanya dapat di pakai oleh orang-orang yang terpilih saja."


Xa'an : "Contohnya adalah..."


"Sylfia..."


Xa'an : "Dia adalah suku Goldan yang terpilih di era ini."


Xa'an : "Aku dengar, Para suku Goldan yang terpilih memang memiliki benang takdir dengan seorang pahlawan."


Xa'an : "Namun...."


Xa'an : "Ada yang aneh disini."


Xa'an : "Aku tidak merasakan ikatan itu."


Xa'an : "Apa karena aku yang dari dunia lain?."


Xa'an : "Atau malah, Kemungkinan yang lain?." (Melihat ke arah telapak tangannya)


"Baiklah... Tanpa banyak menguras banyak waktu lagi."


Xa'an : "Hmm....." (Senyum)


Xa'an : "Dan sekarang, Yang tertinggal adalah tujuanku."


Xa'an : "Tujuan dan juga..."


Xa'an : "Takdir masa depan nantinya."


???? : "......" (Dua orang sedang menunggu Xa'an)


Xa'an : "Maaf lama yah....."


Xa'an : "Cia, Sylfia."


Lycia dan Sylfia : "Iyah."


Xa'an : "Apa kalian sudah bersiap-siap?."


Lycia : "Sudah...!." (Angguk)


Sylfia : "Dah..." (Angguk)


Xa'an : "Yosh...."


Xa'an : "Kita berangkat!."


Lycia dan Sylfia : "Iyah!."


"Selama di perjalanan."


"Di awal perjalanan kami berjalan kaki sampai ke daerah kota untuk mencari kereta kuda."


"Saat perjalanan pertama, Kami menyewa kereta kuda sampai ke perbatasan kota sekolah Galantic dengan menggunakan kartu unlimited ku yang diberikan oleh Kakek Theo."


"Aku masih ingat dengan wajah kaget dari pengendara kuda itu, Dia sangat terkejut melihat kami bertiga bersama-sama menyewa kereta kuda miliknya."


"Di perjalanan pertama, Hubungan antara Lycia dan Sylfia terlihat agak....."


"Bukan agak, Lebih tepatnya murung sekali."


"Keduanya tidak mau memulai pembicaraan, Jadinya akulah yang membuka pembicaraan nya, Dan ternyata itu malah membuat mereka berdua berselisih karena menjawab pertanyaan ku."


Lycia : "Ohh itu, Itu biasanya-?!." (Ucapan Terpotong)


Sylfia : "Biasanya itu dipakai dengan di oleskan di kulit, Tapi itu harus diberi oleh sihir terlebih dahulu untuk keamanan nya."


Lycia : "Kenapa kamu menyela pembicaraan ku?!."


Sylfia : "Tidak tu...." (Cuek)


Lycia : "Kamu menyela!."


Sylfia : "Engga."


Lycia : "Ga mau ngaku yah!."


Xa'an : "Ek-eee......"


"Dan akhirnya Lycia membalas perbuatan Sylfia."


"Di perjalanan kedua, Kami berhasil melewati perbatasan kota sekolah Galantic, Dan mulai berjalan ke arah bawah."


"Di perjalanan itu tidak ada kereta kudapun yang lewat, Sehingga membuat kami bertiga terpaksa untuk berkemah untuk bermalam disana terlebih dahulu di hutan yang aman akan Monster."


Lycia : "Sudah ku pastikan dengan roh ku, Disini aman dari jangkauan monster-monster lainnya."


Xa'an : "Baguslah, Aku akan membuat tenda disini menggunakan sihirku."


Lycia : "Oh!."


Lycia : "Aku mau satu tenda denganmu An Kun!."


Sylfia : "Ek...?!." (Kaget)


Xa'an : "E-eh?, Iyah baiklah..."


Xa'an : "Bagaimana denganmu Sylfia?."


Sylfia : "A-aku akan tidur di tenda sendiri."


Lycia : "Wah-wah, Apa ini, Apa kamu malu?."


Sylfia : "Hmm?!."


Lycia : "Kamu begitu penakut yah, Kukira kamu seberani itu seperti perlakuan mu."

__ADS_1


Sylfia : "A-a-aku terima!."


Xa'an : (suara dalam hati) "Te-terima apanya?."


Lycia : "Tch!, Dasar Tsundere sialan!."


Sylfia : "Kamu yang memaksaku!."


Lycia dan Sylfia : "Grrrrr....!."


Xa'an : (suara dalam hati) "Apa yang sebenarnya terjadi?."


"Dan akhirnya, Kami bertiga tidur di tenda yang sama."


"Di hari berikutnya, Kami bertiga telah sampai di perbatasan Negri Kamjora, Negri ini negri yang jauh dari kata mengikuti kemajuan teknologi, Atau lebih tepatnya mereka menciptakan semua sendiri, Dan tidak mengikuti trend dari negri lain."


"Ini agak susah, Karena...."


Xa'an : "Eh?!, Tidak berlaku?!."


Penyewa Kereta Kuda : "Maaf yah nak, Aku tidak tau dengan benda yang kau pegang itu, Disini hanya tau tentang uang saja."


Xa'an : "Heeeh....???."


Xa'an : "Kartu Unlimited ku tidak berlaku di negri ini?."


Xa'an : (suara dalam hati) "Sungguh negri yang merepotkan!, Sana ikuti perkembangan jaman dasar negri bodoh!."


Sylfia : "Ini dia, Uangkan?."


Sylfia : "Aku ada 10 Koin emas, Apa ini cukup untuk kami bertiga?."


Xa'an dan Lycia : "Wow..."


Penyewa Kereta Kuda : "U-ugh?!, No-nona ini kebanyakan untuk mengantarkan kalian di ujung perbatasan negri ini di sebrang."


Sylfia : "Begitukah?, Aku juga tidak peduli dengan batu emas itu." (Naik kedalam kereta kuda)


Penyewa Kereta Kuda : "O-ohh!, Baiklah silahkan naik Nona dan yang lainnya!." (Tiba-tiba bersikap baik)


Lycia : "Dia kaya sekali yah, Itu aneh...."


Xa'an : "Yang lebih aneh adalah kamu Cia, Kamu adalah anak dari Raja dan Ratu Elf, Tapi kamu tidak membawa sepersen pun uang."


Lycia : "I-itu karena aku lupa, Hehe...."


Airin : "Dasar Mama pikun."


Xa'an : "Benar tuh...."


Lycia : "Eeeehhg....?!!."


Sylfia : "Apa yang kalian lakukan, Cepatlah naik." (Sylfia sedang berada di tempat duduk)


Xa'an dan Lycia : "Iyaah..." (Mengangguk)


Xa'an : "Ayo, Naik Cia..."


Lycia : "Iyah..." (Senyum)


"Di dalam kereta kuda."


Sylfia : "Iyah."


Sylfia : "Kita harus melewati beberapa negri lagi untuk berada disana."


Lycia : "Begitu yah...."


Sylfia : "Tapi dengan memakan waktu yang panjang, Kita bisa melihat beberapa pemandangan yang indah juga."


Lycia : "Eh benarkah?, Dimana saja?." (Tertarik)


Sylfia : "....?!." (Kaget)


Xa'an : "....." (Senyum)


Sylfia : "Ada apa denganmu?, Apa kamu tidak pernah berpergian?."


Xa'an : "Cia selalu berada di rumah dan berlatih sihirnya disana, Jadi dia tidak memiliki waktu untuk keluar negri Elf, Walau sedetik pun."


Sylfia : "Eh...?!."


Lycia : "Hmmm?." (Bingung dengan wajah tersenyum)


Sylfia : "Ekhem, Sebentar lagi juga pemandangan akan terlihat." (Salting lalu menoleh ke arah jendela dengan cepat)


Lycia : "Ehh?!, Dimana dimana?!." (Wajah Lycia mendekat ke arah Jendela Sylfia)


Sylfia : "He-hei!."


Xa'an : "Hmm..." (Senyum)


Lycia : "Waaah.......!." (Terpesona)


Sylfia : "Itu namanya Taman harmoni."


Sylfia : "Itu terlihat seperti taman, Tapi itu luas sekali kan, Lihat dari ujung sampai ujung."


Lycia : "Waah!, Benar juga, Itu seperti bukan Taman, Melainkan lapangan luas yang penuh akan rumput!." (Sambil menoleh ke arah kanan dan kiri)


Lycia : "An Kun, Lihat, Taman nya luas banget!."


Xa'an : "Iyah Cia, Aku juga melihatnya..."


Lycia : "Indah bukan...?!."


Xa'an : "Iyah..." (Mengangguk)


Sylfia : "......"


Sylfia : (suara dalam hati) "Sungguh masa depan yang aneh..."


"Tak lama kemudian di dalam kereta kuda, Lycia pun tertidur di bahu Xa'an."


Xa'an : "Perjalanan kali ini cukup panjang."


Sylfia : "Hmm?." (Menengok ke arah Xa'an)

__ADS_1


Sylfia : "Iyah itu benar."


Xa'an : "Sylfia, Aku mempunyai pertanyaan kepadamu."


Sylfia : "Yah?."


Xa'an : "Apa benar yang kamu lihat di masa depan itu adalah aku?."


Sylfia : "......"


Sylfia : "Aku tak begitu yakin, Tapi memang itulah yang aku lihat."


Xa'an : "Tapi Sylfia...."


Xa'an : "Aku ragu dengan hal itu."


Sylfia : "......"


Xa'an : "Aku merasa tak bisa mencintai orang lain selain Lycia seorang."


Xa'an : "Apakah nanti, Aku akan mengkhianati cintanya?."


Sylfia : "......."


Xa'an : "Hei Sylfia...."


Sylfia : "Sebaiknya kau diam terlebih dahulu."


Xa'an : "...?!."


Xa'an : "Baiklah Maaf, Aku tak bermaksud untuk menyinggung mu."


Sylfia : "Diamlah...."


Xa'an : "....." (Terdiam)


Sylfia : "....." (Menatap ke arah luar jendela)


"Setelah itu Xa'an Lycia dan Sylfia pun telah sampai di sebrang negri."


Lycia : "Akhirnya kita sampai." (Sambil meregangkan tubuh)


Xa'an : "Kamu tidur nyenyak sekali yah Cia..."


Lycia : "Itu karena bahumu yang sangat nyaman An Kun." (Senyum)


Xa'an : "Begitu kah?."


Lycia : "Hmm!." (Mengangguk)


Sylfia : "Ayo cepat, Kita sebentar lagi akan sampai, Kita perlu melewati satu danau besar ini."


Xa'an : "Danau ini."


Xa'an : "Kok aku merasa tidak asing saat melihat danau ini sih..." (Mengerutkan matanya)


Lycia : "Ada apa An Kun?."


Xa'an : "Tidak apa-apa Cia, Mungkin hanya pikiran ku saja."


Lycia : "Hmm?."


Xa'an : "Ayo kita ikuti Sylfia."


Lycia : "Eh?, Iyah tunggu aku!."


"Saat berada di perahu."


Orang yang mengendarai kapal : "Eeem...." (Habis dipaksa oleh Sylfia untuk menyebrangi danau besar itu dengan uang)


Sylfia : "......"


Lycia : "Dia kejam sekali...."


Xa'an : "Dengan uang, Semuanya akan terselesaikan."


Sylfia : "Sebentar lagi kita akan sampai."


Xa'an dan Lycia : "Hmm?." (Melihat ke arah sebrang danau)


Lycia : "Itukah?, Pulau para suku Goldan?." (Takjub)


Xa'an : "Mmmm..." (Merasa terganggu)


"Kemarilah, Chosen Hero...."


"Kemari dan dengarkan kami, Chosen Hero."


Xa'an : "Siapa disana?!."


Lycia dan Sylfia : "Hmm?." (Kebingungan)


Lycia : "An Kun, Ada apa denganmu?."


Sylfia : "....?."


Xa'an : "A-apa kalian tidak mendengar nya?." (Bingung)


Lycia dan Sylfia : "....?."


Lycia : "Kami tidak mendengar apapun."


Sylfia : "Dia benar."


Xa'an : "Be-begitu yah...."


Xa'an : "Mungkin karena aku kelelahan, Aku jadi sedikit mengigau."


Xa'an : (suara dalam hati) "Pula suku Goldan..."


Xa'an : (suara dalam hati) "Terlalu banyak keanehan dalam pula ini...!."


SELESAI..........!.


"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."


"Masa depan?."

__ADS_1


"Di tunggu yah!."


__ADS_2