
*CHAPTER* 60
Judul : Kekuatan Asli
Rafel : "Beraninya Kau......!" (Geram)
Sylfia : "Hmmm......" (Senyum)
"Rafel dan Sylfia saling Melirik"
Dasai : "Tuan Landi, Apa Kita harus membantu Rafel?"
Landi : "Kita jangan ikut campur dulu, Kita harus mengandalkan Rafel Untuk mengetahui Kekuatan Lawan"
Dasai : "Apa kita harus menunggu saja?" (Panik)
Landi : "Iyah!" (Tegas)
Landi : (suara dalam hati) "Rafel...!, Kami mengandalkan mu!"
Sylfia : (suara dalam hati) "satu melawan, dua mengintai yah, Pilihan yang bagus, Pemikiran anak yang bernama landi itu Jernih Sekali yah..."
Rafel : "Hei...!, Apa kau Sedang memikirkan hal lain?!"
Sylfia : "Berhadapan dengan mu tidak perlu berfikir yang berlebihan....." (Meremehkan)
Rafel : "Begitu Yah...." (Berkuda kuda untuk Menyerang)
Rafel : "Feeeeep......" (Menghirup Nafas)
"Sreeeet......!" (Kaki kiri Rafel Menggeser ke belakang)
Rafel : "Fuuuuuh.............." (Menghela Nafas)
Rafel : "Sihir Api, Katana Api!, BLAR...!" (Menggenggam Katana lalu bersiap)
Rafel : "Teknik Pemburu!" (Melirik Tajam Ke arah Sylfia)
Landi : "Ehk..?!" (Kaget)
Dasai : "Langsung Serius...?!' (kaget)
Sylfia : ".........." (Bersikap tenang)
"Baaatss....!!!" (Rafel menuju Sylfia dengan cepat)
Rafel : "Hummp...!!" (Rafel Menebas Dari arah bawah ke Atas)
Sylfia : (suara dalam hati) "Kanan..." (Sylfia menghindar ke arah kiri)
Rafel : ".....?!" (Mata aga membuka karena Kaget)
Dasai : "Secepat Itu!, Di hindari..?!"
Rafel : "Hum...!" (Rafel terus menerus Menyerang ke arah Sylfia dengan Katana Apinya)
"Wesh....!, Wesh...!, Wesss..!!" (Sylfia terus menerus Menghindari Serangan Katana Rafel)
Sylfia : "Hei Hei..... Jika begini terus aku tidak akan bisa terhibur loh....." (Berbicara sambil Menghindari Serangan Rafel)
Rafel : "Cih....!" (Masih mengayunkan Katananya)
Dasai : "Bagaimana Sylfia itu Menghindar serangan Teratur dan cepat milik Rafel...?!, Padahal itu bukan serangan biasa!"
Landi : "Hmmm......." (Berfikir keras)
Landi : "Tadi dia sempat bilang, Mengetahui Rahasia Semua orang kan?"
Dasai : "Iyah, Dia memang Bilang Begitu, ada apa Tuan Landi?"
Landi : "Apa jangan² yang di maksud olehnya adalah tidak mengetahui Rahasia, Melainkan Membaca Pikiran Lawan?!"
Dasai : "Ugh...?!, Itu Mungkin Juga...!"
"Blaaaaarr....!!!!" (Sihir Petir Rafel Mengenai Tanah karena di hindari oleh Sylfia)
"Uweeesh.... Bat!" (Sylfia Menghindar lalu berhenti)
Rafel : "Bagaimana Bisa..?!" (Kaget)
Sylfia : "Itu Memang Benar Landi, Aku Bisa menghindari itu semua karena aku Membaca Pikiran Lawan"
Rafel Landi dan Dasai : "Ughh...?!" (Kaget)
Sylfia : "Itulah Kelebihan dari Suku Goldan, Kami di berkahi Oleh Kekuatan dan Kemahiran yang banyak, dan itu semua juga tidak gratis"
Sylfia : "Kami Melewati Berbagai Masa Sulit Untuk Melewati Itu semua, demi Kekuatan yang besar"
Sylfia : "Terkadang, kami juga mengorbankan seseorang untuk mendapatkan kekuatan Mutlak"
Dasai : "Apa yang dia katakan..?!"
Landi : "Apa ini kebenaran dari Suku Goldan?!"
"Semuanya pun terdiam sejenak, Lalu Tak lama setelah itu"
Rafel : "Jika Memang Seperti Itu, Hadapi Langsung Aku Dan Jangan Menghindar Saja Perempuan Sialan!"
Sylfia : "Hmm..?, Apa kau ingin Menerima serangan dariku?"
Rafel : "Aku pasti akan bisa menghindari nya Juga!" (Bersiap bertahan)
Sylfia : "Eeeeh........ Begitu......"
"Bats!, Bats!" (Dengan pergerakan Yang sangat cepat, Sylfia langsung Menghampiri Rafel)
Rafel : "....?!" (Kaget tiba tiba Sylfia berada di depan nya)
"Blaaar...!!!" (Sylfia menendang Badan Rafel lalu terpental Jauh ke samping)
Rafel : "Uaaaaaaakhhhhk....!!" (Kesakitan)
Landi : "Haah...?!" (Kaget)
Dasai : "Apa apaan itu Tadi...?!" (Kaget)
Rafel : "Ugh...!" (Berusaha Berdiri)
__ADS_1
Rafel : (suara dalam hati) "Kecepatan apa itu tadi?!, Aku masih belum sempat untuk bertahan!"
"Bats!, Bats!" (Sylfia datang dengan cepat lagi mengarah Rafel)
Rafel : "Uhk...?!, Dia datang" (menghindar ke arah kanan)
Sylfia : "Kanan...." (Sylfia Menebak Rafel bergerak ke arah kanan, hingga Sylfia pun Menendang Rafel dari kiri)
"Baaaagh....!" (Rafel terkena Serangan dari Sylfia)
Rafel : "Uaaakh...!!!" (Terkena Serangan dan masih Bertahan di tempat walaupun sedikit tergeser)
Rafel : "Cih...!, Ugh...?!" (Kaget Karena Sylfia Tiba tiba berada di depannya)
Sylfia : "Sihir Gabungan Tiga Elemen!" (Tiga elemen Api, Air, Dan Tanah Pun Berkumpul menjadi satu di dua kepalan Tangan Sylfia)
"Bug!, Bug!, Bug!, Bug!" (Rafel Terpukul Habis habisan Oleh Sylfia)
Sylfia : "Ayoo!, Ayoo!, Dimana semangat mu tadi..?!" (Sylfia masih memukul Habis habisan Rafel)
Rafel : "Uhkk....!" (Terkena Pukulan Terus menerus, dan masih menggenggam Katananya)
Dasai : "Tuan Landi!, Apa kita akan berdiam saja..?!"
Landi : "Cihh....!!" (Memperhatikan Rafel)
Landi : "Ugh..?!" (Menyadari sesuatu)
Landi : "Tunggu!, Jangan dulu Landi!"
Dasai : "Apa lagi Yang-" (ucapan terpotong)
Landi : "Lihat Rafel!" (Menatap)
Dasai : "Cih..!" (Melihat Rafel dengan Teliti)
Dasai : "Ughh...!" (Baru menyadari juga)
Sylfia : "Lepaskan Saja Katanamu Itu Dan Menyerah Lah!" (Masih memukul)
Rafel : "Ugh..!, Aakhh!" (Masih terpukul)
Sylfia : "Jika Kau Begini Terus-" (Ucapan Sylfia terpotong karena kaget)
"Uweeeesh........!!!" (Rafel mengayunkan Katananya tanpa aba-aba dan langsung Mengarah ke Sylfia)
Sylfia : "Ugh.....?!" (Tangan Kanan Sylfia Terkena Serangan Hembusan katana Api milik Rafel)
"Bats bats beg!" (Sylfia Bergerak mundur kebelakang)
Sylfia : "Ba-bagaimana Bisa..?!" (Menggenggam Tangan kanan yang terkena Serangan dari Rafel)
Rafel : "Akhirnya Kena Juga, Jika Kau Memang Membaca Pikiran Ku"
Rafel : "Aku hanya Menyerang dengan Tidak Berfikir!"
Sylfia : "Itu!, Mana Mungkin seseorang Bertarung Tanpa Ber-!" (Ucapan Sylfia terpotong)
Sylfia : "Aaakh....!!!" (Sylfia terkena sihir Cahaya Di matanya)
Sylfia : (suara dalam hati) "Sial!, aku Terlalu Panik!, Sampai² tidak fokus! Terkena Serangan Kejutan!"
Landi : "Sihir Cahaya, Silauan Cahaya!" (Mata Landi berubah menjadi Biru)
Rafel : "Bagus!, Tuan Landi...!!!" (Rafel secara cepat menuju Sylfia)
Sylfia : (suara dalam hati) "dari pergerakan nya, dia akan datang!"
"Bats, bats bats bats ............." (Suara langkah kaki rafel, lalu seketika suara itu Menghilang)
Sylfia : (suara dalam hati) "Di-dimana Langkah Kakinya!" (Telinga Sylfia Terkena Sihir dari Dasai)
Dasai : "Sihir Suara!, Redupan Suara!" (Mata Dasai Berubah Menjadi warna biru)
Sylfia : (suara dalam hati) "Sial....!, Itu pasti Karena anak satunya itu!" (Sylfia tidak mendengar apa apa)
Sylfia : (suara dalam hati) "Dia akan datang darimana!" (Mencari menggunakan Feeling nya)
Sylfia : (suara dalam hati) "dia akan menyerang Menggunakan Katana dimana?!"
Rafel : "Ini Sudah Berakhir!" (Rafel mulai dekat ke arah Sylfia)
"Buuuuuughhhh.....!!!!!" (Rafel Menendang Keras ke arah Perut Sylfia, Hingga Sylfia Terpental Jauh)
Sylfia : "Uaaaaaaakhhhhk......!" (Terpental lalu Berhenti terbaring)
Dasai : "Ki-kita menang!"
Landi : "Untunglah.....!"
Sylfia : "Cih...?!, Ma-mana Mungkin!" (Masih berbaring dan memegang i perut nya)
Rafel : "Sudah Berakhir, Gabunglah Dalam Klub Pelindung Sekolah, Atau akan kami habisi kau!" (Rafel Menodongkan Katananya ke arah Sylfia)
Sylfia : "Tch........!" (Kesal)
Rafel : "Hmmm......" (Menatap tajam sambil Menodongkan Katananya ke Arah Sylfia)
Sylfia : "Baiklah, Aku Mengakui Kalah, aku akan mengikuti kalian!" (Tersenyum Pasrah)
Dasai dan Landi : "Waaaaaah...!!!" (Bersorak senang)
Rafel : "Bagus.....lah......." (Rafel Mulai Kehilangan Kesadaran Dan mau akan terjatuh)
Landi dan Dasai : "Ra-rafel!" (Bergerak mau menolong)
Sylfia : "Hup....!" (Sylfia Menangkap Badan Rafel yang mau Jatuh)
Sylfia : "Pasti dia Merasa kesakitan dan Lelah, Karena terkena Serangan Sihir Gabungan ku"
Landi : "Rafel....!" (Berlari dan baru sampai)
Dasai : "Apa Kau Baik baik saja...?!" (Berlari dan baru sampai)
Sylfia : "......" (Menoleh ke arah Landi dan Dasai)
Sylfia : "Nih, Jaga dia baik baik, dia pingsan Karena Menerima Serangan Sihir Gabungan ku tadi" (Memberikan badan Rafel ke Landi dan Dasai)
__ADS_1
Landi dan Dasai : "Ba-baik.." (Landi dan Dasai membopong masing" dari arah kanan dan kiri, memegangi Tangan rafel supaya berdiri)
Dasai : "Ayo Sekarang kita Menuju Ruang Klub!" (Mulai berjalan bersama Landi untuk membopong badan Rafel)
Landi : "Iyah!, Sylfia apa kau juga akan Ikut?" (Berjalan sambil membopong badan Rafel bersama Dasai)
Sylfia : "Baiklah....." (Berjalan Di belakang Landi dan Dasai)
"Setelah Pertarungan Hebat Melawan Sylfia, Akhirnya Sylfia kalah Dan Ikut Bergabung dengan Klub Pelindung Sekolah!"
"Tak Lama Kemudian"
"Tok, tok, tok" (suara ketukan pintu)
Mora : "Baik....!" (Datang untuk membukakan Pintu)
Mora : "Ahh..?!, Kalian!" (Kaget karena melihat Landi Dasai dan Rafel)
Landi : "Mora, Tolong Rawat Rafel, dia membutuhkan Perobatan"
Mora : "Ba-baik!, Taruh saja dia di sofa, aku akan mengambil beberapa perobatan!" (Setelah itu Mora langsung bergegas Mengambil Obat-obatan)
Landi : "Ayo Dasai....." (Mulai berjalan menuju sofa)
Dasai : "Iyah....." (Mulai berjalan menuju Sofa)
Landi dan Dasai : "Huup....!" (Membaringkan Pelan pelan badan Rafel ke sofa)
Mora : "I-ini Dia...!" (Berlari menuju Mereka semua)
Landi : "Terimakasih Mora!"
Mora : "Iyah!" (Mulai merawat badan Rafel)
Mora : "Dia sangat Babak belur sekali....!"
Dasai : "Kami Bergantung Padamu Nona Mora!"
Mora : "Siapa yang melakukan semua hal ini?"
Sylfia : "Aku..." (Sylfia datang menuju Mereka semua)
Mora : "Eh..?, Anda siapa..?"
Sylfia : "Aku adalah Sylfia Adres, maafkan aku karena Membuat babak belur Rafel"
Mora : "Ti-tidak masalah Nona Sylfia, Aku bisa mengurusinya"
Sylfia : "Iyah....."
Dasai : "Nah, baiklah Sylfia, sambil menunggu pulih Rafel, aku akan Mengurus Baju dan semuanya"
Sylfia : "Iyah......"
"Tak Lama Kemudian Rafel Pun Mulai Sadar kembali dengan banyak perban di tubuhnya"
Rafel : "Ugh...." (Mulai sadar)
Landi : "Hmm..?!, Rafel!" (Menghampiri)
Dasai : "Rafel!" (Menghampiri)
Mora : "Tuan...!" (Menghampiri)
Sylfia : "......." (Menghampiri)
Rafel : "Ada apa dengan ku....?"
Landi : "Mora telah Merawatmu Karena pertarungan Tadi"
Rafel : "Mora...?"
Dasai : "Iyah!"
Rafel : "Terimakasih Mora....."
Mora : "Tidak masalah Tuan Rafel...!"
Rafel : "Di-dimana Sylfia?"
Sylfia : "Aku Disini, ada apa Rafel...?"
Rafel : "Heh, aku kira kau akan Pergi ternyata kau Mau ikut juga yah"
Sylfia : "Meskipun aku begini, aku masih Menepati Janjiku Loh"
Sylfia : "Dan Juga, Aku Masih Belum Menyerah Untuk mengejar Xa'an" (sifat Songong)
Dasai : "Hei, sudah ku katakan berkali kali, Xa'an pasti tidak akan Mencintai Mu, dasar perempuan Bodoh!"
Sylfia : "Haaa...?, Apa maksudmu Memanggil Ku Bodoh, anak Kecil..?!"
Dasai : "Hei..!, Begini begini aku ini kakak kelas mu!"
"Bla Bla Bla Bla Bla Bla Bla" (Dasai dan Sylfia Debat)
Rafel Landi dan Mora : "Hahahaha....."
Dasai dan Sylfia : "Grrrrrrrr......!!!"
"1 tahun telah berlalu"
"Di ruangan Klub Pelindung Sekolah"
Dasai : "Xa'an!, Xa'an telah Kembali!"
Rafel : "Tu-tuan Xa'an..?!"
Sylfia : "Hmmm.....?" (Ingin Tau)
Rafel : "Jika memang Itu darimu maka aku percaya Dasai!"
Rafel : "Akhirnya Kamu Kembali yah, Tuan Xa'an!"
SELESAI...........!
Gimana?, Chapter baru Sampul Baru, UwU
__ADS_1