The King After Reincarnation

The King After Reincarnation
Awal dari konflik!


__ADS_3

*CHAPTER* 83 Season 02


Judul : Awal dari konflik!


Tempat : Kamar Xa'an dan Lycia


Lycia : "Eh......?." (Ekspresi wajah tak percaya)


Lycia : "Apa.....?."


Xa'an : "Tolong dengar terlebih dahulu Cia-." (Ucapan Terpotong)


Zhanif : "XA'AN....!!!!." (Zhanif Menerobos langsung dengan gegabah)


Xa'an dan Lycia : "...?!!." (Kaget)


Xa'an : "Ada apa Zhanif?, Kenapa kau tergesa-gesa?."


Zhanif : "Xa'an!, Mereka....!!."


Xa'an : "...??."


Zhanif : "Mereka!!, Kembali lagi!!."


Lycia : "Siapa Zhanif?, Siapa yang kembali?."


Zhanif : "Para orang orang pasar gelap itu!, Mereka kembali menjual para manusia!."


Xa'an dan Lycia : "Ahk....?!!!!." (Terkejut)


Xa'an : "Ke-kenapa?!, Kenapa mereka bisa kembali menjual belikan Manusia lagi?!, Bukannya markasnya sudah kita bantai?!."


Zhanif : "Ternyata, Pasar Krista bukanlah satu-satunya Pasar Gelap, Mereka memiliki Pemimpin juga yang harus kita kalahkan terlebih dahulu!."


Zhanif : "Dan aku dengar jika Pemimpin mereka kali ini Menganggap Pembantaian yang kita lakukan ini adalah hal yang serius, makanya mereka sekarang sedang bergerak dengan cepat!."


Xa'an : "Tch...!!." (Kesal)


Xa'an : "Orokus!, Mersha!."


Orokus dan Mersha : "Iyah Tuan?!." (Muncul Seketika dengan wujud manusia)


Xa'an : "Kalian cepat pergi dan selidiki lah semua ini!, Tentang pasar gelap dan identitas pemimpin mereka!." (Ekspresi Xa'an sangat kesal)


Orokus dan Mersha : "...?!!." (Kaget)


Orokus dan Mersha : "Baik Tuan!, Akan segera kami lakukan!!." (Pergi secepat mungkin dengan wujud hewan mereka)


"BRAAK....!!!." (Xa'an memukul keras dinding hingga rusak)


Xa'an : "Mereka ini!, Tak akan ku maafkan!." (Ekspresi Wajah Xa'an Sangat Marah)


Zhanif : "........" (Melihat Ke arah Xa'an)


Lycia : "Tenanglah An Kun...." (Memegang tangan Xa'an)


Xa'an : "....?!!!." (Reflek melihat dengan cepat ke arah Lycia dengan ekspresi yang masih marah)


Lycia : "Aku tau kamu sangat tidak menyukai Perdagangan Manusia ini, Tapi ku mohon tenangkan lah dirimu terlebih dahulu...." (Melihat ke arah wajah Xa'an)


Xa'an : "........" (Ekspresi Xa'an perlahan tenang)


Xa'an : "Baiklah, Maafkan aku Cia, Aku malah terburu-buru dan marah karena hal ini."


Lycia : "Tak apa, yang penting tenangkan lah dirimu terlebih dahulu yah....."


Xa'an : "Iyah....." (Mengangguk)


Zhanif : (suara dalam hati) "Memang......."


Zhanif : (suara dalam hati) "Kalau tidak ada Lycia disini, aku tidak tau berita besar apa yang akan terjadi di Benua Timur ini nantinya....." (Senyum)


Zhanif : (suara dalam hati) "Tapi......." (Mengingat saat Xa'an sangat marah tadi)


Zhanif : (suara dalam hati) "Perasaan mencengkram apa yang telah aku lihat tadi?, Seperti Aura Rakus dan Penuh akan Kesadisan muncul secara tiba-tiba dari tubuh Xa'an......."


Zhanif : (suara dalam hati) "Xa'an ini, Sungguh orang yang sangat misterius....."


Zhanif : "Bagaimana Xa'an?, Apa yang akan kita lakukan?, Jika kau menyuruhku untuk bergerak, maka aku akan bergerak."


Xa'an : "Untuk awal-awal nya, aku ingin kau untuk menyelidiki lagi Pasar Krista, Jika kau merasakan adanya bahaya maka cepatlah kembali."


Zhanif : "Baiklah, Aku akan segera kesana, Aku akan mengajak Aline."


Xa'an : "Berhati-hati lah....."


Zhanif : "Tenang saja, Aku ini yang terkuat diantara 2 Saudaraku yang lain, Serahkan saja padaku." (Senyum)


Zhanif : "Sampai Jumpa lagi, Pengyou!." (Pengyou \= Teman)


Xa'an : "Hmmm......." (Senyum)


"Bats Bats Bats!." (Zhanif pergi dari tempat itu)


Xa'an : "Sekarang, aku juga harus pergi...."


Lycia : "Kamu mau kemana?."


Xa'an : "Aku mau menemui Landi Cia, Sepertinya aku harus berbicara dengannya."


Lycia : "Baiklah, Jaga dirimu baik-baik."


Xa'an : "Iyah!, Aku pergi dulu!."


Lycia : "Iyah.....!." (Melambaikan Tangan nya)


Xa'an : "......." (Senyum)


Xa'an : "Sihir Tanah, Getaran Tanah." (Sihir yang mendeteksi mana tubuh dari dasaran tanah)


Xa'an : "Disana yah...." (Mata Xa'an berubah menjadi warna Ungu)


Xa'an : "Teleport...!." (Xa'an berteleport)


Lycia : "......." (Menaruh kedua tangan nya ke dada lalu mengepalnya)


"Di Lain Sisi."


Orokus : "Hei Mersha...." (Sedang menyamar)


Mersha : "Kenapa?." (Sedang menyamar)


Orokus : "Kenapa Tuan Xa'an sangat tidak menyukai Perdagangan Manusia yah...?."


Mersha : "Hmmm...."


Mersha : "Aku tidak tau, tapi yang jelas saat dia mendengar hal itu, Raut wajah dia berubah drastis dengan penuh amarah yang kuat."


Mersha : "Apalagi tadi aku juga sempat merasakan aura yang mencengkram yang keluar dari tubuh Tuan Xa'an."


Orokus : "Iyah, aku juga merasakan hal itu."


Orokus : "Maka karena itulah....." (Berdiri)


Orokus : "Kita jangan sampai membuat Tuan Xa'an kecewa terhadap kita....." (Tatapan mematikan)


Mersha : "Iyah....." (Aura mana keluar dari tubuh Mersha)


"Weeeshh.....!!!." (Mersha dengan sangat cepat bergerak)


Orang Jahat : "Hahaha mereka sungguh bodoh kan?!!."


Mersha : "......." (Dengan cepat berada di depan orang jahat itu)


Orang Jahat : "Ugh...?!, Siapa kau?!!!."


"Craaaassh....!!!." (Mersha menebas leher Orang jahat itu dengan tangan nya)


Mersha : "Satu....... Selesai......"


Orang Jahat : "Ughh?!!!, Bu-bunuh dia!!." (Hendak Menebas Mersha)


"Wesh!, Craaash!!, Wesh, Craaaassh!!!." (Mersha menghindar lalu menebas, menghindar dan menebas lagi!)


Mersha : "Tiga......."


"Tcraaas....!." (Mersha mengayunkan tangan nya untuk membersihkan darah di tangan nya)


Orang Jahat : "Gila!, Wanita itu gila!, Kita harus kabur!!." (Kabur berlarian)


"Uwaaahhh!!!!." (Segerombolan orang jahat kabur)


Orokus : "......." (Berdiam diri di tempat untuk mencegat mereka kabur)


Orang Jahat : "Hei!, Siapa kau!, Cepat Pergilah atau ku bunuh kau!!."

__ADS_1


Orokus : "Hahahahaha!!, Begitu yah......" (Menatap Tajam ke arah Gerombolan Orang jahat itu)


Orang-orang Jahat : "HIKKKK...?!!!!!." (Ketakutan melihat tatapan Orokus)


Mersha : "Ingatlah, Kau harus menyisakan mereka...."


Orokus : "Aku tau, maka karena itulah aku hanya menatap dia saja......" (Menatap salah satu orang jahat)


Orang Jahat : "A-apa yang kau katakan....?!!!."


"Craaaashhh.....!!!, Craaaassh Craaash craaaashh Craaash!!!." (Empat Orang Jahat Seketika itu Tubuhnya Hancur!)


Orang Jahat : "....?!!!!!." (Terkejut setengah mati)


Orokus : "Hihi......!" (Tersenyum iblis)


Orang Jahat : "Mo-monster!!!, Monster!!!." (Terjatuh)


"Deg deg deg deg......" (Orokus perlahan berjalan ke arah Orang jahat itu)


Orokus : "Kekuatan dari Tuan Xa'an memang hebat yah!, Bahkan aku tak perlu mengeluarkan terlalu banyak mana untuk membunuh para brengsek ini!." (Senyum)


Mersha : "Iyah, aku juga....."


Orang Jahat : "TI-TI-TIIDAAAAAAKKKKK!!!!!!!." (Berteriak Sekencang Mungkin)


"Di Lain Sisi."


Zhanif : "Bagaimana Aline?, Apa kamu mulai merasakan kehadiran mereka?." (Sedang berada di atas bangunan untuk memata-matai)


Aline : "Sebentar lagi......" (Menutup matanya)


"Hahahaha!, Iyah seperti itu!, Maka kita akan cepat kaya!." (Suara samar-samar)


Aline : "Tak salah lagi, itu pasti mereka, arah sebelah kanan, Lima orang dengan satu budak yang mereka bawa di kereta kuda."


Zhanif : "Baiklah........" (Bersiap dengan mengepalkan tinjunya)


Orang Jahat : "Bagaimana?!, Bukannya itu hal yang sangat untung bagi kita semua?!."


Orang Jahat : "Hahaha benar!, Ini semua sangat menyenangkan!."


"Weeeesh...........!." (Zhanif dari atas sedang mendarat ke arah orang-orang jahat itu)


Orang Jahat : "Kita hampir kaya sebentar lagi-." (Ucapan Terpotong)


"BLAAAAAAAAARR.......!!!!!!." (Zhanif Meninju dari atas kepala orang jahat itu hingga merusak tanah yang di pijaknya)


Orang-orang Jahat : "A-aahkkkk...?!!!." (Terkejut)


Zhanif : "Satu mati......."


Zhanif : "Halo, Para Penjahat......." (Tersenyum)


Orang Jahat : "Si-siapa kau?!!!."


Zhanif : "Mayat sepertimu tak harus untuk mengetahui namaku....." (Senyum)


Orang Jahat : "A-apa-?!."


"Blaaaaaarrr.....!!!!." (Zhanif Meninju wajah orang jahat itu)


Zhanif : "Tinggal Tiga Mayat nih......" (Senyum)


Orang-orang Jahat : "Bu-bunuh dia!!!." (Dengan bersamaan mereka menyerang Zhanif)


Orang Jahat : "Hyaaat....!!!." (Mau menebas Zhanif)


Zhanif : "........" (Menoleh ke arah tebasan itu)


"CTAAAR!, BUAGH!!, BUAAGHH!!!." (Zhanif memecahkan pedang itu lalu memukul orang jahat itu dua kali)


Zhanif : "Yakin Pakai Pedang Dek....?!!." (Senyum)


"Weeeeshhhh!!!!." (Sebuah Bola api ke arah Zhanif)


"Sret....!." (Kepala Zhanif Menghindar dengan cepat)


Orang Jahat : "Si-sial....!!!." (Panik)


Zhanif : "Begitu yah, Mengincar kepala musuh karena musuh terlalu kuat bagimu." (Mendekat ke arah Orang Jahat itu)


Zhanif : "Mayat satu ini cukup pintar juga....!." (Tersenyum iblis)


Orang Jahat : "Hihhh?!!, Hihhhh...?!!!!!." (Ketakutan Setengah Mati)


"Ctaar...!." (Zhanif membuka borgol budak yang ada di dalam kereta kuda itu)


Zhanif : "Hmmm?, Apa yang terjadi kepadanya?." (Melihat ke anehan di budak itu)


Budak : "........." (Ekspresi wajah mati)


Zhanif : "Dia seperti tak merespon sama sekali...."


Aline : "Itu karena Sihir pengekang."


Zhanif : "Ohh begitu yah...."


Aline : "Biarkan aku....." (Mendekat ke arah budak itu)


Aline : "Lepaskan....." (Melepaskan sihir pengekang)


Budak : "Ugh......?." (Perlahan sadar)


Budak : "Uhhh?!!!, Lepaskan aku!! Ku mohon..!!!!."


Zhanif : "Hei!, Tenanglah!, Kami bukan orang jahat!."


Budak : "Ti-tidak!!!!."


Zhanif : "He-hei!!!."


"Sret...." (Aline menyuruh Zhanif untuk minggir)


Aline : "Sihir Penenang...." (Sebuah Sihir untuk menenangkan seseorang jika terlalu panik atau terlalu ketakutan)


Aline : "Apa sekarang kamu sudah tenang...?."


Budak : "A-anda....?!, Ratu Sihir Aline....?!!."


Budak : "Eh...?!." (Melihat ke arah Zhanif)


Budak : "Sa-sang Terkuat dari Three Somebody?!!!, Ba-bagaimana anda bisa disini?!!."


Zhanif : "Dengarkan dulu penjelasan dari Istriku terlebih dahulu....."


Budak : "Ugh...?!!, Maafkan Saya Tuan!."


Aline : "Tak perlu khawatir, untuk pertama-tama, Siapa namamu."


Peros : "Peros!, Namaku Peros Nyonya!."


Aline : "Baiklah Peros, Bagaimana kamu bisa sampai disini?, Apa yang mereka lakukan padamu sampai seperti ini?."


Peros : "Sa-saya....."


Zhanif : "Tenanglah, Dan ceritakan semua kepada kami....."


Peros : "Ba-baik Tuan......" (Mengangguk)


"Setelah itu, Peros menceritakan semuanya dari awal dia di tangkap paksa oleh Pasar Gelap, Dan di kurung dari dalam sel, dan ditunggu untuk di perjual belikan, Mereka para Orang Pasar Gelap Menyiksa para Manusia yang ditangkap untuk supaya patuh dan terperangkap oleh Sihir Pengekang untuk bisa dikendalikan penuh sesuka mereka."


Peros : "Semuanya di tangkap dan di perjual belikan, Orang-orang Dewasa, Remaja, bahkan anak-anak juga!."


Aline : "Anak-anak...?!."


Zhanif : "......" (Mendengar kan dengan serius)


Peros : "Iyah, Mereka para Orang Pasar Gelap memang seperti itu, mereka tidak memandang umur ataupun gender, Yang terpenting dari mereka adalah Uang dan Uang!."


Peros : "Bahkan aku pun tak sanggup untuk melihat pemandangan disana lagi!." (Ketakutan)


Zhanif : "Tenanglah......" (Menenangkan Peros)


Zhanif : "Kau Aman disini....."


Peros : "Tu-tuan......" (Tenang)


Zhanif : "Aline, Sepertinya kita harus segera pergi dari sini."


Aline : "Iyah, aku juga berfikir seperti itu, tak baik jika kita terus-terusan berada di jalur ini."


Zhanif : "Ayo Peros, Berdiri lah."


Peros : "Baik Tuan...."

__ADS_1


"Setelah itu, Zhanif, Aline dan Peros pun pergi dari tempat itu."


"Beberapa Hari Kemudian."


Prajurit : "Tuan, Sepertinya pergerakan kita terbatasi oleh sekelompok penyerang yang mulai menyerang para pesuplai kita untuk memperdagangkan manusia."


??? : "Tch!, Kenapa orang-orang itu datang mengganggu bisnis yang sudah lama aku bikin dengan susah payah ini?!!, Berani-beraninya mereka ingin menghancurkan bisnis susah payahku!."


Prajurit : "Tu-tuan, Saya ada saran untuk anda...."


??? : "Hmm?, Apa itu?, Jika itu membuatku kecewa bersiap-siaplah untuk mati, karena kali ini suasana hatiku sedang tidak baik."


Prajurit : "Ba-baik Tuan!, Jadi saran saya adalah, bagaimana jika kita sengaja memancing mereka untuk menyerang suplai kita?, Lalu kita bisa serbu mereka dari belakang lalu membunuh mereka?."


??? : "Hmmm, Sepertinya menarik, Lakukan itu sekarang, sampaikan kepada semuanya jika kita akan melakukan hal yang seperti itu."


??? : "Pergi!!!."


Prajurit : "Baik Tuan!!." (Langsung Pergi)


??? : "Takkan ku biarkan mereka sesuka hati mengacaukan usaha yang telah aku bangun mati-matian ini!, Usaha dari nol sampai menjadi salah satu kaisar!."


"Di Lain Tempat."


Xa'an : "Sepertinya kita harus berhati-hati dengan apa yang kita lakukan kedepannya."


Landi : "Eh?, Kenapa?, Apa ada sesuatu yang Mengganggu mu Xa'an?."


Xa'an : "Kau tau kan jika kita melakukan pergerakan secara bersekala dan juga menyerang mereka dengan bebas."


Xa'an : "Pasti orang-orang jahat itu akan memikirkan cara bagaimana untuk mengatasi hal ini."


Aline : "Aku setuju dengan pendapat mu Xa'an, Tak mungkin jika kita bisa melakukan hal ini dengan nyaman-nyaman saja."


Zhanif : "Itu berarti, Kita harus bersiap-siap akan hal besar terjadi kepada kita di saat menyelamatkan para budak yah...."


Mora : "Para orang-orang jahat itu juga pasti sudah memikirkan hal yang keji terhadap kita."


Xa'an : "Itu benar, yang terpenting adalah waspada terhadap sekitar kalian dan berhati-hati."


Landi : "Begitu yah, jika semua itu benar kita juga harus menyusun sebuah rencana."


Xa'an : "Itu benar, Sebuah rencana pembalikan."


Lycia : "Sepertinya aku tau apa yang harus kita lakukan jika musuh sudah memperkirakan hal ini."


Orokus dan Mersha : "......." (Memperhatikan)


Zhanif dan Aline : "......" (Memperhatikan)


Landi dan Aline : "......" (Memperhatikan)


Xa'an : "Katakan saja Cia, Kita akan mendengar kan nya dengan baik....."


Lycia : "Jadi, Hal pertama jika musuh melakukan sebuah pergerakan ini adalah....!."


"Di Lain Sisi."


Fal pal : "Bagaimana kita akan membunuh mereka?." (Pembunuh bayaran dengan kekuatan mata warna biru, memakai sebuah dua belati untuk menyerang lawan nya)


Ken : "Hmmmm!." (Pembunuh bayaran dengan kekuatan mata warna merah, memakai sebuah pedang besar untuk menyerang lawan nya)


Cen Lin : "Jangan banyak bicara dengan badan kecil mu itu Fal." (Pembunuh bayaran dengan kekuatan mata warna merah, memakai sebuah Sihir dengan 2 sihir elemen yang berbeda untuk menyerang lawannya)


Fal pal : "Heh!, Sebaiknya kau berhati-hati juga dengan hanya mengandalkan Sihirmu saja!."


Cen Lin : "Sepertinya kau harus di beri pelajaran dengan mulut menyebalkan mu itu."


Fal pal : "Wah wah, Takutnya....." (Meringis)


"Deg deg deg...." (Tiga orang datang)


Yun Pai : "Hentikan pertengkaran tidak jelas kalian itu." (Pembunuh bayaran dengan kekuatan mata warna merah, memakai sebuah pedang ganda untuk menyerang lawannya)


Cen Lin : "Yun...."


Fal pal : "Ehh?."


Chai Sun : "Kalian ini tidak henti-hentinya berperilaku seperti itu yah." (Pembunuh bayaran dengan kekuatan mata warna merah, memakai sebuah tameng yang kuat untuk bertahan dari serangan lawan dan sekaligus menyerang)


Chai Fin : "......." (Pembunuh bayaran dengan kekuatan mata warna biru, memakai sebuah tongkat sihir untuk menyerang dan mensupport)


Kai Jay : "Anak anak sekali....." (Pembunuh bayaran dengan kekuatan mata warna biru, memakai sebuah tinjunya untuk menyerang lawan nya)


Yun Pai : "Tak perlu basa-basi lagi, kita akan membuat sebuah tim lalu pergi ke kereta masing-masing."


Yun Pai : "Fal Pal dengan Ken, di daerah pegunungan."


Fal Pal : "Dengan Pria besar ini?, Dia sangat Membosankan....."


Ken : "Hmmm...!."


Yun Pai : "Cen Lin, Kau akan bersama dengan Chai Sun di daerah danau."


Cen Lin : "Baiklah...."


Chen Sun : "Akan ku lindungi kau."


Yun Pai : "Dan aku akan pergi ke daerah hutan bersama Chen Fin dan juga Kai Jay."


Chen Fin : "......" (Mengangguk)


Kai Jay : "Baik!."


Yun Pai : "Baiklah, Semuanya sudah di atur, setelah ini kita akan pergi lalu membunuh mereka....."


Fal Pal : "Hihi...!." (Tersenyum)


Ken : "Hmmmm!."


Cen Lin : "Bum...!, Sret....!" (Mengeluarkan sebuah Sihir Api dan Tanah kecil di jarinya)


Chai Sun : "Kita datang...."


Chai Fin : "......."


Kai Jay : "Fyuuuuh......" (Menghela nafas)


SELESAI............ (Harusnya)


T.K.A.R COMEDY!


Orokus : "Dimana Budak yang lainnya...??!!!!." (Mengintrogasi musuhnya)


Orang Jahat : "A-aku tidak tau....!." (Ketakutan)


Orokus : "Bilang ngga?, Atau aku akan memotong Joni mu yang berharga itu?." (Yang di maksud Joni adalah alat kelamin nya orang jahat itu)


Orang Jahat : "Hi-hikkkk..?!!!" (Ketakutan dan gemetaran)


Orokus : "Bayangkan kau hidup tanpa itu, kau akan mengalami kehidupan yang tampak seperti sebuah kehidupan, Hari harimu akan di kelilingi oleh kehampaan dan keputusasaan." (Sambil melototi orang jahat itu)


Orang Jahat : "A-ak-aku akan bilang, ja-jadi tolong ampuni aku Tuan!!!."


Orokus : "Bagus......!."


Mersha : "Itulah kenapa Tuan Xa'an menyuruhku untuk menyelidiki pasar gelap, bukannya Orokus...."


"Bilaang....!!." (Suara Orokus)


Selanjutnya Di The King After Reincarnation!.


Landi : "Sialan, Jika itu semua benar kita harus mempersiapkan semuanya sematang mungkin."


Landi : "Kita tidak tau hal bahaya seperti apa yang menanti kita nanti."


Fal Pal : "Halo kalian berdua....!." (Tersenyum)


Orokus : "Orang ini asik juga njir!."


Zhanif : "Ternyata yang dikatakan oleh Xa'an itu benar....."


Aline : "Sekarang kita hanya melakukan apa yang harus dikatakan oleh Lycia."


Zhanif : "Iyah...."


"Kalian Sedang membicarakan apa...?."


Xa'an : "Pengguna pedang yah, mari kita lihat bagaimana kau menggunakan mereka untuk berada di jalan yang salah....!." (Sambil berjalan ke arah musuh mengeluarkan pedang inti jiwa naganya)


"Menarik.....!." (Senyum)


"Selanjutnya Di The King After Reincarnation!."


"Rencana!."

__ADS_1


"Di tunggu yah!."


__ADS_2